Anda di halaman 1dari 15

Blog : http://10dosabesar.blogspot.

com

Twitter : @10dosabesar

10 DOSA BESAR
Jilid Ke-1 Dari 2 (dua) Jilid
Kesimpulan Tausiyah : Ustadz Yusuf Mansur
Disusun Oleh : Hamba Allah

Semoga menjadi bacaan yang bermanfaat untuk mendeteksi apakah saat ini kita sedang berada dalam Ujian Allah, ataukah Azab (Hukuman) Allah? Segeralah TAUBATAN NASUUHA!!
Link YouTube :
http://www.youtube.com/watch?v=t1d6OLW2Hjc http://www.youtube.com/watch?v=wSJvTjLb1j8 http://www.youtube.com/watch?v=6_Y_AKmFekg http://www.youtube.com/watch?v=Wrp7oxGEErU

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com
Pendahuluan dari Penulis Assalamualaikum Wr. Wb.

Twitter : @10dosabesar

E-book ini adalah kesimpulan yang penulis coba susun berdasarkan Tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Yusuf Mansur (YM) dalam beberapa video yang penulis dapatkan dari YouTube. Beberapa hal yang Ust. YM sampaikan pernah penulis alami sendiri. Untuk itu penulis bisa memastikan bahwa apa-apa yang Ust. YM sampaikan dalam video ini adalah benar adanya. Dan e-book ini penulis susun agar tidak ada lagi Saudaraku yang mengalami azab (hukuman) Allah tanpa menyadarinya. Setelah menonton video tersebut, penulis merenung berintrospeksi diri (muhasabah) hingga akhirnya penulis menyadari bahwa apa-apa yang dituangkan dalam Al Quranul Kariim betul-betul apa adanya (punish and reward yang sangat-sangat jelas), jika kita berusaha mempelajari arti serta maknanya. Namun jika kita tidak berusaha mempelajari untuk mengerti, akan sulit mengambil maksud dari ayatayat punish and reward tersebut. Jadi Saudaraku, dekatkanlah kepada Al Quran segera. Dan bahwa Al Quranul Kariim itu penuh dengan kiasan-kiasan yang memang seharusnya kita sebagai Muslim - yang sudah ber-syahadat (Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah) yang merupakan perjanjian (ijab) kita dengan Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta dan Sang Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi harus kita patuhi dan melaksanakan apa-apa yang tertuang dalam surat-surat perjanjian tersebut yang semuanya tertuang dalam Al Quran yang sangat mulia. Akan Saudaraku temukan jika dalam Al Quran dicantumkan terjemahan kata; Kebun, Memantik Api, itu maksudnya ladang usaha dan kantor pekerjaan kita. Buah-buahan, Kurma, Anggur adalah hasil usaha atau hasil pekerjaan kita. Sedangkan jika membaca Neraka, maksudnya adalah kesusahan, kesempitan, dan kesulitan yang kita rasakan saat ini. Surga adalah kebahagiaan, kesuksesan yang kita alami di dunia sekarang ini, yang kedua hal tersebut sesungguhnya merupakan gambaran kehidupan di akherat nanti. Ada yang bilang; Dunia Merupakan Akherat Kecil, itu sangat benar adanya. Subhanallah. Jika saja kesulitan yang kita alami saat ini sudah menyiksa kita, apakah tidak menyiksa lagi api neraka yang akan menghanguskan tubuh kita nanti? Jika saja kebahagiaan yang kita alami saat ini sudah membuat kita nyaman, apakah tidak lebih nyaman lagi kehidupan surga yang akan kita rasakan nanti? Akhirnya penulis berharap agar apa-apa yang penulis alami, tidak Saudara-saudaraku alami juga karena sesungguhnya azab (hukuman) Allah Taala itu sangat-sangat pedih. Astaghfirullaahaladzhiim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum wa atuubu ilaih taubatan nasuuha. Taubata abdin zhoolimin laa yamliku linafsih dhorron wala nafan wala mautan wala hayatan wala nusyuuro. Amiin ya Robbalaalamiin. Mari kita segera lakukan introspeksi diri, ajaklah anak-anak, isteri dan suami kita untuk mencari DOSA-DOSA BESAR apa yang pernah dilakukan sejak kita akhil baligh hingga saat ini yang mana dosa-dosa besar tersebut belum kita pernah mintakan Taubatnya (Shalat Taubat) kepada Allah SWT, karena bisa jadi dosa yang tahunan bahkan puluhan tahun itulah yang menyebabkan beratnya langkah-langkah kita meraih kesuksesan dunia dan akherat, sehingga pada akhirnya akibat dosa tersebut harus ditanggung oleh anak dan isteri / suami (Keluarga) kita. Naudzubillaahi min dzalik. Wallahu alam bish-showwab. Wassalamualaikum Wr. Wb. 2

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

10 Dosa Besar Dari Tausiyah Ust. Yusuf Mansur 10 Dosa Besar : 1. Syirik dan Menyekutukan Allah 2. Meninggalkan Shalat 3. Durhaka Terhadap Orangtua 4. Zina dan Mendekati Zina 5. Harta Haram dari Rezeki yang Haram 6. Judi, Minum Minuman Keras, dan Narkoba 7. Memutus Silaturahim 8. Menuduh Orang Berzina, Saksi Palsu, Berbohong 9. Kikir dan Pelit 10. Ghibah dan Bergunjing Berdasarkan penelitian Ustadz Yusuf Mansur (YM), semua masalah timbul dan di awali karena perbuatan dosa. 70% diantaranya karena 4 (empat) dosa pertama dari urutan di atas. Olehkarena itu, jika kita tertimpa masalah, segera lakukan muhasabah (introspeksi diri) dan mengingat-ingat kesalahan-kesalahan apa yang telah kita perbuat. Lalu segeralah lakukan TAUBATAN NASUUHA dengan Shalat Taubat. Ibaratnya jika lantai basah karena rumah bocor, akan percuma jika hanya di lap lantainya saja, tetapi tambal dulu kebocoran atapnya, baru setelah itu lantainya di lap. Temukan Dulu Penyebabnya, maka akan Mudah Ditemukan Obatnya.

QS. Al Baqarah [2] : 10

fii quluubihim marodhun fazaadahumullaahu marodhoo walahum 'adzaabun aliimum-bimaa kaanuu yakdzibuun Artinya : Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Namun di hati manusia memang terdapat hijab (penghalang) yang sering menyulitkan orang untuk sadar akan perbuatan dosanya. Hijab tersebut merupakan Penyakit Hati yaitu; keserakahan, kerakusan, kesombongan, tidak mau mengakui kesalahan sendiri, tidak mau mengakui kekurangan, dsb. Karena Penyakit Hati Itu, maka Terjadilah 10 Dosa Besar Berikut adalah beberapa kisah dan ayat yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari : 3

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Kisah 1 : QS. Al Baqarah [2] : 266

ayawaddu ahadukum an takuuna lahu jannatum-min nakhiilin wa-a'naabin tajrii min tahtihal-anhaaru lahu fiihaa min kullits-tsamarooti wa-ashoo bahul kibaru wa lahu dzurriyyatun dhu'afaa-u fa-ashoo bahaa i'shoorun fiihi naarun fahtaroqot kadzaalika yubayyinullaahu lakumul-aayaati la'allakum tatafakkaruun Artinya : Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecilkecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. Kejadian tahun 2003, seorang kakak yang sudah tua, merasa kesal karena kalah di pengadilan saat adiknya menggugat rumah satu-satunya yang dimilikinya. Usaha konveksi yang dimilikinya sudah lama bangkrut, padahal dulunya dia jaya, semua adik-adiknya dibiayai kuliah oleh sang kakak dari usaha konveksinya itu. Tapi saat dia sudah tua, usaha konveksinya sudah tidak ada, adik-adiknya malah ingin mengambil rumah yang dimilikinya itu. Dulu saat membeli rumah yang ditinggalinya itu, sang kakak menyuruh adiknya untuk membelikan, kuitansi atas nama sang adik. Lama kemudian sang adik membuatkan sertifikat atas nama sang adik. Otomatis di pengadilan sang adiklah yang menang. Setelah di usut ke belakang - atas pengakuan sang kakak - ternyata modal usaha konveksi yang dimulai tahun 1985 itu lalu bangkrut beberapa tahun kemudian, berasal dari menjual tanah orangtua mereka tanpa sepengetahuan orangtua dan adik-adiknya itu. Ust. YM mengatakan bahwa sampai kapanpun dan sampai tingkat pengadilan manapun sang kakak tidak akan menang karena hitam di atas putihnya bukan atas nama dia. Dan yang lebih utama lagi, bahwa yang diperjuangkan adalah harta yang bukan hak sang kakak. Harta yang Berasal dari Sumber yang Haram, Akan Tumbuh Menjadi Cabang-cabang yang Haram Pula. Selanjutnya Ust. YM menyarankan agar sang kakak : 1. Bertaubat kepada Allah SWT dengan Taubatan Nasuuha, 4

