Anda di halaman 1dari 9

Modul Praktikum Cavia cobaya

Tujuan pengamatan Pada pengamatan marmut kali ini mempunyai beberapa tujuan,diantaranya : o Mengetahui embrio yang ada dalam marmut (Cavia cobaya) o Mengetahui secara langsung organ-organ dalam yang ada dalam marmut. Seperti, testis, vas deference ,penis. o Mendeskripsikan organ organ reproduksi internal yang ada dalam marmot o Mendeskripsikan organ-organ reproduksi eksternal yang ada dalam marmut

Tinjauan Pustaka Marmut merupakan sejenis hewan pengerat dari famili Caviidae (bajing) dengan genus Marmota.Marmut umumnya membuat sarang di dalam tanah dan melakukan hibernasi selama musim dingin. Kebanyakan Marmut tergolong hewan sosial, marmut berkomunikasi satu dengan yang lain dengan siulan nyaring, terutama jika merasa ada bahaya. Nama Marmut berasal dari bahasa latin Mures monti(tikus gunung),dari bahasa latin klasik Mures alpine (tikus alpen). Makanan utama marmot ialah tumbuhtumbuhan,misalnya rumput-rumputan, buah ceri, lumut kerak, lumut daun, akar-akaran, dan bunga.

Berikut merupakan klasifikasi dari Marmut : Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordota : Mammalia : Rodentia : Caviidae : Cavia : Cavia cobaya

Alat reproduksi pada jantan terdiri dari alat reproduksi bagian dalam dan alat reproduksi bagian luar.Alat reproduksi bagian luar yang dapat dilihat adalah penis dan buah

zakar.Alat-alat ini terletak antara pangkal paha, lebih mudah dilihat daripada alat reproduksibetina yang letaknya lebih tersembunyi.Sedangkan alat reproduksi dalam pada pria terdiri dari testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris. Penis terdiri dari jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut, pembuluh-pembuluh darah, dan jaringan saraf, Buah Zakar terdiri dari kantong zakar( kantong pelir) yang didalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian yang lainnya, Kulit terluar disebut skrotum, Testis merupakan alat untuk memproduksi sperma. Untuk memproduksi sperma diperlukan suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu tubuh.Oleh karena itu menjelang kelahiran, testis turun dari dalam rongga tubuh menuju kantong pelir (skrotum). Didalam testis terdapat saluran-saluran yang disebut saluran penghasil sperma ( tubulus seminiferus). Dinding sebelah dalam saluran tersebut terdiri dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Di jaringan epitelium terdapat : Sel induk sperma (spermatogenesis), yaitu calon sperma Sel sertoli yang berfungsi memberi makan sperma -Sel leydig yang berfungsi menghasilkan hormon tetstosteron

Proses pembentukan sperma dipengaruhi oleh hormon-hormon berikut: Hormon gonadotropin FSH (Follicle Stimulating Hormone) LH (Luteinizing Hormone) Hormon Testosteron

Saluran Pengeluaran pada organ reproduksi pria terdiri dari epidermis, vas deference, saluran ejakulasi dan uretra, Kelenjar asesoris merupakan kelenjar yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper, Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma di dalam testis (tubulus seminiferus). Sperma terdiri atas tiga bagian. Pada bagian kepala terdapat selubung kepala ( akrosom ) yang mengandung enzim hialuronidase dan proitenase yang berperan untuk menembus lapisan pelindung sel telur. Pada bagian tengah terdapat banyak mitokondria yang berguna untuk menghasilkan energi.Ekor sperma dibangun oleh mikrotubulus.

Reproduksi pada Betina Sistem reproduksi betina memiliki fungsi, antara lain: a) Menghasilkan sel kelamin betina (sel telur atau ovum) b) Mengantarkan ova ( tunggal: ovum) menuju oviduk atau saluran telur c) Mempersiapkan dinding uterus ( endometrium) untuk penempelan (implatasi) dan perkembangan embrio d) Menghasilkan hormon kelamin betina utama, yaitu estrogen

Sistem reproduksi pada betina juga tersusun atas otot-otot atau organ-organ seksual primer (sepasang ovari) dan organ seksual sekunder ( oviduk, uterus, dan vagina yang terletak didalam tubuh, serta organ genital eksternal yang disebut vulva). Ovari merupakan organ kecil dengan panjang sekitar 3-4 cm dan tebal 1-1,5 cm, yang terikat di sekat dasar rongga abdominal oleh ligamen-ligamen. Ovari terletak di sisi kanan dan sisi kiri uterus ( rahim ). Selain menghasilkan ovum, ovari juga merupakan kelenjar endokrin.Didekat tiap ovarium terdapat saluran sempit dengan ujung seperti corong yang dilewati oleh ovum dari ovarium menuju uterus.Saluran tersebut dinamakan saluran telur atau oviduk.Oviduk disebut juga saluran atau tuba fallopi.Oviduk merupakan saluran berotot dan berdinding tipis.Panjangnya sekitar 10 cm. Dinding bagian dalam terdiri atas epitel bersilia dengan sel-sel yang menyekresi mukus. Uterus merupakan organ berotot dan berdinding tebal dengan bentuk serta ukuran seperti buah pir terbalik (sekitar 7,5 cm x 5 cm).Uterus merupakan organ yang berisi sedikit cairan. Dinding uterus tediri atas otot polos, tetapi lapisan terdalamnya (endometrium) tersusun atas membran mukosa yang akan kaya akan arteriola. Uterus berhubungan dengan vagina melalui leher (serviks) uterus, yaitu suatu cincin otot yang menutup ujung terbawah uterus.Vagina merupaka suatu saluran berotot menuju ke luar tubuh.Lubang vagina terletak tepat di bawah lubang sistem urinari tempat keluarnya urine pada perempuan.Lubang vagina dan lubang urinari dikelilingi oleh vulva.Vulva merupakan bagian luar sistem reproduksi perempuan.Vulva terdiri atas lipatan-lipatan kulit (labia), yaitu labia mayor dan labia minor, serta suatu srtuktur kecil yang disebut klitoris. Klitoris ini memiliki struktur yang sama dengan penis pada laki-laki.

Alat dan Bahan

Alat - Bak Parafin - Jarum pentul - Jarum penyangga - Gunting tajam - Gunting tumpul - Tales - Kapas - Pinset - Sarung tangan - Masker - Cawan petri

Bahan - Marmut - Formalin - Alkohol - Air Cara Kerja Pembiusan Menyiapkan tempat atau wadah untuk marmut tersebut,yakni berupa toples Membersihkan toples tersebut dengan air hingga bersih Menuangkan kapas kedalamnya beserta alkohol dengan kadar secukupnya. Memasukkan marmut kedalamnya dan menunggu 5 menit, apabila marmut tersebut tidak ada reaksi tuangkan formalin kedalam toples tersebut. Menunggu reaksi marmut tersebut selama 30 menit.

Pembedahan Meletakkan marmut di bak paraffin Menjepit marmut dengan jarum pentul Membedah kulit perut marmut tersebut dengan menggunakan gunting tajam Setelah terbuka kulit pertama bedah kulit kedua Mengamati organ dalam marmut tersebut lepaskan embrio dari induknya dengan cara memotong ususnya dan tali plasenta

Pengawetan Mencampurkan cairan alkohol dengan formalin, masukkan kedalam toples secukupnya Memasukan embrio ke dalam toples tersebut dan tutup rapat-rapat

Tabel Pengamatan No 1 Gambar Keterangan