Anda di halaman 1dari 2

1.

Bayi yang tidak dirujuk untuk pengobatan yang tepat Dokter: Salah satu kasus neonatal datang dari rumah sakit daerah di pinggiran kota. Dokter kandungan dan dokter anak di sana tidak memiliki hubungan yang baik. Bayi tersebut dilahirkan menggunakan forsep dan memilki cedera kelahiran yang menyebabkan haematoma pada kepala yang merupakan faktor pencetus neonatal jaundice. Jaundice harus dicari dari hari pertama. Ada riwayat transfusi exchange pada anak sebelumnya. Riwayat transfusi exchange tidak diambil. Golongan darahnya O. Jadi, cedera kelahiran, haematoma kepala, golongan darah O dan riwayat transfusi exchange pada saudara kandung, semuanya mengusulkan pemantauan neonatal jaundice pada bayi baru lahir. Meskipun demikian, dokter kandungan tidak berkonsultasi dengan dokter anak pada rumah sakit yang sama. Ia memeriksa sendiri bayi tersebut. Pada akhirnya, bayi tersebut tampak kekuningan pada kulitnya. Meskipun demikian, ia tidak merujuk bayi tersebut pada kami. Ia menyuruh ibu bayi tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter anak yang sedang praktek pribadi di daerah tersebut. Pada saat bayi tersebut tiba di sana pada hari kelima, ia tampak memiliki kern icterus. Akan tetapi, meskipun kami berupaya untuk menyelamatkan bayi tersebut dengan transfusi exchange, kondisinya memburuk dan bayi tersebut meninggal setelah dua jam transfusi exchange. Pertanyaan: 1. Ringkaslah faktor penting pada kasus ini dan tuliskan permasalahan etik yang terlibat. 2. Dari keadaan tersebut, apakah dokter ini memiliki kewajiban etik untuk menegur kurangnya kolaborasi yang berakibat fatal antara dokter kandungan dan dokter anak? Kenapa/kenapa tidak? Apa yang akan anda lakukan pada situasi yang sama?

Beneficence No. Kriteria Ada 1. Mengutamakan altruism 2. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 3. Memandang pasien/keluarga/sesuatu tak hanya sejauh menguntungkan dokter 4. Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya 5. Paternalisme bertanggung jawab/berkasih sayang 6. Menjamin kehidupan baik minimal manusia 7. Pembatasan goal-based 8. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 9. Minimalisasi akibat buruk 10. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 11. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan Tidak ada

12. 13. 14. 15. 16.

Tidak menarik honorarium di luar kepantasan Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan Mengembangkan profesi secara terus menerus Memberikan obat berkhasiat namun murah Menerapkan golden rule principle

No. Kriteria Ada 1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat pasien 2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi elektif) 3. Berterus terang 4. Menghargai privasi 5. Menjaga rahasia pasien 6. Menghargai rasionalitas pasien 7. Melaksanakan informed consent 8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri 9. Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien 10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri 11. Sabar menunggu keputusan yang akan di ambil pasien pada kasus non emergensi 12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 13. Menjaga hubungan (kontrak) Medical Indication: Quality of Life: Client preferences: Contextual Features:

Tidak ada