Anda di halaman 1dari 31

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................i TRANSFORMATOR TEGANGAN.............................................................................1 1.PENDAHULUAN.....................................................................................................1 2.PEDOMAN PEMELIHARAAN................................................................................8 3.EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN DAN REKOMENDASI...............................17 4.TABEL URAIAN KEGIATAN PEMELIHARAAN...................................................23

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
TRANSFORMATOR TEGANGAN

1. 1.1.

PENDAHULUAN PengertianTrafo Tegangan

Trafo tegangan adalah peralatan yang mentransformasi tegangan sistem yang lebih tinggi ke suatu tegangan sistem yang lebih rendah untuk peralatan indikator, alat ukur / meter dan relai.

Gambar 1.1. Prinsip Kerja Trafo Tegangan

E1 N = 1 =a E2 N 2
Dimana: a; perbandingan /rasio transformasi

N1 > N 2
N1 = Jumlah belitan primer N2 = Jumlah belitan sekunder E1 = Tegangan primer E2 = Tegangan sekunder

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Gambar 1.2. Rangkaian Ekivalen Trafo Tegangan

Dimana: Im = arus eksitasi/magnetisasi Ie = arus karena rugi besi Trafo tegangan memiliki prinsip kerja yang sama dengan trafo tenaga tetapi rancangan Trafo tegangan berbeda yaitu : - Kapasitasnya kecil (10 150 VA), karena digunakan hanya pada alat-alat ukur, relai dan peralatan indikasi yang konsumsi dayanya kecil. - Memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. - Salah satu ujung terminal tegangan tingginya selalu ditanahkan.

1.2.

Fungsi Trafo Tegangan

Fungsi dari trafo tegangan yaitu : - Mentransformasikan besaran tegangan sistem dari yang tinggi ke besaran tegangan listrik yang lebih rendah sehingga dapat digunakan untuk peralatan proteksi dan pengukuran yang lebih aman, akurat dan teliti. - Mengisolasi bagian primer yang tegangannya sangat tinggi dengan bagian sekunder yang tegangannya rendah untuk digunakan sebagai sistm proteksi dan pengukuran peralatan dibagian primer. - Sebagai standarisasi besaran tegangan sekunder (100, 100/3, 110/3 dan 110 volt) untuk keperluan peralatan sisi sekunder. - Memiliki 2 kelas, yaitu kelas proteksi (3P, 6P) dan kelas pengukuran (0,1; 0,2; 0,5;1;3)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

1.3.

Jenis Trafo Tegangan Trafo tegangan magnetik (Magnetik Voltage Transformer / VT) Disebut juga Trafo tegangan induktif. Terdiri dari belitan primer dan sekunder pada inti besi yang prinsip kerjanya belitan primer menginduksikan tegangan kebelitan sekundernya.

Trafo tegangan dibagi dibagi menjadi dua jenis yaitu

Trafo tegangan kapasitif (Capasitive Voltage Transformer / CVT) Trafo tegangan ini terdiri dari rangkaian seri 2 (dua) kapasitor atau lebih yang berfungsi sebagai pembagi tegangan dari tegangan tinggi ke tegangan rendah pada primer, selanjutnya tegangan pada satu kapasitor ditransformasikan mengunakan trafo tegangan yang lebih rendah agar diperoleh tegangan sekunder.

1.4. 1.4.1.

Bagian-bagian Trafo Tegangan Trafo Tegangan Jenis Magnetik Kertas / Isolasi Minyak Berfungsi mengisolasi bagian yang bertegangan (belitan primer) dengan bagian bertegangan lainnya (belitan sekunder) dan juga dengan bagian badan (body). Terdiri dari minyak trafo dan kertas isolasi

Rangkaian Electromagnetic Berfungsi mentransformasikan besaran tegangan yang terdeteksi disisi primer ke besaran pengukuran yang lebih kecil.

Dehydrating Breather Adalah sebagai katup pernapasan untuk menyerap udara lembab pada kompartemen akibat perubahan volume minyak karena temperatur, sehingga mencegah penurunan kualitas isolasi minyak

Terminal Primer Satu terminal terhubung pada sisi tegangan tinggi (fasa) dan satu lagi terhubung pada sistim pentanahan (grounding)

Inti Terbuat dari plat besi yang dilapisi silicon yang berfungsi untuk jalannya flux. Struktur Mekanikal Struktur mekanikal adalah peralatan yang menyokong berdirinya trafo tegangan. Terdiri dari :

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Pondasi Struktur penopang VT Isolator (keramik/polyester)

Sistem Pentanahan Sistem pentanahan adalah peralatan yang berfungsi mengalirkan arus lebih akibat tegangan surja atau sambaran petir ke tanah

Gambar 1.3 Bagian-bagian VT

1.4.2. -

Trafo Tegangan Jenis Kapasitif Dielectric Minyak Isolasi Berfungsi untuk mengisolasi bagian-bagian yang bertegangan dan sebagai media dielectric untuk memperoleh nilai kapasitansi dari 2 (dua) kapasitor atau lebihsebagai pembagi tegangan yang terhubung seri. Kertas-plastik film (paper-polypropylane film) Berfungsi sebagai media dieletric untuk memperoleh nilai kapasitansi dari 2 (dua) kapasitor atau lebih sebagai pembagi tegangan yang terhubung seri bersama-sama minyak isolasi.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Pembagi Tegangan (Capacitive Voltage Devider) Berfungsi sebagai pembagi tegangan tinggi untuk diubah oleh trafo tegangan menjadi yang lebih rendah.

Electromagnetic Circuit Berfungsi sebagai penyesuai tegangan menengah ( medium voltage choke) untuk mengatur/menyesuaikan agar tidak terjadi pergeseran fasa antara tegangan masukan (Vi) dengan tegangan keluaran (Vo) pada frekuensi dasar.

Trafo Tegangan Berfungsi untuk mentransformasikan besaran tegangan listrik dari tegangan menengah yang keluar dari kapasitor pembagi ke tegangan rendah yang akan digunakan pada rangkaian proteksi dan pengukuran.

Expansion Chamber Rubber bilow adalah sebagai katup pernapasan (dehydrating breather) untuk menyerap udara lembab pada kompartemen yang timbul akibat perubahan temperatur. Hal ini mencegah penurunan kualitas minyak isolasi.

Terminal Primer Satu terminal terhubung pada sisi tegangan tinggi (fasa) dan satu lagi terhubung pada sistim pentanahan (grounding).

Struktur Mekanikal Struktur mekanikal adalah peralatan yang menyokong berdirinya trafo tegangan. Terdiri dari : - Pondasi Struktur penopang CVT Isolator penyangga (porselen/polyester). tempat kedudukan kapasitor dan berfungsi sebagai isolasi pada bagian-bagian tegangan tinggi.

Sistem Pentanahan Sistem pentanahan adalah peralatan yang berfungsi mengalirkan arus lebih akibat tegangan surja atau sambaran petir ke tanah.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Gambar 1.4 Bagian-bagian CVT

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

1.5.

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

FMEA adalah merupakan suatu metode untuk menganalisa penyebab kegalan pada suatu peralatan. Pada buku pedoman pemeliharaan ini FMEA menjadi dasar utama untuk menentukan komponen yang akan diperiksa dan dipelihara. FMEA atau Failure Modes and Effects Analysis dibuat dengan cara: Mendefinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem Menentukan functional failure tiap subsistem Menentukan failure mode tiap subsistem

1.5.1.

Mendefinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya

Definisi: kumpulan komponen yang secara bersama-sama bekerja membentuk satu atau lebih fungsi

1.5.2.

Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem

Definisi: peralatan dan/atau komponen yang bersama-sama membentuk satu fungsi. Dari fungsinya subsistem berupa unit yang berdiri sendiri dalam suatu system.

1.5.3.

Menentukan functional failure tiap subsistem

Functional failure adalah ketidakmampuan suatu asset untuk dapat bekerja sesuai fungsinya sesuai standar unjuk kerja yang dapat diterima pemakai.

1.5.4.

Menentukan failure mode tiap subsistem

Failure mode adalah setiap kejadian yang mengakibatkan functional failure. 1.5.5. FMEA VT

Di dalam FMEA VT terdiri dari Subsistem VT, functional failure, dan failure mode pada VT (lampiran 1)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

2.

PEDOMAN PEMELIHARAAN

2.1.

In Service inspection

In service inspection adalah kegiatan pengamatan visual pada bagian-bagian peralatan terhadap adanya anomali yang berpotensi menurunkan unjuk kerja peralatan atau merusak sebagian/keseluruhan peralatan.

2.2.

Dielectric Memeriksa rembesan / kebocoran minyak memeriksa level ketinggian minyak pada gelas penduga. Memeriksa isolator dari keretakan, flek, pecah dan kelainan yang lainnya

2.2.1.

Electromagnetic Circuit memeriksa level ketinggian minyak pada gelas penduga. rembesan / kebocoran minyak trafo pada seal isolator. Memeriksa kondisi spark gap

2.2.2.

Mechanical structure memeriksa pondasi dari keretakan atau tidak. memeriksa rumah VT\CVT dari keretakan dan korosi. memeriksa steel structure VT\CVT dari bengkok, longgar dan korosi.

