I.

Tujuan 1. Mengetahui dan memahami prinsip penetapan kadar dengan metoda titrasi asam-basa 2. Mengetahui dan memahami penerapan metoda titrasi asam-basa dalam bidang farmasi 3. Mampu menetapkan kadar suatu senyawa obat yang bersifat asam berdasarkan metoda titrasi asam-basa

II.

Dasar Teori Sebagian besar senyawa kimia yang saat ini digunakan dalam dunia pengobatan merupakan suatu senyawa asam atau basa lemah yang mempunyai tetapan keasaman (pKa) atau kebasaan (pKb) tertentu. Jika nilai/harga dari pKa atau pKb dari senyawa obat tersebut cukup besar/kuat, maka senyawa tersebut dapat ditentukan kadarnya menggunakan metoda titrasi asam-basa. Sedangkan senyawa obat yang mempunyai pKa atau pKb yang terlalu kecil, penetapan kadarnya tidak dapat dilakukan dengan metoda titrasi asam-basa, karena titik akhir titrasinya tidak dapat ditentukan dengan jelas. Utnuk senyawa seperti itu, secara titrimetri, penetapan kadarnya harus dilakukan dengan cara lain.  Aspirin Aspirin atau asam asetilsalisilat adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit), antipiretik (penurun demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek anti koagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung.
Aspirin dapat dibuat dari asam salisilat yang diasetilasikan dengan asetil klorida atau anhidrid asam asetat. Senyawa ini bersifat asam dan rumus bangunnya adalah sebagai berikut:
O OH + COOH ASAM SALISILAT
ASPIRIN (ASAM ASETIL ASETAT) O

CH 3

C O

O

C

CH

3

CH 3

C O
COOH

1 N. Gelas kimia 100 mL 5. Air bebas CO2 10. Aseton IV. Spatula 3. Buret 8. Statif dan klem Bahan yang digunakan 1. Kertas timbang 4. Gelas ukur 100 mL 6. Lumpang dan alu 2. gugus asetil dalam reaksi netralisasi ini lebih sukar lepas daripada gugus karbonil sehingga terjadi reaksi sebagai berikut: O O C CH O O C CH 3 + H 2O COONa 3 + NaOH COOH ASPIRIN (ASAM ASETIL ASETAT) → Titrasi menggunakan indikator fenolftalein diakhiri saat terjadi perubahan warna yang konstan selama satu menit. Indikator feol merah 8. Prosedur Kerja . Aquades 3. Oven 10. Larutan NaOH 0.Untuk mengetahui konsentrasi aspirin dilakukan titrasi dengan larutan NaOH 0. Neraca analitik 9. Erlenmeyer 250 mL 4. Jika NaOH berlebih akan terjadi reaksi sebagai berikut: O O C CH 3 + NaOH COONa OH + CH CCONa 3 COONa →  Asam Mefenamat III.1 N 9. Sampel (aspirin dan asam mefenamat) 2. Etanol 95% netral P 6. Indikator phenolpthalein 7. Alat dan Bahan Alat yang digunakan 1. Kalium biftalat 5. Pipet tetes 7.

1 N 1 2 3 • menimbang 5 gram kalium biftalat yang sebelumnya telah digerus dan dikeringkan dalam oven • melarutkan dalam 75 mL air bebar CO2 • melakukan titrasi dengan larutan NaOH 0.1 N V. • melakukan titrasi dengan NaOH 0. Data Pengamatan No. Perlakuan Hasil Pengamatan .1 N menggunakan indikator phenolpthalein 3) Sampel aspirin 1 2 3 • menimbang 500 mg tablet aspirin yang telah dihaluskan • menambahkan 30 mL aseton lalu melakukan pengadukan diatas penangas air • menambahkan 10 tetes indikator fenol merah dan menitrasi dengan NaOH 0.1 N menggunakan indikator phenolpthalein 2) Sampel asam mefenamat 1 2 3 • menimbang 500 mg tablet asam mefenamat yang telah dihaluskan • menambahkan 30 mL larutan etanol 95% P netral dan 20 mL air.1) Pembakuan NaOH 0.

5 g aspirin + 30 mL aseton.50 9.45 Asam Mefenamat VI.5285 5.8 mL 0.5181 0.5 g aspirin + 30 mL aseton. dipanaskan dengan penangas + 10 tetes indikator fenol merah + titrasi dengan NaOH 0. Pengolahan Data .1 N dengan indikator pp 0.5 gram asam mefenamat + 30 mL etanol 95% P netral + 20 mL air 0.1 N Data Penimbangan dan Titrasi Massa (g) Volume NaOH 0.5 g aspirin + 30 mL aseton. dipanaskan dengan penangas + 10 tetes indikator fenol merah 0.80 24.5 gram asam mefenamat + 30 mL etanol 95% P netral 0.5087 Aspirin 0. dipanaskan dengan penangas 0.5033 0.5 gram asam mefenamat + 30 mL etanol 95% P netral + titrasi dengan NaOH 0.1 N serbuk kalium biftalat (berwarna putih) lamakelamaan larut dalam air bebas CO2 membentuk larutan tidak berwarna Larutan tetap tidak berwarna Mula-mula larutan tidak berwarna.0000 9.1 N (mL) Kalium Biftalat 0.5 gram Kalium Biftalat + 75 mL air bebas CO2 5 gram Kalium Biftalat + 75 mL air bebas CO2 + 5 tetes indikator pp 5 gram Kalium Biftalat + 75 mL air bebas CO2 + 5 tetes indikator pp + titrasi dengan NaOH 0.00 23.5 dan 9.65 5.00 4. kemudian lama kelamaan ada warna pink seulas sampai warnanya menjadi merah muda. Volume yang dibutuhkan adalah 9.

1 N = 10 mL x N = 0.1 N = 3.00 mL x 9.0979 N Konsentrasi NaOH 0.192 mg .06 mL (dipipet 3 mL) Sehingga konsentrasi kalium biftalat menjadi : = V x N kalium biftalat 0.0979 N = 0.008 mg aspirin.1 N setara dengan 9.1 N Konsentrasi kalium biftalat : = 0.3265 N Nkalium biftalat 0.3 N 3 mL x 0. Pembakuan NaOH 0.3 N V x 0.0979 N = 0.008 mg/ekivalen Percobaan pertama Massa aspirin = 24. Ekivalen NaOH Massa aspirin = ekivalen aspirin = VNaOH x 9.5 mL x N NNaOH V x N NaOH 9.008 mg/ekivalen = 216.1 N : Pembakuan pertama V x N NaOH 9.8 mL x N NNaOH = V x N kalium biftalat = 10 mL x 0.0999 N Rata-rata konsentrasi NaOH = 0.1031 N Pembakuan kedua = V x N kalium biftalat = 10 mL x 0.3265 N Pengenceran kalium biftalat : V x N kalium biftalat 0.1 N = V x N kalium biftalat 0.1 N = 10 mL x 0.3 N V x N kalium biftalat 0.3265 N Vkalium biftalat 0.0 mL NaOH 0.1015 N  Kadar Aspirin Diketahui 1.

45 mg = 0.1015 N = 0.42%  Kadar Asam Mefenamat BE asam mefenamat = 241.( ( ) ) - Percobaan kedua Massa aspirin = 23.00 mL x 0.5075 x 241.65 mL x 9.1225 g - Percobaan kedua mek = VNaOH x NNaOH .039 mg ( ( ) ) Rata-rata kadar aspirin dalam tablet sampel adalah 42.5075 Massa = mek x berat ekivalen = 0.29 g/ekivalen = 122.29 g/ekivalen Ekivalen NaOH VNaOH x NNaOH mek = = ekivalen asam mefenamat miliekivalen Percobaan pertama = VNaOH x NNaOH = 5.008 mg/ekivalen = 213.

4517 Massa = mek x berat ekivalen = 0.= 4. Persamaan Reaksi  Pembakuan NaoH oleh kalium biftakat + NaOH  NaKC8H4O4 + H2 O KHC8H4O4 Kalium biftalat  + Natrium hidroksida  natrium kalium biftalat Titrasi aspirin O O C CH O O C CH 3 + H 2O COONa 3 + NaOH COOH → Natrium salisilat Aspirin AS P I R I N (asam ( A S A M asetil A S E T Isalisilat) L ASETAT)  Titrasi asam mefenamat + NaOH  + H2O Natrium Mefenamat Asam mefenamat .4517 x 241.1090 g Rata-rata kadar asam mefenamat dalam tablet sampel adalah 22.1015 N = 0.45 mL x 0.99 mg = 0.29 g/ekivalen = 108.13% VII.

dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Daftar Pustaka . Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan.VIII. Pembahasan IX.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful