Anda di halaman 1dari 9

OSMOSIS

Oleh Kadek ariani 1117021026

JURUSAN BIOLOGI

HALAMAN PENGESAHAN Judul praktikum Tanggal praktikum Tempat percobaan Jurusan Fakultas : Osmosis : 27 September 2013 : Laboratorium Zoologi 2 : Biologi : Matematika dan Ilmu Penget

I.PENDAHULUAN

A.Latar belakang Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih encer. Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara: Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid,Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor. ansportasi sel dibagi menjadi dua yaitu transportasi aktif dan transportasi pasif. Transportasi aktif yaitu transportasi lintas membran menggunakan energi yang berupa

ATP. Transportasi ini memerlukan energi karena transportasi ini melawan gradien konsentrasi. Sedangkan transportasi pasif tidak membutuhkan energi karena hanya menuruni gradien konsentrasi. Transportasi pasif dibedakan menjadi tiga yaitu difusi, difusi berfasilitasi dan osmosis. Difusi yaitu transportasi zat dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan konsentrasi rendah (hipotonis). Difusi berfasilitasi yaitu proses difusi dengan bantuan protein pembawa untuk memindahkan zat dari satu sisi membran ke membran lain. Sedangkan osmosis yaitu proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermiabel. Osmosis merupakan fenomena yang penting di dalam system biologis karena kebanyakan membran biologis bersifat semi-permiabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Secara umum, membrane tersebut permiabel terhadap air dan zat-zat kecil dan tidak bermuatan. Misalnya molekul air dapat bergerak melewati dinding sel. Osmosis memberikan cara yang mudah bagi transport air keluar atau masuk sel. Proses osmosis akan berhenti ketika kedua larutan mempunyai konsentrasi yang sama atau disebut isotonik.

B.Tujuan praktikum

Adapun tujuan dari praktikum Osmosis adalah sebagai berikut 1.Untuk membuktikan adanya peristiwa osmosis. 2.Mengamati gejala difusi osmotic. 3Menemukan factor yang mempengaruhi osmosis. 4.Menunjukan prinsip dasar arah aliran air pada peristiwa osmosis.

II.TINJAUAN PUSTAKA Osmosis merujuk kepada pergerakan bersih molekul pelarut (air) menyeberangi satu membran separuh telap dari kawasan berkepekatan tinggi kepada kawasan berkepekatan rendah. Proses ini adalah satu proses pasif dan berlaku apabila dua larutan dengan kepekatan yang berlainan diasingkan oleh satu membran separa telap, iaitu membran khusus yang hanya boleh dilalui oleh molekul pelarut sahaja dan bukan molekul bahan yang tidak larut.Proses ini berlaku pada membran sel semula jadi atau membran buatan tanpa menggunakan sebarang tenaga. Dalam satu sistem tertutup, proses in terjadi akibat pergerakan rawak molekul dan berterusan sehingga kepekatan molekul menjadi seimbang dalam seluruh sistem itu( Faktor-faktor yang mempengaruhi osmosis yaitu Saiz molekul yang meresap Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat liang membran akan meresap dengan lebih mudah,Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid. Jika kadar resapan bagi dua bahan yang sama saiz molekul dibandingkan, bahan yang lebih larut dalam lipid akan meresap lebih cepat daripada bahan yang mempunyai kelarutan yang rendah,Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan membrsn yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar,Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan memlaui satu membran yang nipis adalah lebih cepat,Suhu Pergerakan rawak molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah,Cas elektrik pada molekul: Pada
umumnya, resapan molekul bercas (ion) adalah lebih perlahan berbanding dengan molekul

yang tidak bercas walaupun saiz molekul yang serupa. Jika semua faktor di atas adalah malar, maka ini boleh ditunjukkan bahawa kadar resapan berkadar terus dengan cerun kepekatan(

Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, ditempatkan dua larutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. Jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipertonis. Sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. Apakah yang terjadi jika sel tumbuhan atau hewan, misalnya sel darah merah ditempatkan dalam suatu tabung yang berisi larutan dengan sifat larutan yang berbeda-beda. Pada larutan isotonis, sel tumbuhan dan sel darah merah akan tetap normal bentuknya. Pada larutan hipotonis, sel tumbuhan akan mengembang dari ukuran normalnya dan mengalami peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi keras. Berbeda dengan sel tumbuhan, jika sel hewan/sel darah merah dimasukkan dalam larutan hipotonis, sel darah merah akan mengembang dan kemudian pecah /lisis, hal ini karena sel hewan tidak memiliki dinding sel. Pada larutan hipertonis, sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami plasmolisis (lepasnya

membran sel dari dinding sel), sedangkan sel hewan/sel darah merah dalam larutan hipertonis menyebabkan sel hewan/sel darah merah mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air. (sembirig,2005) Membran biologis merupakan contoh sempurna dari struktur supramolekul-banyak molekul yang disusun ke dalam tingkat organisasi yang lebih tinggi dengan sifat-sifat yang baru muncul melebihi sifat-sifat molekul individunya. Kemampuan untuk mengatur transport melintasi batas seluler, suatu fungsi yang mendasar untuk keberadaan sel sebagai sistem terbuka. Model mosaik fluida membantu menjelaskan bagaimana membran mengatur lalu-lintas molekul sel. Suatu lalu lintas yang tunak dari molekul dan ion kecil bergerak melintasi membran plasma dalam dua arah. Perhatikan pertukaran kimiawi antara sel otot dan fluida ekstraseluler yang membasahinya, gula, asam amino, dan nutrien lain memasuki sel, dan produk limbah metabolisme meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan karbondioksida. Inti hidrofobik membran menghalangi transport ion dan molekul polar, yang bersifat hidrofilik. Molekul hidrofibik, seperti hidrokarbon, karbondioksida, dan oksigen, dapat larut dalam membran dan melintasinya dengan mudah. Molekul yang sangat kecil polar tetpi tidak bermuatan juga dapat lewat melalui membran dengan cepat. Contoh-contohnya ialah air dan etanol, yang cukup kecil untuk dapat lewat diantara lipid-lipid membran. Bilayer lipid tidak sangat permeabel terhadap molekul polar, tak bermuatan yang lebih besar, seperti glukosa dan gula lain. Bilayer ini juga relatif tidak permeable terhadap semua ion, sekalipun ion itu kecil seperti H+ dan Na+. Atom atau molekul bermuatan dan lapisan airnya sulit menembus lapisan hidrofobik membran. Akan tetapi, bilayer lipid hanyalah salah satu bagian cerita tentang permeabilitas selektif membran. Protein yang ada di dalam membran memainkan peran penting dalam pengaturan transpor. ( Campbell. 2002).

III.METODELOGI PERCOBAAN

A.Alat dan bahaN

Adapun alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu diantaranya:Gunting,pinset,silet stopwatch, bekker glass, penggaris, tali/karet.dan bahannya Aquades, larutan garam (NaCl), usus ayam, dan plastik/selofen,larutan gula,kulit tungkai katak.

B.Prosedur percobaan

IV.HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengamatan yang dituangkan pada table berikut ini :