2.2.3.

Pentanahan VT

Inspeksi pentanahan VT dilakukan dengan memeriksa kawat dan terminal pentanahan terhubung ke mess grounding switchyard dengan kencang dan sempurna.

2.3.

In Service Measurement

In Service Measurement adalah kegiatan pengukuran / pengujian yang dilakukan pada saat peralatan sedang dalam keadaan bertegangan / beroperasi.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Thermovision digunakan untuk melihat hot spot pada instalasi listrik, dengan Infra red thermovision dapat dilihat losses yang terjadi di jaringan. Semakin tinggi suhu hotspot yang terjadi maka semakin besar losses yang terjadi. Losses dapat diakibatkan oleh sambungan yang kurang baik, Pemeriksaan dengan thermovision pada CVT digunakan untuk melihat titik-titik sambungan pada CVT. Thermovisi dilakukan pada: Konduktor dan klem VT. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan suhu antara konduktor dan klem VT Isolator dan housing VT. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan / hotspot di dalam VT. Thermovisi dilakukan setiap 3 bulan, kecuali untuk CVT 500 kV dilakukan setiap 2 minggu.

2.4.

Shutdown testing / Measurement

Shutdown testing / measurement adalah pekerjaan pengujian yang dilakukan pada saat peralatan dalam keadaan padam. Pekerjaan ini dilakukan pada saat pemeliharaan rutin maupun pada saat investigasi ketidaknormalan.

2.4.1.

Tahanan isolasi

Pengujian tahanan isolasi menggunakan alat ukur tahanan isolasi 5 KV untuk sisi primer dan 500 V untuk sisi sekunder. Berfungsi untuk mengetahui kualitas tahanan isolasi pada trafo tegangan tersebut. Pencatatan hasil pengukuran dilakukan pada saat 60 detik.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Gambar 2.1 Pengujian Tahanan Isolasi

2.4.2.

Tan delta & Kapasitansi

Pada trafo tegangan yang menggunakan minyak untuk isolasinya, minyak memiliki nilai konduktansi yang cukup rendah dan nilai kapasitansi yang cukup tinggi, pengujian tangen delta dilakukan untuk mengetahui besarnya nilai factor disipasi (tan delta) dan kapasitansi dari VT. Peningkatan nilai dari kapasitansi mengindikasikan adanya kertas isolasi yang terkontaminasi oleh kelembaban, pencemaran atau adanya pemburukan pada sistem isolasi VT. Pengujian dengan mode GST-Ground pada VT bertujuan untuk mengetahui nilai tan delta overall (secara umum). Tegangan uji yang digunakan adalah 2kV sampai 10 kV.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

10

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Gambar 2.2. Pengukuran Tan Delta pada VT

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

11

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Gambar 2.3 Pengukuran Tan Delta pada CVT

Tabel 2.1 Mode Uji Tan Delta pada CVT

Mode Uji GST-Guard UST GST-Guard

Tegangan Uji 10kV 10kV 10kV

HV Lead C B B

LV Lead B C C

Ground A,F,S1,S2 A,F,S1,S2 A,F,S1,S2

Objek pengukuran C1-1 C1-2 C1-3

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

12

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
F*) A,S1,S2 C2 **)

GST-Ground

2kV

Keterangan: *) pada pengukuran C2, terminal F dilepas( tidak terhubung ke EMU) **) pengukuran C2 dilakukan pada saat overhaul 2.4.3. Tahanan Pentanahan

Pengukuran besarnya tahanan pentanahan menggunakan alat uji tahanan pentanahan. Besarnya nilai tahanan pentanahan mempengaruhi keamanan personil terhadap bahaya tegangan sentuh.

2.4.4.

Rasio

Pengukuran ratio bertujuan untuk membandingkan nilai ratio hasil pengukuran dengan nilai pada nameplate.

Gambar 2.4.Pengukuran Ratio Trafo Tegangan

Pengukuran dilakukan dengan menginjeksi tegangan AC 2 10KV pada sisi primer dan dibandingkan dengan output tegangan pada sisi sekunder. Pengujian ini hanya dilakukan ketika pemasangan baru atau setelah relokasi.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

13

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

2.4.5.

Kualitas Minyak

Berdasarkan standard IEC 60422 Mineral insulating oils in electrical equipment supervision and maintenance guide, Trafo tegangan (VT) masuk dalam kategori D (instrument/protection transformer >170 kV) dan kategori E (instrument/protection transformer 170 kV). Pengujian Kualitas minyak pada trafo instrument hanya dapat dilakukan pada trafo instrument jenis nonhermetically sealed. Pengujian kualitas isolasi dilakukan setelah VT 10 tahun beroperasi. Pengambilan sample yang selanjutnya perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan manufacturer atau mengacu pada manual instruction dari manufacturer masing-masing.

