Anda di halaman 1dari 5

REVIEW ARTIKEL II MBAR

MARKET-BASED EMPIRICAL RESEARCH IN ACCOUNTING : A REVIEW, INTERPRETATION, AND EXTENSION By : Baruch Lev and James A.Ohlson

Dalam artikel ini dibahas Berbagai Penelitian yang paling lengkap pada masanya dan ambisius dalam sejarah akuntansi dievaluasi oleh Artikel ini. Khususnya dalam pencarian hubungan antara pengungkapan informasi akuntansi ke publik dan konsekuensi dari penggunaan informasi ini oleh kelompok investor. Yang tercermin dalam karakteristik saham. Upaya penelitian, yang dikenal sebagai MBAR, MBAR merupakan melanjutkan perkembangan teori keuangan yang dimulai dari tahun 1950-an dan awal 1960-an. teori pemilihan portofolio teori dan keturunannya, melalui (CAPM), dan konsep informasi-sekutu pasar modal yang efisien (ECM). Artikel ini menegaskan bahwa perkembangan selanjutnya dalam ekonomi informasi, teori keagenan, dan optimal insentif model sinyal dengan cepat, dapat dimasukkan ke MBAR. Artikel ini dibagi menjadi dua bagian, Bagian 1 dari makalah ini merangkum harapan diangkat oleh mbar. Seperti karakteristik dalam disiplin yang belum matang, biasanya bereforia awal, harapan ingin cepat memberi jalan atau jawaban bagi yang tidak sabar ada muncul kekecewaan atau pesimisme. Bagian 2 berisi ulasan dan mengevaluasi bukti-bukti empiris yang ada atas pengaruh tertentu, dapat dikelompokkan dalam empat kategori: (i) kandungan informasi data akuntansi, (ii) efek dari pengungkapan sukarela (diskresioner) dan perubahan teknik akuntansi pada investor, perusahaan, dan manajer, (iii ) efek pada pasar saham regulasi akuntansi, dan (iv) dampak mbar pada disiplin ilmu lainnya. Bagian 3 membahas dua hal yang berpotensi merupakan kelanjutan dari mbar. Pertama adalah pengembangan struktur akuntansi dan implikasinya terhadap kesejahteraan pemegang saham, dan yang kedua adalah tentang penilaian aset melalui model valuasi saham

REVIEW ARTIKEL II MBAR

Tinjauan dan Evaluasi dalam artikel ini adalah sebagai berikut : 1. Data Akuntansi menyampaikan informasi yang berguna pada investor. Sementara kesimpulan ini jelas berlaku untuk data pendapatan, 2. Studi awal menunjukkan rasionalitas investor telah mampu dikonfrmasi. Dan bahwa keberadaan beberapa irasionalitas investor (sering disebut "fiksasi fungsional") tidak dapat mengaburkan 3. Adapun pasar saham terpengaruh oleh peraturan akuntansi, itu menyimpulkan bahwa, dalam beberapa kasus, menarik untuk dilakukan penelitian (misalnya, penggantian biaya, akuntansi minyak dan gas, dan garis-of-bisnis data), hasil tampaknya konsisten dan bahkan meyakinkan. Selain itu, perbaikan terusmenerus dalam metodologi statistik 4. Akhirnya, dua aspek kontribusi mbar (a) bahwa bukti empiris yang tampaknya tidak konsisten memberikan kontribusi untuk mempertimbangkan kembali model CAPM, dan (b) Penelitian empiris, dimulai oleh Beaver, Kettler, dan Scholes [1970] studi, berkaitan mendasar (perusahaan berbasis) variabel risiko sistematis saham biasa.

1. MBAR diharapan dapat lebih mengembangkan Ilmu Akuntansi Second, and even more important, capital market efficiency provides a preference ordering of alternative information systems that can guide policymakers' decisions: Oleh Beaver [1972], mengungkapkan agenda penelitian akuntansi dimasa yang akan datang, dan potensial untuk dilakukan : Pertama, Teori Efisiensi pasar modal, menunjukan bahwa isi informasi data akuntansi dapat disimpulkan mempengaruhi pasar dengan mengamati harga saham dan reaksi volume atas pengumuman laporan akuntansi: Kedua, dan bahkan lebih penting, efisiensi pasar modal memberikan preferensi alternatif yang dapat membimbing keputusan pembuat kebijakan ' Ketiga, Capital Asset Pricing Model (CAPM) menegaskan bahwa relevansi data akuntansi untuk investor individu adalah terbatas pada risiko sistematis, sehingga dapat digunakan untuk penelitian prediksi

REVIEW ARTIKEL II MBAR

Keempat,

pada

umumnya

kesalahan

pengukuran

akuntansi

tidak

menyebabkan kesalahan yang relevan dalam menilai kembali portofolio masa depan. karena kesalahan di tingkat portofolio hanya merupakan kesalahan sistematis semata Kelima, perbedaan antara perilaku individu dan perilaku pasar agregat ditangkap dengan mengamati reaksi harga dan volume Keenam, penelitian tentang nilai intrisik dapat menggunakan menggunakan informasi akuntansi Ketujuh, program penelitian akuntansi dapat dilanjutkan dalam rangka untuk memvalidasi hipotesis Pasar Modal Efisien (ECM) Kedelapan, mbar dirasakan lebih unggul dibandingkan dengan metodologi penelitian yang lain dalam akuntansi

2. Bukti Empiris: Kajian Kritis dan Penjelasannya Bukti yang tersedia untuk memastikan adanya hubungan antara Pasar Modal dan Informasi akuntansi , dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok studi: a) Studi Kandungan Informasi, kontribusi ke accounting signal dan memahami perilaku atas return saham b) Studi tentang accounting discretionary dan pengaruhnya pada perilaku investor manager dan perusahaan c) Kajian tentang regulasi terhadap perilaku d) Kajian tentang MBAR dan pengaruhnya terhadap bidang ilmu lainnya. 3. Jalan untuk Masa Depan Riset Akuntansi Berbasis Pasar Dalam penelitian ini ada dua bidang utama untuk melihat perkembangan MBAR yang pertama studi tentang implikasi kesejahteraan ekonomi sebagai variabel yang relevan untuk temuan MBAR, yang kedua, pembangunan model penilaian ekuitas untuk melengkapi dan memperluas studi korelasi tradisional MBAR. Untuk lebih jelasnya akan dibahas dalam bagian berikutnya

REVIEW ARTIKEL II MBAR

Kesejahteraan Ekonomi: Beberapa Implikasi Untuk Penelitian Empiris Pada Akuntansi Bagian ini diawali dengan melakukan pengamatan pada beberapa tren penting

dalam penelitian akuntansi, terutama pergeseran yang signifikan dari orientasi tradisional "normatif dimana akuntansi dipandang sebagai standar yang harus dipatuhi ke orientasi "positif" dimana akuntansi dianggap sebagai sains. Tren ini berpengaruh terhadap relevansi mbar kepada para pembuat kebijakan. Diaman tidak semua standar yang dihasilkan susuai dengan kondisi dalam sehingga perlu adanya pembuktian scara empiris. Ada tiga focus utama dalam implikasi kesejahteraan ekonomi yang pertama menyangkut informasi indivudu terhadap kesejahteraan ekonomi dimana informasi individu bersifat beragam atau heterogen. Kedua, informasi studi konten mendekati analisis empiris manfaat sosial dari data akuntansi. Ketiga bagaimana nilai aset modal, dan perubahan di dalamnya, mencerminkan kesejahteraan pemegang saham, aspek ini adalah relevansi khusus untuk menilai dampak dari regulasi/standar. Jadi inti dari focus utama dari kesejahteraan yaitu bagaimana suatu standar yang dibuat mampu mengsejahterakan setiap individu sebagai pelaku dalam pasar modal. praktik akuntansi,

pembangunan model penilaian Aset Dengan Variabel Dasar Upaya untuk membangun model penilaian harga-saham sebagai aset oleh

variabel fundamental yaitu dengan munculnya CAPM untuk memberikan beberapa fondasi teoritis diaman CAMP merupakan alat atau model estimasi yang mampu mengestimasi return suatu sekuritas, asumsi-asumsi yang adala CAMP adalah Semakin tinggi resiko, maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diharapkan, tingkat keuntungan memiliki hubungan yang linier dengan resiko, resiko tidak sistematis tidak relevan, dalam artian tidak akan ada imbalan bagi pemodal untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar kalau mereka menanggung resiko tidak sistematis, penyimpangan tingkat keuntungan sekuritas atau portofolio dari equilibrium haruslah bersifat acak dan tidak bisa diketemukan cara untuk

REVIEW ARTIKEL II MBAR

memanfaatkan penyimpangan guna memperoleh excess profit, tidak ada biaya transaksi, kuantitas dari keseluruhan assets tersedia dan tetap.