Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 1 MANAJEMEN TAMBANG

Manajemen Tambang dan Pengambilan Keputusan

Manajemen Tambang Dalam kamus bahasa Inggris terbitan Oxford University Press, kata management (dibahasaindonesiakan menjadi manajemen) memiliki dua makna sebagai kata benda: the control and making of decisions in business or similar organization dan the process of dealing with or controlling people or things. Dari dua definisi tersebut dapat dilihat bahwa istilah manajemen berkenaan erat dengan proses pengambilan keputusan, serta pengaturan atau pengelolaan sumber-sumber daya (keuangan, fisikal, manusia). Selain itu, kata management juga bermakna people who control a business or similar organization. Jadi, baik proses maupun orang yang berproses dalam suatu kegiatan manajerial disebut manajemen. Dalam bingkai pembelajaran, manajemen dimaknai sebagai sebuah proses, agar dapat dipelajari dan dianalisis. Setidak-tidaknya ada tiga aspek yang dapat ditinjau: pertama, bahwa di dalamnya terkandung aspek koordinasi sumber-sumber daya; kedua, fungsi manajerial; dan ketiga, tujuan yang akan dicapai. Sumber-sumber daya yang ada dikoordinasikan dan dikelola dengan tujuan agar kegitan dapat berjalan dengan lancar sehingga mencapai suatu hasil yang sesuai harapan. Lancar dalam pengertian ini adalah berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mencapai itu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan ini bukanlah hal yang baku namun dapat berbeda untuk setiap kondisi. Secara umum proses manajemen tersebut meliputi: penetapan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, pengaturan, pengawasan, dan kontrol. Kontrol merupakan umpan balik dalam suatu manajemen untuk mengetahui sejauh mana rencana yang ditetapkan telah terlaksana. Sehingga, manajemen merupakan suatu proses tertutup yang ber-reiterasi. Meskipun tertutup, namun proses manajemen berkait dengan komponen-komponen lain dalam suatu organisasi. Dari berbagai pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah koordinasi keseluruhan sumber-sumber daya melalui

proses penetapan tujuan, pengorganisasian, perencanaan, pengorgani-sasian, pengaturan, pengawasan, dan kontrol untuk mencapai suatu hasil tertentu. Dalam industri pertambangan, sumber-sumber daya yang dimiliki adalah prasarana dan sarana yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi serta sumber daya mineral yang akan ditambang. Tidak seperti di kebanyakan industri, sumber daya mineral adalah sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Hal ini menuntut suatu sistem pengelolaan yang terkontrol, karena mempengaruhi umur industri tersebut. Kualitas dan kuantitas mineral tersebut juga merupakan batasan yang harus diperhatikan. Sehingga tujuannya menjadi jelas, yaitu agar kegiatan penambangannya dapat berlangsung efektif dan efisien yang pada gilirannya, menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jadi, manajemen tambang merupakan proses pengelolaan keseluruhan sumber-sumber daya industri pertambangan melalui proses-proses manajemen agar dihasilkan produk pertambangan yang optimal untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Masalah yang spesifik dalam manajemen tambang bila dibandingkan dengan manajemen dalam bidang lain adalah sumber daya yang dikelolanya tidak dapat diperbaharui, terbatas, dengan sebaran tak merata, ditambahlagi kondisi geologis-geografis yang kompleks yang harus dihadapi. Disamping itu pasar bagi produk-produk pertambangan juga spesifik/tertentu. Permasalahanpermasalahan seperti inilah yang harus di- manage dalam manajemen tambang. Pengambilan Keputusan Keputusan adalah pilihan sikap dari dua atau lebih alternatif. Pengambilan keputusan merupakan serangkaian proses yang tak terhindarkan dalam manajemen untuk menghasilkan keputusan tersebut. Dalam menghadapi permasalahan, pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan. Proses penentuan keputusan tidaklah mudah dilakukan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk mengahsilkan sbuah keputusan yang tepat. Mengikuti tradisi klasik, pengambilan keputusan dalam beberapa organisasi sangat tersentarlisasi, dan keputusan yang diambil lebih lebih ditentukan oleh pihak yang berkuasa ketimbang pada serangkaian proses memutuskan. Di beberapa organisasi, pengambilan keputusan dilakukan pada aras di tingkat

yang semakin rendah. Yang terakhir ini lebih efektif dalam pengembangan kemampuan manajerial dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Banyak hal yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang, diantaranya intelektualitas, (tingkat) pendidikan dan pengalaman, persepsi, nilai, dan tingkah laku (kebiasaan), tingkat motivasiemosi, serta kepribadiaan. Namun dalam banyak khasus, beberapa hal tersebut di atas tidak sepenuhnya benar. Kualitas dari keputusan yang diambil sering kali ditentukan oleh seberapa baiknya sang manajer mengimplementasikan keputusan tersebut dan seberapa baik dia mampu melakukan evaluasi sepenjang dan pada akhir pelaksanaannya.

Daftar Pustaka Sisk, Henry L. dan Williams J. Clifton. Management & Organization 4th Edition, South Western Publishing Co., 1981.