Anda di halaman 1dari 6

MODUL 3

TERMOELEKTRIK
Kezia R, Fitri Aulia, Fransiska Ratih, Frans Willy, Vessabhu Wijaya, Kamal Dwi
10209026, 10211087, 10211098, 10211048, 10211026, 10211067
Email : cityofmelancholy@gmail.com
Asisten : Kiagus Aufa Ibrahim/10210024
Tanggal Praktikum : 9-10-13
Abstrak
Termoelektrik adalah suatu alat yang dapat mengubah gradient temperatur menjadi energi listrik dan
sebaliknya dari energi listrik menjadi gradient temperatur. Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik
cukup diletakkan dalam rangkaian yang dihubungkan dengan sumber panas dan dingin. Terdapat tiga efek
yang menjadi dasar termoelektrik, yaitu efek Seebeck, efek Peltier dan efek Thomson. Efek Seebeck adalah
fenomena konversi energi panas menjadi energi listrik pada thermocouple. Efek Peltier adalah fenomena
penurunan suhu pada salah satu kaki thermocouple akibat dialiri arus listrik. Pada praktikum ini akan
dipelajari bagaimana proses terjadinya efek Seebeck dan efek Peltier, dan akan dicari koefisien Seebeck dari
masing-masing percobaan.
Kata kunci : thermocouple, konduksi, semikonduktor, efek Thomson, Logger Pro.

I.

Sehingga,

Pendahuluan

Fenomena termoelektrik dapat dijelaskan oleh


tiga efek, yaitu: efek Seebeck, efek Peltier, dan
efek Thomson.
a. Efek Seebeck
Efek Seebeck pertama kali ditemukan pada
1821 oleh Thomas Seebeck. Beliau mengambil
2 buah logam yang berbeda dan disambungkan
pada salah satu ujungnya, kemudian diberikan
suhu yang berbeda pada sambungan, dan
terjadi perbedaan tegangan pada ujung yang
satu dengan ujung yang lain. Fenomena ini
menjadi
dasar
termoelektrik,
bahwa
termoelektrik adalah alat yang terdiri dari
susunan logam (disebut thermocouple) yang
bisa mengubah panas menjadi listrik[1].

Gambar 1. Efek Seebeck[2]


[3]

Diketahui bahwa medan listrik, E, yang


terjadi di sepanjang x berbanding lurus dengan
gradien suhu kawat, sehingga bisa disimpulkan:

E = S(x,T)

T
x

V = S(x,T) T

(1)
(2)

(3)
Keterangan :
E : medan listrik
S : koefisien Seebeck
V : tegangan
T : suhu
x : panjang logam
b. Efek Peltier
Apabila seutas kawat dipanaskan pada satu
ujung, panas akan mengalir dari ujung yang
dipanaskan menuju ujung yang lebih dingin.
Aliran panas ini terjadi dengan dua proses.
Pertama adalah tumbukan antar elektron,
dimana elektron dengan energi kinetik yang
lebih tinggi menyalurkan energinya kepada
elektron terdekat yang mempunyai energi
kinetik lebih rendah. Kedua adalah aliran panas
melalui awan elektron yang bergerak menuju
ujung yang lebih dingin yang disebut sebagai
Peltier flow.
[5]
Dalam
termoelektrik,
efek
Peltier
menjelaskan kebalikan dari efek Seebeck. Jean
Charles Peltier mengalirkan listrik pada dua
buah logam yang direkatkan dalam sebuah
rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan, terjadi
penyerapan panas (penurunan suhu) pada
sambungan kedua logam tersebut dan
pelepasan panas pada sambungan yang lainnya.
Pelepasan dan penyerapan panas ini saling
berbalik begitu arah arus dibalik. Efek Peltier
ini menjadi dasar pendingin termoelektrik.
[3]

Gambar 2. Efek Peltier[4]

c. Efek Thomson
Efek Thomson diprediksi dan kemudian
diamati oleh Lord Kelvin Thomson pada tahun
1851. Efek ini mengatakan bahwa dalam
banyak bahan, koefisien Seebeck tidak konstan
dalam setiap suhu, sehingga gradien spasial
suhu tersebut dapat mengakibatkan gradien lagi
dalam koefisien Seebeck. Jika arus didorong
melalui gradien ini terus menerus , maka efek
Peltier akan terjadi secara berkelanjutan. Ini
menggambarkan konduktor pembawa arus
dengan gradien suhu mengalami pemanasan
atau pendinginan[4].
II.

