Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RESUME ARUS LAUT

(Arus Ekman)

Oleh: WIDHI RIA MAHARANI ( K2E 009 039 ) DWI OKTARIANI ( 26020210110010 )

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

ARUS LAUT Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya Coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling. Semua dunia arus pada peta laut yang berkesinambungan. Faktor pembangkit arus permukaan disebabkan oleh adanya angin yang bertiup diatasnya. Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak berpengaruh pada kedalaman 200 meter. Oleh karena dibangkitkan angin, arah arus laut permukaan (atas) mengikuti arah angin yang ada. Khususnya di Asia Tenggara karena arah angin musim sangat kentara perubahannya antara musim barat dan musim timur maka arus laut permukaan juga banyak dipengaruhinya. Arus musim barat ditandai oleh adanya aliran air dari arah utara melalui laut Cina bagian atas, laut Jawa, dan laut Flores. Adapun pada musim timur sebaliknya mengalir dari arah selatan. Faktor Penyebab Terjadinya Arus Terjadinya arus di lautan disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti perbedaan densitas air laut, gradien tekanan mendatar dan gesekan lapisan air. Sedangkan faktor eksternal seperti gaya tarik matahari dan bulan yang dipengaruhi oleh tahanan dasar laut dan gaya coriolis, perbedaan tekanan udara, gaya gravitasi, gaya tektonik dan angin ( Gross, 1990). Menurut Bishop (1984), gaya-gaya utama yang berperan dalam sirkulasi massa air adalah gaya gradien tekanan, gaya coriolis, gaya gravitasi, gaya

gesekan, dan gaya sentrifugal. Faktor penyebab terjadinya arus yaitu dapat dibedakan menjadi tiga komponen yaitu gaya eksternal, gaya internal angin, gayagaya kedua yang hanya datang karena fluida dalam gerakan yang relatif terhadap permukaan bumi. Dari gaya-gaya yang bekerja dalam pembentukan arus antara lain tegangan angin, gaya Viskositas, gaya Coriolis, gaya gradien tekanan horizontal, gaya yang menghasilkan pasut. Ketika angin berhembus di laut, energi yang ditransfer dari angin ke batas permukaan, sebagian energi ini digunakan dalam pembentukan gelombang gravitasi permukaan, yang memberikan pergerakan air dari yang kecil kearah perambatan gelombang sehingga terbentuklah arus dilaut. Semakin cepat kecepatan angin, semakin besar gaya gesekan yang bekerja pada permukaan laut, dan semakin besar arus permukaan. Dalam proses gesekan antara angin dengan permukaan laut dapat menghasilkan gerakan air yaitu pergerakan air laminar dan pergerakan air turbulen (Supangat,2003).

ARUS EKMAN Arus yang timbul akibat kesetimbangan antara gaya Coriolis dan gaya gesekan disebut Arus Ekman. Ada 2 hal penting yang diperoleh dari model Ekman :
1. Arus permukaan arahnya tidak sama dengan arah angin permukaan tetapi

disimpangkan 450 ke arah kanan (BBU) atau kiri (BBS) arah angin.
2. Angin yang berhembus di atas permukaan laut menimbulkan transpor

massa yang arahnya tegak lurus kekanan arah angin di BBU dan kekiri arah angin di BBS Transpor Ekman dapat digunakan untuk menerangkan fenomena upwelling dan downwelling di daerah pantai maupun di lepas pantai. Upwelling dan downwelling ini berhubungan dengan daerah divergensi dan daerah konvergensi yang terbentuk oleh transport Ekman.

a.

