Anda di halaman 1dari 5

MODUL ILMU BAHAN POKOK BAHASAN II LOGAM BESI Besi dan paduannya banyak digunkan dalam berbagai industri.

Banyaknya penggunaan logam besi dan paduannya ini dikarenakan jumlah besi yang melimpah, mudah pengolahannya, serta kekuatannya dalam menahan beban. Logam ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai sifat yang berbeda dengan besi dan karbon maka dicampur dengan bermacam logam lainnya. Logam ferro terdiri dari komposisi kimia yang sederhana antara besi dan karbon. KLASIFIKASI LOGAM BESI LOGAM BESI ----------------- BESI TUANG 1. BESI COR KELABU 2. BESI COR PUTIH 3. BESI COR MALLEABEL 4. BESI COR NODULER |------------------ BESI TEMPA |------------------ BAJA

APLIKASI LOGAM FERRO Peralatan-peralatan permesinan banyak yang berbahan dasar logam ferro. Baik dari jenis besi tuang, besi tempa, ataupun dai baja dan paduannya. Pemilihan jenis logam ferro sebagai bahan permesinan tentu tidak bisa lepas dari sifat sifat logam ferro dan paduannya. Logam ferro memiliki sifat mekanik yang bagus, logam ferro memiliki ketahanan yang bagus terhadap beban statis, dinamis, atau berubah ubah pada berbagai keadaan dengan rentang suhu yang cukup tinggi atau di bawah nol derajat. Selain sifat mekanik yang baik, logam ferro juga memilikisifat teknologi yang bagus pula, dengan sifat teknologi yang baik ini maka, semakin memudahkan pengolahan logam ferro menjadi peralatan-perlatan permesinan. Aplikasi logam ferro dan paduannya di kapal juga sangat beragam, mulai dari bahan sebagai plat lambung kapal, konstruksi kapal sampai pada perlatan permesinan. Pada peralatan permesinan diantarannya pada komponen-komponen mesin penggerak utama. Komponen-komponen mesin penggerak utama yang menggunakan bahan dasar logam ferro antara lain: 1. Peralatan dengan bahan dasar baja: crankshaft, connecting rod, piston rod, crosshead, piston, piston crowns, cylinder cover, bolt and studs, bearings 2. Peralatan dengan bahan dasar besi tuang : engine block, bedplates, cylinder block, cylinder covers, piston. Selain komponen-komponen mesin penggerak utama tersebut, peralatan-peralatan lain yang menggunakan bahan dasar logam ferro antara lain: pipa-pipa bilga, ballast, dan pipa-pipa dasar

MODUL ILMU BAHAN berganda, dan katup-katup yang banyak menggunakan bahan dasar baja atau baja stainless. Pemilihan bahan tersebut tentu mengacu pada persyaratan klasifikasi kapal. 2.2 PROSES PEMBUATAN LOGAM FERRO Bahan besi di alam terdapat dalam batu-batuan mineral. Mineral merupakan bahan yang memiliki susnan kimia yang tetap, dan batu-batuan tersebut tersusun atas dua macam atau lebih mineral. Pada umumnya bahan bijih besi terdapat pada batuan-batuan, dan dalam batu-batuan tersebut tidak hanya mengandung satu jenis logam besi, namun juga mengandung unsur-unsur lainnya. Sehingga dlam pengolahan awal, bijih besi harus dipisahkan dari unsur-unsur lainnya, sebelum dijadikan besi kasar, yang nantinya kemudian bisa diolah menjadi baja, besi tuang atau besi tempa. Bijih besi yang ada di alam, berbentuk oksida besi. Bahan bahan tersebut antara lain 1. Batu besi coklat (2Fe2O3.3H2O) dengan kandungan besi berkisar 40% 2. Batu besi merah atau hematit (Fe2O3) dengan kandungan besi berkisar 50% 3. Batu besi magnet (Fe2O4) berwarna hijau kehitaman bersifat magnetis dengan kandungan besi berkisar 60% 4. Batu besi kalsit (FeCO3) yang disebut sterosiderit dengan kandungan besi berkisar 40% Bijih besi tersebut pada alam biasanya bercampur dengan pasir, tanah liat, dan batu-batuan. Untuk mendapatkan bijih besi, maka dilakukan pemisahan bijih besi atau dikenal dengan proses reduksi. Proses ini dilakukan didalam dapur tinggi (tanur tinggi). Dalam proses reduksi ini, bijih besi dipisahkan PROSES PEMBENTUKAN BESI MENTAH(PIG IRON) PROSES pembetukan pig iron 1. Persiapan sebelum bijih besi dimasukkan kedalam tanur tinggi. Bijih besi dari tambang biasanya masih bercampur dengan pasir, tanah liat, dan batu-batuan dalam bongkah-bongkahan yang tidak sama besar. Untuk kelancaran proses pengolahan bijih besi, bongkah-bongkah tersebut dipecahkan dengan mesin pemecah, kemudian disortir antara bijih besih dan batu-batuan ikutan dengan tromol magnet. Pekerjaan selanjutnya adalah mencuci bijih besi tersebut dan mengelompokkan menurut besarnya, bijih-bijih besi halus dan butir-butir yang kecil diaglomir di dalam dapur sinter atau rol hingga berupa bolabola yang dapat dipakai kembali sebagai isi dapur. Setelah bijih besi itu dipanggang di dalam dapur panggang agar kering dan unsur-unsur yang mudah menjadi gas keluar dari bijih kemudian dibawa ke dapur tinggi diolah menjadi besi kasar. 2. Proses didalam dapur tinggi

MODUL ILMU BAHAN Dapur tinggi terbuat dari susunan batu tahan api yang diperkuat dengan tiang-tiang baja dan selubung baja untuk memperkokoh konstruksinya. Dapur tinggi mempunyai bentuk dua buah kerucut yang berdiri satu di atas yang lain pada alasnya. Pada bagian atas adalah tungkunya yang melebar ke bawah, sehingga muatannya dengan mudah meluncur kebawah dan tidak terjadi kemacetan. Bagian bawah melebar ke atas dengan maksud agar muatannya tetap berada di bagian ini.

Dapur diisi dari atas dengan alat pengisi. Berturut-turut dimasukkan kokas, bahan tambahan (batu kapur) dan bijih besi. Kokas adalah arang batu bara yaitu batu bara yang sudah didestilasikan secara kering dan mengandung belerang yang sangat rendah sekali. Kokas berfungsi sebagai bahan bakarnya dan membutuhkan zat asam yang banyak sebagai pengembus. Agar proses dapat berjalan dengan cepat udara pengembus itu perlu dipanaskan terlebih dahulu di dalam dapur pemanas udara. Batu kapur sebagai bahan tambahan gunanya untuk mengikat abu kokas dan batu-batu ikutan hingga menjadi terak yang dengan mudah dapat dipisahkan dari besi kasar. Terak itu sendiri di dalam proses berfungsi sebagai pelindung cairan besi kasar dari oksida yang mungkin mengurangi hasil yang diperoleh karena terbakarnya besi kasar cair itu. Batu kapur (CaCO3) terurai mengikat batu-batu ikutan dan unsur-unsur lain.

MODUL ILMU BAHAN Prinsip dari proses dapur tinggi adalah prinsip reduksi. Pada proses ini zat karbon monoksida dapat menyerap zat asam dari ikatan-ikatan besi zat asam pada suhu tinggi. Pada pembakaran suhu tinggi + 18000 C dengan udara panas, maka dihasilkan suhu yang dapat menyelenggarakan reduksi tersebut. Bahan-bahan pengisi dapur tinggi akan mengalami proses fisika dan kimia sebagai berikut: 1. Mula mula dilakuakan pemanasan pendahuluan, didalam dapur tinggi gas-gas hasil pembakaran yang suhunya masih panas akan naik ke atas sambil memanaskan bahanbahan yang diisikan, sehingga air dan zat-zat yang mudah menguap dalam zat-zat pengisi akan segera menguap hingga bahan-bahan menjadi cukup kering. 2. Langkah berikutnya adalah proses reduksi, dalam dapur tinggi yang bertemperratur 8000C sampai 14000C, akan terjadi serangkaian-serangkaian reaksi kimia antara lain reaksi reduksi biji besi, reaksi pembakaran kokas, dan penguraian batu kapur C + CO ------------ CO2 CO2 + C ----------- 2CO Gas CO yang terjadi akan mereduksi biji besi, dengan reaksi sebagai berikut: Fe3O4 + CO -------- 3FeO + CO2 Fe2O3 + CO ------- 2FeO + CO2 Kedua reaksi tersebut dinamakan reaksi tidak langsung. Pada daerah reduksi juga terjasi penguraian batu kapur dan mungkin juga penguraian MgCO3 ataupun FeCO3 yang mungkin terdapat dlam batu kapur tersebut menurut reaksi berikut: CaCO3 ------------ CaO + CO2 MgCO3 ----------- MgO + CO2 FeCO3 ------------ FeO + CO2 Gas CO2 hasil dari penguraian ini akan bersinggungan langsung dengan kokas menurut reaksi ini: CO2 + C --------- 2CO 3. Langkah berikutnya adalah proses peleburan. Pada temperatur 1400 sampai 16000C akan terjadi peleburan hasil tak langsung dan juga terjadi pembetukan terak. Disamping itu juga terjadi reduksi langsung FeO oleh kokas. Reaksi kimia yang terjadi pada daerah ini adalah sebagai berikut: a. Reaksi langsung : FeO + C ------ Fe + CO b. Pembentukkan terak : CaO + SiO2 ---------- CaSiO3 Apabila bijih besi mengandung mangan maka : MnO + SiO2 ------- MnSiO3

MODUL ILMU BAHAN Karena berat jenis besi lebih berat daripada berat jenis terak, maka terak akan mengapung dibagian atas. Sehingga hal ini memudahkan dalam memisahkan cairan bijih besi dengan terak. Setiap 4 sampai 6 jam dapur tinggi dicerat, pertama dikeluarkan teraknya dan baru kemudian besi. Besi yang keluar dari dapur tinggi disebut besi kasar atau besi mentah yang digunakan untuk membuat baja pada dapur pengolahan baja atau dituang menjadi balok-balok tuangan yang dikirimkan pada pabrik-pabrik pembuatan baja sebagai bahan baku. Besi cair dicerat dan dituang menjadi besi kasar dalam bentuk balok-balok besi kasar yang digunakan sebagai bahan ancuran untuk pembuatan besi tuang (di dalam dapur kubah) atau masih dalam keadaan cair dipindahkan pada bagian pembuatan baja (dapur Siemen Martin). Terak yang keluar dari dapur tinggi dapat pula dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan pasir terak atau wol terak sebagai bahan isolasi atau sebagai bahan campuran semen. Besi cair yang dihasilkan dari proses dapur tinggi sebelum dituang menjadi balok besin kasar sebagai bahan ancuran di pabrik penuangan, perlu dicampur dahulu di dalam bak pencampur agar kualitas dan susunannya seragam. Dalam bak pencampur dikumpulkan besi kasar cair dari bermacam-macam dapur tinggi yang ada untuk mendapatkan besi kasar cair yang sama dan merata. Untuk menghasilkan besi kasar yang sedikit mengandung belerang di dalam bak pencampur tersebut dipanaskan lagi menggunakan gas dapur tinggi.