Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN TRANSPORTASI KOTA MADYA BAU-BAU KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN

DOKUMEN LINGKUNGAN TRANSPORTASI KOTA MADYA BAU-BAU


I. PENDAHULUAN A. UMUM

2013

Terdapat kecenderungan bahwa berkembangnya suatu kota bersamaan pula dengan berkembangnya masalah transportasi yang terjadi, sehingga masalah ini akan selalu membayangi perkembangan suatu wilayah perkotaan. Permasalahan ini bukan saja menyangkut pada kenyamanan sistem transportasi yang terganggu (kepadatan, kemacetan, keterlambatan, parkir dll.), namun juga dapat meningkatkan pencemaran lingkungan melalui meningkatnya gas buang dari kendaraan bermotor serta merupakan suatu bentuk pemborosan energi yang sia-sia. Jadi dapat dilhat, bahwa permasalahan transportasi ini merupakan suatu permasalahan kompleks yang melibatkan banyak aspek, pihak dan sistem yang terkait sehingga dalam pemecahan permasalahan tersebut memerlukan suatu pemecahan yang comprehensive dan terpadu yang melibatkan semua unsur dan aktor dalam pembangunan kota. 1. Pendekatan Sistem Untuk memperoleh alternatif pemecahan masalah transportasi yang berkaitan dengan aspek tata guna tanah dan pembangunan berkelanjutan secara tepat dan efisien, maka terlebih dulu harus dipahami mengenai sistem transportasi secara menyeluruh (makro), peran tata guna lahan terhadap timbulnya permasalahan serta. mencakup beberapa sub sistem (mikro) yang berkaitan
DAMPAK LINGKUNGAN DAN TATA GUNA LAHAN

SISTEM KEGIATAN

SISTEM TRANSPORTASI

SISTEM PERGERAKAN

Diagram 1 : Pendekatan Sistem Transportasi Sub sistem kegiatan merupakan sistem kegiatan tertentu yang membangkitkan Pergerakan (traffic generation) dan dapat menarik pergerakan (traffiic attraction). Sistem ini berkaitan erat dengan pengaturan pola tata guna lahan sebagai suatu unsur penting pembentuk pola kegiatan dalam kota atau daerah. Sistem tersebut dapat merupakan suatu gabungan dari berbagai sistem pola kegiatan tata guna tanah (land use) seperti kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya. Kegiatan yang timbul dalam sistem ini membutuhkan pergerakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang perlu dilakukan setiap hari, yang tidak dapat dipenuhi oleh tata guna tanah bersangkutan. Besarnya pergerakan yang ditimbulkan tersebut sangat berkaitan dengan jenis/tipe dan intensitas kegiatan yang dilakukan. Interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan akan menghasilkan suatu rgerakan manusia dan/atau barang dalam bentuk pergerakan kendaraan dan/atau orang (pejalan kaki). Suatu sistem pergerakan yang aman, cepat, nyaman, murah dan sesuai dengan lingkungannya akan dapat tercipta jika pergerakan tersebut diatur oleh suatu sistem Rekayasa dan Manajemen transportasi yang baik. 2. Transportasi dan Dampak Lingkungan Kemacetan, polusi, konservasi energi dan penurunan kesehatan masyarakat adalah beberapa dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pergerakan kendaraan

bermotor.Seperti disebutkan di atas, kemacetan akan semakin memburuk karena kecepatan kendaraan rata-rata sangat rendah di bawah 20 km/jam. Kemacetan tidak hanya mengurangi efisiensi pengoperasian transportasi, tetapi juga membuang waktu dan energi, menimbulkan polusi yang berlebihan, membahayakan kesehatan masyarakat, dan mempengaruhi ekonomi masyarakat. Kemacetan akan merusak lingkungan, sebagai contoh, di Amerika, emisi Karbon dioksida akan berlipat ganda ketika kecepatan rata-rata kendaraan turun dari 30 menjadi 10 mph, dan emisi Hidro karbon dan Karbon monoksida akan menjadi tiga kali lipat pada kecepatan kurang dari 35 mph, dibandingkan dengan kecepatan konstan 55 mph. Kemacetan lalu lintas juga akan membahayakan kesehatan. Konsentrasi Karbon monoksida yang tinggi pada jalan yang padat akan menghalangi aliran oksigen untuk para pengemudi, sehingga akan mempengaruhi kinerja mengemudi. Hal ini akan berakibat pada menipisnya lapisan

ozon yang selanjutnya mengakibatkan sesak napas, batuk, sakit kepala, penyakit paruparu, penyakit jantung dan kanker. Tingkah laku agresif dan reaksi psikologis juga berhubungan dengan kondisi kemacetan lalu lintas (GAO dalam Gordon, 1993). B. Maksud dan tujuan a. Maksud 1. Untuk mengidentifikasikan permasalahan transportasi kota yang akan dapat dijadikan dasar dalam menyusun program peningkatan transportasi khususnya pada kawasan pusat ekonomi dan perdagangan. 2. Mengkaji tingkat pelayanan jalan di kawasan kota Bau-bau 3. Mengkaji skema skema penerapan manajemen rekayasa transportasi kota untuk menghasilkan system transportasi yang berkelanjutan.