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

2. Memanggil adik-adiknya dan berterus-terang sambil minta maaf, 3. Lalu menyerahkan rumah yang ditinggalinya itu kepada adik-adiknya supaya saat sang kakak meninggal, kondisinya sudah bersih, Laa haula wala quwwata illa billaahil aliiyil azhiim, 4. Bersama-sama adik-adik berziarah ke makam orangtua mereka. Semoga Allah SWT memaafkan dosa sang kakak dan orangtua mereka pun tenang di akhirat. Berikut adalah ayat yang menyuruh manusia melakukan Taubatan Nasuuha (taubat yang sesungguhnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa) : QS. At-Tahrim [66] : 8

yaa ayyuhaalladziina aamanuu tuubuu ilaallaahi tawbatan nashuuhan 'asaa robbukum ay-yukaffiro 'ankum sayyi-aatikum wayud-khilakum jannaatin tajrii min tahtihal-anhaaru yawma laa yukhzillaahunnabiyya walladziina aamanuu ma'ahu nuuruhum yas'aa bayna aydiihim wabi-aymaanihim yaquuluuna Robbanaa atmim lanaa nuuronaa waghfir lanaa innaka 'alaa kulli syay-in qadiir Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Hikmah QS. At-Tahrim [66] : 8 Jika seseorang terkena masalah, yang terpenting adalah TAUBAT DULU. Kejarlah AMPUNAN ALLAH, Cinta-Nya, Kasih Sayang-Nya, Ridho-Nya, dan Pertolongan-Nya. Soal dikejar waktu karena suatu masalah, insya Allah atas izin Allah waktu pun akan dapat Dia mundurkan. Kalau hanya mencari solusi tapi tanpa mengejar ampunan (maghfiroh) Allah, maka akan binasalah kita.

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Dari ayat di atas, apakah Ganjaran buat Orang yang Taubatan Nasuuha (hijrah dari mengerjakan kejahatan menjadi mengerjakan kebaikan)?

1. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu.


Allah akan menutupi kesalahan-kesalahan kita yang lalu. 2. Dan memasukkanmu ke dalam jannah (surga) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Baru setelah itu Allah berikan surga. Surga disini juga kiasan. Seperti; surga buat orang yang berhutang adalah dilunasi hutangnya, surga buat yang punya jodoh adalah diberikan jodohnya, surga buat orang yang sedang berharap suatu proyek adalah sukses proyek atau usahanya itu. 3. Terakhir, berdoalah; "Robbanaa atmin lanaa nuurona waghfir lanaa, innaka alaa kulli syai-in qodiir. Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Maka Allah-lah yang akan menyempurnakan semua masalah kita. Jadi, ditutup dulu kesalahannya, baru muncul surganya, lalu Allah menyempurnakan semuanya. Lanjutan kisah di atas; Ternyata tanpa sepengetahuan sang kakak, sebelum meninggal Ibunya bercerita soal tanah yang dijual sang kakak kepada adik-adiknya itu. Adik-adiknya lalu berpikir bahwa Ibunya sakit lalu meninggal karena memikirkan ulah sang kakak. Maka adik-adiknya yang sudah biayai sekolah oleh sang kakak ini pun marah lalu menggugat rumah yang ditinggali sang kakak. Singkat kata saat sang kakak meminta maaf dan menyerahkan rumah tersebut kepada adik-adiknya, Subhanallah, adik-adiknya kemudian bilang kepada sang kakak, bahwa mereka hanya ingin kakaknya ini sadar. Lalu adik-adiknya menyerahkan kembali rumah tersebut kepada sang kakak, malah ingin memberi modal buat usaha baru yang ingin dikerjakan oleh kakaknya itu. Hikmah QS. Al-Baqarah [2] : 266 dengan Kisah di atas : Dari ayat di atas, dikiaskan bahwa kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungaisungai adalah suatu usaha atau perusahaan, dalam kisah di atas adalah usaha konveksi sang kakak. Lalu, dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, adalah usaha tersebut maju dan sukses. Namun, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Saat sang kakak tua, usahanya itu bangkrut. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Malah rumah yang tersisa ingin diambil orang.

