Anda di halaman 1dari 5

Vibrio Cholerae

Definisi Penyakit infeksi yang disebabkan Vibrio cholerae dengan manifestasi diare disertai muntah yang akut dan hebat akibat enterotoksin yang dihasilkan bakteri tersebut.

Etiologi Kuman aerob, Gram negatif berukuran 0,2-0,4 mm x 1,5-4,0 mm, pada pewarnaan Gram (sediaan tinja) sebagai batang-batang pendek sedikit bengkok (koma), tersusun berkelompok seperti kawanan ikan yang berenang. Tumbuh cepat dalam berbagai macam media selektif : agar garam empedu, agar-gliserin-telurit-taurokolat, atau thiosulfate-citrate-bile saltsucrose (TCBS). Bersifat aerob atau anaerob fakultatif Suhu optimum 37C (18-37C) pH optimum 8,5-9,5. tidak tahan asam Meragi sukrosa dan manosa tanpa menghasilkan gas.

Epidemiologi Pada tahun 1961 ketika Vibrio pertama kali muncul menyebabkan epidemi kolera di Sulawesi, Indonesia. Pada daerah endemik, air terutama berperan dalam penularan kolera; namun pada epidemi yang besar penularan juga terjadi melalui makanan yang terkontaminasi oleh tinja atau air yang mengandung V.cholerae. Daerah endemik : anak > orang dewasa (10:1) Pada orang dewasa : >

Morfologi dan sifat Kuman batang bengkok seperti koma, berukuran 2-4m Gerak sangat aktif dengan adanya flagel monotrikh Tidak membentuk spora Pada biakan lama, dapat menjadi berbentuk batang lurus Negatif Gram

Patogenesis Dalam keadaan normal hanya patogen untuk manusia Tidak bersifat invasif Menghasilkan toksin kholera (enterotoksin), musinase dan endotoksin. Secara histologis, usus tetap normal.

Kekebalan Asam lambung dapat membunuh kuman yang masuk dalam jumlah kecil Antibodi yang terbentuk : IgA dan IgG yang hanya ada dalam waktu yang relatif singkat

Gejala Klinis

Masa inkubasi 1-4 hari Gejala : mual, muntah, diare dan kejang perut Ricewater stools yang terdiri dari mukus, sel epitel dan kuman vibrio dalam jumlah besar. Gejala kehilangan cairan dan elektrolit; dehidrasi, kolaps sirkulasi dan anuria Angka kematian tanpa pengobatan :25-50% Tanda dehidrasi : nadi cepat, napas cepat, suara menjadi serak (vox cholerica), turgor kulit menurun, bibir kering, perut cekung, jari-jari tangan dan kaki tampak kurus dengan lipatan-lipatan kulit dan anuria

Diagnosis Gejala khas : diare, mual dan muntah, cairn tinja seperti cucian beras, suhu normal atau menurun, dehidrasi Laboratorium : tinja dan atau muntahan Perbenihan : agar pepton, agar darah dengan pH 9,0, TCBS tes fermentasi : tes aglutinasi, reaksi meraah kholera, slide aglutination test

Penatalaksanaan Prinsip : rehidrasi dengan cairan dan elektrolit

Antibiotika: tetrasiklin dapat mempersingkat masa pemberian cairan/rehidrasi

Tabel 3. Petunjuk terapi rehidrasi kolera pada dewasa Derajat dehidrasi Ringan Macam cairan ORS Jumlah cairan 50 ml/KgBB maks 750ml/jam sedang ORS 100 ml/KgBB Maks. 750ml/jam 3 jam Jangka waktu pemberian 3-4 jam

Berat

Intra vena ringer 110ml/KgBB laktat

3 jam pertama guyur sampai nadi teraba kuat, sisanya dibagi dalam 2 jam berikutnya

Pencegahan Vaksinasi dapat melindungi orang-orang yang kontak langsung dengan penderita. Vaksin komersial standar mengandung 10 milyar Vibrio mati per ml, memberi proteksi 60-80% untuk masa 3-6 bulan. Toksoid kolera pada manusia tidak memberikan hasil yang lebih baik daripada vaksin standar Perbaikan higiene

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam