Anda di halaman 1dari 2

Kebenaran Ilmiah

1. Macam-Macam Teori Kebenaran


a. Teori kebenaran sebgai persesuaian Menurut teori ini suatu peryataan dianggap benar jika apa yang dinyatakannya mempunyai keterkaitan dengan kenyataan yang diungkap dalam pernyataan itu. Kebenaran terletak pada kesesuaian antara subjek dan objek, yaitu apa yang diketahui subjek dan realitas bagaimana adanya. Misalnya, Bumi itu bulat adalah suatu pernyataan yang benar karena pernyataan tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada. Jadi, materi yang terkandung dalam sebuah pernyataan merupakan fakta atau objek. Beberapa hal penting mengenai teori kebenaran sebagai persesuaian: Menekankan pada aliran empiris yang mengutamakan pengalaman dan pengamatan indrawi sebagai sumber utama pengetahuan manusia. Bagi teori ini, yang paling berperan bagi pengetahuan manusia adalah objek. Subjek atau akal budi hanya mengolah lebih jauh apa yang diberikan objek. Sangat menekankan bukti bagi kebenaran suatu pengetahuan.Bukti yang dimaksudkan adalah apa yang diberikan oleh objek yang dapat ditangkap panca indra b. Teori kebenaran sebagai pengetahuan Menurut teori ini pernyataan akan dianggap benar jika pernyataan itu sesuai dengan pernyataan yang sudah ada. Misalnya, lilin akan mencair jika dimasukkan dalam air yang mendidih. Untuk mengetahui kebenaran tersebut kita cukup mencek apakah pernyataan ini sejalan dengan perntaan lainnya. Pernataan ini benar karena lilin termasuk bahan paraffin, dan paraffin mencair pada suhu 60 derajat Celcius. Sedangakan air mendidih pada suhu 100 derajat celcius yang berarti lilin akan mencair jika dimasukkan dalam air yang mendidih. Beberapa hal penting mengenai teori kebenaran sebagai pengetahuan Teori kebenaran sebgai keteguhan lebih menekankan kebenaran rasionallogis dan cara kerja deduktif. Lebih menekankan kebenaran dan pengetahuan apriori. Menjadikan justifikasi sebagai validasi, bukan hasil pengamatan ataupun pengujian.

c. Teori pragmatis tentang kebenaran Bagi kaum pragmatis, kebenaran sama artinya dengan kegunaan. Jadi, ide, konsep, pernyataan yang benar adlah ide yang berguna. Bagi William James, ide yang benar adalah yang dalam penerapannya paling berguna dan paling berhasil memungkinkan manusia bertindak atau melakukan sesuatu. Jadi, yang penting bukanlah benar tidaknya suatu ide secara abstrak. Melainkan sejauh mana kita dapat memecahkan persoalan-persoalan praktis yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. d. Teori kebenaran performatif Menurut teori ini suatu pernyataaan dianggap benar jikaperntaan itu menciptakan realitas. Pernyataan yang benar bukanlah yang mengungkapkan bagaimana suatu realitas terjadi, tetapi pernyataan yang bisa membuat terciptanya suatu realitas sebagaiamna yang diungkapkan dalam pernyataan.

2. Sifat Dasar Kebenaran Ilmiah


Tiga sifat dasar kebenaran ilmiah : a. Struktur yang rasional-logis Kebenaran ilmiah selalu dicapai berdasarkan kesimpulan yang logis dan rasional dari proporsi tertentu. Proporsi ini bisa berupa teori atau hukum ilmiah yang yang sudah terbukti dan diterima kebenarannya atau dapat pula mengungkapkan data dan fakta baru. Dianggap sebgai kebenaran yang universal karena proposisi, kesimpulan, atau diterima sebagai benar bagi semua orang yang dapat menggunakan akal budinya secra baik. b. Empiris Sebagian besar pengetahuan dan kebenaran ilmiah berkaitan dengan kenyataan empiris. Maka hendaknya kebenaran ilmiah diuji dengan kenyataan yang ada. c. Dapat diterapkan (pragmatis) Jika pernyataan yang diungkapkan sudah dianggap benar secara logis dan empiris, maka pernyataan tersebut juga harus berguna dan dapat diterapkan dalam kehidupan manusia untuk membantu manusia memecahkan permasalahan yang ada.