Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN PENETRASI ASPAL

NAMA KELAS Kelompok

: TETRA OKTAVIANI : TPJJ 5A : IV

PROGRAM STUDI TPJJ 2013

I.

TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan penetrasi bitumen keras atau lembek dengan memasukkan jarum penetrasi ukuran tertentu, beban dan waktu tertentu kedalam bitumen pada suhu 25C.

II.

DASAR TEORI Aspal addalah material termoplastis yang mencair apabila di panaskan dan akan membeku/mengental apabila didinginkan, namun demikian prinsip material tersebut terhadap suhu prinsipnya membentuk sautu sprektum/beragam tergantung komposisi unsur unsur penyusunnya. Dari sudut pandang rekayasa, ragam dari komposisi unsur aspal biasanya tidak ditnjau lebih lanjut, untuk menggambarkan karakteristik ragam respon aspal tersebut diperkenalkan beberapa parameter, salah satunya adalah Pen (penetrasi). Nilai ini menggambarkan kekerasan asapl pada suhu standar yaitu 25 C , yang diambila dari pengukur kedalaman penetrasi jarum standar (5 gr/100 gr) dalam rentang waktu standar (5 detik). BRITISH standar membagi nialai penetrasi tersebut menjadi 10 macam , dengan rentang nialai penetrasi 15 s/d 40 , Sedangkan AASTHO mendefinisikan nilai pen 40 50 sebagai nialai pen untuk material sebagai bahan bitumen terlembek/terlunak. Penetrasi sangat sensitive terhadap suhu, pengukuran di atas suhu kamar menghasilkan nilai yang berbeda variasi suhu terhadap nilai penetrasi dapat disusun sedemikian rupa hingga dihasilakan nila grafik antara suhu dan penetrasi. Penetrasi index dapat ditentukan dari grafik tersebut. Nilai penetrasi dinyatakan sebagai rata rata sekurang kurangnya dari 3 pembacaan berdasarkan SNI 06 2456 1991 nilai penetrasi dinyatakan sebagai ratarata sekurang-kurangnya dari tiga pembacaan dengan ketentuan bahwa hasil pembacaan tidak melampaui ketentuan dibawah ini : Hasil Penetrasi Nilai Toleransi 0 49 50 149 4 179 6 150 200

Nilai penetrasi diukur dinyatakan dalam nilai yang merupakan kelipatan 0,1 mm nilai penetrasi menentukan kekerasan aspal maikin tinggi nilai penetrasi makin

lunak aspal tersebut begitu sebaliknya. Pembagian kekerasan dan kekenyalan aspal 1. 2. 3. 4. 5. Aspal pen 40/50 Aspal pen 60/70 Aspal pen 85/100 : Bila jarum penetrasi benda pada range (40 59) : Bila jarum penetrasi benda pada range (60 79) : Bila jarum penetrasi benda pada range (85 100)

Aspal pen 120/150 : Bila jarum penetrasi benda pada range (120 150) Aspal pen 200/300 : Bila jarum penetrasi benda pada range (200 300)

Aspal yang penetrasinya rendah di guanaknauntk sarah panas dan lalulintas dengan volume tinggi, sedangkan aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin dan lalu lintas rendah. Hubungan mengetahui: 1. 2. 3. Lokasi kontruksi jalan Jenis kontrksi yang dilaksanakan Suhu perkerasan , iklim kepadatan lalau lintas pepnetrasi dengan pelaksanaan dilapangan adalah unutuk

III.

REFERENSI SNI 06-2456-1991

IV.

PERALATAN DAN BAHAN a. Alat 1) alat penetrasi; 2) pemegang; 3) pemberat; 4) jarum pentrasi; 5) cawan contoh terbuat dari logam atau gelas berbentuk silinder 6) bak perendam (water bath);
7) tempat air untuk benda uji ditempatkan di bawah alat penetrasi; 8) stop watch;

9) termometer

b. 1) 2)

Bahan Aspal keras Air suling

V.

PROSEDUR PELAKSANAAN a. Persiapan Bahan Benda uji adalah aspal atau ter sebanyak 100 gram yang dipersiapkan dengan cara sebagai berikut : 1) panaskan contoh perlahan-lahan serta aduklah hingga cukup air untuk dapat dituangkan;

2) setelah contoh cair merata tuangkan ke dalam tempat contoh dan diamkan hingga dingin; tinggi contoh dalam tempat tersebut tidak kurang dari angka penetrasi ditambah 10 mm; buatlah dua benda uji (duplo);

3) tutup benda uji agar bebas dari debu dan diamkan pada suhu ruang selama 1 sampai 1,5 jam untuk benda uji kecil, dan 1,5 sampai 2 jam untuk yang besar.

b. Pengujian bahan 1) letakkan benda uji dalam tempat air yang kecil dan masukkan tempat air tersebut ke dalam bak perendam yang bersuhu 25C; diamkan dalam bak tersebut selama 1 sampai 1,5 jam untuk benda uji kecil, dan 1,5 sampai 2 jam untuk benda uji besar;

2) periksalah pemegang jarum agar jarum dapat dipasang dengan baik dan bersihkan jarum penetrasi dengan toluen atau pelarut lain dan letakkan pemberat; pindahkan tempat air beserta benda uji ke bawah alat penetrasi;

3) turunkan jarum perlahan-lahan sehingga jarum tersebut menyentuh permukaan benda uji; kemudain aturlah angka 0 di arloji penetrometer sehingga jarum penunjuk berimpit dengannya; lepaskan pemegang jarum dan serentak jalankan stop watch selama (50,1) detik; bila pembacaan stop watch lebih dari (5 1) detik, hasil tersebut tidak berlaku;

4) lakukan pekerjaan 1) sampai 3) di atas tidak kurang dari 3 kali untuk benda uji yang sama, dengan ketentuan setiap titik pemeriksaan berjarak satu sama lain dan dari tepi dinding lebih dari 1 cm.

H.

ANALISA DATA

Nilai kehilangan berat ini tidak boleh terlalu besar, karena dalam pemakaian akan berdampak pada kehilangan berat yang berakibat pada hilangnya berat minyak yang minyak pada aspal ini sangat penting karena sebagai pelapis nantinya. Apabila pada jalan yang sudah dipakai lama maka zat minyaknya sudah hilang dan mengakibatkan jalan tersebut menjadi getas/ pecah-pecah dan berlubang. Zat minyal pada aspal ini berfungsi sebagai pelapis pekerasan jalan dari suhu yang berubah-ubah. Penetrasi aspal adalah salah satu cara yang digunakan dalam pengelompokan aspal, yang mana bila nilai penetrasi aspal besar maka aspal itu akan semakin lembek, sebaliknya semakin kecil nilai penetrasi aspal, maka semakin rendah /keras. Dalam penggunaan dilapangan. Nilai penetrasi ini disesuaikan dengan suhu lingkungan. Apakah suhunya rendah atau tinggi dan nilai penetrasi berapa yang cocok digunakan untuk daerah tersebut.