Anda di halaman 1dari 14

TUGAS AKHIR AGAMA ISLAM

AYAT-AYAT TENTANG KAUNIYAH DAN KAULIYAH


TENTANG PERTANIAN


NAMA : DIDIK CHOIRUL UMMAM
NPM : 1125010048
JURUSAN : AGROTEKNOLOGI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
VETERAN
JATIM
2012




BAB 1
Latar belakang
Kita, di dunia ini, tidak pernah bisa melihat Allah. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui
bahwa Allah memang ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya? Dan bagaimana kita bisa
mengenal-Nya? Memang, Allah telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di
dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya. Kemudian, Allah
telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati agar kita bisa memahami ayat-ayat-
Nya.Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat qauliyah, yaitu
ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Al-Quran adalah ayat qauliyah. Yang
kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta
dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu
yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos). Bahkan diri kita baik secara
fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Allah Subhanahu wa Taala berfirman
dalam QS Fushshilat ayat 53:Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda
(kekuasaan) kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi
mereka bahwa Al-Quran adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu
menjadi saksi atas segala sesuatu?
Dalam kegiatan pertanian atau kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan
manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta
untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang
termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok
tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun
cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan
produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti
penangkapan ikan atau eksploitasi hutan. Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian
dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan
ekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung,
seperti ilmu tanah, meteorologi, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari
dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut
sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka
yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan".
Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.
Al-qura'n sebagai pedoman hidup manusia, tidak hanya berisi perintah dan larangan
semata. tapi dalam al-qur'an mengatur berbagai hubungan hidup, tata cara hidup,hubungan
manusia dengan lingkungan hingga masalah pertanian pun ada di dalamnya. namun perlu
diketahui al-quran bukanlah buku ilmu pengetahuan. namun al-quran merupakan sumber dari
segala ilmu pengetahuan. karena al-quran sebagai pedoman hidup dan sumber dari segala
ilmu pengetahuan maka pertanian pun tak lepas sumbernya dari al-quran
BAB II
Pembahasan
a. Keserasian Ayat-Ayat Qauliyah Dan Kauniyah
Allah SWT menurunkan ayat-ayat (tanda kekuasaan)-Nya melalui 2 jalur formal yaitu ayat
qouliyah dan jalurnon-formal yaitu ayat kauniyah. Ayat qouliyah adalah kalam Allah (Al-
Quran) yang diturunkan secara formal kepad Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ayat
kauniyah adalah fenomena alam, jalurnya tidak formal dan manusia mengeksplorasi sendiri.
Al-Quran Al-Karim, yang terdiri dari 6.236 ayat itu, menguraikan berbagai persoalan hidup
dan kehidupan, antara lain menyangkut alam raya dan fenomenanya. Uraian-uraian sekitar
persoalan sering tersebut sering di sebut ayat-ayat kauniyah. Tidak kurang dari 750 ayat yang
secara tegas menguraikan hal-hal diatas. jumlah ini tidak termaksud ayat-ayat yang
menyinggungnya secara tersirat.

