Anda di halaman 1dari 3

Analisa Core Spesial

1. Penentuan tekanan kapiler Distribusi fluida secara vertikal dalam reservoir memegang peran penting di dalam perencanaan Well Completion. Distribusi secara vertical ini mencerminkan distribusi saturasi fluida menempati setiap porsi rongga pori batuan tersebut. Adanya tekanan kapiler (Pc) mempengaruhi distribusi saturasi fluida tersebut, maka kontak antara minyak dengan air dan minyak dengan gas di dalam rongga pori tidak terdapat batas yang tajam atau terbentuk zona transisi. Oleh karena air dan gas menepati level tertentu dalam reservoir dapat ditentukan. Dengan demikian distribusi saturasi fluida ini merupakan salah satu dasar untuk menentukan secara efisien letak kedalam sumur yang akan dikompleksi. Untuk menentukan tekanan kapiler pada sampel batuan reservoir atau

denganmenggunakan peralatan Mercury Capilary Pressure Aparatus penginjeksian Hg (Mercury) pada kondisi khusus (spesfik).

Alat Mercury Injection Capilarity Pressure Aparatus

2. Penentuan Wetabilitas Wetabilitas adalah kecenderungan batuan untuk dibasahi oleh salah satu jenis fluida yang ada,berbicara tentang interaksi antara fluida dan padatan.Kita harus mengerti secara fisik dan kimia interaksi antara, satu fluida dan batuan reservoir, fluida yangberbeda didalam reservoir ,satu fluida dan batuan reservoir ketika fluidanya lebih dari satu. Reservoirminyak umumnya mempunyai 2 3 fluida (sistem multifasa). Parameter utama menentukan kebasahanadalah sudut kontak (contact angle) yang erat hubungannya dengan surface tension dan adhesion tension. Wetting phase adalah kontinyu dan seluruhnya menutup permukaan batuan. Reservoir pada umumnya bersifat water wet , sehingga air cenderung untuk melekat pada permukaanbatuan sedangkan minyak akan terletak diantara fasa air. Minyak tidak mempunyai gaya tarik-menarikdengan batuan dan akan

lebih mudah mengalir. Fluida yang membasahi akan cenderung menempati poripori batuan yang lebih kecil. Nonwetting phase tidak kontinyu dan menempati ruang-ruang kecil diantara fasa tidak membasahi (nonwetting phase) yang berhubungan dengan batuan. Fluida tidak membasahi cenderung menempati pori-pori batuan yang

lebih besar.Natural gas tidak pernah menjadi wetting phase dalam reservoir hidrokarbon. Besaran wettabilitas ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Jenis mineral yang terkandung dalam batuan reservoir. 2. Ukuran butir batuan, semakin halus ukuran butir batuan maka semakin besar gayaadhesi yang terjadi. 3. Jenis kandungan hidrokarbon yang terdapat di dalam minyak mentah (crude oil ).

3. Penentuan Kompresibilitas Kompresibilitas adalah perbandingan fraksi volume persatuan perubahan tekanan.

Pada Tekanan Reservoir Normal, Gaya kebawah dari tekanan overburden harus diimbangi dengantekanan keatas dari matrik dan fluida . Po = Pm + Pt Po (1,0 psi / ft) x (depth in ft) Pr (0,465 psi / ft) x (depth in ft) Sebagai akibat diproduksinya fluida, maka tekanan fluida (Pr) akan selalu berkurang, makatekanan matrik akan bertambah, menyebabkan berkurangnya volume bulk, mengurangi volumepori. Jenis-Jenis Kompresibilitas antara lain: Konpresibilitas matrik, cm Cm 0 Kompresibilitas bulk, cb Kompresibilitas Formasi, ct