Anda di halaman 1dari 11

MODUL KULIAH

PROGRAM KULIAH KARYAWAN & PROFESIONAL


STTI ITECH

Mata kuliah KALKULUS (3 SKS)
Semester
Kelas PKKP SISTEM INFORMASI
Dosen Ninuk Wiliani, S.Si, M.Kom

Pertemuan : 14 (empat belas) Waktu : Minggu, 18 Des 2011

Modul 14 (Empat Belas)
Topik Fungsi Transendan
Sub Topik Penurunan fungsi transendan
Materi Mengenal turunan tingkat tinggi
Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengenal fungsi transendan
2. Mahasiswa dapat mengenal aplikasi dari turunan fungsi
transendan













Fungsi Transenden
- Logaritma Natural
- Inverse Fungsi dan Turunannya
- Fungsi Eksponensial Natural
- Fungsi Eksponensial Umum
- Pertumbuhan dan Peluruhan Eksponensial
- Inverse Fungsi Trigonometri dan Turunannya
- Fungsi Hiperbolik dan Inversenya
Logaritma Natural
Bentuk fungsi dari logaritma natural adalah 1/x, namun jika menggunakan
aturan pangkat, tidak dapat memberikan fungsi yang antiturunannya adalah
1/x.
Tetapi dengan meggunakan teorema dasar kalkulus fungsi tersebut dapat di
diferensialkan dengan menggunakan teknik integral dasar.
Fungsi ini disebut logaritma natural dari x, di tulis ln x. Dapat dibuktikan bahwa
fungsi ini sama dengan fungsi logaritma berbasis e yang sudah lebih dikenal di
bangku SMA.
Turunan logaritma natural
Dengan menggunakan Teorema Dasar Kalkulus kita peroleh
bahwa
Secara umum, dengan menggunakan Dalil Rantai kita peroleh
Bahwa
Turunan logaritma natural
Dengan menggunakan Teorema Dasar Kalkulus kita peroleh

Secara umum, dengan menggunakan Dalil rantai kita peroleh bahwa :

Contoh :
Carilah turunan pertama dari
a. ln 8x
b. ln x
3

c. ln ( - 5)
Jawab :
a.
x x
x
dx
d
x
1
) 8 (
8
1
) 8 (
8
1
= =
b.
x
x
x
x
dx
d
x
3
) 3 (
1
) (
1
2
3
3
3
= =
c.
x x x x
x
dx
d
x 10 2
1
2
1
5
1
) 5 (
5
1

=
|
|
.
|

\
|



Sifat sifat Logaritma Natural
1. ln 1 = 0
2. ln ab = ln a + ln b
3. ln
b
a
= ln a ln b
4. ln a
r
= r ln a

Berdasarkan definisi di atas, ln 1 = 0 dan ln ax = ln x + C,
maka untuk sembarang x, khususnya x = 1 --- > Ln a . 1 = ln 1 + C
jadi, C = ln a,
maka untuk x = b -- ln a . b = ln b + ln a
Contoh
1. Tentukan dy/dx jika y = ln
2
2
3
+
+
x
x

Y = ln
2
2
3
+
+
x
x
= ln (x + 2) ln 2
3
+ X =ln(X + 2) (x
3
+ 2)
Maka
Y = ( )
( )
2
2 / 3
2
1
3
2
1
2
1
2
1
3
2
3
+

+
=
+

+ x
x
x
x
x x


2. Tentukan dy / dx bila y = (x 2) / x x 4
3

Pertama tentukan ln y, selanjutnya tentukan turunannya, terhadap x secara
implisit.
Ln y = ln( x -2 ) / x x 4
3
= ln ( x 2 ) (x
3
4x)
) 4 )( 2 ( 2
) 4 3 )( 2 ( ) 4 ( 2
) 4 ( 2
4 3
2
1
2
1 1
3
2 3
3
2


=

=
x x
x x x
x
x
x dx
dy
y

=
) 4 ( 2
4 4
2
2


x x
x x

Jadi,
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|


=
) 4 ( 2
4 4
4
2
) 4 ( 2
4 4
.
2
2
2
2
2
x x
x x
x x
x
x x
x x
y
dx
dy

=
4 ) 2 ( 2
4 4
2 2 / 3
2
+

x x x
x x





Fungsi eksponen natural
Fungsi eksponen natural, y = exp (x) adalah inverse dari logaritma natural
X = exp (y) - y = ln x
Bilangan basis fungsi ini, dituliskan sebagai : e = exp (1) sehingga ln e = 1
Ekxpansi desimal bilangan ini adalah
e ~ 2,71828182845 ...
Berdasarkan definisi di atas, maka :
1. exp (ln x) = x, bila x > 0
2. ln (exp (x)) = x
Note :
e adalah bilangan transenden ( telah di buktikan oleh euler), yaitu tidak
mempunyai polinom p(x) sehingga p (e) = 0
y = exp (x) adlah sebuah fungsi ekxponensial
e
r
= exp (ln e
r
) = exp ( r ln e) = exp (r)
jika x irrasional, maka kembali kepada fungsi eksponensial, yaitu :
e
x
= exp (x)
jadi,
1. eln x = x
2. ln (e
x
) = x, untuk tiap x
Differensial dari exp (x)
Misalkan y = e
x
, karena ln x dan exp (x) saling invers, maka x = ln y. Apabila
kedua sisi di deferensialkan, dengan menggunakan Aturan Rantai, Diperoleh
bahwa I = (1/y)D
x
y atau
D
x
y = y

