Anda di halaman 1dari 17

A.

LAPORAN KASUS

Pendahuluan Laporan ini dibuat berdasarkan kasus yang diambil dari seorang pasien poket periodontal. Pasien merupakan seorang perempuan, umur 55 tahun, alamat karangkates, yang bekerja sebagai Guru SD. Tanggal : 28 Oktober 2011 I. DATA PRIBADI : Ny. P : Ds. karangkates : 55 tahun : Perempuan : Guru SD : Menikah : Islam : Jawa : Puskesmas Menderita : Perdarahan gusi

Nama Alamat Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Status Perkawinan Agama Suku Konsul dari

II. RIWAYAT KASUS 1. 2. Keluhan Utama : Pasien mengeluh gusi berdarah pada rahang atas dextra. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluh adanya perdarahan pada gusi sejak 1 minggu yang lalu. Perdarahan sebelumnya hanya sedikit dan tidak sering. Akan tetapi beberapa hari ini pasien mengeluh adanya perdarahan gusi yang mengucur (banyak) kira-kira 1 sendok makan. Perdarahan gusi terjadi pada waktu pasien diam (tidak melakukan aktivitas). Pasien mengeluh nyeri kepala sejak 10 hari yang lalu. Pasien sebelumnya sudah datang ke puskesmas, tetapi oleh dokter di puskesmas di rujuk ke rumah sakit ini.

3.

Riwayat Perawatan a. b. Gigi gigi 2 kali ke dokter gigi di puskesmas. Jar. Lunak R. Mulut dan sekitarnya perawatan/ tidak ada kelainan. : belum pernah melakukan : pasien pernah melakukan cabut

4.

Riwayat Kesehatan:
-

Kelainan darah Kelainan endokrin Gangguan nutrisi Kelainan jantung Kelainan kulit/ kelamin Gangguan pencernaan

Gangguan Respiratori Kelainan Imunologi Gangguan T. M. J Tekanan Darah 160/100 mmHg Diabetes Melitus Lain- lain. :

5.

Obat- Obatan yang telah/ sedang di jalani

Pasien tidak sedang mengkonsumsi obat- obatan. 6. Keadaan sosial/ Kebiasaan menggosok gigi 3x perhari. 7. Riwayat Penyakit Keluarga : a. Riwayat Keluarga dengan Sakit Serupa b. Riwayat Kelainan Darah c. Riwayat Endokrin d. Riwayat Diabetes melitus e. Riwayat Kelainan Jantung f. Riwayat Kelainan syaraf g. Riwayat Alergi : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga : Tidak ada kelainan di keluarga :

Status sosial ekonomi pasien cenderung menengah ke atas. Pasien mengaku

h. Riwayat Hipertensi III. PEMERIKSAAN KLINIS 1. EKSTRA ORAL a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. Muka Pipi Kiri Pipi kanan Bibir atas Bibir bawah Sudut mulut : simetris

: Ayah kandung pasien

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

Kelenjar submandibularis kiri Kelenjar submandibularis kanan Kelenjar sub mentalis Kelenjar leher Kelenjar sub lingualis Kelenjar parotis kanan/kiri Lain- lain

2. INTRA ORAL a. Mukosa labial atas Mukosa labial bawah b. Mukosa pipi kiri Mukosa pipi kanan : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal
3

c.

Bukal fold atas Bukal fold bawah

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : hiperemia (+) : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

d.

Labial fold atas Labial fold bawah

e.

Ginggiva rahang atas kanan Ginggiva rahang bawah kiri

f. g. h. i. j.

Lidah Dasar mulut Palatum Tonsil Pharing

Keterangan:
4

6-7

poket periodontal

Calculus di regio rahang atas dan bawah 8 4 4,5 radixes caries profunda caries pit and fissure

IV.

DIAGNOSA SEMENTARA 6-7 poket periodontal

Calculus di regio rahang atas dan bawah 8 4 4,5 radixes caries profunda caries pit and fissure

V.

RENCANA PERAWATAN 6-7 poket periodontal pro scaling

Calculus di regio rahang atas dan bawah pro scaling 4


8

caries profunda pro ekstraksi


radixes pro ekstraksi

1. Pengobatan R/ Albothyl FL1 S 3dd 1 ggt R/ Vit K 10 mg X S 3 dd. 1

2. Pemeriksaan Penunjang Lab. Rotgenologi Mulut/ Radiologi Lab. Patologi Anatomi Sitologi Biopsi Lab. Mikrobiologi Bakteriologi Jamur Lab. Patologi Klinik 3. Rujukan Poli Penyakit Dalam Poli THT Poli Kulit Kelamin Poli Syaraf Poli Bedah VI. DIAGNOSE AKHIR 6-7 poket periodontal

Calculus di regio rahang atas dan bawah 8 4 4,5 radixes caries profunda caries pit and fissure

LEMBAR PERAWATAN Tanggal 28 Oktober 2011 Elemen 6-7 Diagnosis Poket periodontal Therapi Scaling R/albothyl FL1 S 3dd 1 gtt R/ Vit K 10 mg X S 3 dd.1 4 Caries profunda Radixes Caries pit and fissure Pro ekstraksi Keterangan Menjaga oral higiene Kontrol rutin untuk membersihkan kalkulus Mengurangi stress pikiran

8 4,5

Pro ekstraksi Observasi

B. I.

TELAAH KASUS Anatomi dan Fisiologi Periodontal Jaringan periodontal merupakan jaringan yang mengelilingi gigi dan berfungsi

sebagai penyangga gigi yang terdiri dari ginggiva, sementum, ligamen priodontal, dan tulang alveolar. Sedangkan periodontal membran adalah jaringan ikat yang menghubungkan gigi dengan tulang alveolar atau jaringan ikat yang terletak antara prosesus alveolaris dan sementum yang mengelilingi gigi. Ginggiva Ginggiva adalah bagian mukosa mulut yang mengelilingu gigi. Ginggiva melekat pada gigi dan tulang alveolar. Pada permukaan vestibulum dikedua rahang, ginggiva secara jelas dibatasi mukosa mulut yang lebih dapat bergerak oleh garis yang bergelombang disebut perlekatan mukoginggiva. Garis demarkasi yang sama juga ditemukan pada aspek lingual mandibular antara ginggival dan mukosa mulut. Pada palatum, ginggiva menyatu dengan palatum dan tidak ada perlekatan mukoginggiva yang nyata. Ligamen periodontal Adalah suatu jaringan ikat yang melekatkan gigi ke tulang alveolar. Ligamen ini berhubungan dengan jaringan ikat ginggiva melalui saluran vaskuler di dalam tulang. Pada foramen apikal, ligamen periodontal menyatu dengan pulpa. Ligamen periodontal mengandung sel, serat- serat, dan substansi dasar. Serat ligamen periodontal ada yang berbentuk kista alveolar, horizontal, obliq dan apikal. Suplai darah melalui cabang arteri alveolar yaitu cabang arteri interdental. Periodontal membran terdiri dari : a. b. c. Serabut-serabut jaringan ikat yang dinamakan Charpeys Fiber Sel-sel jaringan ikat Pembuluh darah, pembuluh limfe dan urat syaraf
8

Sementum Merupakan jaringan terminal yang menutupi akar gigi yang strukturnya mempunyai beberapa kesamaan dengan tulang kompakta dengan perbedaan semnetum bersifat avaskuler. Sementum membentuk lapisan yang sangat tipis pada daerah servikal akar dan tebalnya bertambah pad adaerah apikal. Tulang alveolar Bagian mandibula atau maksila yang menjadi lokasi gigi di sebut sebagai prosesus alveolar. Alveoli untuk gigi ditemukan di dalam prosesus alveolar dan tulang yang membatasi alveoli disebut tulang alveolar. Tulang alveolar berlubang- lubang karena banyak saluran Volkman yang mengandung pembuluh darah pensuplai ligamen periodontal.

Gambar 1. Anatomi periodontal

Fungsi periodontal membran : a. b. c. d. e. Meneruskan daya kunyah ke tulang alveol Melekatkan gigi pada tulang Mempertahankan jaringan gingiva pada tempatnya Menghilangkan tekanan dari luar Meresorbsi dan memperbaiki cementum dan tulang alveol
9

f. g. h. 2.

Mengganti periodontal ligament dengan yang baru Sebagai fungsi sensoris, artinya meneruskan rangsangan dari saraf, misal dari apeks gigi ke otak Memberi makanan pada jaringan penyangga gigi lain melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe. Poket Periodontal Pengertian Periodontal Poket : jaringan penyangga gigi atau pendukung gigi : sulcus ginggiva yang bertambah dalam.