Metode Percobaan

Mengacu pada tujuan praktikum, akan


dipelajari fenomena efek Seebeck dan
fenomena efek peltier. Dari pengamatan kedua
fenomena tersebut akan dicari koefisien
Seebeck dan akan diamati arah putar kincir.
[6]
Menurut referensi koefisien Seebeck dari
Reversible
Thermoelectric
Demonstrator
(Cenco CP32729-00) adalah
0.018 V/0C.
Karena itu harapan dari praktikum ini adalah,
koefisien Seebeck hasil regresi kami mendekati
referensi tersebut.
Untuk melaksanakan praktikum diperlukan satu
Reversible
Thermoelectric
Demonstrator
(Cenco CP32729-00), 4 gelas berbahan isolator
(kaca atau plastik), kabel penghubung, Vernier
dan Vernier probe, AC/DC source, multimeter,
dinamo kecil dan kincir kecil.
Percobaan 1a dan 1b mengenai efek Seebeck
dapat dilakukan bersamaan. Langkah pertama
adalah mengisi satu gelas dengan air es, dan 1
gelas lainnya dengan air mendidih. RTD
diletakkan dengan satu kaki terendam air
mendidih, dan kaki lainnya terendam air es.
Sepasang probe Vernier disambungkan pada
RTD, dan sepasang lainnya ditaruh terendam

dalam air (tidak boleh menyentuh kaki RTD).


Kabel penghubung tambahan dipasang pada
Vernier dan ujungnya ditaruh tepat pada
pangkal kaki RTD. Vernier device akan
mencacah perubahan suhu pada probe dengan
variable-variabel yang dapat kita tentukan
melalui program Vernier pada komputer. Dan
pada waktu bersamaan, perubahan tegangan
dapat diamati melalui multimeter. Pengambilan
data cacah dilakukan selama 3 menit, dengan
selang 5 detik, sehingga terdapat 37 data untuk
masing-masing probe Vernier.
Untuk mengamati arah gerak kincir, probe
Vernier dilepas dan diganti dengan probe
dinamo kecil. Ujung dinamo dipasang kincir
kecil yang akan berputar karena mendapat
aliran arus hasil dari efek Seebeck.
Untuk mengamati efek Peltier, alat disusun
sama seperti percobaan efek Seebeck, namun
kedua gelas diisi air dengan suhu sama dan
probe Vernier diganti dengan probe dari
AC/DC source. AC/DC source memberi
tegangan V = 5 Volt. Namun karena RTD
memiliki impedansi dalam, tegangan yang
menimbulkan arus yang akan mengalir pada
RTD hanya 104 mV. Setelah menunggu 30-45
menit, probe AC/DC source diganti kembali
dengan probe Vernier untuk melakukan
pencacahan. Pengambilan data cacah dilakukan
sama dengan pengambilan data pada
pengamatan efek Seebeck.
III.
Data dan Pengolahan
1. Pengamatan efek Seebeck
Kondisi awal : T air panas = 49.390C
T air dingin = 4.210C
a. Sensor di air

Gambar 3. Kurva tegangan vs temperatur di air


(seebeck)

Menurut formula (2),

V = S(x,T) T
Sehingga untuk kurva diatas, S = 2.659 V/0C
dan R2 = 0.4537
b. Sensor di kaki

Gambar 6. Kurva tegangan vs temperatur di kaki


(peltier)

Untuk kurva diatas, S = -5.467 V/0C dan R2 =


0.4559
Gambar 4. Kurva tegangan vs temperatur di kaki
(seebeck)

Untuk kurva diatas, S = -0.8007 V/0C dan R2


= 0.0371
2. Pengamatan Efek Peltier
Kondisi awal : T air = 270C
a. Sensor di air

3. Pengamatan arah putar kincir


Memakai rangkaian termoelektrik efek
Seebeck, arah putar kincir searah jarum jam.
IV.
Pembahasan
Menurut [1], tanda koefisien Seebeck
menunjukkan type semikonduktor tersebut,
apakah
n-type
atau
p-type.
P-type
semikonduktor memiliki holes sebagai carrier,
sehingga tanda SC nya akan positif. Sementara
n-type semikonduktor memiliki elektron
sebagai carrier, sehingga tanda SC nya akan
negatif.
Tabel 1. Tabel hasil percobaan

percobaan
seebeck- air
seebeck-logam
peltier-air
peltier-logam

Gambar 5. Kurva tegangan vs temperatur di air


(peltier)

Untuk kurva diatas, S = -606.3 V/0C dan R2 =


0.2396
b. Sensor di kaki

SC (V/0K)
0.0097
-0.002922
-2.212773
- 0.01995

Menurut [6] nilai SC aluminium adalah -1.8


V/K.
Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa dari
4 data koefisien Seebeck, 3 bernilai negatif dan
1 bernilai positif. Tidak ada satupun Sc yang
saling mendekati ataupun mendekati nilai
referensi.
Dari literatur[1], saya melihat bahwa pola
persebaran hasil cacahan metal-semikonduktormetal berbentuk linear, dan kalaupun ada hasil
yang menyimpang, bisa diabaikan karena

simpangannya tidak besar dan jumlah datanya


sangat sedikit.
(Contoh: copper-constantan-copper)
Namun pada hasil praktikum kami, pola
persebarannya sangat acak (berjauh-jauhan).
Pada literatur yang sama, hasil cacahan metalmetal-metal menghasilkan pola persebaran data
yang acak (contoh: copper-copper-copper),
yang mirip dengan hasil praktikum kami,
sehingga kemungkinan RTD kami terdiri dari
semikonduktor yang sejenis dengan metalnya,
yaitu alumunium. (susunannya: alumuniumalumunium- alumunium)
V.
1.
2.
3.
4.

Simpulan

Tegangan kerja detektor Geiger-Muller


adalah 500 V
Hasil cacahan terbaik di t=10 adalah m=25
Hasil cacahan terbaik adalah di t=1
Udara yang pernah terkena radiasi suatu
zat radioaktif akan memiliki sisa radiasi
radioaktif meskipun zat radioaktif tersebut
dipindahkan/diambil.

VI.
Pustaka
[1]Auparay, Novela. Room Temperature
Seebeck Coefficient Measurement of Metals
and Semiconductors. Oregon State University;
June 2013.
[2]http://bakhtiaraji.wordpress.com/2013/09/07
/gagasan-tentang-thermoelectric-gasificationstove/
Diakses pada 12/10/13
[3]Ir. Djuhana, M.Si. Pengukuran Suhu. Pusat
pengambangan Bahan ajar UMB.
[4]Sugiyanto. Pengembangan Cool-Box. FT
UI; 2008.
[5]http://yudhipri.wordpress.com/2010/07/05/te
rmoelektrik-energi-panas-menjadi-listrik/
Diakses pada 12/10/13
[6]Kasap Safa. Thermoelectric Effects in
Metals: Thermocouples. An e-Booklet. 19972001.http://Materials.Usask.Ca

LAMPIRAN
Tabel hasil pencacahan komputer
1. Efek Seebeck
a. Sensor di air
t
(s)

V
(mV)

T air dingin
(0C)

T air panas
(0C)

T
(0C)

0,544

4,214

49,393

45,179

0,544

4,214

49,335

45,121

10

0,544

4,244

49,306

45,062

15

0,545

4,156

49,190

45,034

20

0,546

4,244

49,103

44,860

45

0,548

13,497

37,461

23,964

25

0,546

4,330

49,074

44,744

50

0,548

13,422

37,485

24,063

30

0,547

4,359

49,016

44,657

55

0,548

13,646

37,608

23,962

35

0,547

4,388

48,987

44,599

60

0,548

13,696

37,682

23,986

40

0,547

4,359

48,959

44,599

65

0,548

13,920

37,880

23,960

45

0,548

4,302

48,901

44,599

70

0,547

13,771

37,831

24,060

50

0,548

4,359

48,872

44,513

75

0,546

14,167

38,053

23,886

55

0,548

4,504

48,872

44,368

80

0,546

13,820

37,979

24,158

60

0,548

4,504

48,843

44,340

85

0,545

13,969

38,227

24,257

65

0,548

4,417

48,757

44,340

90

0,545

14,043

38,276

24,233

70

0,547

4,475

48,671

44,196

95

0,545

13,820

38,276

24,456

75

0,546

4,532

48,642

44,109

100

0,545

14,068

38,375

24,307

80

0,546

4,532

48,585

44,052

105

0,545

13,944

38,326

24,381

85

0,545

4,590

48,585

43,994

110

0,544

14,167

38,500

24,333

90

0,545

4,619

48,556

43,937

115

0,544

13,895

38,475

24,580

95

0,545

4,590

48,413

43,822

120

0,544

13,870

38,475

24,605

100

0,545

4,648

48,470

43,822

125

0,544

13,845

38,525

24,679

105

0,545

4,590

48,327

43,737

130

0,544

13,895

38,624

24,729

110

0,544

4,705

48,384

43,679

135

0,544

13,721

38,475

24,754

115

0,544

4,590

48,241

43,651

140

0,544

13,895

38,599

24,704

120

0,544

4,762

48,241

43,479

145

0,543

13,870

38,500

24,630

125

0,544

4,762

48,213

43,450

150

0,542

14,192

38,500

24,308

130

0,544

4,619

48,156

43,537

155

0,542

14,316

38,500

24,184

135

0,544

4,676

48,099

43,422

160

0,541

14,291

38,500

24,209

140

0,544

4,734

48,127

43,394

165

0,540

14,340

38,400

24,060

145

0,543

4,676

48,014

43,337

170

0,540

14,340

38,450

24,110

150

0,542

4,791

48,042

43,251

175

0,539

14,118

38,450

24,332

155

0,542

4,791

48,014

43,223

180

0,538

13,944

38,301

24,357

160

0,541

4,648

47,928

43,281

165

0,540

4,762

47,900

43,138

170

0,540

4,820

47,900

43,080

175

0,539

4,676

47,815

43,139

t
(s)

