Anda di halaman 1dari 9

Bab I

Pendahuluan

A. Latar belakang masalah


Jalan raya sebagaimana yang telah diketahui secara luas merupakan salah
satu prasarana yang memegang peranan penting di dalam segala aspek kehidupan
manusia dan telah menjadi hal yang utama di dalam proses interaksi antar manusia.
Melalui jalan manusia dapat melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat
yang lain dengan berbagai tujuan dan kepentingan, apakah hanya sekedar
melakukan transportasi yang sifatnya lokal ataupun yang sifatnya jarak jauh.
Jalan raya yang pada mulanya hanya merupakan suatu sarana transportasi
yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya mulai mendapatkan
perhatian yang serius pada saat masa kekaisaran romawi, dimana pada saat itu
kekaisaran romawi yang sedang melakukan invasi ke negara lain menyadari bahwa
agar bisa melakukan mobilisasi angkatan perangnya secara cepat yang harus
tersedia adalah sarana jalan yang memadai dan tidak terpengaruh oleh keadaan
cuaca. Maka bersamaan dengan hal itu mulailah dilakukan proses perkerasan jalan
yang mula-mula hanya menggunakan batu-batu yang disusun hingga pada akhirnya
menggunakan aspal dan bahkan beton sebagai lapisan penutup permukaan jalan.
Seiring dengan semakin berkembangnya bahan material yang di gunakan
maka sewajarnyalah jika dalam proses perencanaan jalan salah satu aspek yang
patut di perhatikan adalah masalah ekonomi, baik di dalam proses pembangunan
proyek jalan raya maupun hasil yang nantinya di peroleh pada saat jalan tersebut
telah selesai di buat. Dan agar dapat meminimalisir terjadinya kerugian di kemudian
hari maka kajian ekonomi pada suatu rencana pembangunan jalan dirasa sangat
perlu di adakan agar dapat di ketahui seberapa besar dampak yang kemungkinan
timbul pada proyek tersebut dan langkah yang dapat di ambil untuk
menanggulanginya.

B. Pengertian
1
Kajian ekonomi pada studi kelayakan pembangunan jalan adalah suatu kajian
yang secara khusus membahas mengenai masalah ekonomi pada proses
perencanaan dan pembangunan jalan yang akan membawa dampak yang nyata di
kemudian hari sehingga studi ini dirasa sangat perlu untuk di laksanakan sebelum
pelaksanaan proyek dilaksanakan. Atau dengan kata lain kegiatan ini dapat juga
berfungsi sebagai kajian yang dapat mempengaruhi kriteria/spesifikasi teknis dari
jenis ataupun kelas jalan yang kelak akan dibangun.

C. Tujuan
Tujuan dari kajian ekonomi antara lain :
1. Mengetahui sektor mana saja yang dapat mempengaruhi atau
menimbulkan dampak terhadap pembangunan jalan ditinjau dari segi
ekonomi.
2. Mengetahui perkiraan biaya yang akan di gunakan.
3. Menjadi faktor pengaruh di dalam proses pengambilan keputusan.
4. Memperkirakan adanya kemungkinan terjadinya kesenjangan ekonomi
terhadap masyarakat.
5. Menyediakan analisis data bagi para investor.
6. Mendapatkan usulan perencanaan ataupun kebijakan yang terbaik
terhadap rencana pembangunan jalan dan untuk mengetahui tingkat
kelayakan berdasarkan kebijakan-kebijakan yang diambil.
7. Penentu layak tidaknya jalan di bangun.

D. Ruang lingkup
1. Menetapkan kelayakan dari sistem angkutan yang akan digunakan.
2. Memperhitungkan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dan yang akan di
peroleh pada saat jalan selesai dibangun dengan menggunakan metode
net present value (NPV), metode benefit cost ratio (BCR), metode internal
rate of return (IRR) dll.
3. Melakukan proses analisa berdasarkan perkiraan-perkiraan terhadap
sistem atau komponen pembiayaan seperti suku bunga dengan
menggunakan skala perbandingan terhadap waktu.
4. Melakukan pendistribusian modal (capital rationing), yaitu menetapkan
prioritas di antara proyek-proyek yg berjalan.
2
Adapun besaran nilai yang diperoleh pada parameter-parameter yang ada
tersebut yang di peroleh dari proses analisis, tentunya tidak terlepas dari faktor
kesalahan baik dalam prediksi ataupun akibat faktor eksternal yang tidak dapat
diperkirakan sebelumnya dikarenakan karena analisa yang mengambil pengandaian.
Jadi besarnya nilai manfaat maupun biaya yang terealisasi kemungkinan bisa lebih
kecil ataupun lebih besar dari yang telah diperkirakan sehingga akan dapat
berpengaruh kepada proses analisis yang dilakukan.

