Anda di halaman 1dari 4

JENIS RESTORASI & PENDUKUNG TUMPATAN UNTUK GIGI SULUNG FRAKTUR

1. Preformed Stainless Steel Bands

Preformed Stainless Steel Bands Sumber: www.jegs.com

Penggunaan alat ini adalah untuk restorasi gigi anterior sulung dengan kavitas bagian mesial atau distal (proksimal yang dalam). Band ini dipasang sebelum pembersihan karies. Kemudian, penggunaan band ini dieratkan dengan kavitasnya menggunakan GIC. Prosedur ini merupakan prosedur yang paling efektif untuk mengurangi pergerakan atau aktivitas anak anak. Ketika pasien anak koooperatif, maka band ini dapat dilepas atau tidak perlu digunakan.

2. Stainless Steel Crown

Stainless Steel Crown for kids Sumber: www.acadental.ca

Indikasinya adalah karies atau fraktur yang lumayan besar dengan proporsi incisal, misalnya pada gigi caninus. Stainless Steel Crown adalah bentuk restorasi ready-made dan tersedia dalam

beberapa bentuk dan ukuran, kontur pada cervical margin-nya, kemudian dipoles, dan direkatkan dengan semen pada gigi. Walaupun retensi material ini pada gigi tergolong baik, tetapi syarat estetis-nya tidak ditemukan pada bahan restorasi ini.

Gigi caninus dengan SSC dan dilapisi veneer Sumber:

Oleh karena itu, untuk mendapatkan aspek estetis pula, bagian logam pada labial-nya dapat dipotong, dan menyisakan labial window yang nantinya akan direstorasi dengan resin komposit. Restorasi ini disebut open-face stainless steel crown.

Penggunaan SSC dengan veneer pada gigi anterior Sumber:

Prosedur restorasi ini menggunakaan veneer sebagai pelapis logam stainless steel-nya. Veneer ini juga tersedia untuk gigi sulung. Restorasi ini dilakukan dengan cara menambahkan labial veneers di laboratorium setelah logam crown polosnya disematkan pada gigi sebelum sementasi akhir. Direkomendasikan untuk melakukan pencetakan dengan alginate pada gigi anterior sebelum melakukan restorasi. Maksudnya adalah agar penggunaan crown dapat disimulasikan pada stone model. Selain itu, hal ini dimaksudkan agar praktisi dapat menempelkan crown di saat bersamaan dengan dibuatnya preparasi.

3. Direct Resin Crowns Atau yang lebih dikenal sebagai jacket crowns yang menggunakan metode undercut pada are sekitar bahu gingival, dan retensi enamel sebanyak mungkin saat etsa. Penggunaan restorasi resin ini menggunakan celluloid crown terlebih dahulu sebagai matriksnya.

Celluloid crown Sumber: www.tmj.ro

Penggunaan celluloid crown ini bertujuan agar mendapatkan incisal edge yang terlihat senatural mungkin. Celluloid crown juga tersedia dalam bentuk gigi posterior. Indikasi untuk penggunaan crown ini adalah untuk mendapatkan integritas lengkung oklusi yang tepat pada mahkotanya.

Referensi : McDonald, Ralph E. Dentistry for the Child and Adolescent. 8th edition. Missouri: Mosby. 2004. Andreasen JO, Backland LK, Andesen FM and Andersson L. 2011. Traumatic Dental Injuries: A Manual. 3rd edition. Sussex: Wiley-Blackwell. 2011