Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Fisik 1.

Inspeksi: - Menentukan derajat luka - Area kulit yang tidak terbakar mungkin dingin dan pucat - Area kulit yang terbakar akan melepuh, ulkus, nekrosis, atau jaringan parut tebal. - Mukosa bibir kering - Tanda-tanda inflamasi Dalam menentukan ukuran luas luka bakar kita dapat menggunakan beberapa metode yaitu : Rule of nine Merupakan cara yang tepat untuk menghitunng luas daerah yang terhadap luas permukaan tubuh. Adapun prosentasenya adalah sebagai berikut: - kepala dan leher : 9% - Dada dan perut : 18% - Punggung dan bokong: 18% - Tangan kanan dan kiri : 18% - Kaki kanan: 18% - Kaki kiri : 18% - Genital : 1% Gambar 2.4 Skema pembagian luas luka bakar dengan Rule of Nine Metode lund dan Browder Metode ini lebih tepat dalam memperkirakan luas permukaan tubuh yang terbakar. Menyatakan bahwa prosentase luka bakar pada berbagai bagian anatomi, khususnya kepala dan tungkai, akan berubah menurut pertumbuhan Metode Telapak Tangan Pada banyak pasien dengan luka bakar yang menyebar, metode yang dipakai memperkirakan prosentase luka bakar adalah metode telapak tangan ( palm methode). Lebar telapak tangan pesien kurang lebih sebesar 1 % LPTT.

2. Palpasi: - Denyut nadi (frekuensi, kuat lemahnya) - Suhu pada luka Auskultasi: - Auskultasi bunyi nafas pada paru - Auskultasi bising usus 8. Pemeriksaan Penunjang Hitung darah lengkap : peningkatan Ht awal menunjukkan hemokonsentrasi sehubungan dengan perpindahan/kehilangan cairan.

Elektrolit serum : kalium meningkat karena cedera jaringan /kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal. Natrium awalnya menurun pada kehilangan air. Alkalin fosfat : peningkatan sehubungan dengan perpindahan cairan interstitiil/ganguan pompa natrium. Urine : adanya albumin, Hb, dan mioglobulin menunjukkan kerusakan jaringan dalam dan kehilangan protein. Foto rontgen dada : untuk memastikan cedera inhalasi Skan paru : untuk menentukan luasnya cedera inhalasi EKG untuk mengetahui adanya iskemik miokard/disritmia pada luka bakar listrik. BUN dan kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal. Kadar karbon monoksida serum meningkat pada cedera inhalasi. Bronkoskopi membantu memastikan cedera inhalasi asap. Albumin serum dapat menurun karena kehilangan protein pada edema cairan. Fotografi luka bakar : memberikan catatan untuk penyembuhan luka bakar selanjutnya. (Doenges, 2000, 804) 9. Diagnosis / kriteria diagnosis Apabila terjadi kerusakan kulit akibat agen-agen thermal, dan kimia , kemudian ditentukan derajatnya dengan rule of nines untuk mengetahui luas daerah yang terbakar. Pemeriksaan Penunjang - Foto dada - Laboratorium: darah lengkap, tes fungsi ginjal, tes fungsi hati, analisa gas darah (untuk penderita luka bakar dengan kecurigaan trauma inhalasi), serum elektrolit, serum albumin.