Anda di halaman 1dari 4

Sphaeroidinella, Sphaeroidinellopsis, Catapsydrax, & Pulleniatina

Genus Sphaeroidinella Genus ini memiliki bentuk test spherical atau oval, bentuk kamar globular dengan jumlah kamar tiga buah yang saling berangkuman (embracing). Aperture terbuka lebar dan memanjang di dasar suture. Pada dorsal terdapat supplementary aperture. Mempunyai hiasan berupa suture bridge. Contoh spesies dari genus ini adalah Sphaeroidinella subdehiscens. Sphaeroidinella subdehiscens

Umur : N13 N19 Fosil ini merupakan fosil foraminifera planktonik. Bentuk dasar test globolar. Test polythalamus, Dinding test bersifat hialin dengan tekstur permukaan halus. Septa pada ventral tidak terlihat jelas, sedangkan pada dorsal septa berbentuk lurus tipis. Prolokulus terletak di tengah dan berbentuk bulat. Apertur berbentuk melengkung dan letaknya pada muka.

Genus Sphaeroidinellopsis Genus ini mempunyai ciri hampir sama dengan genus Sphaeroidinella tapi tidak mempunyai supplementary aperture. Contoh spesies dari genus ini adalah Sphaeroidinellopsis seminulina SCHWAGER. Sphaeroidinellopsis seminulina SCHWAGER

Spesies ini memiliki cangkang trochospiral biconvex, bagian tepi membundar, dinding cangkang berpori dengan permukaan berlubang, kamar spherical tersusun dalam tiga putaran, sutura pada posisi spiral berbentuk melengkung dan tertekan, aperture primer interiomarginal, pada umbilicus membentuk busur yang rendah yang dibatasi bibir umbilicus rendah.

Genus Catapsydrax Genus ini mempunyai hiasan pada aperture berupa bulla pada Catapsydrax dissimilis dan tegilla pada Catapsydrax stainforthi. Juga mempunyai accessory aperture yaitu infralaminal accessory aperture pada tepi hiasan aperturenya. Contoh spesies dari genus ini adalah Catapsydrax dissimilis.

Catapsydrax dissimilis

Test of medium size, compact, four chambers in the final whorl, sutures depressed, radial, surface distinctly cancellate;large, circular pores located within distinct pore pits. Aperture covered by a single umbilical bulla with one or more accessory infralaminal apertures.

Genus Pulleniatina Genus ini memiliki susunan kamar trochospiral terpuntir. Aperture terbuka lebar memanjang dari umbilicus kearah dorsal dan terletak didasar apertural face. Contoh spesies dari genus ini adalah Pulleniatina primalis dan Pulleniatina obliquiloculata. Pulleniatina primalis BANNER & BLOW

Spesies ini memiliki cangkang trochospiral rendah sampai sedang, peripheral equatorial lobulate, sumbu perpheralnya membulat luas, kamar subspherical, tersusun dalam tiga putaran, lima kamar pada putaran terakhir ukurannya membesar secara regular, kecuali kamar terakhir yang secara tiba-tiba menekuk karena penyimpangan putarannya, sutura pada sisi spiral melengkung jelas, tertekan, pada sisi umbilical hampir radial, tertekan, umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture interiomarginal, ekstraumbilical-umbilical, lebar, berbusur rendah sepanjang dasar kamar terakhir, tidak mencapai peripheral putaran sebelumnya, atasnya dibatasi oleh suatu hyalin rim. Pulleniatina obliquiloculata (PARKER and JONES)

Spesies ini memiliki cangkang globose, fase berikutnya planispiral, fase terakhir streptospiral, involute, peripheral equatorial lobulate, dinding berpori halus, dinding pada putaran berikutnya pada sisi spiral berpori kasar dan tebal, permukaannya halus kecuali pada dinding dekat aperture, kamar sub-spherical, tersusun dalam tiga putaran, putaran terakhir terdiri dari empat setengah sampai lima kamar, sutura pada sisi spiral curved sampai radial, tertekan,umbilicus tertutup oleh kamar terakhir, aperture agak medium samapi high arch sepanjang kamar terakhir dibatasi oleh suatu hyalin rim.