Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM III PENILAIAN STATUS GIZI (PSG) PENGUKURAN ANTROPOMETRI

OLEH Yuanita Sinar Yulianti

: P07131112104

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN GIZI 2013

LAPORAN PRAKTIKUM PENILAIAN STATUS GIZI III


Tanggal Judul Praktikum Pokok Bahasan : 24 September 2013 : Pengukuran Antropometri : Praktik pengukuran antropometri

Sub Pokok Bahasan : Alat ukur berat badan, panjang badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas. Alat / Instrumen : Dacin, Infantometer, Timbangan Digital, Microtoise, Pita LILA dan Metlin. Prosedur :

A. Pengukuran dengan Dacin: Langkah-langkah: 1. Langkah 1 : gantungkan dacin pada : dahan pohon, palang rumah atau penyangga kaki tiga. 2. Langkah 2 : periksalah apakah dacin sudah kuat. 3. Langkah 3 : sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka nol. Batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman. 4. Langkah 4 : pasanglah celana timbang, kotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin. Ingat bandul geser pada angka nol. 5. Langkah 5 : seimbangkan dacin yang sudah dibebani celan timbang, sarung timbang atau kotak timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantong plastik. 6. Langkah 6 : anak ditimbang dan seimbangkan dacin. 7. Langkah 7 : tentukan berat badan anak dengan membaca angka di ujung bandul geser. 8. Langkah 8 : catat hasil penimbangan di atas dengan secarik kertas. 9. Langkah 9 : geserlah bandul ke angka nol. Letakkan batang dacin dalam tali pengaman, setelah itu bayi atau anak dapat diturunkan. Hasil : Nama Pengukur Unzilla Vinda 1 5,4 5,4 Model (kantong pasir) (kg) 2 3,1 2,9 3 7,4 7,4 4 3,7 3,8

No

1 2

3 4 5

Yasinta Yasmine Yuanita

5,4 5,4 5,3 Pengukuran tidak sama

2,9 3,0 2,9 Pengukuran tidak sama

7,5 7,5 7,4 Pengukuran tidak sama

3,9 4,0 3,7 Pengukuran tidak sama

Kesimpulan

B. Pengukuran dengan Timbangan Digital Langkah langkah: 1. Aktifkan alat timbang dengan cara menekan timbangan pada bagian pijakan. 2. Pada layar muncul angka 88:8,8 tunggu sampai muncul angka 0,0 kg. 3. Pastikan timbangan berada pada keadaan ON. 4. Upayakan penimbangan dilakukan dengan pakaian seminimal mungkin (tanpa sepatu, jaket, topi, dsb). 5. Subyek berdiri di atas timbangan dengan berat yang tersebar merata pada kedua kaki, pandangan lurus ke depan. 6. Catat berat badan yang tertera pada layar. Hasil : Nama Pengukur Unzilla Vinda Yasinta Yasmine Yuanita 1 40,5 40,5 40,5 40,5 Pengukuran sama 2 53,0 53,0 53,0 53,0 Pengukuran sama Model (Mahasiswa) (Kg) 3 47,8 47,8 47,8 47,8 Pengukuran sama 4 72,3 72,3 72,3 72,3 Pengukuran sama 5 63,4 63,4 63,4 63,4 Pengukuran sama

No

1 2 3 4 5

Kesimpulan

C. Pengukuran dengan Infantometer Langkah-langkah : 1. 2. 3. Menyiapkan Infantometer. Letakkan Infantometer pada meja yang rata. Pastikan jarum pada angka 0 (nol).

4. 5.

Subyek yang di ukur dibaringkan dan dilepaskan sepatu/sandal, topi, dsb. Kepala (bagian atas, ubun-ubun) menempel pada papan bagian atas dan muka menghadap lurus.

6.

Kaki rapat dan lurus, apabila sulit sehingga telapak kaki menekuk, luruskan kaki dengan cara menyentuh bagian telapak tangan.

7. 8. 9.

Naikkan/geser meteran pengukur sampai tepat di telapak kaki. Panjang badan diketahui dari angka yang tertera pada meteran. Catat panjang badan seakurat mungkin.