Pengujian kualitas minyak sesuai standard IEC 60422 meliputi : a. Pengujian Down Voltage (BDV) Pengujian tegangan tembus dilakukan untuk mengetahui kemapuan minyak isolasi dalam menahan stress tegangan. Pengujian ini dapat menjadi indikasi keberadaan kontaminan seperti kadar air dan partikel. Rendahnya nilai tegangan tembus dapat mengindikasikan keberadaan salah satu kontaminan tersebut, dan tingginya tegangan tembus belum tentu juga mengindikasikan bebasnya minyak dari semua jenis kontaminan. b. Pengujian Water Content Pengujian kadar air untuk mengetahui seberapa besar kadar air yang terlarut / terkandung di minyak. Menurut standar IEC 60422 perlu dilakukan koreksi hasil pengujian kadar air terhadap suhu 20 oC yaitu dengan mengalikan hasil pengujian dengan faktor koreksi f. Dimana:
f = 2,24e 0, 04 ts

Ket : f= faktor koreksi ts = Suhu minyak pada waktu diambil (sampling) c. Pengujian Acidity

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

14

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

Minyak yang rusak akibat teroksidasi akan menghasilkan senyawa asam yang akan menurunkan kualitas isolasi kertas isolasi pada trafo. Asam ini juga dapat menjadi penyebab proses korosi pada tembaga dan bagian trafo yang terbuat dari bahan metal. d. Pengujian Dielectric Disspation Factor Pengujian ini bertujuan mengukur arus bocor melalui minyak isolasi, yang secara tidak langsung mengukur seberapa besar pengotoran atau pemburukan yang terjadi. e. Pengujian Interfacial Tension Pengujian IFT antara minyak dengan air dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan polar contaminant yang larut dan hasil proses pemburukan. Karakteristik dari ift akan mengalami penurunan nilai yang sangat drastis seiring tingginya tingkat penuaan pada minyak isolasi. Ift juga dapat mengindikasi masalah pada minyak isolasi terhadap material isolasi lainnya. f. Pengujian Sediment dan Sludge Pengujian sediment ini bertujuan mengukur seberapa banyak (%) zat pengotor terhadap minyak isolasi trafo.

g. Pengujian Flash Point Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui flash point atau titik nyala api dari minyak isolasi h. Pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA) Pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA) adalah merupakan suatu tool diagnosa untuk mendeteksi dan mengevaluasi gangguan pada peralatan tenaga listrik dengan cara mengukur beberapa kandungan gas di dalam minyak isolasi meliputi gas: Nitrogen(N2), Oxygen (O2), Hydrogen (H2), Carbon monoxide (CO), Carbon dioxide(CO2), Methane (CH4), Ethane (C2H6), Ethylene(C2H4) dan Acetylene (C2H2). Mengacu pada standard IEC 60599 Mineral oil-impragnated electrical equipment in service-Guide to interpretation of Dissolved and free gas analysis , kelainan dalam peralatan trafo instrument dapat dideteksi dengan menggunakan DGA.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

15

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

2.5.

Shutdown Treatment

Treatment merupakan tindakan pemeliharaan pada saat shutdown tahunan.


Tabel 2.2 Shutdown Treatment pada Trafo Tegangan

No 1 2 3

Peralatan yang dipelihara Box Terminal Body VT

Baut-baut 4

Limit switch

Cara Pemeliharaan Periksa terhadap, kotoran, binatang atau kemungkinan kemasukan air. Periksa kebersihan bushing dan body VT Periksa kekencangan baut-baut terminal utama & pentanahan serta baut-baut wiring kontrol dalam terminal boks Periksa apakah limit switch masih berfungsi normal atau tidak

Standard Bersih Bersih Kencang

Normal

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

16

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

3. 3.1.

EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN DAN REKOMENDASI In Service Inspection

Tabel 3.1 Evaluasi dan Rekomendasi In Service Inspection

No 1.

Item inspeksi Level ketinggian minyak

Hasil inspeksi Minimum

Rekomendasi - Pastikan kondisi indikator ketinggian minyak normal/tidak - Periksa apakah ada kebocoran minyak

Maksimum

- Lakukan langkah pada item 2 tabel ini - Pastikan kondisi indikator ketinggian minyak normal/tidak - Pastikan bahwa tidak ada kontaminasi air dari luar - Periksa kondisi seal, jika kondisi seal sudah fatik maka lakukan penggantian seal dan penggantian minyak sesuai manual instruction/hubungi manufacturer. - Periksa sumber kebocoran minyak - Lakukan pengujian kualitas minyak untuk memastikan kondisi minyak isolasi - Jika hasil pengujian minyak isolasi dalam kondisi poor, maka lakukan langkah seperti pada sub bab 3.3.3 (karakteristik minyak) - Periksa kondisi seal, jika kondisi seal sudah fatik maka lakukan penggantian seal dan penggantian minyak sesuai manual instruction/hubungi manufacturer.

