Anda di halaman 1dari 2

EOSINOFIL Jmlah sel eosinofil sebesar 1-3% dari seluruh lekosit atau 150-450 buah per mm3 darah.

Ukurannya berdiameter 10-15 m, sedikit lebih besar dari netrofil. Intinya biasanya hanya terdiri atas 2 lobi yang dipisahkan oleh bahan inti yang sebagai benang. Butir-butir khromatinnya tidak begitu padat kalau dibandingkan dengan inti netrofil. Eosinofil berkaitan erat dengan peristiwa alergi, karena sel-sel ini ditemukan dalam jaringan yaang mengalami reaksi alergi. Eosinofil mempunyai kemampuan melakukan fagositosis, lebih lambat tapi lebih selektif dibanding neutrofil. Eosinofil memfagositosis komplek antigen dan antibodi, ini merupakan fungsi eosinofil untuk melakukan fagositosis selektif terhadap komplek antigen dan antibodi. Eosinofil mengandung profibrinolisin, diduga berperan mempertahankan darah dari pembekuan, khususnya bila keadaan cairnya diubah oleh proses-proses Patologi.

Eosinofil berbentuk hamper seperti bola, berukuran 9 m dalam keadaan segar. Esinofil memiliki nucleus yang terdiri dari dua lobus dan bersifat fagosit dengan daya fagositosis yang lemah. Eosinofil mempunyai kecendrungan untuk berkumpul dalam suatu jaringan yang mengalami reaksi alergi. Eosinofil juga dianggap dapat mendetoksifikasi toksin yang menyebabkan radang. Eosinofil ini dilepaskan oleh sel basofil atau jaringan yang rusak. Sementara itu, leukosit agranulosit dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : monosit dan limfosit. Lihat Gambar 5.18b. Monosit memiliki satu nucleus besar dan berbentuk bulat telur atau seperti ginjal. Diameter monosit berukuran 9 12 m. Monosit dapat berpindah dari aliran darah ke jaringan. Di dalam jaringan, monosit membesar dan bersifat fagosit menjadi makrofag. Makrofag ini bersama netrofil merupakan leukosit fagosit utama, paling efektif, dan berumur panjang.

a. Eosinofil Ciri-ciri Eosinofil yaitu : Granula padat dan kasar Granula berwarna merah Inti berada ditengah Inti terdiri dari 2 lobus Sel ini (eosinofil) berperan dalam gangguan infeksi dan dalam memerangi infeksi parasit. Peningkatan pada jumlah eosinofil berhubungan dengan :

Reaksi alergi Parasit infeksi Infeksi kulit kronis Kanker Penurunan jumlah eosinofil berhubungan dengan : Stress Steroid (obat anti radang)
granula sitoplasmanya lebih kasar dan berwarna lebih merah gelap (karena mengandung protein basa)