Anda di halaman 1dari 25

KUSTA

MARSELINA A. A. (0510043)

DEFINISI
Infeksi kronis progresif lambat, bukan penyakit keturunan, disebabkan M. leprae, menyerang saraf tepi kemudian dapat ke kulit serta organ tubuh lainnya (kec. SSP) Kusta dapat menyebabkan kecacatan yang ireversibel dan masalah psikososial.

EPIDEMIOLOGI
Umur Jenis kelamin Bangsa/ras Sosioekonomi Iklim Turunan Prevalensi (Ind)

: 25 - 35 tahun : laki-laki lebih sering : Asia & Afrika : negara berkembang, miskin : tropis & subtropis : varian genetik (ibu lepra bayi : 0,73/10.000 pddk (2008)

ETIOLOGI
Mycobacterium leprae obligat intraselular Gram +, BTA , tahan alkohol 3-8 m x 0,5 m Masa membelah 12-21 hari, masa tunas 3-5 tahun Belum dpt dibiakkan di media artifisial Menyerang : sel Schawnn saraf tepi, kulit, mukosa URT, hepar, sumsum tulang

PATOFISIOLOGI
Basil kusta masuk tubuh sel schwann pada saraf tepi pecah menyebar ke sel schwann dan kulit Imunitas spesifik & non-spesifik aktivasi makrofag fagositosit basil kusta Reaksi imun humoral & seluler berperan dalam menentukan tipe penyakit

MANIFESTASI KLINIS
Tanda

kardinal (WHO): y Lesi : macula anestesi (suhu nyeri, raba), papul, nodula, ichtyosis, ulkus y Gangguan sensasi kulit y Penebalan saraf tepi y BTA + dari sediaan sayatan kulit madarosis

KLASIFIKASI
RIDLEY & JOPLING

KLASIFIKASI CONT
Madrid

: y Tuberkuloid y Borderline y lepromatosa WHO : y Pausibasilar (PB) y Multibasilar (MB)

BAGAN DIAGNOSIS KLINIS (WHO, 1995)


PB Lesi kulit (makula, papul, infiltrat, plak eritem, nodus) 1-5 lesi Hipopigmentasi/eritema Distribusi asimetris Hilangnya sensasi jelas Kerusakan saraf BTA Tipe Hanya 1 cabang saraf Negatif Indeterminate (I), Tuberkuloid (T), Borderline Tuberkuloid (BT) >5 lesi Distribusi > simetris Hilangnya sensasi kurang jelas Banyak cabang saraf Positif Lepromatosa (LL), Borderline Lepromatous (BL), Mid Borderline (BB) MB

SIFAT

TUBERKULOID (TT)

BORDERLINE TUBERCULOID (BT)

INDETERMINATE (I)

Lesi Bentuk Makula saja; makula dibatasi infiltrat Jumlah Satu, dapat beberapa Makula dibatasi infiltrat; infiltrat saja Beberapa/satu dengan satelit Distribusi Permukaan Batas Asimetris Kering bersisik Jelas Masih asimetris Kering bersisik Jelas Variasi Halus, agak berkilat Dapat jelas/dapat tidak jelas Anestesia BTA Lesi kulit Tes lepromin Hampir selalu negatif Negatif/ hanya 1+ Positif kuat (3+) Positif lemah Biasanya negatif Positif lemah-negatif Jelas Jelas Tak ada tak jelas Satu/beberapa Hanya makula

SIFAT

LEPROMATOSA (LL)

BORDERLINE LEPROMATOSA (BL)

MID BORDERLINE (BB)

Lesi:Bentuk

Makula, Infiltrat difus, Papul, Nodus

Makula, Plakat, Papul Plakat, Domeshaped, Puched-out Sukar dihitung, masih Dapat dihitung, ada kulit sehat Hampir simetris Halus berkilat kulit sehat jelas ada Asimetris Agak kasar, agak berkilat

Jumlah

Tidak terhitung, praktis tidak ada kulit sehat

Distribusi Permukaan

Simetris Halus berkilat

Batas Anestesia

Tidak jelas Tidak ada sampai tidak jelas

Agak jelas Tak jelas

Agak jelas Lebih jelas

BTA: Lesi kulit Banyak (ada globus) Sekret Tes Lepromin Banyak (ada globus) Negatif

Banyak Biasanya negatif Negatif

Agak banyak Negatif Biasanya negatif

PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS pewarnaan Ziehl Nielson (BTA merah): solid, fragmen, granular. Indeks Bakteri (kepadatan BTA):
y y y y y y y