2.

Kebocoran minyak

Rembes/Bocor

3.

Kondisi fisik isolator porcelain

Flek/Retak/pecah

Lakukan penggantian PT/CVT bila pecah tdk bisa ditoleransi. Lapisi dengan insulator varnish untuk kondisi isolator flek atau dengan gunakan ceramic sealer/ceramic rebound untuk kondisi pecah kecil.

4.

Kondisi

Retak

Lakukan penggantian VT/CVT

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

17

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

5.

6.

core housing Kondisi structure penyangga Kondisi grounding

Kendor/Bengkok

Lakukan perbaikan/penggantian struktur penyangga

Lepas / kendor / rantas

Sambungkan kembali, kencangkan atau ganti kawat pentanahan sehingga pentanahan tersambung dengan mesh grounding GI.

3.2. 3.2.1.

In service measurement Thermovisi klem, body, isolator, housing dan konduktor

Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan hasil thermography VT fasa R, S, dan T. Berdasarkan InternationaI Electrical Testing Association (NETA) Maintenance Testing Specifications (NETA MTS-1997) interpretasi hasil thermovisi dapat dikategorikan sebagai berikut:
Tabel 3.2 Evaluasi dan Rekomendasi Thermovisi

No

1. 2. 3.

T (perbedaan suhu antar fasa) o 1 C 3oC 4 oC 15oC >16oC

Rekomendasi

Dimungkinkan ada ketidaknormalan, perlu investigasi lanjut Mengindikasikan adanya defesiensi, perlu dijadwalkan perbaikan. Ketidaknormalan Mayor, perlu dilakukan perbaikan/penggantian segera

3.3. 3.3.1.

Shutdown testing / Measurement Tahanan Isolasi

Standard : VDE ( catalogue 228/4 ) minimum besarnya tahanan isolasi kumparan trafo, pada suhu operasi dihitung 1 Kilo Volt = 1 MOhm

Tabel 3.3 Evaluasi dan Rekomendasi Pengujian Tahanan Isolasi

No 1. 2.

Hasil Uji > 1MOhm/1kV < 1MOhm/1kV

Keterangan Good Poor

Rekomendasi Normal Lakukan pengujian lebih lanjut

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

18

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

3.3.2.

Kapasitansi
Tabel 3.4 Evaluasi dan Rekomendasi Pengujian Kapasitansi No. 1. Bagian Yang Diukur Unit Kapasitor Nilai Deviasi Terhadap Data Name Plate Sesuai name plate Tidak sesuai rekomendasi pabrikan atau > 1% kenaikan Rekomendasi Normal Ganti dengan unit baru

3.3.3.

Kualitas Minyak

Standard yang digunakan : IEC 60422 Mineral insulating oils in electrical equipment supervision and maintenance guidance.
Tabel 3.5 Evaluasi dan Rekomendasi Uji Kualitas Minyak

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

19

1.

Breakdown Voltage: Kategori D (>170kV) >60 kV/2.5 mm PT PLN 50-60 (Persero kV/2.5 mm <50 kV/2.5 mm

Ket Good Fair Poor

Rekomendasi Normal TRANSFORMATOR - Periksa apakah ada indikasi kebocoran VT dan TEGANGAN perbaiki. - Laksanakan penggantian minyak sesuai manual instruction atau hubungi manufacturer. s.d.a Koreksi ke suhu 20 oC

2.

Kategori E ( 170 kV) >50 kV/2.5 mm 40-50 kV/2.5 mm <40kV/2.5 mm Water Content Kategori D (>170kV) <5ppm 5-10ppm >10ppm

Good Fair Poor Good Fair Poor

Normal - Periksa apakah ada indikasi kebocoran VT dan perbaiki. - Laksanakan penggantian minyak sesuai manual instruction atau hubungi manufacturer. s.d.a

Kategori E ( 170 kV) <5ppm 5-15ppm >15ppm Acidity Kategori D (>170kV) <0.1 0.1-0.15 >0.15

Good Fair Poor Good Fair Poor

Normal -Laksanakan penggantian minyak sesuai manual instruction atau hubungi manufacturer dan monitor. - Bila acidity tetap tinggi Laksanakan penggantian VT s.d.a

4.