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Kisah 2 : Tahun 2003, datanglah sepasang suami isteri yang penampilannya sholeh dan sholehah. Sejak pernikahan 7 (tujuh) tahun lalu, sang suami masih belum bekerja. Mengirim lamaran pekerjaan sudah kemana-mana, mencoba usaha tapi jatuhnya malah berhutang karena usaha bangkrut. Sang isteri bekerja sebagai guru dan kelihatan sholehah. Ust. YM berpikir bahwa kemungkinan kesalahan bukan dari sang istri. Namun sang suami juga tidak kurang tampak sholehnya. Dari penuturannya, sang suami rajin beribadah dan seorang muazin. Maka Ust. YM ber-husnudzon, oleh beliau hanya ditanyakan 9 (sembilan) dosa besar, kecuali nomor 4 (empat) yaitu zina. Dari yang sembilan tersebut, sang suami menolak keras. Kemudian Ust. YM meminta sang isteri untuk keluar ruangan, maka ditanyakanlah yang nomor empat. Reaksi sang suami langsung menangis.

Dari perjalanan Ust. YM mengamati perjalanan hidup orang-orang sholeh, bahwa; MENUJULAH KEPADA ALLAH SINGKIRKAN APA YANG KITA KEHENDAKI DAN MENUJULAH KITA KEPADA APA YANG ALLAH KEHENDAKI, MAKA KITA AKAN MENDAPATKAN SEMUA YANG KITA INGINI. Sebab kalau kita cenderung kepada dunia yang Allah miliki ini, Allah cenderung membiarkan kita mencari dan terus mencari. Banyak orang yang gagal melunasi hutang karena targetnya adalah melunasi hutang, banyak orang yang gagal mendapatkan anak karena yang dia kejar hanya anak keturunan, banyak orang yang gagal membentuk imperium usaha karena yang dia kejar hanya hasil usaha itu. Andaipun ada yang dia dapat, itu adalah yang sudah digariskan oleh Allah. Selanjutnya Ust. YM bilang bahwa daripada mencari pekerjaan, lebih baik mencari Allah. Jadilah Seperti yang Allah Ridhoi, Jangan Menjadi Seperti yang Kita Ingini.

Hikmah QS. Al-Baqarah [2] : 14 18 QS. Al-Baqarah [2] : 14

wa-idzaa laquulladziina aamanuu qooluu aamannaa wa-idzaa kholaw ilaa syayaathii nihim qooluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustah zi-uun Artinya : 7

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". QS. Al-Baqarah [2] : 15

allaahu yastahzi-u bihim wayamudduhum fii thugh-yaanihim ya'mahuun Artinya : Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Dari ayat QS. Al-Baqarah [2] : 14 di atas menyebutkan orang yang Memperolok-olok Allah atau Mempermainkan Allah. Yaitu orang yang tadinya sudah beriman, lalu bertaubat, tetapi kemudian tergelincir dosa lagi, atau Tomat (Tobat lalu Kumat). Ini adalah memperolok-olok Allah. Maka di ayat Al Baqarah [2] : 15, Allah mengancam untuk Membalas mempermainkan mereka.

BAGAIMANA CARA ALLAH MEMBALAS MEMPERMAINKAN KITA? Kejadian sehari-hari; suatu saat orang mendapat suatu proyek pekerjaan, untuk modal proyek, rumahnya digadaikan ke bank. Saat proyek sudah selesai dan ingin menagih dana proyek, perusahaan pemilik proyeknya pailit. Maka tagihan tersebut tak tertagih, rumahnya pun disita oleh bank. QS. Al-Baqarah [2] : 16

ulaa-ikalladziinasy-tarowuudh-dholaa muhtadiin

lata

bilhudaa famaa robihat-tijaarotuhum

wamaa

kaanuu

Artinya : Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Permisalan dengan ayat di atas adalah; kita sudah nyaman bekerja di suatu kantor, tapi tergiur melihat kekayaan orang lain. Lalu kita pindah ke kantor lain, namun ternyata di kantor lain itu malah lebih buruk keadaannya. Pindah lagi bekerja di tempat lain, hal yang sama kita dapatkan. Lalu kita berhenti bekerja dan mencoba berusaha, namun usahanya malah bangkrut. Jika terjadi seperti itu maka segeralah bertaubat. Karena bisa jadi kita sedang di azab Allah. QS. Al-Baqarah [2] : 17