Teorema :
| |
x x
e e
dx
d
=

Contoh :
Tentukan turunan dari :
1. y = e
5-7x

2. y = e
x ln x

Jawab
1. Misalkan u = 5 7x maka u = -7
Maka dengan menggunakan aturan rantai :
Y = e
u
. u = e
5-7x
(-7) = -7.e
5 7x


2. Dengan cara yang sama,
Y = e
x ln x
D
x
(x ln x) = e
x ln x
(ln x + x.(1/x)
= e
x ln x
(ln x + 1)


Fungsi Logaritma dan Fungsi Eksponen Umum
Definisi
Jika a > 0 dan x adalah sembarang real, maka
a
x
= e
x ln a
maka
ln (a x) = ln (e
x ln a
) = x ln a

Sifat sifat a
x

Teorema : Sifat sifat fungsi Eksponen
Berlaku untuk a > 0, b > 0 dan x, y sembarang bilangan real
1. a
x
. a
y
= a
x+y
2.
y x
y
x
a
a
a

=
3. (a
x
)
y
= a
xy

4. ( ab )
x
= a
x
. b
x

5.
x
x
x
b
a
b
a
= |
.
|

\
|

Bukti (sebagian)
a
x
a
y
= e
x ln a
e
y ln a
= e
x ln a + y ln a =
e
(x +y) ln a =
a
x+y

(a/b)
x
= e
x ln a/b
=

e
x ( ln a ln b)
=

e
x ln a - x ln b =
e
x ln a
e
-x ln b
= a
x
b
-x

= a
x
b
-x
= a
x
b
(-1)x
= a
x
(b
(-1)
)
x
= (ab
-1
)
x
= a
x
/ b
x




Aturan rantai dapat dimanfaatkan untuk menentukan turunan dari a
x

D
x
a
x
= D
x
e
x ln a
= e
x ln a
D
x
( x ln a ) = a
x
ln a
Jadi : D
x
a
x
= a
x
ln a

Contoh
Hitunglah dy / dx bila
a. y =
x
3
b. y = 5
x
ln (2
x
)
Jawab :
a. di misalkan u = , maka
D
x

x
3 =
x
3 ln 3 D
x
() =
x
x
2
3 ln 3

b. dengan menggunakan aturan rantai dan aturan perkalian
D
x
(5
x
ln (2
x
)) = D
x
(5
x
) ln (2
x
) + 5
x
D
x
(ln (2
x
))
= 5
x
ln 5 ln 2
x
+ 5
x
(1/2
x
) D
x
(2
x
)
= 5
x
ln 5 ln 2
x
+ 5
x
(1/2
x
) 2
x
ln 2
Fungsi log
a
x
Fungsi ini merupakan fungsi logaritma berbasis bilangan positif a 1, log
a
x.
Fungsi ini di definisikan sebagai inverse dari fungsi eksponensial a
x

Definisi
Misalkan a > 0 dan a 1 maka
Y = log
a
x -- x = a
y

Note : ln x = log
e
x
Hubungan dengan logaritma biasa dapat diperoleh secara berikut :
Misalnya y = log
a
x sehingga x = a
y
maka :
Ln x = ln a
y
= y ln a sehingga log
a
x =
a
x
ln
ln


Karena log
a
x adalah kelipatan skalar dari ln x, dengan mudah di peroleh bahwa
a x
x
dx
d
a
ln
1
log =

FUNGSI FUNGSI a
x
, x
a
dan x
x

Walaupun tampak sama, namun f(x) = a
x
adalah fungsi eksponensial,
sedangkan
f(x) = x
a
adalah fungsi pangkat

Untuk sembarang a, x
a
= e
alnx
, maka
D
x
X
a
= D
x
e
a ln x
= e
a ln x
D
x
a ln x = e
a ln x

x
ax
x
a
a
=
|
.
|

\
|

Jadi
Aturan Pangkat berlaku umum (termasuk untuk a irrasional) yaitu :
D
X
X
a
= a x
a -1


Contoh :
Tentukan D
x
Y bila
a. y = x
x

b. y = (x
2
1)
cos x

Jawab
a. Karena x
x
= e
x ln x
, maka
D
x
y = D
x
e
x ln x
= e
x ln x
D
x
(x ln x)
= e
x ln x
(ln x + x . 1/x)
= x
x
( ln x + 1 )
b. Pertama kali, kita rubah bentuk (x
2
1)
cos x
menjadi e
cos x ln (x2 1)
, dengan
demikian :
D
x
y = D
x
e
cos x ln (x2 1)
= e
cos x ln (x2 1)
D
x
(cos x ln (x
2
+ 1))
= (x
2
1)
cos x
( )
( )
|
.
|

\
|
+
+ +
1
2
cos 1 ln sin
2
2
x
x
x x x














SOAL LATIHAN
Tentukan turunan pertama dari :
1. y = ln (x
2
5x + 6)
2. y =
2
ln
x
x

3. y =
( )
3
1 2 4
13
+
+
x x
x

4. y =
( ) ( )
1
2 3 3
2 2 3
2
+
+ +
x
x x

5. y = ln (sin x)
6. y + ln (xy) = 1
7. y =
x x 4 2
4
3


8. y = ( ) 9 log
2 10
+ x
9. y = x log