Anda di halaman 1dari 6

IPA Terpadu

SPMB Tahun 2006 Regional I


BIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

Biodiesel adalah nama keluarga bahan bakar berbasis ester (lemak ester), yaitu
monoalkil ester yang dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kedelai, dan minyak canola.
Biodiesel dapat diperoleh sebagai hasil reaksi kimia minyak nabati dengan alkohol,
misalnya metanol. Katalis untuk reaksi ini adalah NaOH. Hasil samping reaksi ini adalah
gliserol. Perbandingan berat tiap-tiap komponen dalam reaksi kira-kira adalah :

100 bagian minyak nabati + 10 bagian metanol → 100 bagian biodiesel + 10 bagian
gliserol

Biodiesel juga dapat dibuat dari minyak hewani melalui proses trans-esterifikasi.
Efisiensi biodiesel sama dengan efisiensi minyak diesel atau solar (dari minyak bumi) bila
digunakan pada mesin-mesin diesel tanpa modifikasi. Selain biodiesel murni, campuran
minyak diesel yang mengandung 20% biodiesel, disebut B20, juga dapat digunakan
sebagai bahan bakar. .Saat ini total produksi minyak nabati adalah 10,7 juta ton/tahun,
sedangkan minyak hewani adalah 5,27 juta ton/tahun. Produksi ini akan menghasilkan
4,64 milyar galon/tahun atau sekitar 21,112 milyar liter biodiesel per tahun. Bila seluruh
produksi minyak nabati dan minyak hewani di dunia digunakan untuk menghasilkan
biodiesel, baru 15% kebutuhan bahan bakar dapat dipenuhi. Jelas biodiesel tidak akan
dapat menggantikan solar dalam waktu dekat, namun banyaknya keunggulan hiodiesel
membuatnya patut dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif.

Di Eropa, pada tahun 2000, 32,3% mobil baru.telah menggunakan mesin diesel,
dibandingkan 21,7% pada tahun 1997. Sebelum tahun 2005 diperkirakan akan ada
kenaikan minimal 40%. Konsumsi energi untuk pembuatan
biodiesel juga sangat rendah. Energi yang dibutuhkan untuk membuat 1 liter biodiesel
adalah 25% dari kebutuhan energi untuk menghasilkan 1 liter solar.

Emisi pembakaran mesin diesel yang menggunakan biodiesel murni tidak


mengandung senyawa aromatik. Pembakaran biodiesel yang tidak murni seringkali
menghasilkan hidrokarbon poliaromatik yang bersifat karsinogenik, meskipun jumlahnya
jauh lebih rendah dibandingkan solar. Emisi hidrokarbon dapat turun hingga 94% bila
seluruh bahan bakar telah menggunakan biodiesel, sedangkan emisi karbon monoksida
dapat turun antara 28% - 37%.

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved


IPA Terpadu SPMB Tahun 2006 Regional I
61. Andaikan di Eropa antara tahun 1997 - 2000 kenaikan mobil yang menggunakan
mesin diesel (dalam %) sesuai suku barisan aritmetik, maka pada tahun 1999,
jumlah mobil yang menggunakan mesin diesel menjadi ....

(A) 27,00% (C) 29,65% (E) 31,18%


(B) 28,76% (D) 31,00%

62. Menurut naskah, bila 1 mol minyak nabati dipecah oleh enzim lipase, maka akan
terbentuk

(A) 3 mol asam lemak


(B) 3 molekul asam lemak
(C) 1 mol gliserol dan 1 mol asam lemak
(D) 1 mol gliserol dan 3 mol asam lemak
(E) 1 molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak

63. Menurut naskah, biodiesel merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi ....

(A) R _ OH (D) R-O–R

O O
|| ||
(B) C (E) C

R R R OR

O
||
(C)
C

R OH

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved 2


IPA Terpadu SPMB Tahun 2006 Regional I
64. Naskah menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan salah satu komponen pokok
dari suatu alat transportasi (mobil), yaitu motor bakarnya. Diagram berikut yang
dapat berkaitan dengan cara kerja ekskursi di bidang (p, V) adalah

(A) (D)

(B) (E)

(C)

65. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk menyimpan minyak adalah ....

(1) akar
(2) biji
(3) daun
(4) daging buah

TABIR SURYA

Sinar matahari merupakan sumber energi yang penting. Selain itu, sinar matahari
dapat digunakan sebagai pengobatan defisiensi vitamin D. Namun, jika berlebih, terutama
radiasi sinar ultra violet (UV) dengan panjang gelombang ( λ ) = 290 - 400 nm, maka sinar
itu dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti eritema (warna kemerah-merahan), hyper-
pigmentasi (warna gelap), serta kanker kulit.
Ada tiga macam sinar UV, yaitu UV A dengan λ = 320 - 400 nm yang dapat
menyebabkan perubahan kulit menjadi coklat; UV B dengan λ = 290 - 320 nm yang
mengakibatkan bercak-bercak hitam pada kulit dan kanker; dan UV C dengan λ = ± 280
nm, yang merusak jaringan kulit terluar, yaitu epidermis. Sinar UV C ini dapat
disaring oleh ozon dalam atmosfer. Secara alami, kulit terluar manusia terdiri dari 5 lapisan.
Lapisan terbawah merupakan tempat pertumbuhan sel baru, di antaranya adalah sel
melanosit yang memproduksi melanin, antara lain pigmen. Melanin dapat melindungi kulit
dari sinar UV yang jatuh ke bumi. Jika sinar UV berlebih maka melanin bekerja lebih keras

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved 3


IPA Terpadu SPMB Tahun 2006 Regional I
dalam memproduksi pigmen sehingga warna. kulit menjadi lebih gelap. Pada umumnya
produksi melanosit mencapai 1000 sel/mm2, dan pada pipi, dahi, puting, serta daerah seks,
sebanyak 2000 melanosit/mm2. Jika sinar yang jatuh adalah UV A dan UV B, maka
diperlukan perlindungan tambahan, seperti senyawa adsorben kimia yang disebut tabir
surya. Tabir surya dapat dibuat dari turunan benzen yang dapat menyerap sinar UV
dengan λ = 290 - 320 nm dengan kinerja persen transmisi eritema kurang dari 1% dan
persen transmisi pigmentasi berkurang 3 - 40%.

66. Menurut naskah, rumus empiris senyawa dasar yang digunakan sebagai tabir surya
adalah

(A) CH (D) C6H6


(B) C2H2 (E) C12H12
(C) C3H3

67. Tabir surya mampu melindungi kulit dari Uv yang berenergi sekitar

(A) 3,44 eV (D) 5,12 eV


(B) 4,14 eV (E) 5,63 eV
(C) 4,43 eV

68. Jika area kulit pada pipi dan dahi dibandingkan dengan area pada wajah selain pipi
dan dahi adalah 1 : 6, maka dari grafik di bawah ini yang menunjukkan hubungan
antara x banyaknya produksi melanosit pada pipi dan dahi dengan y banyaknya
produksi melanosit pada wajah selain pipi dan dahi tersebut adalah ….
y y
(A) (D)
6 6
4 4
2 2

2 x 2 x
4 6 4 6

y y
(B) 6 (E) 6
4 4
2 2

2 x 2 x
4 6 4 6

(C) y
6
4
2

2 x
4 6

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved 4


IPA Terpadu SPMB Tahun 2006 Regional I
69. Tanpa pelindung radiasi UV, kerusakan kulit pendaki di puncak gunung lebih besar
daripada nelayan di pantai.
SEBAB
Sinar UV yang mencapai daerah puncak gunung lebih banyak daripada di dataran
rendah.