b. Al-Quran Dan Alam Raya
Dalam bericara tentang alam dan fenomenanya. Paling sedikit ada dua hal yang dapat
dikemukakan menyangkut hal tersebut:
1. Al-Quran memerintah kan atau menganjurkan kepada manusia untuk memperhatikan dan
mempelajari alam rayadalam rangka memperolh manfaat dan kemudahan-kemudahan bagi
kehidupanyadan mengantarkan kepada kesadaran-kesadaran akan keesaan dan
kemahakuasaan Allah SWT.
2. alam dan segala isinya beserta hokum-hukum yang mengaturnya, diciptakan, dimiliki, dan
dibawah kekuasaan Allah SWTsertadiatut dengan sangat teliti. Alam raya tidak bias
dilepaskan dari ketetapan-ketapan tersebut, kecuali jika dikehendaki aloh Allah SWT.
Eksplorasi terhadap ayat kauniyah inilah yang kita kenal sebagai sains, yang kemudian dalam
aplikasinya disebut teknologi. Sains dan teknologi (saintek) ini adalah implementasi dari
tugas manusia sebagai khalifah fil ardhi untukmemakmurkan bumi. Karenanya bagi seorang
muslim, saintek adalah sarana hidup untuk mengelola bumi, bukan membuat kerusakan.
Paradigma seorang muslim terhadap ayat-ayat Allah ini, baik ayat qouliyah (Al-Quran)
maupun kauniyah (fenomena alam) adalah mutlak benar dan tidak mungkin bertentangan,
karena keduanya berasal dari Allah. Pada faktanya sains yang telah proven (qathi) selaras
dengan Al Quran seperti tentang peredaran bintang, matahari dan bumi pada orbitnya.
Namun sains yang masih dzanni (teori) kadang bertentangan dengan yang termaktub dalam
Al-Quran seperti teori evolusipada manusia. Allah swt. menuangkan sebagian kecil dari
ilmu-Nya kepada umat manusia dengan dua jalan. Pertama, dengan ath-thariqah ar-rasmiyah
(jalan resmi) yaitu dalam jalur wahyu melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasul-Nya,
yang disebut juga dengan ayat-ayat qauliyah. Kedua, dengan ath-thariqah ghairu rasmiyah
(jalan tidak resmi) yaitu melalui ilham secara kepada makhluk-Nya di alam semesta ini (baik
makhluk hidup maupun yang mati), tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena tak
melalui perantaraan malaikat Jibril, maka bisa disebut jalan langsung (mubasyaratan).
Kemudian jalan ini disebut juga dengan ayat-ayat kauniyah. Ayat-ayat qauliyah
mengisyaratkan kepada manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh
sebab itu manusia harus berusaha membacanya, mempelajari, menyelidiki dan
merenungkannya, untuk kemudian mengambil kesimpulan. Allah swt. berfirman: Bacalah
(ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia
dari alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan
perantaraan alam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-
Alaq:1-5) Saintis muslim bukan berhenti pada observasi dan menjelaskan fenomena alam,
namun mesti mencapai level orang yang berakal ulil albab (QS Ali Imron 190-191). Akal
berbeda dengan kecerdasan otak. Hewan pun mempunyai kecerdasan, namun tidak
mempunyai akal. Karenanya orang yang tidak menggunakan akal diumpamakan binatang
ternak (QS.Al-Araf : 179). Manusia yang tidak menggunakan akal dianggap
sebagaibinatang yang cerdas.
Akal adalah kerja qalbu yang berada dalam dada (sebagaimana disebutkan dalam QS.Al-
Hajj ayat 46), merupakan kemampuan untuk mengambil pelajaran. Kata ulil albab biasa
disebut dalam Al-Quran setelah pemaparan fenomena alam, untuk menunjukkan orang yang
bias mengambil pelajaran. Kata yafqohuun (memahami), yaqiluun(menggunakan akal)
dalam Al-Quran dinisbatkan pada qalbu (QS.22:46, 7:179). maka apakah mereka tidak
berjalan di muka bumi,lalu mereka mempunyai qalbu yang dengan itu mereka dapat
memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena
sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah qalbu yang di dalam
dada./ Ayat di atas didahului dengan ayat tentang pemaparan fenomena kaum-kaum yang
diadzab.
Berkaca dari makna akal dalam Al-Quran ini, maka semestinya penemu disket, penemu
memori jika barakal maka akan sampai pada keyakinan tentang akhirat, tentang kesaksian dan
pencatatan amal-amal manusia, dan hari pembalasan. Dalam sejarah peradaban Islam, para
ilmuwan adalah juga ahli dalam agama karena memahami kedudukan saintek dalam Islam.
Mereka belajar ayat qouliyah dan juga belajar ayat kauniyah. Kontribusi ilmu pengetahuan
para ilmuwan muslim menjadi tonggak kemajuan iptek di barat.
Dalam bidang matematika ada algorithm, algebra yang merupakan nama matematikawan
muslim (Alkhawarizm, Aljabar). Juga angka Arab yang dengannya perhitungan menjadi
mudah. Dalam bidang kimia ada istilah alkemi (chemistry), alkali, alkohol. Nama-nama
ilmuwan muslim spt IbnuSina (Avicena), Ibnu Rusyd (Averous), Ibnu Khaldun menjadi nama
yang gemilang. Bidang-bidang yang sangat gemilang pada masa kejayaan peradaban Islam
adalah kedokteran, matematika, dan astronomi, karena menjadi kebutuhan langsung seperti
menentukan kiblat dan waktu-waktu ibadah. Dalam pandangan seorang muslim ayat qauliyah
akan memberikan petunjuk/isyarat bagi kebenaan ayat kauniyah, misalnya surat An-Nur
(24):43 mengisyaratkan terjadinya huja, surat Al-Mukminun (23):12-14 mengisyaratkan
tetang keseimbangan dan kesetabilan pada istem tata surya, surat Al-Ankabut(29):20
mengisyaratkan adanya evolusi pada penciptaan makhluk di bumi, surat AZ-Zumar (39):5 dan
surat an-Naml (27): 28 mengisyaratkan adanyarotasi bumi dan bulatnya bumi,sebaliknya ayat
kauniyah akan menjadi bukti (Al-Burhan) bagi kebenaran ayat qauliyah (lihat surat Al-
Fushshilat 41:53) Dengan demikian,Pada pasal ini akan dijelaskan dan diberikan contoh
hubungan antara ayat Qauliyah sebagai petunjuk wahyu yang memberikan isyarat global
tentang fenomena iptek, untuk membantu menjelaskan dan mencocokkan terhadap ayat
kauniyah. Banyak sekali contoh yang dapat dikemukakan, akan tetapi karena keterbatasan
ruang, maka dalam hal ini akan dikemukakan dua contoh saja yang amat terkenal yaitu
Siklus Hidrologi dan Konsep Tentang Alam Semesta.

