Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH AKHLAK TASAWUF

THARIQAT NAQSYABANDIYAH
Dosen Pengampu : Syafa Al Mirzana, Ph.D, D.Min

oleh : Ahmad Nurkholis Majid (11670043)

PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan penguasa langit dan bumi, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Thariqat Naqsyabandiyah ini. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Tasawuf yang terdiri dari 3 bagian: 1. Pendahuluan 2. Pembahasan 3. Penutup Makalah ini tidak dapat terselesaikan tepat waktu tanpa bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Ibu Syafa Al Mirzana selaku dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
2. Semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Kami menyadari jika dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan, kami mengharap kritik dan saran sebagai penyempurnaan ke depan.

Yogyakarta, Juni 2013 BAB 1 PENDAHULUAN


I.

Latar Belakang Thariqat Sebagai wadah dari pengorganisisran Tasawuf mempunyai andil besar dalam perkembangan islam didunia khususnya diindonesia,Wajah Islam di Indonesia beraneka ragam,dan cara kaum Muslim dinegri ini menghayati agama mereka bermacam-macam.Adanya budaya lokal dinegri ini yang banyak bermuatan mistik membuat penyebaran tasawuf dalam bingkisan Thariqat-Thariqat yang mulai masuk sebelum abad ke 20 sangat cepat dan diterima dalam masyarakat Indonesia. Banyak Thariqat-thariqat yang ada dan berkembang di indonesia yang mempunyai follower cukup banyak yang biasa dikenal dengan tharikat almuktabaroh,diantaranya adalah thariqat Qodiriyah ,Naqsyabandiah dan Tijaniah,namun disini hanya akan mengupas tentang Thariqat Naqsyabandiah. Dari semua thariqat yang ada didunia,thariqat Naqsyabandiyah yang paling internasional,cabang-cabangnya terdapat hampir disemua negri antara Yogoslavia dan mesir dibelahan barat dan Indonesia serta china dibelahan Timur.

II. Rumusan Masalah

Apa thariqat Naqsyabandiyah itu? Bagaimanakah silsilah dari Thariqat Naqsyabandiyah? Apa ajaran dasar dari thariqat Naqsyabandiyah ? Apa konsepsi Thariqat Naqsyabandiyah tentang Dzikrullah?

Bagaimana permulaan Thariqat Naqsyabandiyah masuk ke Indonesia?

BAB II PEMBAHASAN THARIQAT NAQSYABANDIAH


A. Pengertian

Thariqat

menurut bahasa artinya jalan, cara, garis,

kedudukan, keyakinan, dan agama. Kamus Modern Dictionary Arabic-English oleh Elias Anthon dan Edward Elias, edisi IX, Kairo tahun 1954 menyatakan bahwa thariqat ialah way (cara atau jalan), method dan system of belief (metoda dan satu sistim kepercayaan).1 Thariqat Menurut Kalangan Sufi Adapun thariqat menurut kalangaa ulama tasawuf :
1 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.1

1. Jalan kepada Allah dengan mengamalkan ilmu Tauhid, Fiqih dan

Tasawuf.
2. Cara atau kaifiat mengerjakan sesuatu amalan untuk mencapai sesuatu

tujuan.2 Berdasarkan beberapa definisi yang tersebut di atas, jelaslah bahwa thariqat adalah suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengamalkan ilmu Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Naqsyabandiah menurut Syekh Najmuddin Amin Al-Kurdi dalam kitabnya

)yang Tanwirull Qulub berasal dari dua buah bahasa Arab, naqsy (
artinya ukiran atau gambar yang di cap pada sebatang lilin atau benda lainnya dan band ( ) artinya bendera atau layar besar.3

Jadi, Naqsyabandi artinya ukiran atau gambar yag terlukis pada suatu benda, melekat, tidak berpisah lagi, seperti tertera pada sebuah bendera atau spanduk besar. Dinamakan dengan Naqsyabandiah, karena Syekh Bahauddin pendiri thariqat ini senantiasa berdzikir mengingat Allah berkepanjangan, sehingga lafaz Allah itu terukir melekat ketat dalam kalbunya.4

2 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.6 3 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.7 4 idem