0 bila tidak ada BTA / 100 LP 1+ bila 1-10 BTA / 100 LP 2+ bila 1-10 BTA / 10 LP 3+ bila 1-10 BTA + dalam 1 LP 4+ bila 11-100 BTA + dalam 1 LP 5+ bila 101-1000 BTA + dalam 1 LP 6+ bila >1000 BTA + dalam 1 LP

PEMERIKSAAN PENUNJANG CONT


PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI massa epiteloid >> dikelilingi limfosit = tuberkel E/ kerusakan jaringan & cacat
Tuberkuloid: tuberkel + kerusakan saraf, basil /sedikit (non-solid) y Lepromatosa: subepidermal clear zone
y

PEMERIKSAAN SEROLOGIS
Uji MLPA (M. leprae Particle Aglutination) y Uji ELISA y M. leprae dipstick
y

REAKSI KUSTA

proses akut spontan pd penyakit kronik, merupakan reaksi tubuh yg hebat thd invasi bakteri / Ag manifestasi klinis hebat dpt + malaise, sefalgia, arthralgi y Reaksi reversal hipersensitivitas tipe IV y ENL (eritema nodosum leprosum) hipersensitivitas humoral (Ig G & M, komplemen) ~ hipersensitivitas tipe III

REAKSI REVERSAL
Nyeri

& tendernesss pd saraf, neuritis & inflamasi Hipopigmentasi eritema Makula infiltrat makin luas & makin infiltrat Hist: epiteloid sel granuloma, limfosit >>, basil lepra >>

ENL (ERITEMA NODOSUM LEPROSUM


Nyeri

& tenderness Panas & malaise Lesi: pustular + ulseratif fungsi saraf hilang Dpt tjd: iridocyclitis, oechitis, nefritis+albuminuria+non-pitting oedema + KS perbaikan Hist: foamy histiocyte, limfosit tdk banyak

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Dermatofitosis Tinea

versikolor Pitiriasis rosea Pitiriasis alba Dermatitis seboroika Psoriasis Tuberkulosis kutis verukosa Skleroderma

PENATALAKSANAAN
PB

I,TT,BT, BTA (-) 6bln, diselesaikan dalam 9bln (max) setelah minum 6 dosis = RFT. Pemeriksaan dilakukan min /tahun (2 thn jk klinis + bakterioskopis () = RFC MB BB,BL,LL/semua tipe dng BTA (+) 12bln, diselesaikan dalam18bln (max) setelah minum 12 dosis RFT meski lesi masih aktif & BTA (+)

PENATALAKSANAAN
PB Dewasa RIFAMPISIN 600 mg/bulan Minum di DDS 100 mg/hr Minum rumah di

depan petugas kesehatan Anak-anak (10-14 tahun) 450 mg/bulan Minum di

50 mg/hr Minum rumah di

depan petugas kesehatan

PENATALAKSANAAN CONT
MB Dewasa RIFAMPISIN 600 mg/bulan DDS 100 mg/hr KLOFAZIMIN 300 mg/bulan

Minum di depan Minum di rumah Minum di depan petugas petugas kesehatan kesehatan Lanjutkan: 50 mg/hr atau 100 mg/hr atau 3dd

100mg/minggu Anak-anak 450 mg/bulan 50 mg/hr 150 mg/bulan

(10-14 tahun) Minum di depan Minum di rumah Minum di depan petugas petugas kesehatan kesehatan Lanjutkan: 50mg selang sehari Minum di rumah

PENATALAKSANAAN CONT
PB

lesi tunggal: R-600 O-400 M-100 (aman utk bumil & laktasi) Rx reversal: bl + neuritis prednison 4060 mg/hr tappering off; extremitas yg kena neuritis diistirahatkan; dpt diberi analgetik & sedative (prn), klofazimin tdk berguna ENL: prednison >15-30 mg/hr tappering off sesuai perbaikan rx; klofazimin 200300 mg/hr (sbg usaha lepas ketergantungan KS)

REHABILITASI
Px

MDT(-) risiko kerusakan saraf (neuritis, hilang sensibilitas, kekuatan otot berkurang) cegah: diagnosis dini + MDT cepat-tepat Rehabilitasi: operasi & fisioterapi, kekaryaan (beri lapangan kerja sesuai cacat tubuhnya)

THANK YOU