70. Akibat radiasi sinar UV ( = 280 nm), lapisan kulit yang mengalami kerusakan
adalah stratum

(1) korneum (3) granulosum


(2) lucidum (4) aculeatum

PENYEBARAN VIRUS H5N1

Virus penyebab flu burung adala-h virus RNA berulir negatif, termasuk jenis virus
influenza dan anggota famili orthomyxovirideae. Virus ini dapat menyebar melalui udara,
makanan, unggas, air, atau pakaian yang telah tercemar. Dalam beberapa hal, itik liar
sering tahan terhadap virus ini, sehingga justru dapat menjadi pembawa dan menyebarkan
virus ini. Bila terinfeksi oleh galur yang ganas, ayam atau itik akan mati dalam 3 hari.

Hal yang dikhawatirkan oleh para ahli genetika, adalah bila terjadi rekombinasi
genetik antara virus influenza burung dengan virus influenza manusia. Rekombinasi ini
dapat membentuk virus tipe baru yang dapat menginfeksi manusia. Sejak 6 tahun terakhir,
telah diketahui subtipe virus flu burung H5, H7, dan H9. Kelompok H9 tidak terlalu
berbahaya bagi unggas dibandingkan H5 dan H7. Huruf H adaiah singkatan hemaglutinin,
senyawa yang dapat berpasangan dengan 9 neuroaminidase surface protein (N), sehingga
dikenal virus H5N1, H5N2, H7N1, dan sebagainya. Virus-virus ini akan mati jika
dipanaskan pada suhu 50°C selama 10 - 15 menit. Virus H5N1 ternyata mampu
menembus barier spesies sehingga dapat menulari manusia. Pada tahun 1997, di
Hongkong, virus H5N1 menyebabkan 18 orang terinfeksi dan 6 orang di antaranya
meninggal dunia. Pada Januari 2004, terjadi ledakan virus H5N1 yang ganas di Thailand
dan Hongkong. Selanjutnya, pada bulan Februari 2004; virus tersebut masuk ke Indonesia,
Korea, Cina, dan Jepang, bahkan saat ini telah sampai ke daratan Eropa.

Diandaikan berdasarkan pengamatan, unggas yang mati karena flu burung selama 6
bulan mengikuti barisan Un = 3620 - 1280r-n dengan r = 2, n = 0 yaitu pada saat
pengamatan. Selanjutnya mengikuti barisan Un = -150(n - 6)2 + 3600 sampai bulan ke
sepuluh.

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved 5


IPA Terpadu SPMB Tahun 2006 Regional I

71. Menurut naskah, materi genetik yang dikandung oleh virus H5N1 adalah …

(A) hemaglutinin
(B) protein
(C) karbohidrat
(D) asam nukleat
(E) asam karboksilat

72. Menurut naskah, vektor yang paling potensial menularkan virus H5N1 adalah …

(A) sapi
(B) babi
(C) tikus
(D) itik
(E) serangga

73. Seekor ayam yang masanya 1 kg diketahui terinfeksi virus H5N1. Agar virus tersebut
mati, maka ayam harus direbus. Jika suhu ruang 27°C, maka menurut naskah, kalor
yang dibutuhkan (dinyatakan dalam kalor jenis ayam c) untuk merebus ayam
adalah …

(A) 77 c joule
(B) 77 c kalori
(C) 23 c watt
(D) 23 c joule
(E) 23 c kalori

74. Berdasarkan penjelasan dalam naskah, jumlah sampai ke nomor 74 unggas yang
mati selama 3 bulan pertama adalah

(A) 8560
(B) 8580
(C) 8600
(D) 8620
(E) 8640

75. Persentase kematian manusia akibat flu burung oleh virus H5N1 di Indonesia masih
rendah, namun sangat membahayakan
SEBAB
Virus H5N1 dapat menular antar spesies maupun pada spesies organisme yang
sama.

Copyright © 2008 PT. Zenius Education | All rights reserved 6

Anda mungkin juga menyukai