Syekh Bahauddin Syah Naqsyabandiah, pendiri thariqat Naqsyabandiah, seorang pemuka tasawuf terkenal, dilahirkan pada tahun 717 H. di sebuah desa bernama Qashrul Arifan, kurang lebih 4 mil dari Bukhara, soviet, Rusia, tempat lahir Imam Bukhari. Dia mengambil thariqat dari Syekh Muhammad Baba As-Samasi, kemudian dari Sayid Amir Kulal.
B. SILSILAH

Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi, asal dari Arbile, sebuah kerajaan di Irak, dalam kitabnya Tanwirul Qulub, menyatakan silsilah Thariqat Naqsyabandiah yang dianutnya, sampai kepada Rasulullah saw. sebagai berikut :
1. Muhammad Amin Al-Kurdi. Ia mengambil dari 2. Umar. Ia mengambil dari ayahnya 3. Syekh Usman. Ia mengambil dari 4. Syekh Khalid Usmani, keturunannya sampai kepada Utsman bin Affan. Ia

mengambil dari
5. Syekh Abdullah Dahlawi Al-Alawi, keturunannya sampai kepada Ali bin

Abi Thalib. Ia mengambil dari


6. Syekh Syamsuddin Habibullah Jan Jaanani Mushar Al-Alawi. Ia

mengambil dari
7. Syekh Nur Muhammad Al-Badawani. Ia mengambil dari

8. Syekh Muhammad Saifuddin. Ia mengambil dari ayahnya 9. Syekh Muhammad Maksum. Ia mengambil dari ayahnya 10. Syekh Ahmad Al-Furaqi As-Sarhindi, keturunannya sampai kepada

Khalifah Umar bin Khatab. Ia mengambil dari


11. Syekh Muhammad Al-Baqi. Ia mengambil dari 12. Syekh Muhammad Al-Khawajaki As-Samarqandi. Ia mengambil dari

ayahnya
13. Syekh Darwisy Muhammad As-Samarqandi. Ia mengambil dari pamannya 14. Syekh Muhammad Zahid. Ia mengambil dari 15. Syekh Mashiruddin UbaiduilahAl-Ahrar As-Samarqandi bin Mahmud

Syihabuddin. Ia mengambil dari


16. Syekh Yakub Al-Jarakhi. Ia mengambil dari 17. Syekh Muhammad Ala-uddin al-Aththar Al-Bukhari Al-Khawarizmi. Ia

mengambil dari
18. Syekh Bahauddin Muhammad bin Muhammad As-Syariful Husaini Al-

Hasani Al-Uwaisi Al-Bukhari. Ia mengambil dari


19. Syeh Sayid Amir Kulal bin Sayid Hamzah. Ia mengambil dari 20. Syekh Muhammad Baba As-Samasi. Ia mengambil dari 21. Syekh Ali Ar-Ramitni, terkenal dengan Al-Azizan. Ia menagmbil dari

22. Syekh Mahmud Al-Anjiri Faghnawi. Ia mengambil dari 23. Syekh Arif Ar-Riyukuri. Ia mengambil dari 24. Sekh Abdul Khaliq AlGhajduwani bin Al-Imam Abdul Jamil ,

keturunannya sampai kepada Malik bin Anas. Ia mengambil dari


25. Syekh Abu Yaqub Al-Hamdani bin Aiyub bin Yusuf bin Al-Husain. Ia

mengambil dari
26. Syekh Abu Ali Al-Fadlal bin Muhammad Ath-Thusi AL-Farmadi. Ia

mengambil dari
27. Syekh Abu Hasan Ali bin Abu Jafar Al-Kharqani. Ia mengambil dari 28. Syekh Abu Yazid Thaifur bin Isa bin Adam Sarusyan Al-Busthami. Ia

mengambil dari
29. Syekh Al-Imam Jafar Shadiq, cucu dari Qasim bin Muhammad bin Abu

Bakar Shiddiq. Ia menagmbil dari


30. Syekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Shiddiq. Ia mengambil dari 31. Syekh Salman Al-Farisi. Ia mengambil dari 32. Abu Bakar Shiddiq. Ia mengambil dari 33. Nabi Muhammad saw.

Menurut silsilah di atas, Muhammad Amin Al-Kurdi adalah keturunan yang ke-33 dari Nabi saw. dalam silsilah thariqat.

