Anda di halaman 1dari 8

STADS (Student-Team-Achievement-Devisions)

a. Struktur Class presentation STADS Menurut Slavin, 1995 (dalam Aziz Wahab, 2007 : 3.23) STADS terdiri dari lima komponen pokok yaitu penyajian kelas, tim, kuis, perbaikan perorangan dan prestasi tim. 1. Penyajian kelas (Class presentation) Penyajian kelas di sini adalah pemberian informasi atau penjelasan kegiatan yang harus dilakukan oleh masing-masing tim terkait dengan pelaksanaan STADS. 2. Tim (Team) Setiap tim tediri dari 4 5 orang anggota dengan karakteristik dan latar belakang yang beranekaragam ditinjau dari prestasi akademik, daerah asal dan jenis kelamin. 3. Kuis (Quis) Kuis untuk seluruh anggota tim diberikan setelah mengikuti beberapa kali penyajian guru. Masing-masing anggota tim harus berusaha sendiri untuk menjawab soal-soal dalam kuis. 4. Perbaikan perorangan (Individual invprovement scores) Konsep ini dikembangkan agar setiap anggota tim terpacu untuk memperoleh kinerja yang baik. Artinya terdapat kegiatan perbaikan bagi individu yang belum mencapai skor minimal yang ditentukan. 5. Prestasi tim (Team recognitions) Tim yang berprestasi berhak atas penghargaan kelas untuk topik atau kegiatan yang sudah diselesaikan. b. Prosedur pelaksanaan Prosedur pelaksanaan STADS adalah sebagai berikut : 1. Persiapan: a) Penentuan materi ajar beserta sarana pendukung seperti Lembar Kerja Siswa dan Kuis. b) Pembentukan tim c) Penetuan skor awal tim d) Kegiatan ice-breaking 2. Jenis kegiatan: a) Pembentukan tim b) Pengajaran c) Belajar tim d) Tes e) Prestasi dalam tim f) Pembentukan tim baru 3. Pelaksanaan a) Pembentukan tim dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan keanekaragaman siswa. b) Pengajaran (pembuka, pengembangan, presentasi dan pelatihan) c) Belajar tim (biasanya dilakukan setelah pengajaran guru) d) Tes (kuis), berfungsi sebagai teknik evaluasi belajar e) Prestasi tim yaitu menentukan posisi tim di kelas dengan kategori: a. Baik, menunjukkan prestasi tim berada pada rentang 65% - 70% dari nilai maksimum. b. Sangat baik, yaitu prestasi tim yang berada pada rentang 71% - 80% dari nilai maksimum. c. Terbaik, yaitu prestasi tim yang berada pada rentang 81% - 92% dari nilai maksimum. d. Superteam adalah istilah yan digunakan untuk menunjukkan prestasi tim yang tidak tergoyahakan oleh tim lain, dengan rentang mutlak berada pada 93% ke atas.

TGT (Team-Games-Tournament)
Menurut Slavin (1995) TGT pada dasarnya sama dengan STADS. Perbedaanya terletak pada pemberian kuis dan sistem skor perbaikan individu. TGT menerapkan pola turnamen akademik. Istilah ini menunjukkan bahwa setiap tim memiliki wakil untuk mengikuti kompetisi dan akan bertanding dengan wakil dari tim lain. a. Struktur TGT Persiapan, penyajian kelas, dan pembentukan tim dilakukan sama dengan model STADS. Sedangkan permainan (games) terdiri atas pertanyaan yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Tujuan permainan adalah mengukur kemampuan siswa atas penyajian materi yang telah disampaikan sebelumnya. - Setiap kelompok bermain terdiri atas tiga atau empat orang siswa dari tim yang berbeda. - Pemaianan ini cukup sederhana, hanya berupa pertanyaan yang telah diberi nomor pada selembar kertas berukuran kartu pos. - Setiap wakil siswa (secara bergiliran) harus mengambil dan menjawab satu pertanyaan yang diletakkan dalam posisi terbalik. Jika siswa bersangkutan tidak bisa menjawab, ia harus menyerahkan soal atau pertanyaan tersebut kepada siswa yang lain. b. Prosedur pelaksanaan turnamen. - Turnamen dilaksanakan setelah penyajiakan materi dan masing-masing telah berlatih dengan baik. - Waktu pelaksanaan Turnamen dilaksanakan di akhir pekan atau di akhir pembahasan satu unit materi. - Pola turnamen Terkait dengan pola turnamen ini, berikut Aziz Wahab (2007 : 3.32) mengutip model turnamen dari Slavin: 1. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang anggota dengan latar belakang akademik yang berbeda. 2. Wakil dari masing-masing tim dengan latar belakang akademik yang sama berkumpul dalam satu meja dan selanjutnya bertanding untuk menjawab pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh guru. Berikut model denah temapat duduk siswa: TIM A A-1 A-2 A-3 High Average Average A-4 Low