b. Tujuan 1. Menilai kinerja lalulintas jalan dan pola pergerakan lalulintas kondisi eksisting. 2. Melakukan evaluasi pelayanan kapasitas jaringan jalan di kota Bau-bau 3. Menilai kondisi kinerja angkutan umum, rute angkutan dan keterpaduan moda 4. Melakukan survey inventarisasi jalan dan tata guna lahan 5. Penilaan terhadap indicator lingkungan transportasi kota 6. Merekomendasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan dan peningkatan system transportasi kota berkelanjutan.

c. SASARAN

Tersusunnya dokumen lingkungan sebagai pedoman pengembangan peningkatan system transportasi yang berkelanjutan.pada kawasan yang menjadi pusat-pusat

kegiatan ekonomi dan perdagangan di kota Bau-bau.


d. LOKASI KEGIATAN

Kota Madya Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara


e. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup kegiatan pada Studi Penyusuanan Dokumen Lingkungan Transportasi Kota Madaya Bau-bau dijabarkan sebagai berikut : 1. Pengumpulan data a. kajian terhadap data sekunder: Data sektor transportasi (Kinerja Angkutan Umum dan Jaringan Jalan, Moda Transportasi, Volume Lalulintas dan Kecepatan) Evaluasi Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan Kota Bau-bau yang telah dibuat sebelumnya. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan RTRW serta penataan ruang kota Bau-bau Data sosio-ekonomi penduduk Kebijakan bidang transportasi Inventarisasi model analisis/prediksi.

b. Penetapan zona transportasi c. Survei primer. Survei wawancara penumpang, sopir, dan pemilik kendaraan (roadside interview); Survei wawancara simpul pusat pergerakkan bangkitan (terminal dan stasiun); Survei jaringan angkutan umum ; Survei volume lalu lintas; dan Survei sarana dan prasarana

f. KELUARAN Hasil Pelaksanaan Penyusunan Dokumen Lingkungan Transportasi Kota Bau-bau pada tahapan ini berupa penyajian database untuk kebutuhan penyusunan Masterplan. g. KEBUTUHAN TENAGA AHLI Dalam pelaksanaan studi ini diperlukan keterlibatan tenaga ahli dan asisten ahli sesuai dengan bidangnya. Tenaga ahli dan asisten ahli serta uraian tugas dan lingkup dari masing-masing bidang keahlian sebagai berikut :

1 Ahli Perencanaan Transportasi (Team Leader) Ahli Perencanaan Transportasi (Team Leader) adalah minimal Sarjana Teknik Sipil , S.2 yang berpengalaman 7 tahun atau setara Sarjana Teknik Sipil S.1 yang berpengalaman 14 tahun. 2 Ahli Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Ahli Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas adalah Sarjana Teknik Sipil, S.1 berpengalaman minimal 10 tahun. 3 Asisten Tenaga Ahli Tenaga Ahli tersebut diatas dalam melaksanakan pekerjaannya dapat dibantu oleh Asisten Tenaga Ahli , yang terdiri dari : - Ahli Muda Perencanaan Transportasi; - Ahli Muda Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. 4 Surveyor Kebutuhan surveyor disesuaikan dengan rencana berbagai jenis survei 5 Tenaga penunjang Terdiri dari office manager, sekretaris, operator komputer, juru gambar, pengemudi.
h. BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan penyusunan Masterplan Transportasi Kota Bau-bau dibiayai oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bau-bau , Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Sedangkan waktu

pelaksanaan studi ini direncanakan selama 2 (dua) bulan kalender, terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). i. PELAPORAN Pelaporan dalam pelaksanaan studi ini dilakukan sebanyak 3 (tiga) tahapan, dengan uraian sebagai berikut : 1. Laporan Pendahuluan Laporan ini merupakan Laporan yang diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), sebanyak 10 (sepuluh) buku termasuk 3 (tiga) asli.

Laporan Pendahuluan ini antara lain berisi tentang penjelasan rinci yang memuat : - Maksud dan Tujuan ; - Metode dan jadwal survei dan pengumpulan data; - Metodologi analisis yang akan diterapkan ; - Program kerja dan jadwal pelaksanaan. 2. Laporan Hasil Survei Laporan hasil survei ini diserahkan paling lambat pada bulan ke-4 (empat), sebanyak 15 (lima belas) buku termasuk 3 (tiga) asli, yang berisi : - Hasil survei yang dibutuhkan sesuai ruang lingkup; - Penilaian awal dari hasil survei lapangan terhadap sasaran.

3. Laporan Akhir Laporan akhir hasil penyusunan diserahkan pada bulan ke 2 (dua), sebanyak 20 (dua puluh) buku termasuk 5 (lima) asli, yang berisi : - Hasil lengkap survei sesuai ruang lingkup setelah koreksi; - Hasil analisis dan evaluasi data secara lengkap.