Anda di halaman 1dari 13

HALAMAN PENGESAHAN

No.Percobaan Judul : : 01 Pembangkit Gelombang Trapesium

Nama

Albert Han Suhatra

No.Bp Kelas/Kelompok Dosen Pembimbing

: : :

1101043033 III B EC Mandiri/04 1. Hendrick, ST, MT. 2. Yulastri, ST, MT.

Tgl. Percobaan Tgl. Penyerahan Keterangan Nilai

: : : :

01 Oktober 2013 08 Oktober 2013

1|Albert Han Suhatra

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Elka Industri ini yang berjudul Pembangkit Gelombang Trapesium. Selanjutnya salawat dan salam juga penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Penulisan laporan ini tidak mungkin dapat diselesaikan tanpa bimbingan dan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Seiring dengan ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah membantu dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk membuat laporan ini. Penulis sadar dalam pembuatan laporan ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan bahan bacaan yang sama topiknya dengan laporan yang penulis sajikan. Penulis juga mengharapkan kritikan dan saran demi penyempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat memberi manfaat kepada kita semua dan Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Padang, Oktober 2013

Penulis

2|Albert Han Suhatra

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I.1 Tujuan Percobaan I.2 Landasan Teori BAB II PEMBAHASAN II.1 Gambar Rangkaian II.2 II.3 Alat dan Bahan Langkah Kerja

BAB III HASIL PERCOBAAN III.1 Tabel III.2 Analisa Data BAB IV PENUTUP IV.1 Kesimpulan IV.2 Saran DAFTAR PUSTAKA

3|Albert Han Suhatra

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Tujuan pratikum Adapun tujuan percobaan dalam percobaan ini adalah sbb: 1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pembangkit gelombang. 2. Dapat membuat rangkaian pembangkit gelombang trapesium. 3. Dapat menampilkan bentuk gelombang input dan output pada osciloscope dari rangkaian tersebut.. I.2 Landasan Teori Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Suatu medium disebut: 1. linear jika gelombang yang berbeda di semua titik tertentu di medium bisa dijumlahkan, 2. terbatas jika terbatas, selain itu disebut tak terbatas 3. seragam jika ciri fisiknya tidak berubah pada titik yang berbeda 4. isotropik jika ciri fisiknya "sama" pada arah yang berbeda Oscilator adalah suatu rangkaian elektronik yang bekerja sendiri membangkitkan atau memproduksi getaran getaran listrik yang berbentuk sinus atau sinusoidal. Ada banyak jenis oscilator umumnya bekerja berdasarkan prinsip umpan balik (feedback). Artinya umpan balik diperlukan untuk mempertahankan oscillasi. Gelombang sinusoidan, gelombang nonsinusoidal disebut gelombang penodik karena bergetar secara teratur dalam kurun waktu tertentu. Banyaknya getaran dalam satu detik
4|Albert Han Suhatra

disebut frekuensi. Frekuensi ( f ) : Jumlah siklus (gelombang) dalam satu detik, satuannya dinyatakan dalam hertz, Hz. 1 Hz = 1 siklus per detik. Perioda (T) : Waktu yang dibutuhan satu siklus pengulangan secara lengkap. Perioda dapat diukur dengan cara mengukur waktu interval antara dua puncak gelombang yang berdekatan. Amplitudo : Amplitudo adalah tingginya puncak gelombang sinus. Amplitudo ini dapat dinyatakan dengan beberapa cara. Amplitudo puncak, Vp , diukur dari sumbu X ,0 volt, ke puncak tertinggi (terendah) dari gelombang. Amplitudo puncak ke puncak, Vpp ,diukur dari puncak tertinggi ke puncak terendah. Dalam praktek, mengukur Vpp lebih mudah daripada mengukur Vp. Besarnya Vpp tepat 2 kali Vp. Walaupun Vpp pada osiloskop lebih mudah diukur, tetapi mengukur amplitudo rms lebih disukai karena teganagn rms menggambarkan tegangan efektif,yang biasa dicantumkan dalam infromasi arus bolak-balik. Amplitudo rms dapat ditulis: Vrms = VP / 2 , Vrms = 0,7 dan Vp = 1,4 x Vrms Fasa : Kadang-kadang gelombang sinus dbagi-bagi dalam sudut fasanya (dalam derajat) seperti berikut

Bila dua buah gelombang sinus mempunyai frekuensi yang sama dan terjadi pada saat yang sama, maka kedua gelombang tersebut dikatakan sefasa (in phase): Gelombang Kotak (Square) Gelombang kotak merupakan bentuk umum gelombang yang lain. Pada dasarnya gelombang kotak adalah tegangan yang dihidupkan dan dimatikan (kondisi high dan low) pada interval

5|Albert Han Suhatra

yang teratur. Rangkaian elektronik digital, seperti pada komputer, TV, radio, dll, seringkali menggunakan gelombang kotak sebagai sinyal pewaktuan (timing signals). Seperti gelombang sinus, gelombang kotak juga diuraikan dalam perioda, frekuensi dan amplitudo:

Gambar gelombang kotak Amplitudo puncak, Vp , amplitido puncak ke puncak, Vpp , diukur seperti pada gelombang sinus. Tetapi, amplitudo rms gelombang kotak adalah lebih besar dari amplitudo rms gelombang sinus.Walaupun gelombang kotak dapat berubah dengan cepat dari posisi minimum ke posisi maksimum, perubahan ini tetap memerlukan waktu. Didefinisikan rise time (waktu naik) suatu sinyal adalah waktu yang dibutuhkan nilai tegangan berubah dari 10% ke 90% nilai maksimumnya. Rise time ini biasanya sangat pendek, dalam orde nanoseconds (1 ns = 10-9 s), atau microseconds (1 s = 10-6 s), seperti terlihat pada gambar di atas. Gelombang persegi (rectangular) menyerupai gelombang kotak, hanya interval waktu kondisi high dan low tidak memiliki panjang yang sama. Kedua gelombang tersebut cukup penting untuk menganalisa rangkain elektronik Sebaliknya, bila kedua gelombang tersebut terjadi pada waktu yang berbeda, maka dikatakan kedua gelombang tersebut tidak sefasa (out of phase). Bila ini terjadi, perbedaan fasa tersebut dinyatakan dalam sudut fasa, . Pada gambar B di atas, beda sudut fasa kedua gelombang tersebut = 90. Bentuk sinusoidal yang teredam (damped sine) merupakan kasus khusus yang dapat anda dapatkan pada sirkuit yang berosilasi namun semakin mengecil bersama waktu.

6|Albert Han Suhatra

Gelombang Pulsa Gelombang pulsa mirip dengan gelombang kotak kecuali bahwa gelombang pulsa semuanya terletak di atas sumbu X. Pada awalnya, tegangan berubah mendadak dari level Low, dekat sumbu X, ke level High, biasanya dekat dengan tegangan catu daya.

Adapun istilah 'frekuensi' pulsa didefinisikan sebagai laju pengulangan (repetition rate), yaitu jumlah siklus per detik (hertz, Hz). Waktu keadaan High dari pulsa gelombang disebut mark, dan waktu Low disebut space. Perbandingan kedua besaran tersebut disebut mark space ratio: mark space ratio = High time / Low time Mark space ratio = 1.0 berarti waktu Low = waktu High.

7|Albert Han Suhatra

Cara lain yang popular untuk menyatakan perbandingan waktu High dengan perioda gelombang adalah yang disebut duty cycle, yaitu: duty cycle = ( High time/ Periode) * 100% Bila duty cycle kurang dari 50%, maka waktu High nya lebih rendah waktu Low. Gelombang Segitiga dan Gigi Gergaji Tegangan Ramp adalah tegangan yang naik atau turun seperti ditunjukkan pada gambar berikut

Ramp rate dinyatakan dalam volt per detik, V/s. Gelombang segitiga terdiri dari gelombang ramp yang berubah-ubah dari positif ke negatif secara bergantian. Pada gelombang segitiga, laju perubahan tegangan dari ramp positif dan ramp negatif dalam tiap siklus sama besar, sedangkan pada gelombang gigi gergaji tidak sama besar.

