Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS JURNAL Judul Penelitian Penulis/Peneliti Tahun Jurnal : : : : The Rise of Economic Consequences Stephen A.

Zeff 1978 Journal of Accounting. December : 56-63

A. RINGKASAN JURNAL Pada tahun 1970 dampak tentang keputusan laporan akuntansi merupakan topic yang paling menantang. Profesi akuntansi Amerika telah menyadari adanya pengaruh yang kuat dari external dalam proses standard setting hal ini ditandai dengan dua perkembangan yakni, Pertama, individu dan kelompok yang jarang menunjukkan minat dalam pengaturan standar akuntansi, mulai campur tangan aktif dan kuat dalam proses. Kedua, perkumpulan ini mulai meenggunakan argumen kecuali yang secara tradisional telah digunakan dalam diskusi akuntansi. Istilah "Konsekuensi Ekonomi" telah digunakan untuk menggambarkan pada jenis argumen. Dengan "Konsekuensi Ekonomi" yang berarti dampak laporan akuntansi pada pengambilan keputusan untuk perilaku bisnis, pemerintah, serikat, investor dan kreditor. Dikatakan bahwa perilaku yang dihasilkan dari individu-individu dan kelompok bisa merugikan kepentingan pihak lain yang terkena dampak. Dan, yang argument lain, pembuat standar akuntansi harus mempertimbangkan ini yang diduga merugikan konsekuensi ketika memutuskan. Pertanyaan dasar yang muncul masih relevan hingga kini. Zef mendefinisikan konsekuensi ekononomi sebagai "dampak laporan akuntansi pada perilaku pembuatan keputusan pada bisnis, pemerintah dan kreditor". Esensi dari definisi tersebut adalah bahwa laporan akuntansi dapat mempengaruhi keputusan riil yang dibuat oleh manajer (atau pihak lain), daripada secara sederhana mencerminkan hasil dari keputusan tersebut. Zeff mendokumentasikan beberapa contoh dimana bisnis, asosiasi industri, dan pemerintah berusaha untuk mempengaruhi atau telah mempengaruhi standar akuntansi yang dibuat oleh Accounting Principle Board (pendahulu FASB) dan pendahulunya The Committee on Accounting Procedure. "Intervensi pihak ketiga" ini, seperti yang disebut oleh Zeff, memperumit penyusunan standar akuntansi. Jika kebijakan akuntansi tidak penting, pemilihan kebijakan tersebut akan dilakukan secara ketat antara badan pembuat standar akuntansi, dan audior yang tugasnya mengimplementasikan standar, karena mereka adalah bagian utama yang terlibat dalam pemilihan kebijakan akuntansi. Jika hanya bagian ini yang terlibat, model akuntansi yang sederhana, berdasarkan konsep yang diketahui seperti pencocokan biaya dan pendapatan, realisasi, dan konservatisme, dapat diterapkan dengan tak ada satupun, selain bagian yang terlibat, akan peduli kebijakan spesifik apa yang digunakan. Dengan kata lain, pilihan kebijakan akuntansi akan netral pada dampaknya..

B. ANALISIS ARTIKEL 1. Berisi apakah jurnal tersebut ? Jurnal ini berisi hasil penelitian dari Stephen A.Zeff pada tahun 1978, yang mengevaluasi secara kritis kesimpulan standar setting yang dapat ditarik dari studi penelitian relevansi nilai yang dimotivasi oleh pengaturan standar. Evaluasi berkonsentrasi pada teori akuntansi, penyusunan standar dan penilaian yang mendasari kesimpulan tersebut. 2. Apa yang ditemukan ? Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara kejadian-kejadia yang terjadi pada debt convenant. Tanpa teori deskriptif untuk menafsirkan empiris, literatur nilairelevansi memiliki implikasi terbatas atau kesimpulan untuk menetapkan standar. peneliti mengklasifikasikan nilai-relevansi penelitian menjadi tiga kategori. 3. Bagaimana menemukannya ? a. Melakukan pengumpulan data penelitian yaitu debt covenant. b. Melakukan perbandingan antara hasil antara kejadian-kejadian di antara debt convenant c. Studi hubungan relatif d. Tambahan studi hubungan menyelidiki apakah nomor akuntansi e. Studi Informasi Marginal konten menyelidiki apakah tertentu 4. Apa kekurangan jurnal tersebut ? Dalam penelitian ini tidak disebutkan adanya kendala pada penetapan standar dan penilaian, literatur- nilai relevansi yang dilaporkan asosiasi antara angka akuntansi dan valuasi saham biasa telah terbatas implikasi atau kesimpulan untuk menetapkan standard. 5. Apa yang menjadi kekuatan jurnal ini ? Yang menjadi kelebihan dalam penelitian ini adalah peneliti ingin menunjukkan bahwa ada kejadian kejadian yang terjadi di debt convenant yaitu penentuan metode akintansi dan kejadian ekonomi dan seberapa besar biaya violating firm debt convenant untuk menganalisis dikembalikan ke teori dan peraturan yang mendasari dibuatnya standar jadi sesuai dengan literature akademis. 6. Apa tindak lanjut penelitian topik yang terkait dengan jurnal ini ? Penelitian ini memberikan masukan bagi penelitian selanjutnya untuk mencari proksi lain untuk manajemen laba. Bila data tersedia, penelitian ini memberikan masukan agar melakukan pengujian apakah manajer melakukan manajemen laba dengan menurunkan earnings sebelum dan sesudah investigasi dilakukan.

