Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2 500

gram tanpa memandang masa gestasi (berat lahir adalah berat bayi yang ditimb ang dalam 1 jam setelah lahir). Sebagian besar bayi baru lahir meninggal setelah lahir, karena asfiksi dan hipotermi. Hal ini dapat dicegah bila asfiksi segera dikenali dan ditatalaksana serta dilakukan upaya pencegahan hipotermi.(1) Bayi baru lahir dapat dengan cepat mengalami stres dengan adanya perubahan suhu. Bayi cukup bulan dengan berat badan normal tidak dapat menjaga temperatur tubuh nya secara adekuat hingga setidaknya berusia 2 hari. Bayi-bayi ini dapat menjadi hipotermi dalam ruangan yang relatif hangat bila berada dalam keadaan basah ata u tidak tertutup. Bayi baru lahir dapat mengalami kehilangan panas tubuhnya mela lui proses konveksi, konduksi, evaporasi, dan radiasi. (1) Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal. Adapun suhu normal bayi adalah 36,5-37,5 C. Suhu normal pada neonatus 36,5-37,5C (suhu ketiak). Gejal a awal hipotermi apabila suhu <36,5C atau kedua kaki & tangan teraba dingin. Suhu antara 36-36,5 (hipotermi ringan). Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka b ayi sudah mengalami hipotermi sedang (suhu 32-36C). Disebut hipotermi berat bila suhu <32C. (1) Tatalaksana bayi yang hipotermi yaitu memberikan pakaian yang hangat, pakai topi dan selimut, menghangatkan bayi dengan melakukan kontak kulit dengan kulit atau perawatan metode kanguru, atau menghangatkan bayi dengan menggunakan alat peman car panas (gunakan inkubator), dan anjurkan ibu agar menyusui lebih sering.(1) Berikut ini akan dilaporkan sebuah kasus bayi berat lahir rendah, kecil masa keh amilan, dan hipotermi di RSUD Undata Palu.

KASUS ANAMNESIS Seorang bayi laki-laki, lahir pada tanggal 19 februari 2013 pada jam 22.00 WITA. Masuk rumah sakit pada tanggal 20 februari 2013, rujukan dari puskesmas dolo de ngan diagnosis BBLR, dan hipotermi serta keluhan tidak mau minum. Berat badan 16 00 gram, panjang badan 43 cm. Bayi lahir secara spontan LBK. Bayi langsung menan gis, warna ketuban tidak diketahui. Skor APGAR tidak diketahui. Kehamilan G6P5A0 . PEMERIKSAAN FISIK 20 februari 2013 Berat Badan : 1600 gram, Panjang Badan : 43 cm Tanda Tanda Vital Denyut Jantung : 122 x/menit Suhu : 35,9 C Pernapasan : 56 x/menit CRT : < 2 detik Sistem Pernapasan Sianosis (-), merintih (+), apnea (-), retraksi dinding dada (-), pergerakan din ding dada simetris (+), pernapasan cuping hidung (-), bunyi napas: vesikuler (+) , bunyi tambahan (-). Skor DOWN: Frekuensi napas: 0 Retraksi: 0 Sianosis: 0 Udara masuk: 0 Merintih: 1 Total skor: 1 (Tidak ada gawat napas) Sitem Hematologi Pucat (-), ikterus (-). Sistem Kardiovaskuler Bunyi jantung murni reguler (+), murmur (-).