Silsilah thariqat Naqsyabandiah yang sampai kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi (1811-1926), adalah sebagai berikut L
1. Nabi Muhammad saw. 2. Abu Bakar Shiddiq r.a. 3. Salman al-Farisi 4. Qasim bin Muhammad 5. Imam Jafar Shadiq 6. Abu Yazid Bustami, nama lengkapnya Syekh Abu Jazid Thaifur bin Isa bin

Adam bin sarusyan Al-Busthami.


7. Abu Hasan Ali bin Jafar Al-Kharqani. 8. Abu Ali Al-Fadhal bin Muhammad Al-Thusi Al-Farmadi. 9. Abu Yakub Yusuf Al-Hamdani bin Aiyub bin Yusuf bin Husin. 10. Abdul Khaliq AAl-Fajduwani bin Al-Imam Abdul bin Husin. 11. Arif Al-Riyukuri 12. Mahmud Al-Anjiru al-Faghnawi. 13. Ali Al-Ramituni, terkenal dengan syekh Azizan. 14. Muhammad Baba As-Samasi. 15. Amir Kulal bin Sayid Hamzah. 16. Bahauddin Naqsyabandi.

Kemudian silsilah tersebut berkelanjutan sampai kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi. Sesuai dengan ijazah yang diperoleh beliau dari gurunya syekh Sulaiman Zuhdi sesudah bersuluk selama 6 tahun di Jabal Abi Kubis, Mekkah, maka silsilah tersebut adalah sebagai berikut :
17. Muhammad Bukhari. 18. Yakub Yarki Hishari. 19. Abdullah Samarkandi (Ubaidullah) 20. Muhammad Zahid 21. Muhammad Darwis. 22. Khawajaki.. 23. Muhammad Baqi. 24. Ahmad Faruqi. 25. Muhammad Mashum. 26. Abdullah Hindi. 27. Dhiyaul Haqqi. 28. Ismail Jamil Minangkabawi. 29. Abdullah Afandi. 30. Syekh Sulaiman.

31. Sulaiman Zuhdi. 32. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsyabandi.5

C. AJARAN DASAR

Adapun ajaran dasar thariqat Naqsyabandiah menurut Najmuddin Amin AlKurdi dalam kitabnya Tanwirul Qulub, terdiri atas 11 bahasa Parsi, 8 diantaranya berasal dari syekh Abdul Khaliq Al-Ghajudwani dan 3 berasal dari Syekh Muhammad Bahauddin Naqsyabandi.6 Kalimat yang 11 itu adalah : Huwasy dardam, nazhar barqadam, safar darwathan, khalwat dar anjaman,ya dakrad,baz kasyat, nakah dasyat dan bad dasyat. Dan yang tiga lagi adalah : wuquf zamani, wuquf adadi dan wuquf qalbi. Adapun maksud kalimat yang 11 itu adalah sebagai berikut:
1. Huwasy dardam, ialah menjaga diri dari kealpaan ketika keluar masuk

nafas, supaya hati tetap hadir serta Allah. Sebab setiap keluar masuk nafas yang hadir serta Allah itu berarti hidup yang dapat menyampaikan kepada Allah. Sebaliknya setiap nafas yang keluar masuk dengan alpa, berarti mati yang menghambat jalan kepada Allah.
5 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.37-40 6 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.47

2. Nazhar barqadam, ialah orang yang sedang menjalani khalwat suluk,

bila berjalan harus menundukkan kepala, melihat kearah kaki.dan apabila duduk, tidak memandang ke kiri atau ke kanan. Sebab memandang kepada aneka ragam ukiran dan warna dapat melalaikan orang dari mengingat Allah. Apalai orang yang baru berada di tingkat permulaan (new comer), karena belummampu memelihara hati.
3. Safar darwathan, ia berpindah dari sifat-sifat manusia yang rendah

kepada sifat0sifat malaikat yang terpuji.


4. Khalwat dar anjaman, ialah berkhalwat. Dan berkhalwat itu terbagi

menjadi dua :
a. Khalwat lahir, yakni orang yang bersuluk mengasingkan diri ke sebuah

tempat tersisih dari masyarakat ramai.


b. Khalwat batin, yakni mata hati menyaksikan rahasia kebesaran Allah

dalam pergaulan sesama makhluk.