8|Albert Han Suhatra

BAB II PEMBAHASAN
II.1 Gambar Rangkaian

II.2 Alat dan Bahan Adapun peralatan yang dibutuhkan dalam percobaan ini adalah sbb: Sebuah protoboard. Dua buah resistor 4,7K dan 47. Sebuah dioda D 1/1000 (1N4007). Sebuah Z dioda ZPD 18. Sebuah transformer variable.. Sebuah osciloscope dua chanel. Sebuah rectifier jembatan 164. Dua buah kabel probe. Sebuah power supply AC. Beberapa kabel penghubung dan jumper secukupnya.

9|Albert Han Suhatra

II.3 Langkah Kerja Adapun langkah kerja dalam percobaan ini adalah sbb: 1. Menyiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan dalam percobaan ini. 2. Membuat rangakaian seperti gambar pada buku panduan. 3. Menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan AC 42 V. 4. Memberikan tegangan input sebesar 20 V AC. 5. Mengukur Arus pada dioda, zener, dan resistor 47. 6. Mengukur Arus dan tegangan output pada rangkaian. 7. Menghubungkan osciloscope pada rangkaian. 8. Menampilakan bentuk gelombang input output pada osciloscope. 9. Memberikan tegangan input sebesar 30 V AC. 10. Mengulangi langkah 5,6,7, dan 8. 11. Merapikan seluruh peralatan yang digunakan setelah melakukan percobaan.

10 | A l b e r t H a n S u h a t r a

BAB III HASIL PERCOBAAN


III.1 Tabel I Zener / mA 0,5 1,35 I Dioda / mA 0,65 1,5 I Output / mA 1,9 2,7 Vout / V AC 13 14

Vin / V AC 20 30

I R2 / mA 0,65 1,5

III.2 Analisa Data Adapun analisa yang didapat dalam percobaan ini adalah ketika kami memberikan tegangan masukan sebesar 20 V AC, kami mendapatkan nilai arus dari dioda zener sebesar 0,5 mA, untuk nilai arus pada dioda yang lain sebesar 0,65 mA sama dengan nilai arus pada R2. Sedangkan untuk nilai arus keluaran sebesar 1,9 mA dan untuk tegangan keluaran sebesar 13 V AC. Pada saat kami memberikan tegangan masukan sebesar 30 V AC, kami mendapatkan nilai arus dari dioda zener sebesar 1,35 mA, untuk nilai arus pada dioda yang lain sebesar 1,5 mA sama dengan nilai arus pada R2. Sedangkan untuk nilai arus keluaran sebesar 2,7 mA dan untuk tegangan keluaran sebesar 14 V AC. Semakin besar nilai tegangan masukan yang diberikan pada rangkaian, maka semakin besar pula nilai kuat arus dan besar tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian tersebut. Begitu pula pengaruhnya terhadap nilai kuat arus pada komponen yang terpasang pada rangkaian. Untuk mendapatkan nlai kuat arusnya suatu komponen, maka kita mengukur arusnya dengan cara menghubungkan alat ukur (multimeter) secara seri dengan komponen yang ingin diukur kuat arusnya. Sedangkan untuk mengukur besarnya nilai tegangan suatu komponen, maka kita mengukur tegangannya cara menghubungkan alat ukur secara paralel dengan komponen tersebut.
11 | A l b e r t H a n S u h a t r a

BAB IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dalam percobaan ini adalah sbb: Tingginya nilai arus dan tegangan keluaran dipengaruhi oleh besarnya tegangan masukan yang diberikan. Semakin besar tegangan masukan diberikan, maka semakin tinggi pula nilai arus dan tegangan keluaran yang dihasilkan dan sebaliknya Semakin kecil tegangan masukan diberikan, maka semakin rendah pula nilai arus dan tegangan keluaran yang dihasilkan. Tingginya nilai kuat arus komponen yang terhubung pada rangkaian juga dipengaruhi oleh besarnya tegangan masukan yang diberikan. IV.2 Saran

12 | A l b e r t H a n S u h a t r a

DAFTAR PUSTAKA
JOBSHEET LABORATORIUM ANALOG PRATIKUM ELKA INDUSTRI SEMESTER V LAPORAN SEMENTARA PRATIKUM ELKA INDUSTRI SEMESTER V WWW.GOOGLE.CO.ID WWW.WIKIPEDIA.COM WWW.WORDPRESS.COM

13 | A l b e r t H a n S u h a t r a