Anda di halaman 1dari 11

ARIMATEA

(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)


-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

GERAKAN GLOBAL
GEREJA 2020

Dalam Program
TRANSFORMASI
(Perubahan menuju kemenangan mereka)
&

PENUAIAN JIWA
(Pemurtadan)
besar-besaran
di Indonesia & dunia
Tahun 2005-2020

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 1


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

6 (ENAM) ALASAN UTAMA, GERAKAN INI MENJADI YANG PALING


HARUS DIWASPADAI.
Dapat disimpulkan, bahwa dari berbagai gerakan Kekristenan sejak awal sampai saat
ini, khususnya di Indonesia, maka gerakan TRANSFORMASI dan PENUAIAN JIWA
besar-besaran diakhir zaman ini, dapat disimpulkan yang paling berbahaya bagi
umat Islam.

Mengapa?
1. Penuaian Jiwa sebagai refleksi dari Amanat Agung, targetnya utamanya hanya
sampai ; Umat Manusia Menjadi Murid Mereka, tanpa harus masuk ke agama
mereka. Sehingga banyak umat Islam tidak sadar telah jadi murid gereja.
2. Transformasi & Penuaian Jiwa abad 21, merupakan puncak segala perjuangan dan
harapan mereka di dunia.
3. Transformasi & Penuaian Jiwa abad 21, merupakan kondisi yang menjadi syarat
akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya.
4. Yesus akan datang yang kedua kalinya tersebut sebagai “tuhan” sepenuhnya,
bukan seperti pada yang pertama, 100% “Tuhan” juga 100% manusia. Sehingga
mereka amat sangat merindukan kehadirannya, bahkan menjadi puncak
kerinduan. Ini bisa dibuktikan begitu seriusnya dalam langkah-langkah mereka
menuju pada kondisi ini.
5. Transformasi & Penuai Jiwa Abad 21 menjadi gerakan yang untuk pertama kali
dapat mempersatukan mayoritas berbagai komunitas/aliran kekristenan.
6. Transformasi & Penuaian Jiwa Abad 21 merupakan pemikiran kesadaran global
yang hampir tidak ada perbedaan dari semua kumunitas mereka didunia. Sehingga
bisa menjadi pemersatu ditingkat global (dunia).
7. Puncaknya ; Ada kesadaran tinggi agar kekuatan ekonomi dan politis makro tetap
dalam genggaman mereka. Rumusan mereka, Transformasi (+Penuaian Jiwa) tidak
akan terjadi bila keadaan masyarakat Islam yang mayoritas di Indonesia/di dunia
maju, kuat dan makmur. Sebab Transformasi akan terjadi bila umat dalam keadaan
putus asa, kesulitan, kehilangan kepercayaan pada pemimpin, dan berbagai kondisi
buruk lainnya.
Keseriusan ditingkat dunia juga sedang menggelinding, baik di Asia, Afrika, dan
sebagian Eropa, yang belum seluruhnya JADI MURID MEREKA (Sesuai Amanat
Agung), yang mereka sebut Jendela 10/40, istilah lainnya pertahanan setan (kuasa
kegelapan) yang terakhir. Jendela 10/40 meliputi benua diatas yang terletak antara
10 sampai 40 derajat lintang utara.
Keseriusan tersebut mereka buktikan, dalam waktu 36 bulan, GLOBAL HARVEST
FORCE (Kekuatan Penuaian Global), telah berhasil memobilitasi 10 juta Pekerja
Tuaian, dimana timnya bukan hanya para pendeta/misionaris saja, namun juga

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 2


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
para aktifis gereja (Buku ; MERAIH KEMENANGAN DI DAERAH MUSUH, hal 108,
Larry Keefauver).
TUJUAN SOSIALISASI
Mumpung mereka baru mulai, belum jauh bergerak dan agar umat Islam bisa
mempersiapkan diri untuk mau dan mampu bersaing. Pengalaman membuktikan
ketidakmampuan kita untuk bersaing, karena bersumber dari kelalaian kita sendiri
yang menyederhanakan, mengganggap sepi, tidak peduli, terlalu menggantungkan
kepada keyakinan –tanpa banyak berbuat- bahwa yang bathil itu pasti kalah, atau
hanya sekedar ceramah, seminar, rapat saja, tanap riil berbuat sesuatu. Kondisi itu
pada akhirnya membuat mereka semakin eksis dan meluas. Pengalaman terus
menerus terseretnya citra kekerasan dalam diri umat Islam selama ini, ketika harus
berhadapan dengan non muslim, karena memang kita tidak siap bersaing, membuat
kita akhirnya hanya bisa berbuat melalui kekuatan fisik.

LATAR BELAKANG
Mereka mencanangkan tahun 2005 sebagai tahun persiapan dan ditargetkan
keberhasilan dari tujuan diatas akan diraih tahun 2020. Pdt Dr. Jeff Hammond MTh.
dalam bukunya “TRANSFORMASI INDONESIA”, dimana dalam buku tersebut juga
terdapat tulisan 10 tokoh Kristen terkemuka di Indonesia, menyatakan ;

“Setelah peristiwa G30S/PKI, terjadi masa kairos di Indonesia sehingga dalam 6 tahun
(1965-1971) ada lebih dari 7 juta orang di pulau jawa yang menerima Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat (Murtad). Tuaian itu telah berjalan terus dan banyak Gereja
dimana-mana telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan berbagai gerakan
yang mulai lahir telah berdampak selama 1970 s/d 1980-an.
Fokus pada tahun 2005 sebagai (awal) tahun tuaian (pemurtadan), dan tahun 2020
sebagai tahun penggenapan Amanat Agung (Penyebaran injil keseluruh penjuru &
membaptis atas nama Tuhan mereka) di Indonesia berangsur-angsur berubah dari
impian menjadi realita.
Waktunya sudah hampir tiba. Jangan berlambat-lambat. Bergegaslah. Inilah waktu
bagi Anda untuk terlibat dalam penciptaan Indonesia baru. Jangan hanya menjadi
penonton atau pembaca sejarah, tetapi pencipta sejarah!.”

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 3


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Keadaan umat Islam sekarang ini semakin membuat mereka percaya diri, maka
berbagai persiapan kearah sana sudah mulai mereka lakukan. Dalam persiapan yang
telah berhasil terdeteksi & kita miliki buktinya.

Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo, Gembala Sidang GBI Bethany, dalam salah satu
buku bimbingan cara-cara pemurtadan; “PENGINJILAN”, menyatakan ;

“Semua murid Tuhan Yesus harus menyadari bahwa kedatangan-Nya sudah tidak lama
lagi. Hal ini sangat berhubungan erat dengan Mathius 24:14 yang mengatakan, Yesus
AKAN datang JIKA Injil sudah diberitakan ke seluruh dunia. Murid-murid Tuhan
waktunya sungguh singkat, lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang
sudah menguning dan matang untuk dituai (umat Islam sudah semakin jauh dari
agamanya, semakin mudah untuk dimurtadkan). Karena itu, berdasarkan nubuatan
dan janji Tuhan, saat ini saya “ON-KAN” (genderang ditabuh) kebangunan rohani dan
saya resmikan Buku “PENGINJILAN” sebagai start awal sampai hujan lawatan-Nya atas
jiwa-jiwa dicurahkan berlimpah-limpah, hingga Indonesia penuh kemuliaan Allah.”

ARTI & MAKSUD TRANSFORMASI MENURUT ALKITAB


Pdt. Erastus Sabdono MTh, Gembala Sidang (Pimpinan tertinggi) Rehobot Ministry.
Gereja besar yang cukup banyak memiliki cabang, dalam majalah Kristen “SPIRIT”
no.10 Thn.II, 2003,

