Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI

Berikut merupakan beberapa macam analisis struktur Geologi, Analisis deskriptif: Metode analisis deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti setatus sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistempeikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskipsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis kinematik: Analisis kinematik merupakan analisis rekonstruksi dari pergerakan yang terjadi pada saat proses deformasi batuan yang terjadi disemua skala (Davis dan Reynolds, 1996). Analisis kinematik hanya memperhatikan perubahan bentuk, ukuran dan pergerakan (strain) yang terjadi tanpa memperhatikan atau menginterpretasikan gaya atau tekanan yang menyebabkan deformasi tersebut. Apabila suatu benda diberi gaya misalnya dalam proses deformasi struktur, gaya tersebut dapat memindahkan benda ketempat lain yang disebut sebagai translasi. Jika gaya merubah orientasinya, yang dikenal sebagai rotasi. Apabila gaya tersebut merubah ukuran benda dinamakan proses dilation. Sedangkan apabila gaya tersebut merubah bentuk benda disebut distorsi (Gambar 2.1.a). Sehingga total deformasi yang terjadi (D) dapat didefinisikan sebagai kombinasi dari ilmu gaya-gaya tersebut diatas: D = Translasi + Rotasi +Dilation + Distorsi Di mana, Translasi Dalam translasi murni, semua titik dalam tubuh batuan yang terdeformasi akan bergerak dengan arah yang sama dan sejajar. Translasi terjadi pada tubuh batuan yang rigid contohnya bidang perlapisan saling bergeser pada saat terlipat (Flexural Slip) dan gerakan lempeng-lempeng bumi.

Translasi untuk benda yang rigid lebih mudah jika diekspresikan dengan vektor pergerakan (displacement vector). Dalam hal ini translasi dikelompokan menjadi tiga parameter (Ramsay, 1969) yaitu: jarak pergerakan (distance of transport) dengan skala millimeter sampai ratusan kilometer, arah (direction of transport) yang diekspresikan dengan plunge dan trend, dan polarisasi transport (sense of transport). Konsep ini digunakan dengan baik dalam menganalisa gerakan sesar, contohnya pemakaian slip vektor untuk gores-garis (slickenside). Dengan mengetahui dua titik referensi kita bisa menentukan jenis relatif pergerakan sebenarnya (slip) suatu sesar dan juga total pergerakannya (net-slip). Rotasi Rotasi adalah konsep yang sangat penting dan umum terjadi dalam deformasi batuan, misalnya dalam perlipatan atau sesar. Rotasi dikelompokan dalam deformasi rigid yang merubah susunan titik dalam suatu benda dimana paling mudah digambarkan dengan mengunakan suatu acuan sumbu yang sama. Perubahan lokasi titik-2 digambarkan dengan mengunakan orientasi dari sumbu rotasi yaitu trend and plunge, polarisasi dari rotasi (sense of rotation) yaitu searah atau berlawanan arah jarum jam, dan besarnya rotasi yang diukur dengan besaran sudut (derajat). Strain menghasilkan dilation yaitu perubahan ukuran dan distortion yaitu perubahan bentuk atau kombinasi dari kedua proses tersebut. Perubahan bentuk dari suatu benda seringkali lebih mudah dideskripsikan dalam dengan non-rotasi atau coaxial ditambah dengan komponen rotasinya.
Analisis dinamis: analisis dinamis merupakan proses penggalian informasi

jenis ditargetkan berdasarkan hasil simulasi proses. Ini berbeda dari analisis statis, yang ekstrak informasi berasal dari elemen model dalam bentuk statis mereka.

GEOLOGI STRUKTUR ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI

OLEH :

SUSINTA FEBIASTUTI D62111001

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MAKASSAR 2012