Anda di halaman 1dari 4

1

PGP DAN ALGORITMA DES, RSA

T erdapat banyak algoritma penyandian di dunia ini, yang paling banyak dipakai di dunia adalah DES dan RSA. Di samping DES dan RSA, masih ada banyak sandi lain seperti MD2 (dipakai GSM), IDEA, RC2, dll. Akan tetapi, DES dan RSA adalah yang paling

populer dan paling banyak dipakai. DES (Data Encryption Standard) adalah hasil inovasi IBM di tahun 1972 yang kemudian diangkat menjadi standar oleh dewan standar AS (ANSI). RSA sendiri dibuat pada tahun 1978. RSA adalah singkatan dari nama para penemunya, yaitu Ron Rivest, Adi Shamir, dan Leonard Adleman. RSA adalah salah satu algoritma penyandian yang paling banyak mengundang kontroversi, selain DES. Sejauh ini belum seorang pun yang berhasil menemukan lubang sekuriti pada DES dan RSA, tetapi tak seorang pun juga yang berhasil memberikan pembuktian ilmiah yang memuaskan

dari keamanan kedua teknik sandi ini.

Algoritma DES (Data Encryptor Standard)

DES (Data Encryption Standard) merupakan metoda yang pertama kali digunakan dalam penyimpanan password, metoda ini sudah tidak biasa digunakan lagi, karena dengan mesin-mesin modern akan didapat kecepatan cracking yang tinggi, sekitar 800.000 lebih kombinasi password per detik pada komputer dengan prosessor Pentium 4 - 2,4 GHz, sehingga bila menggunakan metoda ini password akan relatif lebih mudah di-crack. DES merupakan standar bagi USA Government, didukung ANSI dan IETF, popular untuk metode secret key, terdiri dari : 40-bit, 56-bit dan 3×56- bit (Triple DES)

Algoritma RSA (Rivest-Shamir Adleman)

RSA (Rivest-Shamir Adleman) di bidang kriptografi adalah sebuah algoritma pada enkripsi public key. RSA merupakan algoritma pertama yang cocok untuk digital signature seperti halnya ekripsi, dan salah satu yang paling maju dalam bidang kriptografi public key. RSA masih digunakan secara luas dalam protokol electronic commerce, dan dipercaya dalam mengamnkan dengan menggunakan kunci yang cukup panjang. Algortima RSA dijabarkan pada tahun 1977 oleh tiga orang : Ron Rivest, Adi Shamir dan Len Adleman dari Massachusetts Institute of Technology. Huruf RSA itu sendiri berasal dari inisial nama mereka (Rivest—Shamir—Adleman). Algoritma tersebut dipatenkan oleh Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1983 di Amerika Serikat sebagai U.S. Patent 4405829. Paten tersebut berlaku hingga 21 September 2000. Semenjak Algoritma RSA dipublikasikan sebagai aplikasi paten, regulasi di sebagian besar negara-negara lain tidak memungkinkan penggunaan paten. Hal ini menyebabkan hasil temuan Clifford Cocks di kenal secara umum, paten di

IMAM CIPTARJO - 6307130 - 2.TI.3

MAKALAH TEORI KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

2

PGP DAN ALGORITMA DES, RSA

Amerika Serikat tidak dapat mematenkannya. RSA memiliki kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan DES dan algoritma simetrik lainnya. Penyerangan yang paling umum pada RSA ialah pada penanganan masalah faktorisasi pada bilangan yang sangat besar. Apabila terdapat faktorisasi metode yang baru dan cepat telah dikembangkan, maka ada kemungkinan untuk membongkar RSA. Pada tahun 2005, bilangan faktorisasi terbesar yang digunakan secara umum ialah sepanjang 663 bit, menggunakan metode distribusi mutakhir. Kunci RSA pada umumnya sepanjang 1024—2048 bit. Beberapa pakar meyakini bahwa kunci 1024-bit ada kemungkinan dipecahkan pada waktu dekat (hal ini masih dalam perdebatan), tetapi tidak ada seorangpun yang berpendapat kunci 2048-bit akan pecah pada masa depan yang terprediksi.

Keamanan

Keamanan dari sistem kriptografi RSA adalah didasari oleh dua problem matematika:

Problem dalam faktorisasi bilangan berjumlah banyak.