Bab II
Permasalahan
3
Sebagaimana yang telah di uraikan sebelumnya dapat diketahui bahwa di
dalam proses studi kelayakan jalan ada banyak hal yang harus menjadi perhatian
agar nantinya tidak muncul masalah yang dikarenakan oleh kurang matangnya
perencanaan sebelumnya.
Adapun hal lain yang umumnya dapat menjadi parameter dan menjadi
perhatian di dalam studi kelayakan okonomi pembangunan jalan antara lain :

1. Daya beli masyarakat.


2. Jumlah penduduk, dengan asumsi bahwa semakin besar jumlah
penduduk maka kemungkinan untuk proyek jalan tersebut untuk
mendatangkan keuntungan juga akan semakin besar, dan dapat
menghemat pengeluaran yang akan digunakan untuk upah pekerja
karena dapat menggunakan tenaga penduduk setempat.
3. Jarak lokasi rencana proyek dengan pusat kegiatan dengan asumsi
bahwa kota besar/pusat kegiatan akan lebih mudah untuk menyerap
dampak dari kegiatan yang akan timbul.
4. Perpajakan, yang menentukan dari gaya hidup sehari-hari dari
masyarakat dan perubahan karena kegiatan pembangunan pada sistem
atau pelaksanaan prpajakan yang akan membawa dampak sosial yang
nyata.
5. Pola kegiatan di segala sektor ekonomi di sekitar rencana proyek yang
nantinya akan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, dan yang
nantinya akan mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi dari masyarakat
tersebut.
6. Pola sebaran penduduk, dimana pada umumnya masyarakat memilih
untuk bertempat tinggal di sekitar lokasi yang mempunyai akses ke
daerah lain dengan mudah. Sehingga pada saat proyek jalan yang
direncanakan telah selesai dapat memberikan dampak yang nyata
terhadap kehidupan masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial.
Selain itu untuk meminimalisir dampak negatif yang kemungkinan dapat
berimbas terhadap rencana pembangunan maka perlu di lakukan pengawasan
terhadap hal yang pada umumnya selalu berjalan seiing dengan proses
pembangunan itu sendiri, yaitu dilakukannya pengawasan terhadap pertumbuhan
4
ekonomi masyarakat, pemerataan pendapatan, dan masalah pemberantasan
kemiskinan dimana hal ini merupakan masalah pokok yang dihadapi setiap usaha
pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dimana seperti yang diharapkan agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi di
suatu wilayah pembangunan selayaknya di ikuti dengan meningkatnya kualitas
hidup sosial dan berkurangnya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan,
serta dapat mengatasi terjadinya depresiasi sumber daya alam dan kerusakan
lingkungan yang ditimbulkan dari proses pembangunan.

Bab III
Pembahasan

Suatu studi kajian ekonomi jalan raya pertama- tama harus menjawab
pertanyaan mengapa dilakukan? Atau dengan kata lain apakah hal tersebut layak

5
untuk dilakukan sehubungan dengan nilai ekonomi yang akan dihasilkannya kelak,
maka melalui studi kelayakan inilah jawabannya akan di peroleh.
Di dalam analisis ini metode yang umum di gunakan dalam proses kajian untuk
mengetahui layak tidaknya pembangunan suatu jalan antara lain :
1. Metode Net Present Value (NPV)
Metode ini berusaha membandingkan komponen biaya dan manfaat dari
suatu proyek dengan acuan yang sama agar dapat diperbandingkan satu
dengan yang lainnya (LPKM-ITB, 1997). Dalam hal ini acuan yang
digunakan adalah besaran netto saat ini (Net Present Value), artinya
semua besaran komponen manfaat dan biaya di ubah dalam besaran nilai
sekarang. Selanjutnya NV di definisikan sebagai selisih antara Present
Value antara komponen manfaat dan komponen biaya.
Secara matematis di tuliskan sebagai berikut :

NPV = Σ Bt/1+dt - Σ Ct/1+dt


t

= Σ Bt-ct/1+dt
t

2. Metode Benefit Cost Ratio (BCR)


Prinsip dasar metode ini adalah mencari indeks yang menggambarkan tingkat
efektifitas pemanfaatan biaya terhadap manfaat yang diperoleh. Indeks ini
dikenal sebagai indeks Benefit Cost Ratio, yang secara matematis ditulis :

BCR = ΣBt/1+dt ΣCt/1+dt


t

3. Metode Internal Rate of tReturn (IRR)


IRR atau internal rate of return adalah besaran yang menunjukkan harga
discount rate pada saat NPV = 0. Dalam hal ini IRR dapat di anggap sebagai
tingkat keuntungan atas investasi bersih dalam suatu proyek, dan secara
matematis ditulis :

IRR = ΣBt-CtΣ1+rt
Dimana :

6
B(t) = besaran total dari komponen manfaat proyek pada tahun ke-t
C(t) = besaran total dari komponen biaya proek pada tahun ke-t
d = tingkat bunga yang diperhitungkan
t = tahun ke-t
r = IRR yang menghasilkan NPV = 0

4. Metode Payback Period


Metode payback period adalah metode yang diperlukan untuk
mengembalikan modal suatu investasi dihitung dari aliran kas bersih.

Bab IV
Kesimpulan

Berdasarkan studi yang di lakukan dapat di ketahui bahwa untuk


menghasilkan suatu peencanaan yang baik sangat di perlukan studi
kelayakan dari segi ekonomi.
Adapun untuk melakukan studi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai
metode, yang dapat menghasilkan bsaran-besaran yang dapat menjadi
parameter di dalam studi perencanaan dan kelayakan jalan raya, sehingga

7
hasil yang kemungkinan membawa dampak yang berakibat buruk / negatif
terhadap keberadaan jalan raya dapat di tekan seminimal mungkin.

Daftar pustaka

Jurnal ilmiah teknik sipil vol11, no.1,januari 2007 universitas udayana bali
(unud.ac.id)
Oglesby, C.H. dan Hicks, R.G. 1993. Teknik Jalan Raya. Edisi ke empat. Jakarta :
ERLANGGA
Morlok, E.K.1991. Pengantar Teknik dan Perencanaan transportasi. Jakarta :
ERLANGGA
Harry Hikmat (2000) Andalsos : Pascasarjana Manajemen Pembangunan Sosial-UI
Jakarta

8
9