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 4


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
menyatakan ; “Kita berubah dari manusia dunia menjadi manusia rohani. Pada zaman
kekaisaran Konstantinus Agung, terjadi pembebasan orang-orang Kristiani. Dan
klimaksnya tahun 308 Masehi, lewat kekaisaran Theodosius Agung mengkristenkan
seluruh kekaisaran Romawi, atau istilah Gereja memasehikan dunia, Inilah yang
dimaksud transformasi”.
Redaksi Majalah “SPIRIT” tersebut menambahkan ; “Umat Tuhan mengalami
lawatan Allah. GerejaNya dipulihkan sehingga setiap orang (tidak hanya umat
Kristiani) mengalami pertobatan (Artinya : Percaya Yesus sebagai juru selamat dan
hidup dalam kekudusan)”.
Pdt. Yonathan Pattiasina, Youth Minister Fellowship, Dalam bukunya
“TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ; “Kembali pada tanggung jawab Amanat
Agung Tuhan Yesus Kristus: "Karena itu pergilah, jadikanlah 'sernua bangsa
murid- Ku…...baptislah..... (Matius 28:16-20, Markus 16:14-16, dan Kisah Rasul 1:6-
8), Artinya adalah jika gereja ingin menjadi seperti yang Tuhan inginkan; menjadi
agen transformasi, maka harus terjadi perubahan sehingga proses ilahi dapat berjalan
dengan baik.
Kita. bekerja bersama dengan dengan Roh Kudus mempersiapkan sebuah kirbat yang
diubahkan menjadi alat transformasi bagi kota dan bangsa. Sehingga nilai- nilai
kerajaan Tuhan mempengaruhi seluruh dimensi kehidupan masyarakat”.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN “MASA PENUAIAN JIWA”


Dalam Buletin “MISI”, nomor 10/Thn I, Januari 2003 ;

“Kedatangan Yesus sudah diambang pintu. Disadari atau tidak, waktu kita tinggal
sedikit lagi untuk masuk dalam penuaian jiwa besar-besaran diujung akhir jaman ini.
Gema amanat agung (untuk membaptis semua umat) semakin kuat berkumandang,
mendesak setiap anak Tuhan dan gereja Tuhan untuk : berkorban untuk Tuhan,
tunaikan tugas pelayananmu dan beritakan Injil Tuhan Yesus Kristus, sampai ke
seluruh pelosok.”
Dalam Tabloid Kristen “REFORMATA”, edisi perdana, Pdt. Bigman Sirait, gembala
sidang Gereja Presbyterian Indonesia (GPI), saat pembukaan pendirian Sekolah
Kristen Makedoniadi, di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyatakan ;

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 5


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

Dengan Judul “Jangan Tunda, Ladang Sudah Menguning”, dengan kalimat pembuka ;
“Tanggapan atas keselamatan (percaya Yesus sebagai juru selamat) tak bisa ditunda.
Kenyataan buram yang terpaksa diderita sesama (akibat tidak mengikuti keyakinan
mereka), menuntut kita untuk segera bertindak, tak boleh ditunda-tunda”
Redaksi majalah Kristen “WARNING”, edisi 20, tahun 2003. Digemakan untuk
gerakan pertumbuhan gereja,

salah satu petikannya adalah ; “Sebuah gereja yang anggotanya dipimpin oleh
melalui pengajaran, memberi teladan, dan ketekunan menjadi seperti Kristus,
sehingga mereka dapat menerapkan pelayanan mereka ke luar, untuk memberitakan
injil bagi orang-orang yang belum percaya, sampai jiwa-jiwa yang belum bertobat
diselamatkan. Inilah perintah Allah, dimana gereja harus melaksanakan Amanat
Agung (untuk membanptis semua orang) dari Allah (Matius 28:16-20, Markus 16:14-
16, dan Kisah Rasul 1:6-8)
Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Gernbala Sidang (Pimpinan) Gereja Kristen Pejanjian
Baru, dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ; “Indonesia merupakan
ladang yang sedang menguning (sudah siap dimurtadkan), yang besar tuaiannya! Ya,
Indonesia siap mengalarni transformasi yang besar. Hal ini bukan suatu kerinduan
yang harnpa, narnun suatu pernyataan iman terhadap janji firman Tuhan. Ini juga
bukan impian di siang bolong, tetapi suatu ekspresi keyakinan akan kasih dan kuasa
Tuhan. Dengan merneriksa firman Tuhan, kita akan sarnpai kepada kesimpulan
bahwa Indonesia merniliki pra-kondisi yang sangat cocok bagi tuaian besar yang la
rencanakan”.

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 6


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
TRANSFORMASI = PENGGAGALAN/ PENGHACURAN SISTEM DILUAR
KEKRISTENAN (DAERAH MUSUH)
Ery Prasadja, Dekan Akademik Institutefor Community and Devefopment
Studies (ICDS), dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ; “Penginjilan,
penjangkauan jiwa baru (Pemurtadan) dan perintisan jernaat tetaplah menjadi misi
dan tanggung jawab gereja, tetapi gereja merniliki misi dan tanggungjawab yang lain,
yaitu menghancurkan sistern dan struktur yang jahat,…….Sistern dan struktur yang
berdosa tersebut harus dihancurkan tanpa menunggu pirnpinan negara dan seluruh
rakyatnya bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus-ini adalah tugas gereja.”
Cacatan :
Keyakinan Kekristenan ; ajaran Islam berasal dari Kuasa Roh Gelap, umatnya
berdosa, yang juga akan menghasilkan output yang berlawanan dengan kebenaran.
Konteks disini juga termasuk sistem & struktur yang dihasilkan masyarakat Islam di
Indonesia.

Dalam buku “MERAIH KEMENANGAN DI DAERAH MUSUH”, Pdt. Dr. Larry


Keefauver, menjelaskan bagaimana Peter Youngren, yang juga telah datang ke
beberapa kota di Indonesia dengan melaksanakan Festival Yesus, juga diberbagai
belahan dunia, khususnya di daerah-daerah mayoritas non Kristen, lembaga Global
Harvest Force, akan mendobrak pertahanan jendela 10/40, yaitu pertahanan setan
(Roh Kuasa Gelap) terakhir, yaitu didaerah Asia, Afrika dan sebagian Eropa. Dalam
buku tersebut bagaimana beraninya mereka terus melakukan gerakan-gerakan yang
terbuka didaerah yang umatnya masih mayoritas berdosa (belum jadi Kristen), yang
mereka katakan daerah non Kristen adalah daerah musuh.
Demikian juga bisa diperhatikan pernyataan Robert S. Speer, seperti yang
dikutip oleh AWF Idenburg, untuk membela politik pengkristenan terhadap dunia
Islam terutama di Indonesia, Idenburg, Gedenkboek ARP, 187, 8, p. 220), ia
menyatakan ; “Pilihan untuk dunia, bukanlah Muhammad dan Kristus. Tapi hanya
Kristus. Kristus atau hancur dan mati. Islam (yaitu penyerahan kepada Tuhan) yang
seharusnya adalah menyerahkan diri kepada Kristus. Baru boleh bicara tentang hidup
dan merdeka”.
Dalil Alkitab atas penghancuran tersebut ; “Karena perjuangan kita bukanlah
melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintahan-pemerintahan, melawan
penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-
Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 7
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
roh jahat di udara. Sebab itu ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah, spaya
kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri,
sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:12-13)

TARGET WAKTU
Dr. Bambang Widjaja, Gernbala Sidang Gereja Kristen Pejanjian Baru, Dalam
buku “TRANSFORMASI INDONESIA” menjelaskan ; “Sebab apabila kita berbicara
tentang tuaian, kita sedang berbicara tentang suatu periode, suatu kurun waktu.
Tuaian merupakan suatu periode, artinya ada batas awalnya dan ada batas akhirnya.
Bila batas awal belum tiba, kita tidak akan memperoleh hasil tuaian yang maksimal.
Sedangkan apabila batas akhir terlampaui, gandum yang tidak tertuai akan
membusuk di ladang”.
Pdt. Dr. YeffHammond, Pemimpin Gerakan Sekota Bedo, dalam buku
“TRANSFORMASI INDONESIA” ; “Hal- hal yang sama juga sedang terjadi di Indonesia
sehingga kita perlu mengambil langkah- langkah iman dan meyakini kuasa Tuhan
untuk memulihkan, memberkati, bahkan mentransformasikan bangsa Indonesia
supaya semakin bertumbuh. Fokus pada tahun 2005 sebagai tahun tuaian dan
tahun 2020 sebagai tahun penggenapan Amanat Agung di Indonesia
berangsur- angsur berubah dari impian menjadi realitas

MENGAPA SAATNYA SEKARANG


Mereka akan selalu memanfaat keadaan lemah dari suatu masyarakat/bangsa
dimana pun berada. Misalnya dalam buku “MERAIH KEMENANGAN DI DAERAH
MUSUH”, hal. 98, Pdt. Dr. Larry Keefauver, menjelaskan ; “Dengan jatuhnya tembok
Berlin, Eropa Timur, termasuk Rusia, menjadi terbuka untuk Injil. Orang-orang
Kristen dari Barat membanjiri masuk Negara-negara ini”.
Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Gernbala Sidang (Pimpinan) Gereja Kristen Pejanjian
Baru, dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ; “Berbagai masalah datang
bertubi-tubi tanpa henti. Tidak heran masyarakat menjadi masyarakat yang kele-
lahan. Lelah karena menanggung masalah yang berat. Selain itu, mereka juga tidak
tahu apa yang harus mereka lakukan alias masyarakat yang sedang panik. Dan, yang
lebih parah, mereka juga tidak tahu ke mana mereka harus mencari pertolongan.
Itulah keadaan dari masyarakat yang lelah dan terlantar. (keadaan cocok dengan
gambaran Matius 9:35- 38)
Bukankah keadaan itu yang sedang dilewati oleh bangsa kita? Kegelapan moral dan
depresi ekonomi yang berat? Masyarakat yang lelah dan terlantar? Ya, itulah
sebabnya saya tidak merasa terlalu berlebihan untuk berkata bahwa Indonesia siap
menghadapi tuaian (pemurtadan) yang besar. Indonesia Siap Mengalami
Transformasi.

SIAPA DAN APA SASARAN MEREKA


Ir. Drs. Bonar Simangunsong, Msc. SE. Seorang tokoh Kristiani dalam majalah
Kristen “SPIRIT”, edisi 014, hal 9, Thn.2003,

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 8


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

menyatakan ; “… maka tidak mustahil umat Allah (umat Nasrani) akan tampil beda
dengan orang lain (umat lain), menjadi berkat untuk orang lain, bahkan memimpin
pemerintahan, perusahaan, pendidikan, dan posisi-posisi kunci, yang pada akhirnya
semuanya itu dipersembahkan untuk kemualiaan Allah.”
Dr. Iman Santoso, Koordinator Komite Pengarah Jaringan Doa Nasional, dalam
buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menjelaskan ; Apakah sebenarnya kota itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kota paling sedikit mempunyai dua dimensi
arti, yaitu kota sebagai daerah pemukiman atau kota sebagai pusat kegiatan seperti
pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya. Kota- kota dan transformasi
dalam bidang- bidang kategorial seperti anak, remaia, pemuda, mahasiswa, wanita,
pengusaha, dan lain- lain.
Sebagai contoh ; untuk di kampus mereka telah mendidik para mahasiswa/i
Kristiani untuk melakukan gerakan penginjilan dalam kampus. Salah satu bukti buku
diklat penginjilan dalam kampus, disajikan di bawah ini ;

KONSENTRASI SASARAN MEREKA DI KOTA-KOTA.


Ketika kita biasa mendengar, gerakan mereka umumnya didaerah pelosok,
maka khusus gerakan Transformasi ini justru mereka lebih menekankan bergerak di
kota-kota. Ini dikarenakan Transformasi mencakup kemenangan-kemenangan
diposisi-posisi kunci. Baik bidang ekonomi, politik, maupun budaya. Maka untuk
menuju kearah itu, secara khusus mereka membuat rumusan untuk menuju
kemenangan tersebut. Salah satu contoh buku “GEREJA SE-KOTA, YANG
MENTRANSFORMASI KOTA”

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 9


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

Pdt. Dr. Iman Santoso, Koordinator Komite Pengarah Jaringan Doa Nasional,
dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menjelaskan ;
“Sehubungan dengan itu, Dr. Bong Rin Ro, seorang teolog Asia terkemuka
mengatakan bahwa "perjuangan utama pekabaran Injil Asia akan 'dipertarungkan' di
kota-kota."
Dalam Perjanjian Baru, kita menyaksikan gerakan kebangunan umat melalui
pencerahan Roh Kudus (Kis. 2). Gereja dalam Perjanjian Baru lahir di suatu kota,
yaitu kota Yerusalem. Gerakan misi dalam Perjanjian Baru juga dimulai di suatu kota,
yaitu kota Antiokhia (Kis. 13). Melalui pengutusan Paulus clan Barnabas dari jemaat
Antiokhia, dimulailah gerakan misi ke "ujung- ujung burni".

KEYAKINAN KEBERHASILAN
Pdt. DR Ir. Niko Njotorahardjo, Gembala Sidang Gereja Bethani Indonesia,
dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA” ; “Saya percaya bahwa pada saat
gereja-gereja di Indonesia terus bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,
maka transformasi akan segera menjadi kenyataan di Indonesia”.
Demikian juga Pdt. Dr. Iman Santoso, Koordinator Komite Pengarah Jaringan
Doa Nasional, dalam buku yang sama “TRANSFORMASI INDONESIA”, menjelaskan ;
“Betapa pun kompleks dan beratnya tantangan bagi transformasi kota-kota dan
bangsa, umat Allah tetap dapat mempunyai keyakinan dan pengharapan yang besar.

DOA & PUASA NASIONAL SEBAGAI PERSIAPAN AWAL MEMASUKI MASA


TRANSFORMASI
Pdt. DR Ir. Niko Njotorahardjo, Gembala Sidang Gereja Bethani Indonesia,
dalam buku “TRANSFORMASI INDONESIA”, menulis ;
National Prayer Conference (NPC) –ditahun 2003/2004-, ini barulah gong awalnya,
tetapi kita harus memikirkan kesinambungan dan konsistensi dari gerakan kesatuan
dalam doa ini. Saya berdoa agar Tuhan memberikan kemampuan dan ketekunan
kepada kita sernua untuk terus meningkatkan kesatuan gereja lewat doa bersama
sampai kemuliaan- Nya memenuhi seluruh Indonesia.
Contoh berbagai kegiatan persiapan memasuki masa Transformasi, yang
berhasil di lacak oleh tim Arimatea ;

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 10


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
a. Prayer Summit yang dihadiri oleh para pendeta/pemimpin Kristen dari berbagai
denominasi/aliran Gereja, yang diadakan di Pantai Carita, tgl. 2-3 April 2003.
b. Konser do’a “Indonesiaku Berdoa”, yang diadakan di JHCC-Jakarta, pada tanggal 13
Februari 2003. Yang dihadiri oleh pemimpin (dan umatnya) dari berbagai
denominasi/sinode (PGI, GPDI, PII, GISI, GKRI, dll.)
c. Do’a puasa 40 hari di 400 kota diseluruh Indonesia, pada tgl. 2 April-11 Mei 2003.
d. National Prayer Conference (NPC) di Senayan Jakarta, pada tgl. 12-16 Mei 2003.
Dimana saat penutupan dihadiri oleh kurang lebih 80.000 umat Nasrani dan lebih
dari 10.000 pemimpin Kristiani/Pendeta, dari berbagai aliran gereja di Indonesia,
juga dari utusan gereja Negara India, Malaysia, Korea, Amerika, dll. Acara ini
sempat menimbulkan heboh “Pemberkatan Gusdur”. Dimana dalam sambutannya
Gusdur menyambut baik gerakan transformasi ini.
e. Konser do’a serempak di lebih 400 kota diseluruh Indonesia, pada tgl 16 Mei 2003.
f. Konser do’a di Istora senayan Jakarta, tgl. 30 juni 2003, yang dipimpin oleh
Misionaris dari Amerika, Rev. Suzette Hattingh dan misionaris lainnya. Telah diikuti
oleh puluhan ribu umat Nasrani. Juga diadakan di Surabaya pada tgl. 7-11 Juli

(Contoh Brosur/iklan kegiatan tsb diatas)


g. Do’a puasa 40 hari bagi bangsa, di 400 kota diseluruh Indonesia, pada tgl. 7 Juli –
16 Agt 2003.
h. Do’a puasa 40 hari untuk KAUM FOKUS, di 400 kota diseluruh Indonesia, pada tgl.
14 Oktober – 16 Nopember 2003.
i. Dan berbagai kegiatan lainnya.
Kegiatan membakar semangat tersebut terus mereka agendakan sampai tahun
2005 ini. Salah satu contoh iklan untuk kegiatan tahun 2005 ;

Penyusun ; Diki Candra – Sekjen ARIMATEA / 0818866978 11