C. ANALISIS LITERATUR DAN PENGUJIAN HIPOTESIS 1. Pertanyaan penelitian dan mengapa ia tertarik Hipotesis yang ada dalam penelitian ini adlah seberapa besar usaha manajer untuk menggunakan metode akuntansi untuk menghindari metode pengakuan debt convenant dan sebarapa besar biaya perusahaan untuk menghindari debt convenant 2. Penelitian sebelumnya Peneliti banyak menggunakan teori empiris yang berasal dari hasil penelitian terdahulu, seperti penelitian : Ball & Brown (1968) menyatakan manajemen suatu perusahaan dapat melakukan manajemen laba dengan 2 cara yaitu dengan memilih prosedur akuntansi atau mengontrol berbagai akrual (discretionary accrual). Pendeteksian manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan komponen discretionary accrual. De Angelo (1975) menjelaskan bahwa akuntansi akrual mencerminkan keputusan manajemen, antara lain untuk menghapus aset, pengakuan atau penundaan pendapatan, atau menganggap biaya atau modal suatu pengeluaran.

3. Teori utama Teori utama yang digunakan adalah teori Kensekuensi Ekonomi, peneliti menggunakan teori empiris yang berasal dari hasil penelitian terdahulu. D. ANALISIS METODE PENELITIAN 1. Sampel Penelitian ini memiliki sampel peneltian yaitu perusahaan besar dan kecil dengan menggunakan cross sectional analysis 2. Desain penelitian Hipotesis diuji dengan uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sampel yang telah diambil berasal dari populasi yang sama (populasi data berdistribusi normal). Apabila data tidak berdistribusi normal maka uji-t akan memberikan hasil yang bias. 3. Definisi operasional dan pengukuran variabel Jika jumlah yang penuh dengan 'terlalu banyak 'kesalahan pengukuran, peneliti juga tidak akan mendeteksi signifikan hubungan. Namun, ada atribut dari definisi FASB keandalan yang mungkin tidak tercermin dalam pentingnya hubungan perkiraan. Itu atribut verifiability. Akibatnya tambahan yang signifikan asosiasi tidak selalu menyiratkan jumlah yang dipertimbangkan dapat diandalkan. 4. Metode pengujian

a. Pengujian variabel independen terhadap variabel dependen abnormal accrual dengan regresi . b. Sensitivitas analysis dilakukan dengan metode least-square E. ANALISIS BAGIAN AKHIR 1. Hasil pengujian dan pembahasan Dari hasil uji statistik, peneliti menemukan beberapa hal, yaitu sebagai berikut: Semakin besar pengungkapan akan mengurangi asimetri informasi, selanjutnya akan semakin rendah komponen biaya modal pershn yg muncul dari asimetri informasi, Pengurangan asimetri informasi memberikan suatu alasan bagi pilihan pengungkapan efisien, atas studi efisiesni sebelumnya yg berusaha unt menemukan kondisi yg mencukupi bg disclosure, konsistensi dg pembuat standar (language regulators) dlm penggunaannya ketika mereka menggambarkan peran standar akuntansi sbg slh satu dari tingkatan yg harus diperhatikan ( leveling the playing field) dan meningkatkan kepercayaan investor. 2. Kontribusi a. Kontribusi literature : Paper ini diharapkan dpt meningkatkan riset mendatang yakni bisa menjadi hasil yg berguna dlm ketiadaan teori yg komprehensif dlm studi disclosure, Untuk bisa benar-benar komprehensif, suatu teori (pengungkapan) harus mencakup ( embrace) efisiensi, insentif, dan endogenitas proses pasar yg melibatkatkn interaksi diantara agen investor yg berbeda-beda b. Kontribusi regulasi : paper ini diharapkan bisa konsistensi dg pembuat standar (language regulators) dlm penggunaannya ketika mereka menggambarkan peran standar akuntansi sbg slh satu dari tingkatan yg harus diperhatikan ( leveling the playing field) dan meningkatkan kepercayaan investor. 3. Keterbatasan Peneliti tidak mampu menjelaskan bahwa ada kejadian seperti kejadian pengungkapan yang ada dalam GAAP pengakuan yang berbeda antara peminjam, karakteristik perusahaan. 4. Saran a. Penelitian ini hanya mengumpulkan meneliti satu karakteristik perusahaan b. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi perusahaan sebagian besar tidak terken financial distrss c. Tidak terdapat teori yang mendukung dalam peneltian ini 5. Implikasi Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan , regulator dan para peneliti selanjutnya serta untuk bisa mengetahui dan mendalami tentang relevance value.