5. Ya dakrad, ialah berdzikir terus-menerus mengingat Allah, baik dzikir

ismu zat (menyebut nama Allah, Allah), maupaun dzikir nafi itsbat (menyebut La Ilaha Ilallah), sampai yang disebut dalam dzikir itu hadir.
6. Baz kasyat ialah sesudah menghela (melepaskan) nafas, orang ang

berdzikir itu kembali munajat denganmengucap kalimat Illahi anta maqsudi wa ridlaka mathlubi.

. . . . . . . .

Tuhanku, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mu yang kutuntut


(kucari). Sehingga tersa dalam kalbunya rahasia tauhid yang hakiki dan semua makhluk ini lenyap dari pandangan.
7. Nakah dasyat, ialah setiap murid harus menjaga hatinya dari sesuatu

yang melintas, walau sekejap, karena lintasan atau getaran hati di kalangan
8. Bad dasyat, ialah tawajjuh (menghadapkan diri) kepada nur zat Allah

Yang Maha Esa, tanpa berkata-kata. Pada hakikatnya menghadap diri dan mencurahkan perhatian kepada nur zat Allah itu tiada lurus, kecuali sebuah fana (hilang kesadaran diri) yang sempurna. Adapun tiga perkara yang berasal dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi itu adalah :
1. Wuquf zamani, yaitu orang yang berwukuf memperhatikan keadaan

dirinya seperti dua atau tiga jam sekali. Apabila ternyata keadaannya hadir serta Allah, maka hendaklah ia bersyukur kepada-Nya. Kemudia ia mulai lagi dengan hadir hati yang lebih sempurna. Sebaliknya apabila keadaannya dalam alpa atau lalai, maka harus segera minta ampun dan tobat, serta kembali pada kehadiran hati yang sempurna.
2. Wuquf adadi, ialah memelihara bilangan ganjil pada dzikir nafi-itsbat, 3

atau 5 sampai 21 kali.


3. Wuquf qalbi, sebagaimana dikatakan oleh Syekh Ubaidullah Al-Ahra,

ialah kehadiran hati serta kebenaran Allah, tiada tersisa dalam hatinya

sesuatu maksud selain kebenaran Allah dan tidak menyimpang dari makna dan pengertian dzikir. Menurut pengarang Ar-Rosyahat, seorang murid dari Maulana Syekh Ubaidullah Al-Ahrar, bahwa Syekh Muhammad Bahauiddin tidak menjadikan tahan nafas dan menjaga bilangan itu sebagai sesuatu kelaziman dalam dzikir. Adapun wuquf qalbi dengan pengertian itu, dijadikan sebagai sesuatu yang amat penting dan merupakan satu kelaziman. Kesimpulan (atau saripati) dan maksud dzikir itulah yang dinamakn wuquf qalbi.
7

D. DZIKRULLAH

Ajaran pokok palimg mendasar bagi penganut thariqat Naqsyabandian adalah dzikrullah (mengingat Allah). Perintah supaya senantiasa mengingat Allah itu, adalah berdasarkan Quran dan Sunnah. Adapun dzikir itu terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Qalbi (hati) 2. Lisan (lidah)8

7 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.47-49 8 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.51

Dzikir dengan hati itu, ialah mengingat atau menyebut Allah dalam hati, tidak berhuruf dan tidak bersuara. Dzikir dalam hati itu tidak mudah diganggu oleh kesibukan-kesibukan. Dzikir dengan lisan ialah menyebut Allah dengan berhuruf dan bersuara. Dzikir ini sukar melakukannya secara terus-menerus, karena banyak kesibukan yang mengganggu. Mencari nafkah dan berusaha menutupi keperluan hidup, dapat melengahkannya.9 Oleh karena itu penganut thariqat Naqsyabandiah memilih dzikir qalbi, karena peranan hati dalam kehidupan sangat menentukan. Hati adalah tempat iman, sumber pancaran cahaya dan penuh dengan rahasia. Jika hati baik, niscaya anggota tubuh yang lain akan menjadi baik, dan apabila ia kotor atau tidak baik, melekat di dalamnya sifat-sifat tercela (madzmumah), maka seluruh anggota menjadi kotor dan tidak baik.
10