Problem RSA, yaitu mencari modulo akar e n dari sebuah bilangan komposit N yang faktor-faktornya tidak diketahui.

Ancaman

Ancaman yang Mungkin Menyerang RSA Sistem pengenkripsian RSA mempunyai kemungkinan-kemungkinan kelemahan yang bisa diserang oleh para eavesdropper (penyadap, penguping), berikut adalah kelemahan- kelemahan dalam RSA yang sebaiknya dihindari:

Nilai n terlalu kecil, sehingga mudah untuk difaktorisasi

Jumlah nilai eksponen e n yang terlalu kecil

Ukuran kunci yang terlalu kecil, sehingga sandi dapat dijebol dengan brute force attack

Nilai d terlalu kecil

Pengunaan nilai modulus yang familiar, hal ini memudahkan para hacker untuk menjebol sandi yang ada

PGP (Pretty Good Privacy)

untuk menjebol sandi yang ada PGP (Pretty Good Privacy) PGP adalah singkatan dari Pretty Good P

PGP adalah singkatan dari Pretty Good Privacy, dan merupakan program komputer yang sering dipakai dalam proses kriptografi dan autentikasi pengiriman data komputer. PGP pertama diperkenalkan pada tahun 1991 oleh Philip Zimmermann untuk menyandikan data dalam pengiriman surat elektronik. Dalam proses

IMAM CIPTARJO - 6307130 - 2.TI.3

MAKALAH TEORI KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

3

PGP DAN ALGORITMA DES, RSA

penyandian data ini, PGP mengikuti standar RFC 4880. Dalam bidang kriptografi, selain PGP, terdapat metode penyandian enkripsi dan dekripsi yang lain seperti: DES, AES, RSA, dan lain lainnya. Program PGP sampai saat ini (14 Juli 2009) sudah sampai versi 9.10. Kegunaan dari program tersebut antara lain:

Mengamankan / mengenkripsi email dan instant message dalam pengiriman file atau sejenisnya

Mengamankan file dengan membungkusnya ke dalam arsip ZIP PGP.

Pada versi 9.10 sudah terdapat fasilitas untuk membuat virtual disk.

Mengamankan disk atau partisi dengan menanamkan enkripsi.

Memberikan enkripsi clipboard.

menanamkan enkripsi. • Memberikan enkripsi clipboard . GAMBAR 1 Fasilitas di PGP desktop salah satunya adalah

GAMBAR 1

Fasilitas di PGP desktop salah satunya adalah PGP Keys

Fasilitas di atas memungkinkan pada saat pembuatan kemanan file atau email yang nantinya hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Misal : membuat PGP Keys dengan nama Imam Ciptarjo. Ini memungkinkan pada saat membuat file atau folder di fasilitas PGP ZIP hanya bisa diakses oleh Imam Ciptarjo saja. Sebagai contoh saya membuat PGP ZIP dengan nama “Jarkom – Pa Peryadi”. Pada saat pemilihan Add User Keys dan Sign & Save dipilih Imam Ciptarjo sebagai user yang berhak mengakses file PGP ZIP dengan nama “Jarkom – Pa Peryadi”.

IMAM CIPTARJO - 6307130 - 2.TI.3

MAKALAH TEORI KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

4

PGP DAN ALGORITMA DES, RSA

4 PGP DAN A LGORITMA DES, RSA GAMBAR 2 Progress pembuatan file PGP ZIP “Jarkom –

GAMBAR 2

GAMBAR 2

Progress pembuatan file PGP ZIP “Jarkom – Pa Peryadi” dengan User Keys Imam Ciptarjo.

“Jarkom – Pa Peryadi” dengan User Keys Imam Ciptarjo. GAMBAR 3 Key Properties dari PGP ZIP

GAMBAR 3

Key Properties dari PGP ZIP yang dibuat

Di atas di jelaskan RSA sebagai tipe dari algoritma atau metode yang dipakai dalam mengamankan file Imam Ciptarjo. Berarti hubungan RSA dan PGP “mungkin” adalah metode atau algoritma yang digunakan dalam program PGP salah satunya adalah RSA atau Rivest-Shamir Adleman dan ada beberapa enkripsi lain seperti AES (256 bits), CAST5 (128 bits), Twofish (256 bits) Terima kasih ^_^.

IMAM CIPTARJO - 6307130 - 2.TI.3

MAKALAH TEORI KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER