Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA PEMBUATAN MASTER PLAN FISIK POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1. Latar Belakang

Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) merupakan Lembaga pendidikan vokasional perlu terus meningkatkan kualitas dan kapabilitasnya. Dengan visi Berkualitas, Sejahtera dan Unggul di tingkat nasional maupun internasional. Polnes terus berbenah diri untuk meningkatkan komitmen budaya mendukung keberhasilan visi dan misinya. Dengan kedisiplinan dalam bekerja dan belajar,diharapkan institusi ini akan mampu berkompetisi dalam persaingan global. POLNES sebagai unit organik dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang dipimpin Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pendidikan Nasional dan secara fungsional pembinaanya dilakukan oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi. Maksud dari Kegiatan ini adalah : 1. Merancang master plan fisik POLNES yang meliputi gambar rencana dan detail perencanaan serta rencana kerja syarat. 2. Membuat dokumen perencanaan mengenai master plan kampus terpadu POLNES 3. Sebagai acuan bagi pelaksana kontruksi dalam rangka pengembangan kampus meliputi bangunan dan tata lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1. Menjadikan dokumen perencanaan sebagai acuan dan arahan dalam pembangunan lingkungan kampus POLNES; 2. Membuat dokumen desain rinci proyek berkaitan dengan masterplan kampus terpadu; 3. Mejadi arahan bagi pelaksana dalam melaksanakan pembangunan dilingkungan POLNES

2. Maksud dan tujuan

3. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya suatu perencanaan yang komprehensif baik ditinjau dari aspek arsitektural, stuktural, dan lingkungan serta tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pembuatan kampus terpadu dan bisa menerjemahkan secara fisik berdasarkan aturan teknis. Politeknik Negeri Samarinda Sesuai dengan anggaran belanja POLNES dengan pagu anggaran RP. 225.000.000,termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Lokasi kegiatan pada kampus POLNES jalan Ciptomangunkusumo Samarinda Seberang. Tahapan Pekerjaan yang tercakup dalam kegiatan ini antara lain: 1. Persiapan antara tahap tim konsultan terdiri dari tenaga ahli yang mencakup multi disiplin yang berkompeten dalam bidangnya, memiliki wawasan serta menghayati betul tugas dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan perencanaan peletakan blok bangunan, pencapaian, instruktur jalan, parker, street furniture, tata hijau, drainase, utilitas, persampahan dan sistem penyediaan air bersih itu dikembangkan. Dimasa mendatang dalam waktu pelaksanaan yang efektif. Pada tahap ini dilakukan mobilisasi tenaga ahli dan peralatan, perizinan survey, penyusunan format isian, dan koordinasi dengan instansi terkait. 2. Survey, output yang dihasilkan dari pelaksanaan survey ini adalah keadaan ekstisting topografi kawasan, kondisi eksisting kawasan termasuk bangunan serta

4. Pemberi Tugas 5. Sumber pendanaan

6. Lokasi Kegiatan

7. Ruang Lingkup

infrastruktur meliputi; a. Detail Blok Plan b. Jalan Lingkungan c. Drainase d. Air Bersih e. Sanitasi/Air Kotor f. Persampahan g. Jaringan Listrik h. Jringan Telekomunikasi i. Tata Hijau 3. Perencanaan Teknis Awal, Perencanaan awal adalah hasil analisis berdasarkan hasil survey lapangan, termasuk konsep penataan yang diajukan, serta beberapa sasaran pekerjaan yang dihasilkan/desain infrakstruktur yang paling baik untuk dapat dilaksanakan pembangunannya. 4. Perencanaan Teknis Akhir, Perencanaan teknis akhir adalah hasil perbaikan semua hasil perencanan awal yang terdiri atas gambar konsep master plan kampus terpadu, penataan blok bangunan, gambar teknis perencanaan lingkungan termasuk infrastruktur kawasan. 8. Metodologi Secara umum, metode dalam rancangan kerja yang akan dilaksanakan untuk pekerjaan Pembuatan Master Plan Fisik Politeknik Negeri Samarinda meliputi beberapa tahap kegiatan, yaitu : 1) Persiapan 2) Pengumpulan Data Lapangan 3) Analisa Data Lapangan 4) Perencanaan Teknis 5) Penggambaran 6) Perhitungan Kuantitas 7) Perkiraan Biaya Persiapan Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengenali lingkup pekerjaan dan kondisi lapangan berikut permasalahan-permasalahan yang ada dari data sekunder (desk study) Persiapan pelaksanaan pekerjaan, diantaranya : menyiapkan data yang digunakan untuk pelaksanaan survey pengarahan cara kerja personil sehubungan dgn waktu yang disediakan peyediaan peralatan yang akan dipakai untuk survey lapangan persiapan surat pengantar mobilisasi personil dan lain-lain yang diperlukan sebelum perkerjaansurvey pendahuluan dimulai, konsultan berkoordinasi dengan pemberi kerja untuk mendapatkan pengarahan dan petunjuk-petunjuk mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan pekerjaan tersebut. Tahapan Pengumpulan Data Lapangan (Survey) Kegiatan awal yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah melakukan survey pendahuluan,yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan survey detail seperti topografi, inventarisasi lahan dan jalan, material geoteknik serta hidrologi. A. Survey Pendahuluan Tujuan utama dilaksanakannya Survey Pendahuluan adalah untuk melakukan peinjauan awal terhadap lokasi pekerjaan dan pengumpulan data-data sekunder untuk dipergunakan dalam pelakasanaan detail survey dan mengumpulkan data lainnya untuk melengkapi data survey detail dan kebutuhan desain, kegiatan yang

dilakukan antara lain : Melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan instansi terkait di daerah sehubungan dengan dilaksanakan survey. Mengumpulkan informasi mngenai lokasi terpilih dari instansi terkait didaerah. Peninjauan lokasi menidentifikasi dan menginventarisasi kondisi dan permasalahan-permasalahan yang ada diwilayah studi perencanaan. Mempelajari dan menganalisa informasi mengenai wilayah studi perencanaan. Pemeriksaan lokasi sumber material (Quarry) Pembuatan peta dasar dan tematik wilayah studi perencanaan yang dibutuhkan dalam proses perencanaan. Pembuatan foto dokumentasi lapangan B. Survey Topografi Pengukuran topografi adalah proses pengumpulan data di atas permukaan bumi yang selanjutnya data hasil ukuran dituangkan dalam bentuk peta perencanaan dgn mnggunakn skala tertentu serta didokumntasikan dalam bentuk gambar dan file komputer. Pekerjaan pengukuran topografi untuk perencanaan jalan meliputi pekerjaan : Pekerjaan pengukuran yang terdiri dari : - Pengukuran titik kontrol horisontal dan vertikl - pengukuran situasi - pengukuran penampang memanjang dan melintang - pengukuran-pengukuran khusus Perkerjaan perhitungan dan penggambaran Pekerjaan digitasi dan computer Tahap Analisa dan Perencanaan Teknis pada tahapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah menganalisis dan menyusun rencana teknis dari data lapangan yang dihasilkan dalam kegiatan survey pendahuluan. Kegiatan menganalisa serta merencanakan : Kondisi jaringan jalan, kebutuhan lajur dan lebar lajur, geometrik jalan dan stuktur jalan. Sistem drainase yg digunakan, penanganan dari genangan,hidrologi,hidrolika, perhitungan debit banjir dan dimensi saluran serta struktur/ konstruksi saluran dan bangunan pelengkapnya. Sistem jaringan air bersih, tingkat pelayanan, perhitungan jaringan dan dimensi perpipaan, atau pun penggunaan sistem lain utuk penyediaan air bersih. Sistem dan pengelolaan persampahan, tingkat pelayanan, kebutuhan prasaran dan sarana pembuangan sampah. Menganalisis dan merumuskan penataan blok plan Menganalisis dan merumuskan tata hijau (landscape) Utilitas kawasan. Penggambaran Pembuatan gambar rencana selegkapnya dilakukan setelah draf perencanaan teknis mendapat persetujuan dari pengguna jasa dengan mencantumkan koreksikoreksi dan saran-saran yang diberikan oleh pengguna jasa, berikut posisi alteratif trase yang pernah diteliti. Gambar rencana detail perencanaan teknis yang perlu