Kategori E ( 170 kV) <0.1 0.1-0.2 >0.2 Dielectric Dissipation Factor Kategori D (>170kV) <0.01 0.01-0.03

Good Fair Poor

Good Fair

>0.03 Poor Kategori E ( 170 kV) <0.1 Good 0.1-0.3 Fair s.d.a >0.3 Poor 5. Interfacial Tension (mN/m) Kategori D (>170kV) Listrik untuk kehidupan yang lebih 20 >28 Good baik Normal 22-28 Fair Laksanakan penggantian minyak sesuai manual <22 Poor instruction atau hubungi manufacturer. Kategori E ( 170 kV) Bukan merupakan pengujian rutin 6. Pengujian Sedimen dan Sludge <0.02% Good Normal >0.02% Poor Laksanakan penggantian minyak sesuai manual

Normal - Periksa apakah ada indikasi kebocoran VT dan perbaiki. - Laksanakan penggantian minyak sesuai manual instruction atau hubungi manufacturer.

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

3.4.

DGA

Standar yang digunakan IEC 60599 tahun 1999 Mineral oil-impragnated electrical equipment in service-Guide to interpretation of Dissolved and free gas analysis. Tabel Interpretasi DGA berdasarkan IEC 60599 :
Tabel 3.6 Evaluasi dan Rekomendasi DGA

PD D1 D2 T1 T2 T3

Jenis fault Partial Discharge Discharge of Low energy Discharge of High energy Thermal Fault < 300oC Thermal Fault 300<t<700oC Thermal Fault >700oC

C2H2/C2H4 NS >1 0.6-2.5 NS <0.1 <0.2

CH4/H2 <0.1 0.1-0.5 0.1-1 >1 (NS) >1 >1

C2H4/C2H6 <0.2 >1 >2 <1 1-4 >4

Rekomendasi

3.4.1. No 1 2

Tahanan Pentanahan
Tabel 3.7 Evaluasi dan Rekomendasi Tahanan Pentanahan

Hasil Pengujian < 1 Ohm >1Ohm

Keterangan Good Poor

Rekomendasi Normal Periksa kondisi sambungan grounding

3.4.2.

Pengujian Spark Gap

Periksa Spark gap bushing apakah masih memenuhi syarat ( lihat lampiran IV .4 buku O&M SE 032) standard VDE 0111/12.
Tabel 3.8 Evaluasi dan Rekomendasi Pengujian Spark Gap

Tegangan Nominal (kV) 6 12

BIL (KV) 60 50 75

Jarak antara gap (mm) 60 50 85

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

21

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

20 30 70 150

60 125 95 170 145 325 250 550 650 759

60 155 115 220 180 400 330 700 830 1000

3.4.3.

Ratio

Standard yang digunakan : IEEE Std C57.13-1993 Standard Requirements for Instrument Transformers. Error ratio hasil pengukuran dan nameplate dikategorikan menjadi dua batasan yaitu : 1. VT untuk keperluan metering : error maksimum + 0.1% 2. VT untuk keperluan lain (proteksi, load control dan keperluan sejenisnya) : error maksimum + 1.2% 3.5. No 1 2 3 4 Shutdown Inspection
Tabel 3.9 Evaluasi dan Rekomendasi Shutdown Inspection

Sub Sistem Box Terminal Body VT Baut-baut Limit switch

Hasil Inspeksi Kotor Kemasukan air Kotor Retak/cacat longgar Tidak bekerja

Rekomendasi Bersihkan Keringkan Bersihkan Perbaiki/ganti Kencangkan Perbaiki

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

22

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

4.

TABEL URAIAN KEGIATAN PEMELIHARAAN


Tabel 4.1 Evaluasi dan Rekomendasi Shutdown Inspection

Jenis Pemeliharaan

Jenis Inspeksi/Pengujian 1 Pemeriksaan level ketinggian minyak VT/CVT 2 Pemeriksaan level tekanan minyak (khusus untuk dengan rubber bellow) 3 Pemeriksaan kebocoran minyak 4 Pemeriksaan kondisi fisik isolator porcelain 5 Pemeriksaan kondisi core housing 6 Pemeriksaan kondisi structure penyangga 7 Pemeriksaan kondisi grounding 8 Pemeriksaan spark Gap 1 Thermovisi antara klem dan konduktor 2 Thermovisi body VT/CVT 3 Thermovisi pada isolator 4 Thermovisi pada housing 5 Thermovisi pada konduktor 1 Pengujian tahanan Isolasi 2 Pengujian Tan Delta dan Kapasitansi

Periode Mingguan

Tool Visual

Harian

Visual

Harian Mingguan Mingguan Tahunan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan 2 Tahunan 2 Tahunan