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

matsaluhum kamatsalilladziis tawqoda naaron falammaa adhoo-at maahawlahu dzahaballaahu binuurihim watarokahum fii zhulumaatil-laa yubshiruun Artinya : Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Contohnya; Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka. Artinya; Allah akan membiarkan orang itu membuat suatu perniagaan, perdagangan, usaha, proyek, dsb. (dikiaskan dengan menyalakan/memantik api), namun ketika usaha itu akan berhasil, balik modal, proyek akan menang, dsb., usaha tersebut malah bangkrut. Atau; surat lamaran dikirimkan, lalu datang surat panggilan, interview, dan diterima bekerja. Namun sehari sebelum bekerja ada kabar kalau Direksi perusahaan menitipkan keponakannya untuk mengisi posisi itu. Kejadian di atas terjadi berulang-ulang. Begitulah cara Allah mempermainkan kita. Jika Seseorang Tersesat, lalu Allah Memberikan Petunjuk-Nya, namun Orang Itu Sesat Lagi, maka Tidak Akan Pernah Berhasil Perniagaan (Usaha) Apapun yang Dilakukan Orang Itu Kecuali Dia Ber-Taubatan Nasuuha. Lalu bagaimana setelah Allah mempermainkan kita? Dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Allah akan meninggalkan kita dan membiarkan kita berada dalam kegelapan. Naudzubillaahi min dzalik. QS. Al-Baqarah [2] : 18

shummum bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun Artinya : Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Ayat di atas berisi ancaman Allah, bahwa ORANG FASIK (orang yang sudah menerima petunjuk Allah namun tersesat lagi) tersebut, tidak akan bisa menerima petunjuk dan tidak akan kembali ke jalan yang benar. Naudzubillaahi min dzalik.

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Sesungguhnya Dalam Hidup Ini Cuma Ada 2 (dua) Hal Yaitu : 1. Ujian Misalnya; seorang anak kelas enam SD, maka untuk lulus dia harus menjalani ujian akhir yang lamanya hanya beberapa hari. Jika bisa lulus maka dia akan lulus SD atau naik tingkat. Ciri Ujian : Ringan, tidak menguras tenaga dan pikiran, Sebentar waktunya, malah dapat berlalu dengan sendirinya, Dapat dijalani dengan sabar (Kuncinya = SABAR), Setelah ujian lewat, hasil yang diterimanya justru bertambah.

Hikmah QS. Al Baqarah [2] : 155 - 157 QS. Al-Baqarah [2] : 155

Walanab-luwannakum bi syay-in minal khowfi wal juu'i wa naqshim-minal amwaali wal-anfusi watstsamarooti wabasy-syirish-shoobiriin Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang SABAR. Dari ayat di atas; 5 Ujian yang akan Allah berikan kepada manusia adalah : a. b. c. d. e. Ketakutan Kelaparan Kekurangan Harta Menyangkut Jiwa (Diri Sendiri, Anak, Isteri, Suami, Keluarga) Menyangkut Buah-buahan (Pekerjaan, Usaha)

QS. Al-Baqarah [2] : 156 10

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

alladziina idzaa ashoobat-hum mushiibatun qooluu innaa lillaahi wa-innaa ilayhi rooji'uun

Artinya : (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun". Kabar gembira bagi orang-orang yang sabar yang ketika di uji Allah mereka mengembalikan masalahnya kepada Allah sambil mengucapkan; Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun. QS. Al-Baqarah [2] : 157

ulaa-ika 'alayhim sholawaatum-mir-robbihim warohmatun wa ulaa-ika humul muhtaduun Artinya : Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Ulaa-ika 'alayhim sholawaatum-mir-robbihim. Orang-orang yang sabar itu akan mendapat sholawat dari Allah. Apakah arti sholawat itu? Sholawat disini adalah; dukungan, support, gift, hadiah, pemberian dari Allah SWT. Warohmatun wa ulaa-ika humul muhtaduun. Yaitu kasih sayang dan petunjuk langsung dari Allah SWT.