Hasil : Nama Pengukur Unzilla Vinda Yasinta Yasmine Yuanita 1 41,9 43,0 41,6 42,5 42,3 Pengukuran tidak sama Model (Boneka) (cm) 2 39,9 39,3 38,9 38,8 38,6 Pengukuran tidak sama 3 48,2 46,6 46,2 47,7 47,3 Pengukuran tidak sama

No

1 2 3 4 5

Kesimpulan

D. Pengukuran dengan Microtoise Langkah-langkah : 1. 2. Subyek yang akan diukur melepaskan sepatu/sandal, topi, dsb. Subyek berdiri tegak membelakangi dinding depan dengan posisi kepala bagian belakang, punggung, pantat dan tumit menempel pada dinding dan muka menghadap lurus ke depan. 3. Kaki rapat dan lurus, apabila sulit sehingga kaki menekuk, luruskan kaki dengan cara menekan lutut pada tembok dan luruskan. 4. Turunkan Microtoise sampai tepat di atas kepala (bagian atas ubun-ubun), sikusiku lurus menempel pada dinding. 5. 6. Baca angka pada jendela kaca, catat tinggi badan seakurat mungkin. Petugas yang melihat angka pada Microtoise lebih tinggi dari pasien/klien.

Hasil : Nama Pengukur Unzilla Vinda Yasinta Yasmine Yuanita 1 159,0 158,8 159.5 158,1 Pengukuran tidak sama 2 155,2 155,0 154,0 154,5 Pengukuran tidak sama Model (Mahasiswa) (cm) 3 164,0 164,5 164,5 164,0 Pengukuran tidak sama 4 161,0 162,0 161,1 160,3 Pengukuran tidak sama 5 159,1 161,7 158,8 159,5 Pengukuran tidak sama

No

1 2 3 4 5

Kesimpulan

E. Pengukuran dengan Pita LILA atau Metlin Langkah langkah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pengukuran dilakukan pada lengan sebelah kiri. Lengan dalam keadaan tergantung bebas, tidak tertutup pakaian. Tetapkan posisi bahu dan siku. Letakkan pita antara bahu dan siku. Tentukan titik tengah lengan. Lingkarkan pita pada tengah lengan, pita jangan terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Hasil : Nama Pengukur Unzilla Vinda Yasinta Yasmine Yuanita Rata-rata Kesimpulan 1 21,5 21,9 21,5 22,0 21,7 KEK Model (Mahasiswa) (cm) 2 25,7 26,7 26,7 25,8 26,2 Tidak KEK 3 22,7 23,5 23,0 24,3 23,4 KEK 4 32,9 33,0 33,0 33,0 33,0 Tidak KEK 5 27,7 28,0 29,0 28,0 28,2 Tidak KEK

No

1 2 3 4 5

Pembahasan : Dacin digunakan untuk mengukur berat badan balita yang biasa terpasang di Posyandu. Pada pengukuran ini didapatkan hasil yang tidak sama antar mahasiswa. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki tingkat ketelitian dalam pengukuran yang berbeda-beda. Selain itu, faktor lain yang meyebabkan ketidaksamaan hasil pengukuran adalah tinggi badan pengukur terhadap batang dacin. Timbangan digital digunakan untuk mengukur berat semua umur dengan syarat bisa berdiri. Pada penimbangan ini hasil pengukuran yang didapat antar mahasiswa karena timbangan digital memiliki keakuratan yang lebih baik dibanding timbangan injak yang manual dan jika dalam waktu dan tempat yang sama hasil pengukuran masing-masing mahasiswa akan sama. Infantometer digunakan untuk mengukur panjang badan bayi usia 0-24 bulan. Pada pengukuran ini didapatkan hasil yang tidak sama antar mahasiswa. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki tingkat ketelitian dalam pengukuran yang berbeda-beda. Microtoise digunakan untuk mengukur tinggi badan semua umur dengan syarat sudah bisa berdiri. Pada pengukuran ini didapatkan hasil yang tidak sama antar mahasiswa. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki tingkat ketelitian dalam pengukuran yang berbeda-beda. Selain itu, pengukuran yang tidak sama ini disebabkan oleh faktor tinggi badan pengukur yang kadang kurang tinggi dibanding dengan orang yang di ukur. Pita LILA digunakan untuk mengetahui status KEK seorang Wanita Usia Subur (WUS) dengan batas minimal dinilai tidak KEK adalah 23,5 cm. Pada pengukuran ini terdapat 2 model yang terkena KEK yaitu Unzilla dan Yasinta. Hal ini dikarenakan LILA kedua model ini < 23,5 cm. Oleh karena itu, kedua model ini harus diperbaiki status gizinya agar pada saat mereka hamil tidak melahirkan bayi yang BBLR.

Yogyakarta, 1 Oktober 2013 Mengetahui, Instruktur Praktikan

( Elin Karlina, SsiT )

( Yuanita Sinar Yulianti )