Sistem Saraf Aktivitas bayi aktif, tingkat kesadaran compos mentis (bangun), kejang (-). Sistem Gastrointestinal Kelainan dinding abdomen (-), muntah (-), diare (-), massa/organomegali (-), per istaltik (+), umbilikus : keluaran (-), warna kemerahan (-), edema . Sistem Genitalia Hipospadia (-), hidrokel (-), hernia (-), Pemeriksaan Lain Ektremitas : akral dingin, turgor normal, kelainan kongenital (-), trauma lahir (-) Skor BALLARD: Maturitas Neuromuskular o Sikap tubuh: 3 o Persegi jendela: 3 o Rekoil lengan: 3 o Tanda selempang: 2 o Sudut poplitea: 3 o Tumit ke kuping: 3 Maturitas Fisik o Kulit: 3 o Lanugo: 3 o Payudara: 3 o Telinga: 3 o Permukaan plantar: 3 o Genital: 3 Skor Ballard: 35 Estimasi masa kehamilan: 38 minggu

RESUME Bayi laki-laki, lahir pada tanggal 19 februari 2013 pada jam 22.00 WITA. Rujukan dari puskesmas dolo dengan diagnosis BBLR, dan hipotermi. Berat badan 1600 gram , panjang badan 43 cm. Bayi lahir secara spontan LBK. Bayi langsung menangis, wa rna ketuban tidak diketahui. Skor APGAR tidak diketahui. Kehamilan G6P5A0. Dari hasil pemeriksaan didapatkan tanda-tanda vital: Denyut Jantung : 122 x/menit Suhu : 35,9 C Pernapasan : 56 x/menit CRT : < 2 detik Pergerakan dinding dada simetris (+), bunyi napas: vesikuler (+). Skor Down: 1 ( Tidak ada gawat napas) Bunyi jantung murni reguler (+), murmur (-). Ektremitas akral dingin. Skor Ballard: 35. Estimasi masa kehamilan: 38 minggu

DIAGNOSIS : BBLR + KMK + Hipotermi sedang. TERAPI : O2 1-2 liter per menit IVFD dextrose 5% 6 gtt/menit Injeksi vitamin K 1 mg secara IM Tetes mata gentamisin Rawat inkubator suhu 34 C ANJURAN PEMERIKSAAN : Darah Rutin, GDS Follow up 21 februari 2013 S: Merintih (-), minum kurang baik O: Denyut jantung :142 x/menit

BBS: 1600 gram

Respirasi : 56 x/menit Suhu : 36,5 C CRT :<2 detik Keadaan umum sakit sedang, tingkat kesadaran composmentis, aktivitas tertidur, s ianosis (-), retraksi (-), merintih (-), apnea (-), ikterus (-),pucat (-), diare (-), muntah (-), distensi (-), kejang (-) Hasil pemeriksaan laboratorium : GDS : 89 g/dL WBC : 9,24 x109/L RBC : 3,39 x1012/L Hb : 13,6 g/dL Hct : 36,54 % Platelet : 280 x109/L A: BBLR+KMK P: kebutuhan cairan hari ini 192 ml Minum 8x6 ml Parenteral 6 gtt/menit TERAPI : IVFD dextrosa 5% 6 tetes/menit Rawat inkubator suhu 34 C PMK Follow up 22 februari 2013 S: merintih (-) O: Denyut jantung :128 x/menit BBS: 1700 gram Respirasi : 48 x/menit Suhu : 36,7 C CRT :<2 detik Keadaan umum sakit sedang, tingkat kesadaran composmentis, aktivitas tertidur, s ianosis (-), retraksi (-), merintih (-), apnea (-), ikterus (-),pucat (-), diare (-), muntah (-), distensi (-), kejang (-) A: BBLR+KMK P: kebutuhan cairan hari ini 238 ml Minum 12x 20 ml TERAPI : ASI/PASI 12X 20 ml PMK

DISKUSI Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2 500 gram tanpa memandang masa gestasi (berat lahir adalah berat bayi yang ditimb ang dalam 1 jam setelah lahir).(1), (2) BBLR dikelompokkan menjadi.(2),(3) 1. Prematuritas murni adalah bayi dengan usia kehamilan kurang dari 37 ming gu dengan berat badan sesuai usia kehamilan (berat badan terletak antara persen til ke-10 sampai persentil ke-90 pada kurva pertumbuhan intrauterin lubchenko). 2. Dismaturitas adalah bayi dengqn berat badan kurang dari berat badan yang seharusnya untuk usia kehamilan, ini menunjukkan bayi mengalami retardasi pertu mbuhan intrauterin, biasanya disebut bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK). Pada kasus ini, pasien memiliki berat badan lahir 1600 gram, dan estimas i usia kehamilan dari total skor ballard adalah 38 minggu. Pada kurva pertumbuha n intrauterin lubchenko didapatkan berat badan terletak dibawah persentil ke-10. Pasien tersebut BBLR dengan kecil masa kehamilan (KMK) atau dismatur. Beberapa masalah yang sering dijumpai pada bayi berat lahir rendah adala h asfiksia, gangguan napas, hipotermi, hipoglikemia, masalah pemberian minum (AS I), infeksi, ikterus, masalah perdarahan. (2) Pada kasus ini, dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik pasien tidak mengalami a sfiksia saat kelahiran (pasien langsung menangis), skor down pasien ini yaitu sa tu yang artinya tidak mengalami gangguan napas, dari inspeksi tak tampak ikterus pada pasien. Pemeriksaan dengan termometer menunjukkan suhu badan 35,9 C yang ar tinya hipotermi sedang. Pada pasien tidak terjadi hipoglikemia karena hasil peme riksaan GDS dalam batas normal dan tidak terdapat tanda-tanda hipoglikemia seper ti tremor, bayi lemah, pergerakan bayi berkurang, sianosis, nafas lambat dan tid ak teratur, berkeringat. Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal. Adapun suhu normal bayi adalah 36,5-37,5 C. Suhu normal pada neonatus 36,5-37,5C. Gejala awal hipoter mi apabila suhu <36,5C atau kedua kaki & tangan teraba dingin. Suhu 36-36,4 C meru pakan hipotermi ringan. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah me ngalami hipotermi sedang (suhu 32-36C). Disebut hipotermi berat bila suhu <32C. Hi potermi ditandai dengan akral dingin, bayi tidak mau minum, kurang aktif, pucat, takipneu atau takikardia. Sedangkan hipotermi yang berkepanjangan akan menyebab kan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen, distres respirasi, hipoglikemia, da n pada keadaan berat dapat menyebabkan kematian. (1),(5), (6) Hipotermi sering terjadi pada neonatus terutama pada BBLR karena pusat pengatura n suhu tubuh bayi yang belum sempurna, permukaan ubuh bayi relatif luas, kemampu an produksi dan penyimpanan panas yang relatif terbatas.(7) Pada bayi baru lahir lebih beresiko untuk terjadinya hipotermi, pencegah an kehilangan panas pada bayi baru lahir yaitu dengan menunda mandi selama 6 jam , kontak kulit bayi dan ibu serta menyelimuti kepala dan tubuh bayi. Secara fi siologis tubuh akan memberi respon untuk menghasilkan panas berupa : (1), (8) 1. Shivering termoregulation/ ST : Mekanisme tubuh berupa menggigil atau gemetar secara involunter akibat dari kontraksi otot untuk menghasilkan panas. 2. Non-shivering thermoregulation/ NST Merupakan mekanisme yang dipengaruhi oleh stimulasi sistem saraf simpatis un tuk menstimulasi proses metabolik dengan melakukan oksidasi terhadap jaringan le mak coklat. Peningkatan metabolisme jaringan lemak coklat akan meningkatkan prod uksi panas dari dalam tubuh. 3. Vasokonstriksi perifer Mekanisme sistem saraf simpatis, kemudian sistem saraf perifer akan memicu o tot sekitar arteriol kulit untuk kontraksi sehingga terjadinya vasokonstriksi. H

al ini guna mengurangi aliran darah ke jaringan kulit dan mencegah hilangnya pan as.

Mekanisme terjadinya hipotermi pada bayi baru lahir, yaitu(1), (3), (6) 1. Penurunan produksi panas, disebabkan dalam sistem endokrin dan terjadi pen urunan basal metabolisme tubuh 2. Peningkatan panas yang hilang, adapun mekanismenya yaitu - konduksi : perpindahan panas yang terjadi akibat perbedaan suhu antara kedua o bjek. - konveksi : transfer panas terjadi secara sederhana dari selisih suhu a ntara permukaan kulit bayi dan aliran udara yang dingin dipermukaan tubuh bayi. - radiasi : perpindahan suhu dari suatu objek panas ke objek yang dingin - Evaporasi : panas terbuang akibat penguapan, melalui permukaan kulit dan trakt us respiratorius. Gambar. Mekanisme pengeluaran panas tubuh 3. kegagalan termoregulasi yang disebabkan kegagalan hipotalamus dalam menj alankan fungsinya dikarenakan berbagai penyebab. Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan, bayi pada kasus ini mengalami hipot ermia sedang. Dimana manajemen dari hipotermia sedang adalah sebagai berikut : ( 1), (3),(9) a. Memakai pakaian yang hangat, topi dan penggunaan radiant warmer. b. Melakukan kontak kulit dengan kulit atau perawatan Metode Kanguru ( PMK) c. Bila ibu tidak ada: Hangatkan kembali bayi dengan menggunakan alat pemancar panas, gunakan inkubator . Berat Bayi Suhu inkubator ( C) menurut umur 35 34 33 32 <1500 gram 1-10 hari 11hari-3 minggu 3-5 minggu > 5 minggu 1500-2000 gram 1-10 hari 11hari-4 minggu > 4 minggu 2100-2500 gram 1-2 hari 3hari-3 minggu > 3 minggu >2500 gram 1-2 hari > 2 minggu d. Menyusui lebih sering e. Menilai tanda kegawatan : hipoglikemia, sepsis, dan gangguan nafas Keadaan hipotermia atau hipertermi pada bayi, memerlukan penanganan yang tepat u ntuk menghindarkan terjadinya komplikasi yang akan mempengaruhi tumbuh kembangny a. Prognosis untuk hipotermi pada bayi baru lahir umumnya baik, bila dapat diantisi pasi maupun ditangani dengan baik. Sedangkan hipotermi yang berkepanjangan akan menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen, distres respirasi, hipoglik emia, dan pada keadaan berat dapat menyebabkan kematian. (1), (10) Prognosis pada pasien ini baik, karena hipotermi pada pasien ini telah teratasi.

DAFTAR PUSTAKA 1. IDAI, 2008. Buku Ajar Neonatologi. Edisi pertama. Jakarta : Badan Penerb it IDAI. 2. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 2007. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta. 3. TIM PONED UKK PERINATOLOGI IDAI, 2007. Termoregulasi bayi baru lahir. Pa lu. Perinatologi IDAI 4. Departemen Kesehatan RI, 2008. Buku Acuan Modul Manajemen BBLR. DepKes R I. Jakarta 5. Departemen Kesehatan RI. 2005. Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Kegawatdar uratan Obstetri Neonatal Esensial Dasar, Depkes RI , Jakarta. 6. Tjipta, Azlin, Sianturi, Lubis. 2009. Termoregulasi Pada Neonatus. Depar temen ilmu kesehatan anak FK USU/ RSUP h. Adam malik Medan 7. Saifuddin, Abdul Bari, 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Materna l & Neonatal. INPKKR-POGI & YBS SP, Jakarta 8. Kementrian Kesehatan RI Direktorat Kesehatan Anak. 2010. Panduan Pelayanan Ke sehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Perlidungan Anak. Kementrian RI, Jakarta 9. Kementrian Kesehatan RI, 2008. Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Bidan, Dan Perawat Di Rumah Sakit. Kementrian Kesehatan RI. Jakar ta 10.Tjekyan S., 2010. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan: Faktor Risiko Dan Prognosi s Berat Badan Lahir Rendah Dan Berat Bada Lahir Sangat Rendah Dan Kejadian Lahir Mati Di Kota Palembang Tahun 2010. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. P alembang