E. AWAL MULA THARIQAT NAQSYABANDIYAH MASUK KE INDONESA

Thariqat Naqsyabandiyah sudah ada di Indonesia sejak dua abad sebelum belanda mengenalnya untuk pertama kali,kendatipun bentuk tarekat itu mungkin berbeda.Ulama dan sufi Indonesia yang pertama kali menyebut tarekat ini dalam tulisan-tulisanya adalah syaikh yusuf Makassar (1626-1699) yang masyhur itu.11 Yusuf berasal dari kerajaan gowa,sebuah kerajaan kecil disulawesi selatan dan ia memang ada pertalian darah dengan keluarga raja.Tahun 1644,dalam
9 idem 10 Fuad Said.Hakikat Tarikat Naqsyabandiyah.Jakarta : PT Al Husna Zikra.1996.H.53 11 Martin Van Bruinessen.Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia.Bandung :Mizan.H.34

usianya yang masih sangat muda, ia berangkat kearah barat dengan niat menimba ilmu dan menunaikan ibadah haji.Di Aceh, negri yang pada masa itu merupakan pusat pendidikan islam yang utama di Nusantara, ia berbaiat masuk thariqat, yaitu thariqat qadiriyah, setibanya diyaman, ia memelajari thariqat Naqsyabandiyah lewat seorang syekh Arab terkenal, Muhammad Abd Al-Baiqi.Belakangan di Madinah ia berguru pula pada tokoh Naqsyabandi terkenal lainya, Ibrahim AlKurani, tetapi ia menyebut gurunya ini hanya sebagai seorang syekh tarekat syattariyah.Yusuf belajar kepada berbagai guru lain di Makkah dan Madinah, dan mengadakan perjalanan hingga Damaskus.Disini ia berbaiat masuk thariqat Khalwatiyah.Seluruhnya, ia telah menghabiskan usia selama seperempat abad di Negri arab, dan menurut pengakuanya, ia telah mempelajari berbagai macam thariqat yang lainya.12 Teks Naqsyabandiyah karya syekh yusuf yang paling eksplisit, Al-Risalah Al-Naqsyabandiyah, ringkasan yang dibuat oleh Abdullah (1980,76-7) member kesan bahwa syekh yusuf benar-benar menngajarkan tarekat ini, sayangnya, tiada bukti yang lebih shahih dari ini.13 Naskah-naskah yang berisi tanggapan-tanggapan syekh yusuf mengenai thariqat Naqsyabandiyah semuanya berasal dari Sulawesi selatan.Ini member petunjuk bahwa Thariqat Naqsyabandiyah ada pengikutnya juga disana, yang boleh jadi menggabungkanya denganthariqat lain seperti yang telah dilakukan

12 Idem 13 Martin Van Bruinessen.Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia.Bandung :Mizan.H.41

oleh syekh Yusuf. Namun selain naskah-naskah itu, Sulawesi selatan kita tidak punya bukti lain yang lebih kuat.14

Bab III KESIMPULAN


Thariqat Naqsyabandiyah merupakan thariqat yang didirikan oleh syekh Bahaudin, Dinamakan dengan Naqsyabandiah, karena Syekh Bahauddin pendiri thariqat ini senantiasa berdzikir mengingat Allah berkepanjangan, sehingga lafaz Allah itu terukir melekat ketat dalam kalbunya.
14 Martin Van Bruinessen.Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia.Bandung :Mizan.H.41

Ajaran Thariqat Naqsyabandiyah ada 11 yaitu : Huwasy dardam, nazhar barqadam, safar darwathan, khalwat dar anjaman,ya dakrad,baz kasyat, nakah dasyat , bad dasyat , wuquf zamani, wuquf adadi dan wuquf qalbi. Ajaran pokok palimg mendasar bagi penganut thariqat Naqsyabandian adalah dzikrullah (mengingat Allah) yang terbagi menjadi 2 yaitu qalbi dan lisan Thariqat Nagsyabandiyah mula-mula muncul di Indonesia dalam paruh kedua abad ketujuh belas, dan orang pertama yang diketahui mengamalkan thariqat ini adalah syekh yusuf makasar.

DAFTAR PUSTAKA

Said, Fuad.1996.Hakikat Tarikat Naqsyabandiah.Jakarta : PT Al Husna Zikra Van bruinessen, Martin.1992.Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia.Mizan:Bandung

Anda mungkin juga menyukai