1. Ayat/Fenomena Kauniyah
Dari hasil observasi dan penelitian yang berulang-ulang bahwa siklus hidrologi atau sikulasi
air (hydrologi cycle) dapat dijelaskan sebagai berikut:Siklus hidrologi adalah sirkulasi air
yang terjadi akibat radiasi/panas matahari, sehingga air yang dilaut, sungai, dan juga air pada
tumbuh-tumbuhan mengalami penguapan ke udara (transpiration), sehingga dikenal sebagai
evapotranspiration, lalu uapair tersebut pada ketinggian tertentu menjadi dinggin dan
terkondensasi menjadi awan. Akibat angin,bekumpulan awan dengan ukuran tertentu dan
terbuat awan hujan, karena pengaruh berat dan gravitasi kemudian terjadilah hujan
(presipitasion). Beberapa air hujan ada yang mengalir di atas permukaan. Tanah sebagai aliran
limpasan (overland flow) dan ada yang terserap kedalam tanah (infiltrasioan). Aliran limpasan
selanjutnya dapat mengisi tampungan-cekungan (depresioan storage). Apabila tampungan ini
telah terpenuhi, air akan menjadi limpasan-permukaan (surface runoff) yang selanjutnya
mengalir kelaut. Sedangkan air yang terinfiltrasi, bisa keadaan formasi geologi
memungkinkan, sebagian dapat mengalir literal di lapisan tidak kenyang air sebagai aliran
antara (subsurface flow/interflow). Sebagian yang lain mengalir vertikal yangdisebut dengan
perkolasi (percolation) yang akan mencapai lapisan kenyang air (saturated zone/aquifer).
Air dalam akifer akan mengalir sebagai air tanah (grounwter flow/base flow) kesungai atau
ketampungan dalm (deep storage). Siklus hirologi ini terjadi terus-menerus atau berulang-
ulang dan tidak terputus.


2. Ayat/Fenomena Qauliyah
Pada penjelasan fenomena kauliyah, dapat kita tarik kesimpulan bahwaq siklus hidrologi
memiliki 4 (empat) macam proses yang saling menguatkan, yaitu:
a. hujan/presipitasi.
b. penguapan/evaporasi.
c. infiltrasi dan perkolasi (peresapan).
d. lipahan permukaann (surface runoff) dan limpasan iar tanah (subsurface rzrnoff)
Isyarat adanya fenomena siklus hidrologi dapat kata lihat pada surat An-Nur (24) ayat
43 Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, Kemudian mengumpulkan antara
(bagian-bagian)nya, Kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu
hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit,
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa
yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
(An Nur: 43) Pada ayat diatas, menunjukkan adanya proses inti yang sedang berlangsung dan
merupakan bagian dari proses siklus hidrologi.Kedua proses itu, yaitu proses penguapan
(evaparasi)yang ditunjukkan dengan kata awandan proses hujan (presipitasi)yang berupa
keluarnya air dan butiran es dari awan.Diman awan adalah massa uap air yang terkumpul
akibat penguapan dan kondisi atmosfir tertentu. Menurut Prof. Sri Harto (2000)seorang pakar
biologi, awan dalam keadan ini yang kalau masih mempunyai butir-butir air berdiameter lebih
kecil dari 1mm masih akan melayang-layang di udara karena berat butir-butir tersebut masih
lebih kecil daripada gaya tekan ke atas udara. Sehingga pada kondisi ini awan masih bisa
bergerak terbawa angin, kemudian berkumpul menjadi banyak dan bertindih-tindih
(bercampur), dalam ayat lain awan menjadi bergumpal-gumpal seperti pada surat Ar-
Arum(30)ayat 48: Allah, dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan
Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya
bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu
turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.
(Ar-Arum: 48).
Demikian jelaslah bahwa dengan terbawanya awan oleh pergerakkan angin, maka awan
akan berkumpul menjadi banyak dan bergumpal-gumpal. Akibat berbagai sebab klimatologis
seperti pengaruh kondensasi, awan tersebut dapat menjadi awan yang potensial menimbulkan
hujan, yang biasanyamnurut Sri Harto (2000) terjadi bila butir-butir berdiameter lebih besar
dari pada 1mm. Sehingga pada ayat diatas hujan keluar dari celah-celahnyaawan,
maksudnya secara ilmiah hujan turun tidak seperti menggelontornya air, melainkan berupa
butir-butir air kecil (lebih besar dari pada 1mm)yang turun dari awan akibat pengaruh berat
dan gravitasi bumi, seperti jatuhnya tetes-tetes aur dari celah-celah mata air. Sedangkan
turunya butiran-butiran es langit, itu disebabkan apabila gumpalan-gumpalan awan pada
ketinggian tertentu dan kondisi atmosfir tertentu mengalami kondensasi sampai mencapai
kondisi titik beku, sehingga terbentuklah gunung-gunung es. Kemudian karena pengaruh berat
dan gravitasi bumi sehingga jatuh/turun ke permukaan bumi, dan dalam perjalananya
dipengaruhi oleh temperatur, pergerakan angin dan gesekan lapisan udara , maka gunung es
itu peceh menjadi butir-butir es yang jatuh ke permukaan bumi. Bila terjadi hujan masih
besar kemungkinan air teruapkan kembali sebelum sampai di permukaan bumi, karena
keadaan atmosfir tertentu. Hujan baru dusebut sebagai hujan apabila telah sampai di
permukaan bumi dapat diukur. Air hujan yang jatuh di permukaan bumi terbagi menjadi 2
bagian, yaitu sebagai air lintasan dan sebagai air yang terinflocrsi/meresap ke dalam tanah
(Sri Harto.2000). Kaidah-kaidah atas di tunjukkan pula pada surat Al-Mukminun 23 ayat 18:
Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu kami jadikan air itu menetap di
bumi, dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.(Al-Mukminun :18)
Pada ayat diatas Allah menurunkan hujan menurut suatu ukuran sehingga hujan yang sampai
di permukaan bumi dapat di ukur. Hanya tinggal kemampuan manusai sampai dimana tingkat
validitasnya dalam mengukur dan memperkirakan jumlah atau kuantitas hujan. Sehingga
timbul beberapa teori pendekatan dalam analisis kuantitas hujan yang menjadikan
berkembangnya ilmu hidrologi. Lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi. Maksudnya
adalah air yang jatuh dari langit itu tinggal di bumi menjadi sumber air, sebagai mana
tercantum dalam surat Az-Zumar 39 ayat 21: Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa
Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air
di bumi Kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam
warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, Kemudian
dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.( Az-Zumar: 21) Sumber-sumber
air dibumi bisa berupa air sebagai aliran limpasan seperti air sungai, danau, dan laut. Juga bisa
berupa air tanah (graund water) segagai akibat dari infiltrasi seperti air sumur , air artesi dan
sungai bawah tanah. Dan sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
Maksudnya Allah berkuasa untuk menghilangkan sumber-sumber air tadi, seperti dengan cara
kemarau panjang (akibat siklus musim yang dipengaruhi oleh pergerakan matahari disekitar
equator) , sehinga tidak ada suplei air sebagai pengisian (recharge kedalam permukaan tanah
atau bawah permukaan tanah. Sedangkan, proses pengguapan, pergerakan air permukaan dan
pergerakan air tanah berlangsung terus-menerus,sehinga lapisan iar tanah (water table)
menjadi turun dan sumber mata iar menjadi berkurang, bahkan lebih drastis lagi muka air
tanah bisa turun mencapai lapisan akifer artetis yang kedap iar. Maka kondisi seperti itu
seringkaili terlihat sungai-sungai kekeringan, sumur-sumur air dangkal kekeringan, muka air
danau surut dan bahkan ada yang sdampai kering, dan pohon-pohon mengalami kerontokan
dan mati kekeringan. Kaidah-kaidan seperti ini sebagai mana telah digambarkan pad surat Az-
Zumar (39) ayat 21 di atas. Dengan demikian bahwa kajian ayat-ayat qauliyah diatas meliputi
suatu sunnatullah daur yang terus menerus tidak terputu, seperti lingkaraqn setan yang
disebut sebagai sijlus hidrologi
Berikut adalah ayat ayat dari pembahasan di atas
.- Og~-.- 4-UE g4OEOO-
4O-4 44O^4 ;g` g7.EOO-
w7.4` E4Ou= gO) =}g` g4OEEV-
+~^ejO 7- W 4OOCEc4 N7 CU^-
EO@O;4-g O) @O4l^- j@O^`) W
4OOCEc4 N7 4OE_u^- ^@g
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari
langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki
untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan
dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
Al hajj 05
E_GC^4C +EEL- p) +L7 O)
UuC4O =}g)` g+u4l^- ^^) 7E4^UE=
}g)` -4O> }g` lOE'C-^ ;}g`
lOU4 O }g` lO4;_G` lO^UCO` )OOEN4
lO^UC` 4))-4lN4g 7 _ OO+^4 O)
g~4O- 4` +7.4=e -O) E_
O=OG` 7N_@O^Cq 1E^gC O
W-EO7Ul4g O7- W :Lg`4 }E`
_^4O4-NC :Lg`4 }E` 14ONC -O) OO
@ON^- E^OE:g =Uu4C }g` gu4
Ug 6*^OE- _ O4O>4 O- LEEg`E-
.-O) 4L^4O^ E_^1U4 47.E^-
;EO4u-- ;e44O4 ;e44:^4 }g` ]
OuEe g1)_4 ^)
5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka
(ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes
mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna
kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan
dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah
kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu
yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami
turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang indah.
Al ankabut 20
~ W-+OOc ) ^O- W-NOO^
E-^O E4 4-UEC^- _ O +.-
4NC E;=E4- E4O=E- _ Ep) -.-
_O>4N ] 7/E* EOCg~ ^g
20. Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, Maka perhatikanlah bagaimana Allah
menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi[1147].
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[1147] Maksudnya: Allah membangkitkan manusia sesudah mati kelak di akhirat
Al Anam 99
4O-4 -Og~-.- 44O^ =}g`
g7.EOO- w7.4` E4;_4Ou= gO)
=4l4^ ]7 7/E* E4;_4Ou= +Ou4g`
-LOE= @O^Cw +Ou4g` :EO 4:-4O4G`
=}g`4 uCEL- }g` E_gUC p-4OuLg~
O41g^-E1 eE4E_4 ;}g)` E4;N
4pO+-uCEO-4 4pE`OO-4 4_):E;=N`
4OOEN4 O)l4=4N` W-NOO^- _O)
j@OE .-O) 4OE^ gOguL4C4 _
Ep) O) 7gO e4CE Og 4pONLg`uNC
^__
99. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air
itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu
tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang
banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun
anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa.
perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang
yang beriman.
Qaf 9 11
+~^ejO g14:gUg W 4LuO4O;O4
gO) LE4-4 6-^OE` _ ElgEOE
NOC^- ^
11. Untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu
tanah yang mati (kering). seperti Itulah terjadinya kebangkitan.


