Anda di halaman 1dari 2

BAB II TEORI DASAR

2.1. Pendahuluan 2.1.1. Definisi dan Tujuan Audit Energi Secara historis, konsep audit telah terpusat pada aspek finansial atau organisasi tetapi sungguh tepat dalam era dimana kita perlu menurunkan pemakaian energi, biaya dan efisiensi. Audit energi dapat berupa banyak bentuk, baik dari masalah efisiensi yang menggunakan peralatan dan sisa pembuangan energi sampai ke masalah teknis dan analisis ekonomi dari suatu pabrik secara keseluruhan atau dalam satu unit khusus. Maksud dari audit energi adalah suatu kegiatan/usaha memeriksa pemakaian energi dalam rangka mendapatkan gambaran lengkap mengenai neraca pemakain energi serta performansi pada suatu sistem atau proses atau peralatan yang menggunakan atau menghasilkan energi. Dalam memeriksa pemakaian energi, yang dilakukan adalah : 1. Menghitung jumlah pemakaian energi 2. Menghitung jumlah biaya pemakaian energi 3. Memperhatikan penggunaan energi diberbagai proses yang dilakukan teratur dan berkelanjutan Tujuan dari audit energi adalah : Mengidentifikasi sumber pemborosan energi Mementukan cara penghematan energi yang layak diterapkan Estimasi penghematan energi yang dapat dicapai

2.1.2. Langkah Langkah Audit Energi Agar palaksanaan audit energi memperoleh hasil yang akurat, benar dan detail, maka sebelum melakukan audit perlu bagi setipa personil memepersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam audit dengan mengikuti/ memahami langkah langkah yang perlu dilakukan dalam menuju pelaksanaan audit. Adapun langkah langkah tersebut adalah : 1. Persiapan Yang perlu dilakukan dalam langkah ini adalah : Menyusun rencana kerja termasuk didalamnya jadwal audit, personil, dan peralatan yang digunakan.

Mengumpulkan data yang sudah ada yang akan bermanfaat dalam melaksanakan audit energi, seperti data laporan operasional atau pemakaian, dokumen perencanaan pabrik, flow diagram, spesifikasi teknik peralatan dan fasilitas alat ukur yang tersedia kemudian memeriksa data yang sudah ada beserta kebenaran dan ketelitiannya. 2. Pengukuran Pada langkah ini pelaksanaan audit sudah mulai dilakukan dengan pertama kali mengukur variabel variabel yang akan diperiksa seperti mengukur temperatur , tekanan, kapasitas aliran dan sebagainya, tergantung unit mana yang akan diaudit. Sebelum melakukan pengukuran, personil telah mengetahiu hal hal berikut : Sifat energi Mengetahui satuan energi Mengetahui tentang alat ukur

3. Analisa Perhitungan Data Dalam langkah analisa perhitungan data yang perlu dilakukan adalah : Perhitungan neraca massa dan energi Perhitungan neraca masing masing peralatan konversi utama Perhitungan neraca uang, energi listrik Konsumsi energi spesifik dan unjuk kerja setiap peralatan konversi energi pada berbagai kondisi pembebanan