180

0,538

4,762

47,787

43,024

0
5

T
(0C)

b. Sensor di logam
t
(s)

V
(mV)

T logam dingin
(0C)

T logam panas
(0C)

2. Efek Peltier
a. Sensor di air
V
(mV)

T
(0C)

T air panas
(0C)

T air dingin
(0C)

104,190

28,980

24,962

4,017

103,560

28,980

24,939

4,040

10

102,920

29,096

25,032

4,064

15

102,270

29,026

25,032

3,994

0,544

13,122

35,220

22,098

20

101,530

29,003

24,939

4,064

0,544

13,122

35,631

22,508

25

100,820

29,119

25,078

4,041

10

0,544

13,297

36,043

22,746

30

100,270

29,119

25,078

4,041

15

0,545

13,222

36,335

23,112

35

99,530

29,026

24,962

4,064

20

0,546

13,172

36,432

23,260

40

98,910

29,166

25,032

4,134

98,340

29,213

25,102

4,111

25

0,546

13,422

36,676

23,254

45

30

0,547

13,347

36,847

23,500

50

97,880

29,073

25,055

4,017

35

0,547

13,447

37,068

23,621

55

97,230

29,049

24,986

4,064

40

0,547

13,472

37,289

23,817

60

96,700

29,049

25,032

4,017

65

96,060

29,049

24,986

4,064

90

93,3

29,726

28,537

1,189

70

95,510

29,096

25,009

4,087

95

92,56

29,819

28,584

1,236

75

94,910

29,189

25,055

4,134

100

91,86

29,913

28,770

1,143

80

94,310

29,189

25,078

4,111

105

91,21

29,819

28,607

1,212

85

93,800

29,236

25,078

4,158

110

90,46

29,913

28,747

1,166

90

93,300

29,143

25,009

4,134

115

89,89

29,936

28,816

1,120

95

92,560

29,259

25,078

4,181

120

89,29

29,843

28,723

1,119

100

91,860

29,189

25,102

4,088

125

88,74

29,890

28,770

1,120

105

91,210

29,119

25,009

4,110

130

88,38

29,796

28,607

1,189

110

90,460

29,259

25,125

4,134

135

88,05

29,913

28,723

1,189

115

89,890

29,166

25,078

4,088

140

87,73

29,936

28,816

1,120

120

89,290

29,119

25,032

4,087

145

87,29

29,843

28,700

1,143

125

88,740

29,096

25,032

4,064

150

86,74

29,913

28,653

1,259

130

88,380

29,213

25,032

4,181

155

86,24

29,913

28,653

1,259

135

88,050

29,236

25,125

4,111

160

85,64

30,030

28,886

1,143

140

87,730

29,143

25,055

4,088

165

85,21

29,913

28,747

1,166

145

87,290

29,143

25,032

4,111

170

84,68

29,913

28,723

1,189

150

86,740

29,283

25,102

4,181

175

84,2

30,006

28,840

1,167

155

86,240

29,236

25,102

4,134

180

83,6

29,983

28,886

1,097

160

85,640

29,213

25,125

4,088

165

85,210

29,166

25,032

4,134

170

84,680

29,283

25,125

4,158

175

84,200

29,259

25,194

4,065

180

83,600

29,143

25,125

4,018

b. Sensor di logam
t
(s)

V
(mV)

T logam panas
(0C)

T logam dingin
(0C)

T
(0C)

104,19

29,703

28,723

0,979

103,56

29,703

28,700

1,002

10

102,92

29,679

28,537

1,142

15

102,27

29,796

28,747

1,049

20

101,53

29,679

28,607

1,072

25

100,82

29,773

28,723

1,049

30

100,27

29,773

28,770

1,003

35

99,53

29,703

28,677

1,026

40

98,91

29,679

28,560

1,119

45

98,34

29,796

28,700

1,096

50

97,88

29,773

28,793

0,979

55

97,23

29,703

28,653

1,049

60

96,7

29,796

28,793

1,003

65

96,06

29,749

28,700

1,049

70

95,51

29,703

28,584

1,119

75

94,91

29,726

28,560

1,166

80

94,31

29,749

28,584

1,166

85

93,8

29,773

28,584

1,189