Anda di halaman 1dari 3

BINTITAN (HORDEOLUM ) oleh : Dr.

Hadi Marzuki

Ketika mendengar mata bintitan atau timbilen, mungkin hal yang pertama terlintas di pikiran pembaca adalah sang penderita telah mengintip orang lain saat berada di kamar mandi. Namun hal diatas merupakan suatu mitos belaka. Hampir setiap orang mengenal bintitan atau timbilen yang dikenal dalam bahasa medis disebut Hordeolum. Penyakit ini tidak mengenai pada usia tertentu, dapat menyerang mulai dari anak-anak hingga orang tua. Namun penyakit ini lebih sering dijumpai pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Tidak ada angka kejadian yang signifikan antara laki-laki dan perempuan. Hordeolum secara definisi merupakan suatu benjolan yang disebabkan adanya peradangan pada satau atau lebih kelenjar pada kelopak mata. Peradangan ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yaitu bakteri stafilokokkus Berdasarkan tempatnya, hordeolum terbagi menjadi 2 jenis : 1. Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada hordeolum interna ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam). 2. Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dari luar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra). Gejala dari hordeolum sangat mudah dikenali yaitu adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas atau bawah, ada kalanya terdapat bintik berwarna keputihan atau kekuningan dan disertai pembengkanan kelopak mata. Berikut merupakan beberapa geejala hordeolum : 1. Nyeri pada kelopak mata 2. Kalau menunduk rasa sakit bertambah 3. Warna kemerahan 4. Nyeri tekan 5. Mata terkadang berair 6. Peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya

Pada hordeolum interna, benjolan akan nampak lebih jelas dengan membuka kelopak mata. Adanya pseudoptosis atau ptosis terjadi akibat bertambah beratnya kelopak sehingga sukar diangkat. Hordeolum dapat membentuk abses di kelopak mata dan pecah dengan mengeluarkan nanah. PENGOBATAN Pada umumnya hordeolum merupakan penyakit yang sembuh sendiri (selflimited) dalam 1-2 minggu. Namun akibat rasa nyeri atau tidak nyaman, penderita mencari pengobatan secara khusus yaitu pemberian obat topikal (salep atau tetes mata antibiotik) maupun kombinasi dengan obat antibiotika oral (diminum). Urutan penatalaksanaan hordeolum adalah sebagai berikut: 1. Kompres hangat selama sekitar 10-15 menit, 4 kali sehari. 2. Antibiotik topikal (salep, tetes mata), misalnya: Gentamycin, Neomycin, Polimyxin B, Chloramphenicol, Ciprofloxacin, dan lain-lain. Obat topikal digunakan selama 7-10 hari, sesuai anjuran dokter, terutama pada fase peradangan. 3. Antibiotika oral (diminum), misalnya: Ampisilin, Amoksisilin, Eritromisin, Doxycyclin. Pemberian antibiotik oral jika hordeolum tidak memperlihatkan adanya perbaikan setelah pemakian antibiotika topikal.. Penggunaan dan pemilihan jenis antibiotika oral hanya atas rekomendasi dokter berdasarkan hasil pemeriksaan. Adapun dosis antibiotika pada anak ditentukan berdasarkan berat badan sesuai dengan masing-masing jenis antibiotika dan berat ringannya hordeolum. 4. Obat-obat simptomatis (mengurangi keluhan) dapat diberikan untuk meredakan keluhan nyeri, misalnya: asetaminofen, asam mefenamat, ibuprofen, dan sejenisnya. Untuk bintitan yang tidak pecah sendiri, biasanya akan dilakukan penyayatan oleh dokter mata agar nanahnya dapat keluar. Beberapa cara untuk mencegah mata Hordeolum adalah : 1. Jaga Kebersihan. Kebersihan seluruh tubuh harus dijaga agar tidak mudah terkena infeksi atau peradangan oleh bakteri. 2. Cuci tangan sesering mungkin. Tangan yang tidak bersih menjadi tempat berkembangbiak yang baik untuk bakteri sehingga ketika kita mengucek atau menyentuh mata bisa menimbulkan Hordeolum. 3. Waspada jika mata sering gatal Karena ini mungkin saja tanda-tanda awal akan terjadinya mata Hordeloum 4. Mengistirahatkan mata.

Mata jangan dibuat terlalu lelah, karena mata yang lelah berpeluang sangat besar untuk terjadinya mata Hordeloum 5. Istirahat yang cukup. Kurangnya tidur atau sering begadang dapat pula menjadi salah satu faktor resiko terjadinya Hordeolum 6. Tingkatkan daya tahan tubuh. Olahraga yang cukup dan makanan yang bergizi dapat mencegah terjadinya mata Hordeloum 7. Lindungi mata. Pakailah pelindung mata di tempat-tempat yang kotor, berdebu dan berasap supaya mata tidak mudah teriritasi. Itulah 7 langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya mata bintitan (Hordeolum) agar mata kita yang merupakan jendela dunia dapat tetap sehat.