Upwelling dan Downwelling di Perairan Pantai Transpor Ekman berperan dalam pembentukan upwelling dan downwelling di perairan pantai. Dibelahan bumi utara (BBU) transpor Ekman arahnya tegak lurus kekanan arah angin. Bila pantai berada disebelah kanan arah angin, transpor Ekman mengarah ke pantai dan terjadi penumpukan massa (konvergensi) di pantai yang menyebabkan turunnya massa air permukaan kelapisan dalam atau disebut downwelling. Sebaliknya bila pantai berada disebelah iri arah angin, transpor Ekman mengakibatkan terjadinya gerakan massa air menjauhi pantai. Akibatnya terjadi kekosongan massa (divergensi) di daerah pantai, kekosongan massa ini akan di isi oleh massa air dari lapisan dalam yang bergerak ke permukaan yang disebut upwelling.

b.

Upwelling dan Downwelling di Lepas Pantai. Angin siklon di BBU mengakibatkan timbulnya upwelling sementara angin anti siklon di BBU mengakibatkan downwelling. Upwelling yang terjadi akibat angin siklon berperan dalam mengangkat lapisan thermoklin, sebaliknya downwelling akaibat angin antisiklon menekan lapisan thermoklin. Gerakan massa air kepermukaan (upwelling) ini disebut juga Ekman pumping.

Ekman spiral merujuk ke struktur arus atau angin di dekat garis batas horisontal yang arah alirannya berputar dan bergerak menjauh. Istilah Ekman Spiral ini berasal dari seorang ilmuwan kelautan Swedia yang bernama Vagn Walfrid Ekman. Defleksi dari arus permukaan pertama kali ditemukan oleh

ilmuwan

oseanografi

Norwegia

yang

bernama

Fridtjof

Nansen

ketika

berlangsungnya ekspedisi Fram (1893-1896). Efek dari Ekman Spiral ini adalah akibat efek Coriolis yang menyebabkan benda dipaksa bergerak ke kanan pada belahan bumi utara dan ke arah kiri pada belahan bumi selatan. Dengan demikian ketika angin berhembus pada permukaan laut di belahan bumi utara, arus permukaan bergerak kearah kanan dari arah angiin.

pergerakan arus yg mengalami pembelokan & berkurang dgn bertambahnya kedalaman

Gaya gradien tekanan horizontal sangat dipengaruhi oleh tekanan, massa air, kedalaman dan juga densitas dari massa air tersebut, yang mana jika densitas laut homogen, maka gaya gradien tekanan horizontal adalah sama untuk kedalaman berapapun. Jika tidak ada gaya horizontal yang bekerja, maka akan terjadi percepatan yang seragam dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Gelombang-gelombang yang panjang pada lautan menghasilkan peristiwa pasang surut air laut. Pasang surut ini menimbulkan pergerakan massa air yang mana prosesnya dipengaruhi oleh gaya tarik bulan, matahari dan benda angkasa lainya selain itu juga dipengaruhi oleh gaya sentrifugal dari bumi itu sendiri. Contoh-contoh gerakan itu seperti gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di

belahan bumi selatan. Perubahan arah arus dari pengaruh angin ke pengaruh gaya coriolis dikenal dengan spiral ekman (Pond dan Pickard, 1983). Menurut Gross 1972, arus merupakan gerakan horizontal atau vertikal dari massa air menuju kestabilan yang terjadi secara terus menerus. Gerakan yang terjadi merupakan hasil resultan dari berbagai macam gaya yang bekerja pada permukaan, kolom, dan dasar perairan. Hasil dari gerakan massa air adalah vector yang mempunyai besaran kecepatan dan arah. Ada dua jenis gaya yang bekerja yaitu eksternal dan internal. Gaya eksternal antara lain adalah gradien densitas air laut, gradient tekanan mendatar dan gesekan lapisan air (Gross,1990).

Referensi :
Bishop, J.M. 1984. Aplied Oceanography. John Willey and Sons, Inc. New York. 252 p. Gross, M. 1990. Oceanography sixth edition. New Jersey : Prentice-Hall.Inc. Pond, S dan G.L Pickard. 1983. Introductory dynamical Oceanography. Second edition. Pergamon Press. New York.Ekman Spiral http://www.answers.com/topic/ekman-spiral