Anda di halaman 1dari 3

http://www.slideshare.

net/capsoul/konsep-akuntansi-syariah Akuntansi Syariah

Belakangan ini ada suatu perkembangan kepentingan terhadap kajian bidang akuntansi menuju akuntansi dalam perspektif islami atau akuntnasi syariah. Salah satu aspek yang mendorongnya adalah dengan munculnya sistem perbankan syariah. Dipihak lain, aspek-aspek akuntansi konvensional tidak dapat diterapkan di lembaga yang menggunakan prinsip-prinsip islam, baik dari implikasi akuntansi maupun akibat ekonomi. Oleh karena itu, perlu adanya standar akuntansi yang cocok bagi bank syariah. Hal ini juga didorong akan kebutuhan dan rasionalitas kerangka konseptual pelaporan keuangan bank syariah. Beberapa isu lain yang mendorong munculnya akuntansi syariah adalah harmonisasi standar akuntansi internasional di negara-negara islam, usulan pemformatan pelaporan badan usaha islami, dan kajian ulang filsafat tentang kontruksi etika dalam pengetahuan akuntansi serta penggunaan syariah sebagai petunjuk sebagai

pengembangan teori akuntansi sampai pada masalah penilaian (aset) dalam akuntansi. Suatu kajian ulang menenai literatur akuntansi syariah menyoroti beberapa kelemahan yang ada, diantaranya berkaitan dengan beberapa hal yang nampak dalam perbankan syariah. Namun ini gagal untuk mengenal hambatan politik dan ekonomi yang ada dalam pengembangan akuntansi syariah. Disamping itu mengabaikan pembahasan tentang peran akuntansi dari persfektif Islam baik pada tatran mikro maupun makro. Selanjutnya, dan mungkin merupakan hal yang sangat penting, adalah bahwa dalam pengembangan kerangka konseptual yang koheren untuk akuntansi syariah merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, termasuk masalah penilaian aset dalam akuntansi syariah. Oleh karena itu, artikel ini memberikan argumentasi bahwa penyesuaian dan modifikasi akuntansi konvensional yang didasarkan pada nilai-nilai Barat, yang tidak cocok dengan nilai Islam, perlu dibangun kerangka konseptual akuntansi syariah jika akuntansi tersebut dapat diterima sebagai suatu paradigma baru dalam bidang akuntansi. Dari sisi ilmu pengetahua. Akuntansi adalah ilmu yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan dikelompokan dalam account, perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya dan laba. Kaidah Akuntansidalam konsep Syariah Islam dapat didefinisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan permanen, yang disimpulkan dari sumber-sumber Syariah Islam dan dipergunakan sebagai aturan oleh seorang akuntan dalam pekerjaannya, baik dalam pembukauan, analisis, pengukuran, pemaparan, maupun penjelasan, dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa. Menurut Toshikabu Hayashi dalam tesisnya yang berjudul On Islamic Accounting, Akuntansi Barat (Konvensional) memiliki sifat yang dibuat sendiri oleh kaum kapital dengan

http://www.slideshare.net/capsoul/konsep-akuntansi-syariah de aberpedoman pada filsafat kapitalisme, sedangkan dalam Akuntansi Islam ada konsep Islam yang harus dipatuh, yaitu Hukum Syariat yang berasal dari Tuhan yang bukan ciptaan manusia dan Akuntansi Islam sesuai dengan kecenderungan manusia yaitu hanief yang menuntut agar perusahan memiliki etika dan tanggung jawab sosial, bahkan ada pertanggungjawaban di akhirat, dimana setiap orang akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT. Tuhan yang memiliki Akuntan sendiri yang mencatat setiap tindakan dan tingkah laku manusia bukan saja pada bidang ekonomi, tetapi juga masalah sosial dan pelaksanaan hukum syariat lainnya. Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan double entry. Menurut sejarah yang diketahui awam dan terdapat didalam berbagai buku Teori Akuntansi, disebutkan muncul di Italia pada avad ke-13 yang lahir dari tangan sorang pendeta Italia yang bernama Luca Pacioli. Beliau menulis buku Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita dengan memuat satu bab mengenai Double Entry Accounting System. Dengan demikian mendengar kata Akuntansi Syariah atau Akuntansi Islam, mungkin awam akan membingungkan serta berpikir bahwa hal itu sangat mengada-ada. Namun apabila kita mempelajari Sejarah Islam ditemukan bahwa setelah

munculnya Isalam di Semenanjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiyah di Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuintansi yang terapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (Hijr), dan anggaran negara. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga sudah mendidik secara khusus para shabatnya untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan hafazhatul amwal (pengawas keuangan). Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini sebagai suatu masalah serius dengan diturunkan ayat terpanjang, yaitu surat Al Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus menjadi pedoman dalam hal tersebut. Sebagaimana pada awal ayat tersebut menyatakan hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah sudah mengajarkanya............... 1. Dasar Hukum Akuntansi Syariah Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al Quran, Sunnah Nabawiyah, Ijma (kesepakan para ulama), Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu), dan Uruf (adat kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah, memiliki karakteristik khusus yang membedakan dengan Akuntansi

http://www.slideshare.net/capsoul/konsep-akuntansi-syariah Konvesional. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma masyarakat Islami, dan termasuk disiplin Ilmu Sosial yang berfungsi sebagai pelayanan masyarakat pada tempat penerapan Akuntansi tertentu. 2. Sekilas Tentag Akuntansi Syariah Dari sisi ilmu pengetahuan, Akuntansi Syariah adalah ilmu informasi yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan berbagai akibatnya yang dikelompokan dalam account, perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Dlam Al Quran disampaikan bahwa kita harus mengukur secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang lain kita menguranginya. Dlam hal ini, Al Quran menyatakan dalam berbagai ayat, antara lain dalam surah Asy-Syuara ayat 181-184 yang berbunyi: Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merajalela dimuka bumi denga membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-muat yang dahulu. Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut, menurut Umer Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan, biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah laporan keuangan dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam mennyajikan laporan sesuai dengan motivasi atau kepentingannya, sehingga secara logis dikhawatirkan dia akan membonceng kepentingannya. Untuk itu diperlukan akuntan independen yang melakukan pemeriksaan atas laporan beserta bukti-buktinya. Metode, teknik, dan strategi pemeriksaan ini dipelajari dan dijelaskan dalam Ilmu Auditing. Dalam Islam, fungsi Auditing ini disebut tabyyun sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Hujaraat ayat 6 yang berbunyi: Hai Kemnudian, sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran, kita harus

menyempurnakannya