Tournament Table

Tournament Table

Tournament Table

Tournament Table

B-1 B-2 B-3 B-4 High Average Average Low


TIM B

C-1 C-2 C-3 c-4 High Average Average Low


TIM C

JIGSAW

Oleh Aronson, Blaney, Stephen, Sikes & Snap, 1978 Langkah-langkah : 1. Guru membuka pelajaran (memeriksa kesiapan belajar siswa, menyampaikan sejumlah materi yang akan dibahas, mengomunikasikan tujuan/manfaat, menyepakati tugas-tugas, kegiatan belajar yang akan dilalui, memberikan sugesti positif dan membina sikap positif terhadap belajar) 2. Siswa dikelompokkan menjadi tim-tim @ tim 4-5 orang. 3. Tiap orang dalam tim diberi materi yang berbeda. 4. Tiap orang dalam tim membaca materi yang ditugaskan. 5. Anggota dari tim lain yang telah mempelajari bagian/sub-bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub-bab mereka. 6. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajari teman mereka yang se-tim tentang sub-bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh. 7. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. 8. Guru memberi evaluasi. 9. Penutup

JIGSAW
KELOMPOK ASAL
NOMOR KELOMPOK ANGGOTA KELOMPOK ASAL

I II III
IV

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

4 4 4 4

5 5 5 5

6 6 6 6

KELOMPOK AHLI
NOMOR KELOMPOK

I II III IV V VI

KELOMPOK AHLI 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 6

PERTANYAAN/TUGAS JIGSAW STADS TGT MIND MAPING SEBAR PERTANYAAN (PROPOS) ANEKA TEKNIK PEMBELAJARAN

KEMBALI KE KELOMPOK ASAL NOMOR KELOMPOK ANGGOTA KELOMPOK ASAL

I II III
IV

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

4 4 4 4

5 5 5 5

6 6 6 6

SEBAR PERTANYAAN (PROPOS)


(Saadah, 2009)

Maksudnya agar masing-masing siswa memiliki tanggungjawab yang sama dalam berbagi informasi pada saat yang bersamaan dan waktu yang singkat secara teratur. Strategi ini cocok untuk materi yang cukup luas namun memiliki komleksitas yang relatif sama.

Langkah-langkah : 1. Guru membuka pelajaran (memeriksa kesiapan belajar siswa, menyampaikan sejumlah materi yang akan dibahas, mengomunikasikan tujuan/manfaat,

menyepakati tugas-tugas, kegiatan belajar yang akan dilalui, memberikan sugesti positif agar sukses dan membina sikap positif terhadap belajar) 1. Guru dan siswa membentuk kelompok-kelompok (A, B, C, dst.) sesuai dengan jumlah materi yang akan dibahas ditambah satu kelompok pemantau yang terdiri atas maksimal tiga orang (dianjurkan berasal dari siswa yang cerdas). Kelompok pemantau ini nantinya bertugas menguji penguasaan materi dari kelompok kelompok yang ada, atau sebaliknya akan diuji oleh kelompok-kelompok. 2. Maing-masing kelompok membahas materi bagiannya (kurang lebih 20 menit), selanjutnya berbagi tugas dengan anggotanya. Sebagian memperdalam materi bagiannya tadi dan sebagian lagi menyusun sejumlah pertanyaan yang akan disebar ke kelompok A, B, C, dst. (kurang lebih 5 menit). Ingat, materi pertanyaan harus sesuai dengan meteri yang dibahas oleh kelompok yang akan ditanya. 3. Khusus untuk kelompok pemantau, mereka akan membahas semua materi. 4. Setelah dinyatakan siap, kegiatan sebar pertanyaan (diskusi antar kelompok) dimulai. 5. Guru dan siswa membuat kesimpulan. 6. Evaluasi dan penutup