Visual Visual Visual Visual Visual Visual Kamera Thermography Kamera Thermography Kamera Thermography Kamera Thermography Kamera Thermography Alat Uji Tahanan Isolasi Alat uji tan delta

In service Inspection

In service measurement

Shutdown Testing / Measurement

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

23

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
3 Pengujian Tahanan Pentahanan 4 Pengujian Ratio 5 Pengujian kualitas minyak isolasi, meliputi ; 2 Tahunan Jika direlokasi Setelah 10 tahun operasi atau hasil pengujian Tan delta, melebihi standar. Alat uji tegangan tembus Alat uji kadar air Alat uji tahanan pentanahan Alat uji ratio

a. Pengujian Break Down Voltage (BDV) b. Pengujian Water content c. Pengujian Acidity

Alat uji keasaman Alat uji tan delta minyak Alat uji IFT

d. Pengujian Dielectric Disspation Factor e. Pengujian Interfacial Tension f. Pengujian Sediment dan Sludge g. Pengujian Flash point 6 Pengujian DGA Setelah 10 tahun operasi atau hasil pengujian Tan delta, melebihi standar. 2 tahunan

Alat uji sediment Alat uji flash point

7 Pengukuran Spark Gap

meteran

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

24

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
1 Pemeriksaan box terminal terhadap, kotoran, binatang atau kemungkinan kemasukan air. 2 Pembersihan bushing dan body PT. 3 Pengencangan bautbaut terminal utama & pentanahan serta bautbaut wiring kontrol dalam terminal boks. Tahunan Visual, seal, coumpound.

Shutdown Treatment

Tahunan Tahunan

Kain Majun. Kunci-kunci & obeng.

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

25

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN
LAMPIRAN FMEA TRANSFORMATOR TEGANGAN

No

SUB SYSTEM

FUNCTION SUB SYSTEM

SUB - SUB SYSTEM Minyak pada unit kapasitor

FUNCTION

FUNCTIONAL FAILURE

FAILURE MODE LEVEL 1

FAILURE MODE LEVEL 2

FAILURE MODE LEVEL 3 Seal aging

Mengisolasi unit kapasitor thd rangka isolator sekaligus mengkonduksikan panas dari unit kapasitor 1 Isolasi Mengisolasi bagian yang bertegangan terhadap body

Kegagalan isolasi pada kapasitor unit

minyak kapasitor unit berkurang Minyak isolasi kapasitor unit terkontaminasi Minyak isolasi base box berkurang moisture ingress Aging Kandungan air tinggi Nilai kapasitansi berubah

seal expansion chamber rusak

Tekanan berlebih pada seal

seal expansion chamber rusak Seal base box rusak/getas Seal base box rusak/getas Seal aging Seal aging

Voltage Divider

Pembagi tegangan primer agar dapat ditransformasi oleh EMC

Minyak pada base box Mengisolasi trafo step-down thd base box Kegagalan isolasi pada sekaligus meminimalisir pengaruh base box kontaminasi air/uap air dalam base box Kertas Isolasi Belitan Media isolasi antar belitan maupun ke Kegagalan isolasi kertas bagian lain yang tidak bertegangan Unit kapasitor Pembagi tegangan primer agar dapat tegangan masukan untuk ditransformasi oleh EMU EMU primer tdk normal Konektor Menghubungkan antar unit kapasitor Mentransformasi tegangan masukan menjadi level tegangan untuk keperluan proteksi dan metering Melindungi trafo step-down dari over voltage Meniadakan pengaruh impedansi unit kapasitor Mencegah osilasi feroresonansi yang terjadi terus menerus Media ekspansi minyak kapasitor unit pembagi tegangan tidak berfungsi transformasi tidak sesuai nameplate

tegangan output abnormal

tegangan output abnormal tegagan sekunder nol

Trafo step-down Mentransformasi tegangan sumber menjadi level Spark Gap tegangan yang dapat digunakan untuk keperluan proteksi dan metering Series Reactor Harmonic supressor

Electromagnetic Circuit

Fungsi pengaman berkurang/tidak berfungsi transformasi tidak sesuai nameplate interferensi pada tegangan output level kemampuan menahan tekanan minyak berkurang level kekuatan mekanik terlampui level kekuatan mekanik berkurang

Spark gap terbakar

deformasi belitan trafo

tegangan output tdk stabil distorsi gelombang output rembes / kebocoran minyak

4 5 6

Expansion Chamber Stud Mechanical Struktur

Media ekspansi minyak pada CVD Konektor CVT dengan konduktor bertegangan (primer) Penopang fisik CVT Menopang CVT

stud patah support miring / bengkok

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

26

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

LAMPIRAN FORMULIR IN SERVICE INSPECTION - HARIAN


PT. PLN ( PERSERO )

Judul Form Unit GI Bay Tanggal / Jam Inpeksi Pelaksana NO Fasa R I. Dielektrik 1 Level Minyak PT/CVT 2 Kebocoran minyak pada base box PT/CVT 3 4 Kebocoran minyak pada expansion chamberPT/CVT Fasa S I. Dielektrik 1 Level Minyak PT/CVT 2 Kebocoran minyak pada base box PT/CVT 3 Kebocoran minyak pada expansion chamberPT/CVT Fasa T I. Dielektrik 1 Level Minyak PT/CVT 2 Kebocoran minyak pada base box PT/CVT 3 Kebocoran minyak pada expansion chamberPT/CVT Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Peralatan yang dilakukan Inspeksi

: : : : : :

FORMULIR IN SERVICE INSPECTION PT/CVT ( HARIAN )

Cara pengisian

Keterangan (Jika ada anomali)

normal

maximum

minimum

tidak terbaca

tidak terpasang

normal normal

rembes rembes

bocor bocor

normal

maximum

minimum

tidak terbaca

tidak terpasang

normal normal

rembes rembes

bocor bocor

normal

maximum

minimum

tidak terbaca

tidak terpasang

normal normal

rembes rembes

bocor bocor Tanda tangan Pelaksana Penanggung jawab

(..)

(..)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

27

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

LAMPIRAN FORMULIR IN SERVICE INSPECTION - MINGGUAN


PT. PLN ( PERSERO )

Judul Form Unit GI Bay Tanggal / Jam Inpeksi Pelaksana NO Fasa R Dielektrik
Kondisi isolator PT/CVT

: : : : : :

FORMULIR IN SERVICE INSPECTION PT/CVT (MINGGUA N)

Peralatan yang dilakukan Inspeksi

Cara pengisian

Keterangan (Jika ada anomali)

normal normal

kotor tdk terpsg

flek lepas

retak salah pasang

pecah

Electromagnetic circuit Kondisi Spark gap (khusus untuk yang eksternal)


Mechanical structure Kondisi core housing PT/CVT

normal

korosi

retak

Fasa S Dielektrik
Kondisi isolator PT/CVT normal normal kotor tdk terpsg flek lepas retak salah pasang pecah

Electromagnetic circuit Kondisi Spark gap (khusus untuk yang eksternal)


Mechanical structure Kondisi core housing PT/CVT

normal

korosi

retak

Fasa T Dielektrik
Kondisi isolator PT/CVT normal normal kotor tdk terpsg flek lepas retak salah pasang pecah

Electromagnetic circuit Kondisi Spark gap (khusus untuk yang eksternal)


Mechanical structure Kondisi core housing PT/CVT

normal

korosi

retak Tanda tangan Pelaksana Penanggung jawab

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan :

(..)

(..)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

28

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

LAMPIRAN FORMULIR IN SERVICE INSPECTION - BULANAN

PT. PLN ( PERSERO )

Judul Form Unit GI Bay Tanggal / Jam Inpeksi Pelaksana NO Fasa R


Grounding Kondisi grounding

: : : : : :

FORMULIR IN SERVICE IN SPECTION PT/CVT ( BULANAN )

Peralatan yang dilakukan Inspeksi

Cara pengisian

Keterangan (Jika ada anomali)

normal

korosi

rantas

kendor

putus

hilang

Fasa S
Grounding Kondisi grounding normal korosi rantas kendor putus hilang

Fasa T
Grounding Kondisi grounding normal korosi rantas kendor putus hilang

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Pelaksana

Tanda tangan Penanggung jawab

(..)

(..)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

29

PT PLN (Persero

TRANSFORMATOR TEGANGAN

LAMPIRAN FORMULIR IN SERVICE INSPECTION - BULANAN

PT. PLN ( PERSERO )

Judul Form Unit GI Bay Tanggal / Jam Inpeksi Pelaksana NO Fasa R Mechanical structure Kondisi Support Structure Fasa S Mechanical structure Kondisi Support Structure Fasa T Mechanical structure Kondisi Support Structure Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Peralatan yang dilakukan Inspeksi

: : : : : :

FORMULIR IN SERVICE INSPECTION PT/CVT ( TAHUNA N )

Cara pengisian

Keterangan (Jika ada anomali)

normal

korosi

kendor

bengkok

hilang

normal

korosi

kendor

bengkok

hilang

normal

korosi

kendor

bengkok Pelaksana

hilang Tanda tangan Penanggung jawab

(..)

(..)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

30