Anda di halaman 1dari 7

KONDILOMA AKUMINATA DEFINISI Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus papiloma humanus (VPH) tipe tertentu

dengan kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa.

ETIOLOGI VPH adalah virus DNA yang menginfeksi epitel. Berdasarkan kemungkinan terjadinya displasia epitel dan keganasan maka VPH dibagi menjadi VPH low risk dan VPH high risk. VPH tipe 6 dan tipe 11 (VPH low risk), dan VPH tipe 16 dan tipe 18 (VPH high risk) paling sering ditemukan pada Kondiloma Akuminata.

GAMBARAN KLINIS Kondiloma akuminata pada umumnya asimtomatis, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan karena mengakibatkan gatal, lembab, pendarahan, dispareunia, rasa terbakar, dan menimbulkan disharge. Manifestasi infeksi HPV pada kelamin dapat berupa. Infeksi Klinis Morfologinya dapat berbentuk : 1.Kondiloma akuminatum, bentuk klasik dari genital wart seperti bunga kol yang menonjol. 2.Papula halus (smooth papular form/sessile), papul kecil, halus, berwarna seperti daging atau papul hiperpigmentasi yang mungkin bergabung membentuk plaque. 3.Papula keratotik atau seperti veruka vulgaris. 4.Veruka plana. Pada laki-laki berupa papul verrucous tetapi kadang juga dapatkan bentuk flat wart. Pada wanita, di vulva bentuk verrucous sedangkan di vagina bentuk flat.

Infeksi Subklinis Hanya tampak dengan alat bantu misal asam asetat 3-5%, lensa pembesar, dan kolposkop, secara histopatologis menunjukkan adanya infeksi HPV. Infeksi Laten Tidak tampak infeksi HPV baik secara klinis, dengan alat bantu, maupun secara histopatologis. DNA HPV dapat dideteksi pada epitel yang tampak normal dengan teknik biologi molekuler. Daerah Predileksi:

Pada Pria
Sulkus koronarius Glans penis Muara uretra eksterna Korpus Pangkal penis

Pada Wanita
Labia Klitoris Vagina Serviks

Di daerah vagina dan serviks, kondiloma akuminata berbentuk flat (datar).

Perineum Perianal, Anal, Rektum, dan Orofaring (kedua jenis kelamin)

Jika terjadi infeksi sekunder, warna kemerahan pada kondiloma akuminata akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak.

LABORATORIUM Acetowhitening Tes ini menggunakan larutan asam asetat 3-5% dalam akuades, dapat menolong mendeteksi infeksi HPV subklinis atau untuk menentukan batas pada lesi datar. Pemeriksaan ini menolong dalam batasan infeksi HPV ke serviks dan anus. Sensitivitas acetowhitening pada infeksi HPV cukup baik dan untuk beberapa lesi hasil pemeriksaan tersebut lebih baik dibandingkan dengan hasil pemeriksaan histopatologi pada biopsi rutin.

Pap Smear Anal pap smear test dengan cervixcal brush dan larutan fiksasi membantu dalam mendeteksi kelainan pada anus. Oleh karena itu, setiap wanita dengan kondiloma akuminata atau yang merupakan pasangan seksual pria penderita kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan pap smear. Dermatopatologi (Biopsi) Biopsi diindikasikan pada keadaan berikut : a. Diagnosis tidak pasti b. Lesi tidak berespons terhadap terapi standar c. Lesi menjadi lebih buruk selama terapi d. Penderita immunocompromised e. Kondiloma berigmen, indurasi, terinfeksi dan atau timbul ulkus f. Seluruh tubuh serviks Pemeriksaan biopsi ini juga diindikasikan untuk mengkonfirmasikan dan untuk menyingkirkan SCCIS atau squamous cell carcinoma invasive. Deteksi DNA HPV Adanya DNA HPV dan tipe HPV yang spesifik dapat ditentukan dengan hibridisasi pada hapusan dan spesimen biopsi. Serologi Kejadian kondiloma akuminata merupakan pertanda kegiatan seksual yang tidak aman sehingga tes serologis untuk sifilis dilakukan pada seluruh pasien untuk menyingkirkan koinfeksi dengan Treponema pallidum dan seluruh pasien dilakukan tes HIV.

DIAGNOSIS BANDING 1 Veruka vulgaris : vegetasi yang tidak bertangkai, kering dan berwarna abu-abu atau

sama dengan warna kulit. 2.Kondiloma lata : sifilis stadium II, klinisnya berupa papula dengan permukaan yang lebih halus dan bentuknya lebih bulat dari pada kondiloma akuminata, terdapat pada daerah lipatan yang lembab seperti anus dan vulva. Selain itu ditemukan Treponema pallidum. 3.Karsinoma sel skuamosa : vegetasi seperti kembang kol, mudah berdarah dan berbau. 4.Nodul skabies : terdapat tanda kardinal, yaitu pruritus nokturna, menyerang manusia secara kelompok, adanya terowongan (kunikulus) yang berwarna putih atau abu-abu dengan papula atau vesikel di ujungnya serta ditemukan adanya tungau. 5.Moluskum kontangiosum : berupa papula miliar kadang lentikular dan berwarna putih seperti lilin, berbentuk kubah, ditengahnya terdapat lekukan ( delle). Pada pemeriksaan histopatologi didapatkan badan moluskum yang mengandung partikel virus di daerah epidermis. 6.Folikulitis : berupa papula atau pustula yang eritematosa dan di tengahnya terdapat rambut, biasanya multipel. 7.Seboroik keratosis : sering mengeluh gatal, mula-mula bercak coklat kehitaman makin lama makin besar menjadi papula dengan permukaan verukous.

KOMPLIKASI Kerusakan lapisan kulit yang localized. Perubahan menjadi keganasan baik pada laki-laki maupun wanita. Penurunan ke janin maupun pasangan seksual. Kekambuhan kondiloma akuminata.

PENATALAKSANAAN

Alasan pengobatan HPV : 1.Kosmetik, karena bentuknya yang terlihat jelek dan apabila membesar serta menggabung dapat menyebabkan trauma atau infeksi yang berulang-ulang, bahkan jika lesinya cukup besar dapat menutup uretra atau vagina. 2.Penularan idealnya pengobatan infeksi HPV adalah mencegah transmisi virus ke orang asing yang sehat. 3.Karsinogenesis, aspek lain dari infeksi HPV adalah onkogenik potensial dari virus, (sebagai metode pencegahan pengembangan kanker). Dalam pengobatan HPV perlu diperhatikan jumlah pengobatan yang minimal, biaya murah, morbiditas rendah, dan angka kekambuhan minimal. Pengobatan kondiloma akuminata tergantung pada besar, lokalisasi, jenis dan jumlah lesi. Terdapat beberapa cara pengobatan. Kemoterapi, tindakan bedah, dan imunoterapi Kemoterapi o Tinktura podofilin. 10%-25% Lindungi kulit di sekitar lesi dengan vaselin oleskan tinktura podofilin pada lesi biarkan selama 1-4 jam kemudian cuci Pengobatan diberikan seminggu 2x sampai lesi hilang *pemberian jangan melebihi 0,5 cc (bersifat toxic) dan tidak boleh diberikan pada wanita hamil o Podofilotoksin 0,5% (podofiloks) Dioleskan sebanyak 2x sehari selama 3 hari berturut-turut o Asam trikloroasetat 50-90% Pemberian seminggu 1x dan harus hati-hati (karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam) o Krim 5-fuorourasil 1-5% Pengobatan terutama untuk kondiloma akuminata yang terletak di atas meatus uretra. Pemberian setiap hari sampai lesi hilang Tindakan Bedah Bedah skalpel

Interferon

Bedah listrik Bedah beku (N2 cair, N2 O cair) Bedah laser (CO2 laser)

Diberikan dalam bentuk suntikan (IM) atau bentuk krim, dapat diberikan bersama pengobatan lain

Imunoterapi Untuk penderita dengan lesi luas dan resisten terhadap pengobatan Imiquimod krim, dioleskan 3x seminggu, paling lama 16 minggu Dicuci setelah 6-8 jam pemakaian

PENCEGAHAN Salah satu cara yang paling praktis untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan satu orang yang telah diketahui kesehatannya atau dengan kata lain melakukan hubungan seksual yang lebih aman. Kondom tidak dapat melindungi dari infeksi HPV kerana HPV dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit pada area tubuh yang terinfeksi HPV, seperti kulit genitalia atau anus yang tidak tertutup kondom.

PROGNOSIS Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Faktor predisposisi perlu dicari misal higiene, adanya fluor albus, kelembaban pada pria akibat tidak disirkumsisi. Tingkat kekambuhan lebih dari 50% sesudah 1 tahun dan dapat terjadi karena : 1. Infeksi ulang dari kontak seksual. 2. Masa inkubasi HPV yang panjang

3. Lokasi virus pada lapisan kulit superfisial yang jauh dari kelenjar limfe. 4. Menetapnya virus pada kulit di sekitar lesi, folikel rambut atau tempat yang tidak dapat dijangkau oleh intervensi yang digunakan. 5. Lesi yang tidak dijumpai atau lesi yang dalam. 6. Lesi subklinis. 7. Keadaan imunosupresi yang mendasari.