Anda di halaman 1dari 7

Anatomy Histology Kelenjar Tiroid

Terletak anterior pada leher bawah, dimulai dari C5 T1. Terdiri dari 2 lobus, kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Beratnya kurang lebih 25 40 g pada orang dewasa dan lebih berat pada wanita. Terletak profundus terhadap musculus sternothyroideus dan musculus sternohyoideus.

Vaskularisasi Arteri A. thyroidea superior Berasal dari cabang pertama dari arteri carotis external berjalan menurun melewati daerah lateral dari M. thyrohyoid mencapai kutub posterior dari lobus lateral glandula yang terbagi menjadi cabang anterior (supply sepanjang superior glandula thyroid dan beranastomose dengan kembarannya dari sisi satunya melewati isthmus) dan posterior (melalui sisi posterior dai glandula dan beranastomose dengan A. thyroidea inferior) A. thyroidea inferior Berasal dari truncus thyrocervical yang merupakan cabang pertama dari A. subclavia berjalan ke atas melewati medial M. scalenus anterior menuju ke kutub inferior dari lobus lateral

glandula. Terbagi menjadi cabang inferior mensupply bagian bawah glandula thyroid dan beranastomose dengan cabang posterior dari A. thyroidea superior terdapat juga cabang ascending. Vena V. thyroideal superior (~ A. thyroideal superior) V. jugularis V. thyroideal medial V. jugularis V. thyroideal inferior V. brachiocephalica V. Jugularis

Persarafan N. Laryngeal recurrent - merupakan cabang dari N. Vagus (N. X) - mengelilingi a. subclavia (kanan) dan aorta (kiri). - melewati bagian posteromedial dari lobus lateral. FUNGSI KELENJAR TIROID 1. Pengambilan iodium dan sintesis hormon dari tiroglobulin. 2. Membebaskan hormon dari tiroglobulin dan mensekresi dalam sirkulasi darah. HORMON TIROID Sintesa dan sekresi hormon tiroid

1) Proses penjeratan ion iodida dengan mekanisme pompa iodida. Pompa ini dapat memekatkan iodida kira-kira 30 kali konsentrasinya di dalam darah 2) Proses pembentukan tiroglobulin. Tiroglobulin adalah glikoprotein besar yang nantinya akan mensekresi hormon tiroid 3) Proses pengoksidasian ion iodida menjadi iodium. Proses ini dibantu oleh enzim peroksidase dan hidrogen peroksidase 4) Proses iodinasi asam amino tirosin. Pada proses ini iodium (I) akan menggantikan hidrogen (H) pada cincin benzena tirosin. Hal ini dapat terjadi karena afinitas iodium terhadap oksigen (O) pada cincin benzena lebih besar daripada hidrogen. Proses ini dibantu oleh enzim iodinase agar lebih cepat 5) Proses organifikasi tiroid. Pada proses ini tirosin yang sudah teriodinasi (jika teriodinasi oleh satu unsur I dinamakan monoiodotirosin dan jika dua unsur I menjadi diiodotirosin) 6) Proses coupling (penggandengan tirosin yang sudah teriodinasi). Jika monoiodotirosin bergabung dengan diiodotirosin maka akan menjadi triiodotironin. Jika dua diiodotirosin bergabung akan menjadi tetraiodotironin atau yang lebih sering disebut tiroksin

Pengangkutan hormon tiroid Diangkut oleh 2 glikoprotein : TBG (Thyroxine Binding Prealbumin) TBP (Thyroxine Binding Prealbumin Serum albumin

Protein TBG

Pengikatan T3 > T4 Asam tetraiodoasetat

Affinitas Tinggi

Kapasitas Rendah

TBP

Asam tetraiodoasetat > T4 T3 = 0

Sedang

Tinggi

Serum albumin

Sama untuk semua

Rendah

Sangat tinggi

1.

Hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan dan maturasi jaringan merangsang transkripsi banyak gen, sintesis protein, menambah sintesis meningkatkan metabolisme memberikan efek kalorigenik memelihara suhu tubuh dan BB mempunyai efek kronotropik dan inotropik terhadap jantung meningkatkan absorbsi karbohidrat oleh usus halus degradasi kolesterol dan trigliserida meningkatkan sintesis lemak degradasi berbagai obat, vitamin dan hormon, termasuk hormon tiroid sendiri. pengambilan bermacam-macam vitamin

Efek hormon tiroid pada mekanisme tubuh yang spesifik Pada metabolisme karbohidat.

Penggunaan glukosa yang cepat oleh sel menignkatkan glikolisis, glikogenesis, kecepatan absorbsi dari saluran cerna, meningkatkan sekresi insulin. Pada metabolisme lemak Karena lemak merupakan sumber energi utama untuk suplai jangka panjang maka lemak yang telah disimpan dalam tubuh akan lebih banyak dipecah dari elemen-elemen jaringan lain. Khususnya lipid akan diangkut dari jaringan lemak yang menignkatkan konsentrasi asam lemak bebas didalam plasma. Hormon tiroid juga sangat mempercepat proses oksidasi asam lemak bebas oleh sel. Efek pada metabolisme vitamin. Hormon tiroid meningkatkan jumlah berbagai enzim dan oleh karena vitamin merupakan bagian penting dari beberapa enzim atau koenzim maka hormon tiroid ini meningkatkan kebutuhan akan vitamin. Oleh karena itu bila sekresi hormon tiroid berlebihan maka dapat timbul defisiensi vitamin relatif. Pada plasma dan lemak hati Menurunkan jumlah kolesterol, fosfolipid, dan trigliserida dalam darah dan juga meningkatkan asam lemak bebas. Salah satu mekanisme penurunan kolesterol plasma dalam darah dengan meningkatkan sekresi kolesterol yang bermakna di dalam ampedu dan jumlah kolesterol yang hilang didalam feses. Suatu mekanisme yang mungkin terjadi untuk meningkatkan sekresi asam lemak adalah menginkatkan jumlah dari reseptor LDL yang diinduksi pada hormon tiroid dari sel-sel hati yang mengarah pada pemindahan LDL yang cepat dari plasma dan sekresi lipoprotein kolesterol selanjutnya dalam hati. Efek pada Laju metabolisme basal Hormon tiroid meningkatkan sebagian metabolisme sebagian besar sel tubuh, maka kelebihan hormon ini kadangkala meningkatkan laju metabolisme basal sampai 60-100% diatas nilai normalnya. Bila tidak ada hormon yang dihasilkan maka laju metabolisme basal sampai setengah nilai normal (-30 -45%). Efek pada berat badan. Bila produksi hormon sangat menginkat maka hampir selalu menurunkan berat badan. Dan bila produksinya sangat berkurang maka hampir selalu timbul kenaikkan berat badan. Efek ini tidak selalu terjadi oleh karena hormon tiroid meningkatkan nafsu makan, dan keadaan ini dapat melebihi

keseimbangan perubahan kecepatan metabolisme.

Efek pada sistem kardiovaskuler Aliran darah dan curah jantung Meningkatnya metabolisme dalam jaringan mempercepat pemakaian oksigen dan memperbanyak jumlah produk akhir dari metabolisme yang dilepaskan jaringan. Efek ini menyebabkan vasodilatasi sebagian besar jaringan tubuh sehingga meningkatkan aliran darah. Kecepatan aliran darah pada kulit terutama meningkat oleh karena meningkatnya kebutuhan untuk pembuangan panas. Frekuensi denyut jantung Hormon tiroid mungkin berpengaruh langsung pada eksitabilitas jantung yang selanjutnya menginkatkan frekuensi jantung. Kekuatan denyut jantung. Peningkatan aktifitas enzimatik yang disebabkan oleh peningkatan produksi hormon tiroid tampaknya juga menigkatkan kekuatan denyut jantung bila sekresi hormon tiroid sedikit berlebih. Akan tetapi bila peningkatan hormon tiroid itu lebih nyata maka kekuatan otot jantung akan ditekan oleh karena katabolisme yang berlebihan. Volume darah Hormon tiroid menyebabkan volume darah sedikit meningkat, hal ini mungkin disebabkan paling sedikit oleh vasodilatasi. Tekanan arteri Tekanan arteri rata-rata biasanya tidak berubah. Tetapi karena terdapat peningkatan aliran darah melalui jaringan diantara dua denyut jantung maka tekanan nadi menjadi sering meningkat.

Efek pada respirasi Meningkatnya kecepatan metabolisme akan meningkatkan pemakaian oksigen dan pembentukan karbondioksida, efek-efek ini mengaktifkan semua mekanisme yang meningkatkan kecepatan dan kedalaman pernapasan. Efek pada saluran cerna Hormon tiroid menignkatkan sekresi getah pencernaan dan pergerakan saluran cerna.

Efek pada sistem saraf pusat. Hormon tiroid meningkatkan kecepatan berpikir tetapi juga menimbulkan disosiasi pikiran.

Efek pada fungsi otot Sedikit penginkatan hormon tiroid biasanya menyebabkan otot bereaksi dengan kuat, namun bila jumlah hormon ini berlebihan maka otot-otot akan menjadi lemah oleh karena berlebihannya katabolisme protein. Tremor otot, pada hipertiroidisme disebabkan oleh bertambahnya kepekaan sinaps syaraf didaerah medula yang mengatur tonus otot. Tremor ini merupakan cara yang penting untuk memperkirakan tingkat pengaruh hormon tiroid pada susunan sraf pusat

Efek pada tidur Karena efek yang melelahkan dari hormon tiroid pada otot dan sistem saraf pusat, maka penderita hipertiroidi seringkali merasa capai terus menerus, tetapi karena efek eksitasi hormon tiroid pada sinaps timbul kesulitan tidur. Efek pada kelenjar endokrin lain Meningkatnya hormon tiroid meningkatkan kecepatan sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain, tetapi hormon ini juga meningkatkan kebutuhan jaringan akan hormon ini Efek pada fungsi seksual Pada pria, berkurangnya hormon tiroid menyebabkan hilangnya libido dan bila berlebihan menyebabkan impotensi. Pada wanita, kekurangan hormon tiroid menyebabkan timbulnya menorrhagia dan polymenor yang secara berurutan berarti, timbulnya perdarahan menstruasi yang berlebihan dan lebih sering.