Ar Rad 4
O)4 ^O- /7Cg~ [4OOE4-G`
eELE_4 ;}g)` U4L;N vOEe4 1gC4
p-4OuLg +OOEN4 p-4OuLg _OO+C
7.E) lg4 N]_E+^4 Og=^u4
_>4N *u4 O) 1- _ Ep) O) CgO
e4CE Og ]OUu4C ^j
4. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur,
tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami
dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang
lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berfikir.



Az Zumar 21
4O> Ep -.- 44O^ =}g`
g7.EOO- w7.4` +OU=O E7O):E44C )
^O- O @O^C7 gO) ~4OEe
)U4-^CO` +O+^4O^ g1)_4C
+O.4O4 -+OEN` O Nq-E^_
CNO _ Ep) O) CgO O4O^g~. Oj+
U4l^- ^g
21. Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari
langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya
dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu
kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang
mempunyai akal.

Al Muminun 18
4L^4O^4 =}g` g7.EOO- 7.4`
OE) +OE4c O) ^O- W ^^)4
_O>4N OE-O gO) 4p+Og ^g
18. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu
menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
Al-An'aam:141
4O-4 -Og~-.- 4=e eE4E_
eE-^OuE` 4OOEN4 eE-+Ou+4`
uCEL-4 4vOEO-4 )U4^C`
Nq-q ]O+-uCEO-4 ]E`OO-4
6g4=4N` 4OOEN4 lO)l4=4N` _ W-OU
}g` j@OE .-O) 4OE^ W-O>-474
+OOEO 4O4C jg1=EO W 4
W-EO)O;O _ +O^^) OUg47
--g)O;O^- ^j
141. Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak
berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan
delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya
(yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik
hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Thaahaa:53
Og~-.- EE_ N7 4O- -4;_4`
ElUEc4 7 OgOg 1E+lc 44O^4 =}g`
g7.EOO- w7.4` E4;_4Ou= gO)
~w}4^e }g)` 4l^^ _/4E- ^)@
53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan
bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan
dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.


An-Naba': 14-16
4L^4O^4 =}g` g4O^u^-
w7.4` ~w}^_^ ^j E@OuCNLg gO)
lEO 4>4l4^4 ^) `eELE_4
E^ ^g
14. Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
15. Supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
16. Dan kebun-kebun yang lebat?
An-Nahl: 10-11
4O- -Og~-.- 44O^ ;g` g7.EOO-
w7.4` W 7- +OuLg)` _-4OE- +OuLg`4
EOEE- gO1g ]O1O ^ e):LNC 7
gO) 4vOEO- ]O+-uCEO-4
OgCEL-4 =U4L;N-4 }g`4 ]
g4OEEV- Ep) O) CgO LO4CE
Og ]NOO:E4-4C ^
10. Dia-lah, yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya
menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat
tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma,
anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Al-A'raaf:58
-4l^-4 CUjO-C- NO^C
+O>4:4^ p^O)) gO)4O W Og~-.-4
E++lE= NO^C ) -44^ _ ElgEO
)O=^+^ ge4CE- Og 4p^O7;=EC
^)g
58. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan
tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami
mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.


Al-Hijr:19
4O-4 E_4^u1E4` 4L^1^4
E_1g =/<44O 4Lu4^4 OgOg }g`
]7 7/E* pNeOE` ^_
19. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan
Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Lahan mati berarti tanah yang tidak bertuan, tidak berair, tidak di isi bangunan dan tidak
dimanfaatkan.[33] Allah swt, telah menjelaskan dalam QS. Yasin (36): 33 ;

(33)

Terjemahnya :

Dan suatu tanah (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami
hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka dari padanya mereka
makan.[34]
BAB III
Penutup

Dari sedikit uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa, ayat Qouliyah adalah kalam
Allah (Al Quran) yang diturunkan secara formal kepad Nabi Muhammad SAW. Sedangkan
ayat kauniyah adalah fenomena alam, jalurnya tidak formal dimana manusia diberi
kewenangan untuk mengeksplorasi sendiri. Ayat-ayat qauliyah mengisyaratkan kepada
manusia untuk mencari ilmu alam semesta (ayat-ayat kauniyah), oleh sebab itu manusia harus
berusaha membacanya, mempelajari, menyelidiki dan merenungkannya, untuk kemudian
mengambil kesimpulan. Allah swt. berfirman: Bacalah (ya Muhammad) dengan nama
Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari alaq. Bacalah, dan
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan alam. Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-Alaq:1-5)

Dalam bericara tentang alam dan fenomenanya. Paling sedikit ada dua hal yang dapat
dikemukakan menyangkut hal tersebut:
a. Al-Quran memerintah kan atau menganjurkan kepada manusia untuk memperhatikan dan
mempelajari alam rayadalam rangka memperolh manfaat dan kemudahan-kemudahan bagi
kehidupanyadan mengantarkan kepada kesadaran-kesadaran akan keesaan dan
kemahakuasaan Allah SWT.
b. Alam dan segala isinya beserta hokum-hukum yang mengaturnya, diciptakan, dimiliki, dan
dibawah kekuasaan Allah SWTsertadiatut dengan sangat teliti.

Anda mungkin juga menyukai