Berikut disajikan contoh penggunaan Sebar Pertanyaan dalam pembelajaran PKn (Hubungan Tata Kerja Lembaga Negara) Lembar Observasi Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran (Hubungan Tata Kerja Lembega Negara) Hari/Tanggal : ................................................... Kelas / Model BDT : .... / Sebar Pertanyaan Petunjuk! 1. Perhatikan denah tempat duduk siswa berikut ini.

2 3

5 4

Pemantau

D P R

DPD Presidenn

4 5 6

3 2 1

1 2 3 4 5 6

M P R

5 4 3 2 1

2. 3. 4. 5.

Siswa dibagi dalam lima kelompok (Presiden, MPR, DPR,DPD dan Pemantau). Berikan tanda pagar pada setiap item kegiatan yang terjadi di setiap kolom. No bangku sesuai dengan nama siswa yang tertera dalam lembar observasi Kelompok Presiden mengajukan masing-masing satu pertanyaan kepada kelompok MPR, DPR, dan DPD. Demikian juga sebaliknya, kelompok MPR mengajukan pertanyaan ke kelompok Presiden, DPR dan DPD. Demikian seterusnya. Materi pertanyaan sesuai dengan nama kelompok yang akan ditanya. 6. Kelompok pemantau dapat secara bebas mengajukan pertanyaan ke semua kelompok dan materi pertanyaan sesuai dengan nama kelompok yang akan ditanya.

MIND MAPPING

Langkah-langkah : 1. Guru membuka pelajaran (memeriksa kesiapan belajar siswa, menyampaikan sejumlah materi yang akan dibahas, mengomunikasikan tujuan/manfaat,

menyepakati tugas-tugas, kegiatan belajar yang akan dilalui, memberikan sugesti positif agar sukses dan membina sikap positif terhadap belajar) 2. Siswa dikelompokkan menjadi tim-tim @ tim 4-5 orang 3. Penyajian konsep/permasalahan yang akan dipelajari oleh siswa. 4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat pokok-pokok materi yang disajikan guru dan dapat didiskusikan dengan metode belajar SQ3R atau PQ4R 5. Guru meminta siswa: a. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

b. Memilih topik yang akan di petakan dalam mind map c. Menemukan material dan informasi tambahan mengenai topik.

d. Memulai dari tengah dengan gambar- kira-kira 6 cm untuk A4, 10 cm untuk A3. e. Menggunakan dimensi, ekspresi, paling sedikit tiga warna di gambar utama untuk menarik perhatiandan membantu mengingat. f. Membuat cabang yang lebih dekat ke tengah lebih tebal, buatlah cabang yang tipis dari cabang yang tebal untuk meletakan sub topik. g. MengGunakan gambar apa saja yang mereka bisa.

h. Meletakkan semua ide kemudian diedit, diorganisir kembali, dibuat menjadi lebih indah. 6. Tiap kelompok mempresentasikan min map nya. 7. Dari mind map yang dibuat, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru

Contoh Mind Map

NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) (Kagan, 1992) NHT merupakan strategiatau model pembelajaran denga cara setiap peserta didik dieri nomor, kemudian dibuat suatau kelompok. Selanjutnay guru secara acak memanggil nomor dari peserta didik sebagai pengganti pertanyaan langsung kepada seluruh kelas. Strategi Penerapan: 1. Penomoran (Numbering), pada tahap ini guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, @ 4-5 orang dan memberi mereka nomor, sehingga masing-masing anggota kelompok memiliki nomor yang berbeda. Pemberian nomor untuk memudahkan kinerja kelompok, mengubah posisi kelompok, presentasi, dll. 2. Masing-masing kelompok mendapat lembar kerja peserta didik (LKPD), yang berisi sejumlah pertanyaan yang berbeda. 3. Berpikir bersama (head together), pada thap ini peserta didik berpkir bersama untuk