dibuat harus minimal mencakup : a. Sampul luar (cover) dan sampul dalam. b. Daftar isi c. Peta lokasi proyek d. Daftar simbol dan singkatan e. Daftar rangkuman volume pekerjaan f. Potongan melintang tipikal (Typical cross section) harus digambar dengan skala yang pantas dan memuat semua informasi yang diperlukan. g. Alignment horisontal (plan) digambar diatas peta situasi 1 : 1.000. h. Alignment vertikal (profile) digambar untuk setiap titik STA (kebutuhan menyesuakan lokasi). i. Gambar drainase kawasan secara umum. j. Gambar rencana pendukung lainnya. Tahap Penghitungan Kuatintas Perencanaan harus membuat perhitungan kuatintas pekerjaan yang direncanakan.

Tahap Penghitungan Biaya Perkiraan biaya rinci harus disiapkan untuk setiap tahapan yg direncanakan, sesuai dgn item pekerjaan. 9. Keluaran/output Dari hasil kegiatan ini hasil yg didapat adalah dokumen yang terdiri dari : Keluaran dari pekerjaan Pembuatan Master Plan Fisik Politeknik Negeri Samarinda adalah: 1) konsep penataan kawasan terpadu bangunan pendidikan yang sesuai kriteria undang-undang; 2) gambar rencana penataan kawasan; 3) rancangan anggaran biaya penataan kawasan; 4) gambar-gambar prespektif sesuai keperluan. Efektif dan efisien sesuai keperluan. Efektif dan efisien sesuai dengan biaya, tenaga dan waktu yang tersedia. Adapun sistem pelaporan pekerjaan Pembuatan Master Plan Fisik Politeknik Negeri Samarinda terdiri atas: 1) laporan pedahuluan, berisi mengenai latar belakang, metoda, pendekatan, konsep penataan kawasan,lesson learn dari kampus lai didalam dan diluar negeri, jadwal dan rencana kerja kosultan, serta hasil survey lapangan. 2) laporan draft akhir, berisi mengenai hasil penataan kawasan,dan perencanaan awal penataan kawasan. 3) laporan akhir,terdiri atas a) gambar prespektif penataan kawasan b) gambar peta lokasi, c) gambar rencana blok plan setiap bangunan d) gambar teknis infrastruktur, e) rencana anggaran biaya 10. Peralatan,material, personil, fasilitas Peralatan dan material tidak disediakan oleh pengguna jasa dan memegang hak tertulis atau pekerjaan yg bertidak sebagai / pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultasi. Peralatan dan material dari penyedia jasa konsultasi adalah: - printer dan komputer - lap top - alat tulis