Contoh kisah dari Sholawatum-mir-robbihim wa rohmah : Seorang guru yang sholeh kehilangan motor yang dibelinya dari uang yang halal. Karena guru ini orang yang baik dan sayang kepada murid-muridnya, para murid mengumpulkan uang untuk sang guru. Uang tersebut tentu saja tidak cukup untuk membeli motor, orangtua para murid mendengar hal ini maka mereka saling iuran untuk membantu. Akhirnya motor baru didapat, malah dapat bonus satu buah sepeda. 2. Azab (Hukuman) HATI-HATI!!! Azab Allah diturunkan ketika seseorang mengerjakan diantara 10 Dosa Besar !!! Ciri Azab : Grafik kehidupan menurun drastis, Sangat berat dijalani, Banyak menguras pikiran, Waktunya lama (bertahun-tahun), 11

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Hasil usaha / pendapatan berkurang tapi masalah (misalnya hutang) malah makin bertambah

QS. As-Sajdah [32] : 20

wa-ammaalladziina fasaquu fama waahumunnaaru kullamaa arooduu ay-yakhrujuu minhaa u'iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu 'adzaaban-naarilladzii kuntum bihi tukadzdzibuun Artinya : Dan adapun orang-orang yang FASIK (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya". Hikmah QS. As Sajdah [32] : 20 Dalam kondisi azab, ibaratnya seperti ular yang akan keluar dari lubangnya, namun Allah memasukkan lagi ular itu ke dalam lubang. Jadi setiap kali orang itu mau keluar dari neraka (kiasan Al-Quran untuk; kesusahan, kesempitan, dsb.), ditarik lagi oleh Allah. Begitu seterusnya sehingga mereka kekal di dalam kesusahan itu. Naudzubillaahi min dzalik. Jika Ada Allah Dalam Kehidupan Kita, Apapun Kejadiannya; Selalu Indah. Jika Tidak Ada Allah Dalam Kehidupan Kita, Apapun Kejadiannya; Selalu Jelek. Contoh dari kalimat di atas : Seseorang dapat tender tapi dia bilang; Ya Allah kita kej ar-kejar sebulan tapi cuman dapet segini..? Tidak Bersyukur karena Tidak Ada Allah.

12

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Kisah 3 : Ada lagi sepasang suami-isteri yang datang; Mohon doanya Stadz, isteri saya setiap hamil selalu keguguran. Selidik punya selidik ternyata mereka sejak pacaran dulu sudah berzina. Setiap hamil digugurkan, begitu terus. Allah menjawab hal itu dengan ayat dibawah ini : Hikmah QS. Thahaa [20] : 124 - 127 QS. Thahaa [20] : 124

waman a'rodho 'an dzikrii fa-inna lahu ma'iisyatan dhonkaa wanahsyuruhu yawmal qiyaamati a'maa Artinya : Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". waman a'rodho 'an dzikrii Barangsiapa yang lupa kepada-Ku, lupa peringatan-Ku, lupa rizqi-Ku, lupa siapa yang memberi mata, memberi lisan, memberi hati, memberi telinga, kaki tangan, uang, kesempatan, kehidupan. fa-inna lahu ma'iisyatan dhonkaa Maka Aku akan berikan dia kehidupan yang sempit. Dhongkaa disini bisa di artikan bahwa Allah mengalungkan kita dengan KESUSAHAN. Dan tidak ada yang dapat melepaskan Kalung Kesusahan tersebut kecuali Allah Azza Wa Jalla. Naudzubillaahi min dzalik. wanahsyuruhu yawmalqiyaamati a'maa Dan akan kami bangkitkan dia dalam keadaan buta.

QS. Thahaa [20] : 125 - 127

13

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

qoola Robbi lima hasyartanii a'maa waqod kuntu bashiiroo

Artinya : Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

qoola kadzaalika atatka aayaatunaa fanasiitahaa wakadzaalikal yawma tunsaa Artinya : Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan".

wakadzaalika najzii man asrofa walam yumim-bi-aayaati robbihi wala 'adzaabul-aakhiroti asyaddu wa-abqoo Artinya : Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. Hikmah QS. Thahaa [20] : 125 127 Dilupakan oleh anak dan isteri saja kita menangis, ini dilupakan oleh Allah yang menciptakan kita di hari yang tanpa pertolongan. Dan ketahuilah jika azab dunia saja sudah membuat kamu merinding, apalagi azab akhirat nanti. Kaitannya dengan cerita di atas, bisa jadi Allah sedang marah kepada sepasang suami isteri tersebut sehingga tidak memberikan mereka keturunan.

Bersambung ke Jilid 2 Mohon maaf, e-book ini penulis bagi menjadi 2 (dua) Jilid agar tidak terlalu berat saat mendownloadnya

14

Blog : http://10dosabesar.blogspot.com

Twitter : @10dosabesar

Penulis berharap agar yang Jilid 2 juga di download karena justru disana terdapat penjelasan mengenai Taubat.

Banyak Terimakasih Atas Perhatiannya.

15