Poket periodontal adalah sulcus ginggiva yang bertambah dalam secara patologis, yang disebabkan oleh kelainan periodontal dengan kedalaman > 2 mm. Menurut Glickman marphologis periodontal poket dibagi : 1. Relative Poket/Pseudo Poket Terjadi karena pembesaran gingiva tanpa disertai kerusakan jaringan periodontal dasar. Sulcus yang dalam karena peningkatan bagian ginggiva. 2. Absolut Poket. Tipe poket ini terjadi dengan kerusakan jaringan pendukung periodontal. Pendalaman poket yang progresif membuat kerusakan jaringan pendukung periodontal dan kehilangan gigi. Absolut poket periodontal dibagi menjadi: A. Berdasarkan posisi dasar poket terhadap tulang alveolar Suprabony (Supracrestal atau supra-alveolar), dimana dasar poket adalah korona tulang alveolar dasar. Infrabony (Intrabony, subcrestal, atau intralveolar), dimana dasar poket adalah apikal sampai permukaan tulang alveolar. Pada tipe kedua ini dinding poket lateral berada antara permukaan gigi dan tulang alveolar.

10

B. C.

Berdasar kedalaman sulcus ginggiva Fals poket poket palsu True poket poket sebenarnya Berdasar jumlah permukaannya Simple poket hanya 1 permukaan gigi Compound poket terdapat 2 permukaan gigi Compleks poket letak dan dasarnya tidak pada satu permukaan gigi dengan bagian marginal. Poket dapat meliputi satu, dua, atau lebih permukaan gigi dan dapat berbeda

kedalaman dan jenis pada permukaan yang berbeda pada gigi yang samadan pada permukaan approksimal pada ruang interdental yang sama. Poket bisa spiral (berasal dari satu permukaan gigi dan berliku- liku mengelilingi gigi termasuk satu atau lebih permukaan tambahan). Poket ini paling umum pada daerah percabangan. Penyebab poket periodontal ada 3 faktor: Faktor lokal : kalkulus, infeksi, dan food impaction Faktor sistemik :pengaruh makanan,

pengaruh kelenjar endokrin, kelainan darah. Faktor idiopatik diketahui. Gambaran Klinis poket periodontal
Rasa sakit/rasa tekanan yang kadang-kadang timbul

: penyebab yang beleum

11

Bau tidak enak pada tempat-tempat tertentu Rasa sakit yang dalam dari tulang(ostelitis) Gatal-gatal pada gusi Sensitive terhadap panas dan dingin Rasa sakit pada gigi tanpa karies

Tanda klinis Poket Periodontal


Warna dinding poket merah tua sampai kebiruan Permukaan halus dan mengkilap, stippling hilang karena adanya edema
Gingival margin membengkak sampai kadang-kadang menutupi sebagian email Dinding poket mudah diangkat dari permukaan gigi . Papila interdental menghilang

12

Tekanan pd dinding marginal

poket

akan

mengaki-batkan

keluarnya

eksudat

dari

Gigi goyang , migrasi dan elongasi Bila ditusuk pelan-pelan dengan sonde pada permukaan dalam dari poket

akan terasa sakit dan berdarah .

Patogenesa Poket periodontal disebabkan oleh mikroorganisme dan produk- produknya, yang membuat perubahan jaringan patologi sehingga menyebabkan pendalaman dari slucus ginggiva. Pada dasar kedalaman, kadang- kadang sulit untuk membedakan kedalaman sulcus normal dengan poket periodontal dangkal. Perubahan meliputi transisi dari sulcus ginggiva normal ke patologis poket periodontal dihubungkan dengan perbedaan proporsi sel- sel bakteri pada gigi. Ginggiva sehat dihubungkan dengan dengan beberapa beberapa mikroorganisme, paling banyak sel coccus dan batang. Formasi poket dimulai dari inflamasi di dinding jaringan ikat sulcus ginggiva yang disebabkan bakteri plak. Sel dan eksudat inflamasi menyebabkan degenerasi sekitar jaringan ikat termasuk serabut ginggiva. Sebagai akibat dari kehilangan kolagen, bagian apikal epitelium junction berproliferasi sepanjang akar, pemanjangan seperti proyeksi dua atau tiga jari. Bagian korona epitelium jungtion melepaskan atau memisahkan dari akar sebagai migrasi bagian apikal. Sebagai hasil inflamasi, PMN
13

menginvasi ujung korona epitelium jungtion dalam meningkatkan jumlahnya. Dengan meneruskan inflamasi, ginggiva meningkatkan bagian terbesar dan puncak margin ginggiva memperpanjang ke mahkota. Epitelium junction melanjutkan migrasi sepanjang akar dan memisahkannya. Epitelium dinding lateral poket berproliferasi ke dalam bentuk bulat, seperti pemanjangan kawat ke dalam inflamasi jaringan ikat. Leukosit dan edema akibat inflamasi jaringan ikat berfiltrasi ke lapisan epitelium poket, menghasilkan berbagai derajad degenerasi dan nekrosis. Plak inflamasi ginggiva formasi poket formasi lebih banyak plak.
Korelasi gejala klinik dengan histopatologi poket periodontal

Penatalaksanaan Dalam terapi ini meliputi :

14

1. Menghilangkan atau mengurangi dalamnya periodontal poket menjadi sedalam sulkus gingiva. 2. Mengembalikan keadaan sehat dari gingiva Adapun cara perawatan poket : 1. Secara Conservative yaitu : a. Scalling membersihkan kalkulus b. Curettage dan root planing membersihkan jaringan necrotic permukaan akar dan menghaluskannya. 2. Secara Radikal yaitu : a. Gingivaktomy yaitu pengambilan gingiva yang tidak sehat yang membentuk dinding poket yang disertai dengan scaling dan root planing b. Flap approach - Pada gingivaktomy semua jaringan yang mengalami kelainan dikeluarkan seluruhnya. Pada Flap approach jaringan yang mengalami keradangan kemungkinan masih tertinggal tapi pada poket yang sangat dalam dan terjadi kerusakan yang banyak dari tulang, cara ini lebih banyak dilakukan. 3. Calculus Definisi Kalkulus/ tartar/karang gigi adalah lapisan kerak berwarna kuning yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi. Patofisiologi Kalkulus terbentuk dari dental plak yang mengeras pada gigi dan menetap dalam waktu yang lama. Dental plak merupakan tempat yang ideal bagi mikroorganisme mulut, karena terlindung dari pembersihan alami oleh lidah maupun saliva. akumulasi plak juga dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi gusi. Jika akumulasi plak terlalu berat, dapat menyebabkann periodontitis. Sementara kalkulus, dari

15

membuat dental plak melekat pada gusi atau gigi yang sulit dilepaskan sehingga dapat menimbulkan plak selanjutnya. Kalkulus dapat terbentu diatas gusi atau supraginggival, atau pada sulcus, yaitu saluran antara gigi dan gusi. Ketika terjadi plak supraginggival, maka bakteri yang terkandung didalamnya hampir semuanya bakteri aerobik. Plak subginggival terutama mengandung bakteri anaerobik, yaitu bakteri yang tidak dapat hidup dilingkungan yang penuh oksigen. Bakteri anaerobik inilah yang berbahaya bagi gusi dan jaringan yang menempel pada gigi, yang menimbulkan periodontitis. Pada umumnya orang yang mengalami periodontitis memiliki deposit kalkulus subginggival. Terapi Untuk menghilangkan dental plak dan kalkulus perlu dilakukan scaling atau root planing, yang merupakan terapi periodontal konvensional atau non surgical. Terapi ini selain mencegah inflamasi juga mmbantu periodontal bebas dari penyakit. Prosedur scaling menghilangkan plak, kalkulus dan noda dari permukaan gigi maupun akarnya. Prosedur lain adalah root planning, terapi khusus yang menghilangkan sementum dan permukaan dentin yang ditumbuh kalkulus, mikroorganisme serta racun-racunnya. Scalling dan root planning digolongkan sebagai deep cleaning, dilakukan dengan peralatan khusus seperti alat ultrasonik, seperti periodontal scaler dan kuret. Selain dilakukan scealing dan planing dapat diberikan antibiotik atau penggunaan obat kumur untuk mengontrol terjadinya infeksi dan mendorong perbaikan pada gigi. Antibiotik atau obat kumur juga dapat direkomendasikan untuk mengontrol pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan periodontitis. Salah satu obat kumur yan mengandung povidone-iodine dapat digunakan untuk membantu mencegah terjadinya infeksi dalam mulut.

16

17