- kendaraan roda 2 - alat ukur (teodolit, water pas, GPS) - mika - kaca - lis alumunium - lumbercore 11. Pelaksana kerja A. Kewajiban konsultan 1. konsultan berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksana kegiatan Pembuatan Master Plan Fisik Politeknik Negeri Samarinda berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan. 2. konsultan berkewajiban melaksanakan kegiatan PEMBUATAN MASTER PLAN FISIK POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA berdasarkan ketentuan teknis yg telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja. 3. konsultan diwajibkan mempresetasikan hasil- hasil pekerjaan dalam pembahasan rinci dengan pemimpin pelaksana teknis kegiatan, presentasi dilakukan kepada instasi yg berhubungan dengan kegiatan untuk memperoleh petunjuk dan pengarahan agar mencapai hasil yg optimal. B. Kebutuhan Tenaga 1. Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah: a. Team Leader (ketua tim), Arsitektur Team Leader harus memiliki latar belakang pendidikan S-1 atau S-2 Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5(lima) tahun dalam bidangnya dan memiliki sertifikat tenaga ahli. Tugas dari leader adalah sebagai berikut : Mengkoordinasikan dan mengawasi seluruh pelaksanaan proyek, termasuk kegiatan pengolahan data dan penyusun laporan untuk seluruh kegiatan. Memimpin personil yg terdiri dari beberapa tenaga ahli. Bertanggung jawab dalam peyelesaian pelaksanaan pekerjaan. Mengkoordinasi pekerjaan tim dan menentukan standar yang seragam untuk pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tim. b. Tenaga Ahli Arsitektur Tenaga ahli arsitektur harus memiliki latar belakang pendidikan minimal Sarjana S-1 Arsitektur yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat tenaga ahli. c. Ahli Geoteknik (Sipil) Tenaga ahli geoteknik harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 sipil yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat tenaga ahli. d. Ahli Geodesi (Sipil) Tenaga ahli geodesi harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 sipil yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat tenaga ahli. e. Ahli Lingkungan (Sipil) Tenaga ahli lingkungan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S-1 sipil yang memiliki pengalaman kerja sekurangnya 5 (lima) tahun dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat tenaga ahli. 3. Tenaga pendukung yanag dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah: a. surveyor (2 orang) b. Juru gambar cad (2 orang) c. Sekretaris/Admistrasi (1 orang)

d. Office boy (1 orang) C. Jangka waktu pelaksanaan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 2,5 bulan (75 hari) kalender terhitung sejak surat perintah/tugas pelaksanaan pekerjaan diterbitkan. D. Presentasi Agar pekerjaan ini terpantau oleh pengguna jasa konsultasi maka penyedia jasa harus melakukan presentasi atas apa yang akan dikerjakan yang terdiri dari: 1. Presentasi Awal yang disampaikan setelah melakukan survey lapangan yang berisi rencana kerja kedepan. 2. Prsentasi Pertengahan yang dilakukan setelah pekerjaan selesai 50% 3. Presentase Akhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% E. Pelaporan Laporan yang harus dibuat oleh konsultan adalah: 1. Laporan pendahuluan mencakup latar belakang, tujuan dan sasaran pekerjaan; ruang lingkup pekerjaan dan kajian; jadwal pekerjaan dan mobilisasi personil; dan metodologi pekerjaan. Lapora ini diserahkan paling lambat 3 (tiga) minggu setelah diterima surat perintah mulai kerja. 2. Laporan/dokumen draft akhir kerja. 3. Laporan mengenai hasil penetapan tipologi,perumusan strategi penataan kawasan, da perencanaan awal penataan kawasan lebih baik laporan diserahkan 7 (tujuh) minggu setelah surat perintah kerja diterima. 4. Laporan/dokumen 5. Laporan akhir minimal memuat : Gambar rencana kawasan ; Rencana kerja dan syarat-syarat ; Rencana anggaran biaya (RAB) ; Dokumen penunjang perencanaan ; Biaya kontruksi masing-masing bangunan ; Biaya kontruksi fisik + Ppn ; Jadwal kegiatan (time schedule) perencanaan sampai pekerjaan 100% ; Tahapan pelaksanaan ; Dokumen diserahkan 12 (dua belas) minggu setelah surat perintah kerja diterima. Teknik penyajian semua laporan diatas mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. Pengetikan 1.5 spasi dengan kertas HVS polos ukuran A4, khusus untuk penyajian gambar menggunakan kertas HVS polos ukuran A3 2. Format dan jumlah dokumen yang diserahkan adalah sebagai berikut: a. Photo dokumentasi di jilid dalam satu bendel b. Ukuran laporan pendahuluan adalah A4,dengan jumlah bukusebanyak 5 (lima) buku c. Ukuran dokumen/laporan akhir adalah A4, dengan jumlah buku sebanyak 5 (lima) buku d. Gambar- gambar Desain Pengembangan Rancang dengan ukuran kertas A3 dengan jumlah buku sebanyak 5 (lima) buku e. Animasi kawasan. f. Maket Hasil Perencanaan uk. 1,5 m x 1,5 m Semua dokumen serahkan dalam satu file DVD sebanyak 5 keping

Anda mungkin juga menyukai