Anda di halaman 1dari 5

Tes Kehamilan (metode aglutinasi)

Satu hal yang tidak bias lepas dari proses kehamilan adalah perubahan hormon yang menyebabkan berbagai perubahan organ dan system tubuh seorang ibu hamil. Hormon itu sendiri merupakan aneka substansi kimia yang dilepaskan kealiran darah untuk merespons suatu rangsangan dan mengaktifkan sel, sesuai dengan hormon yang dibutuhkan dan membutuhkannya. Fertilisasi terjadi pada hari-hari setelah ovulasi yang merupakan titik tengah daur haid. Telur yang telah mengalami proses pembuahan mengapung kearah tuba fallopi dan masuk kedalam uterus dimana ovum menanam diri pada endometrium sekretorik yang telah siap. Segera setelah implantasi pada hari ke-21 hingga hari ke-23 dari siklus, dimulai produksi gonadotropin korionik (chorionic gonadotrpin,CG). Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormon khas kehamilan (ditemukan dalam darah dan urine perempuan hamil). Hormon yang dibentuk oleh trofoblast (lapisan bagian luar janin yang terbentuk pada awal pembentukan janin dan plasenta) ini berfungsi mempertahankan korpus luteum (jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur) yang membuat eksogen dan progesterone sampai plasenta terbentuk seutuhnya. Molekul HCG bersifat dimerik, terdiri dari satu sub unit alfa dan satu sub unit beta, yang khas untuk HCG dan menentukan individualitas antigenik. Metode Pemeriksaan : Aglutinasi Bahan Pemeriksaan : Urine Segar Alat dan Reagen : 1. Alat : a. Kaca Objek b. Pipet c. Pengaduk 2. Reagen a. Metode aglutinasi Langsung : Antigen HCG b. Metode agkutinasi tak langsung : - Antigen HCG yang dilekatkan Pada Lateks - Anti HCG Prosedur Pemeriksaan : 1. Metode Aglutinasi Langsung a. Teteskan setetes urin diatas pernukaan kaca objek b. Teteskan setetes reagen antigen HCG c. Aduk dengan batang pengaduk sampai merata. d. Goyangkan kaca objek dengan gerakan memutar

e. Amati terbentuknya gumpalan dalamwaktu yang tidak melebihi 3 menit. 2. Metode aglutinasi tidak langsung a. Teteskan setetes urine pada permukaaan gelas permukaan b. Berturut-turut teteskan 1 tetes anti B HCG antibody dan 1 tetes antigen HCG yang dilekatkan pada lateks c. Aduk dengan batang pengaduk sampai merata d. Goyangkan permukaan gelas dengan gerakan memutar e. Amati adanya gumpalan yang terjadi dalam waktu yang tidak melebihi 3 menit. Interpretasi hasil : 1. Metode Aglutinasi Langsung Positif : Ada gumpalan/aglutinasi Negati : Tidak ada gumpalan/aglutinasi 2. Metode Aglutinasi tidak langsung Positif : Tidak terjadi gumpalan/aglutinasi Negatif : terjadi gumpalan/aglutinasi
http://www.sodiycxacun.web.id/2010/10/tes-kehamilan-metode-aglutinasi.html

PEMBAHASAN Pada praktikum uji kehamilan (direct latex agglutination)kita menguji urin untuk menunjukkan pada urin wanita hamil tekandung hormon hCG (Human Chorionic Gonadtropine) dan menunjukkan tidak terkandung (negative) hCG (Human Chorionic Gonadtropine) pada urin wanita tidak hamil dan urin pria. Dengan menggunakan metode aglutinasi lateks. Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Hormon hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu yang mengandung 92 asam amino dan mengandung 145 asam amin. Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) mempertahankan korpus luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan dengan terjadinya ovulasi. Hormon hCG berdampak pada meningkatnya produksi progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi hormon hCG akan meningkat hingga hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon ini di ekskresikan melalui urin juga terdapat dalam serum. Kali ini kta akan mendeteksi hormon hormon hCG di urin wanita hamil. Penentuan kehamilan dengan menggunakan urine dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara biologik dan cara imuno- logik. Percobaan biologik dengan tiga cara yaitu cara Ascheim Zondek, cara Friedman dan cara Galli

Mainini; masing-masing cara biologik ini menggunakan binatang percobaan yaitu tikus putih, kelinci dan katak jantan. Sedangkan pemeriksaan secara imunologik dapat dilakukan secara langsung dengan cara Direct Latex Agglutination (DLA) atau secara tidak langsung dengan caraLatex Agglutination Inhibition (LAI) serta cara Hemagluti- nation Inhibition (HAI) (2,3,4,5) Sejak tahuri 1960 cara imunologik telah mendapat tempat yang luas. Hal ini disebabkan karena cara ini lebih mudah, cepat dan lebih sensitif dari cara biologik; walaupun demikian cara Galli Mainini masih tetap digunakan sampai sekarang. Dewasa ini untuk pemeriksaan kehamilan di laboratorium-laboratorium yang paling banyak digunakan adalah cara imunologik dengan cara Latex Agglutination Inhibition. Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara HCG dalam urine dengan antobodi HCG (anti HCG) Pada praktikum ini deteksi hormon hCG dilakukan dengan menggunakan metode aglutinasi lateks. Aglutinasi adalah Teknik yang dapat menentukan antigen atau antibodi secara semikuantitatif, aglutinasi dapat dilihat dengan mata atau dengan mikroskop. Metode aglutinasi yang sering dipakai adalah aglutinasi lateks dan hemaglutinasi, yang masing-masing menggunakan partikel lateks dan sel eritrosit yang dilapisi antibody atau antigen. Tergantung apakah yang hendak ditentukan itu antigen atau antibodi. Cara aglutinasi lateks banyak dipakai untuk menetapkan adanya rheumatoid faktor (RA) atau CRP dalam serum dan Human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin, sedangkan cara hemaglutinasi sering dipakai untuk menetapkan HBsAg dan anti--HBsAg, masing - masing cars reverse passive hemaglutination (RPHA) dan passive hemaglutination (PHA), disamping itu juga untuk menetapkan adanya antibodi terhadap Treponema pallidum. Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara hormon hCG dalam urine dengan antobodi (anti HCG). Suspensi lateks mengandung antibody monoclonal anti hCG dengan natrium azida sebagai pengawet sebagai anti hCG dan hormon hCG yang terkandung dalam urin sebagai antigen. Ketika anti hCG (antibodi) bertemu dengan antigen(hormon hCG) maka terbentuklah kompleks imun. Pada praktikum ini hormon hCG akan dideteksi pada Urin uji (urin wanita hamil) kontrol + (urin yg positif mengandung hCG)

Kontrol- ( urin cowok dan urin cewek tidak hamil)

Semua urin diatas masing masing ditetesi pada plat kaca dan ditambahkan suspense lateks selanjutnya diaduk hingga seluruh lingkaran penuh. Positif hCG ditunjukkan dengan terbentuknya gumpalan bewarna putih pada urin. Pada hasil pengamatan menunjukkan bahwa hanya pada urin uji terbentuk

gumpalan bewarna putih. Walaupun tidak terlihat jelas akan tetapi menunjukkan perbedaan warna dan tekstur dengan urin lainnya. Gumpalan tidak terlihat jelas disebabkan oleh urin uji / urin wanita hamil yang diambil telah memasuki kehamilan bulan ke 5. Dimana pada bulan tersebut hormon hCG yang disekresikan oleh placenta telah berkurang. Hormon hCG diproduksi banyak pada trimester pertama. Akan tetapi hCG tidak specific untuk menentukan kehamilan karena beberapa sekresi hCG disebabkan oleh adanya tumor . Kita tidak melakukan uji control + dikarenakan zat nya tidak tersedia di laboratorium. Kita juga melakukan uji kehamilan menggunakan test pack. Test pack sangat tergantung pada kerja sama antara antibody dan antigen. Antibodi zat kimia yang dihasilkan oleh limfosit dan struktur lain di dalam tubuh. Sedangkan antigen, zat asing yang masuk dan merangsang reaksi kimia tubuh. Jika antigen masuk ke dalam jaringan tubuh , antibody bereaksi sehingga antigen tidak berbahaya lagi. Tiap antibodi hanya bereaksi terhadap antigen tertentu. Antibodi-antibodi yang terdapat pada media tes, yang mempunyai dua strip (garis) indicator. Hormon hCG yang terdapat pada urine wanita hamil, berperan sebagai antigen. Antibodi yang digunakan pada media tes ini ada tiga tipe antibody. Sebagian terdapat enzim yang dapat menampilkan warna saat menangkap antibodi lainnya. Antibodi tipe 1 bertugas "menangkap" antigen, antibodi tipe 2 berjaga-jaga di salah satu strip untuk "menambatkan" antibodi tipe 1 (berikut antigen yang ditangkapnya) di strip A. Sedangkan antibodi tipe 3 menangkap antibodi tipe 1 yang tak "mendapat pasangan", lalu menambatkannya di strip B. Jika hanya strip B yang berwarna berarti tidak terdapat hormon hCG (tidak hamil ). Karena antibodi yang tertambat dan memberi warna strip itu bukan pembawa hCG melainkan antibody 3 yang menangkap antibody 1. Sebaliknya, kalau kedua strip menampilkan warna maka menunjukkan adanya hCG yang tertawan di strip A (hamil ). Alat uji kehamilan test pack mendeteksi hormon hCG dalam urin yang diproduksi selama masa kehamilan dengan kepekaan hingga 25 mIU/ml urin. Cara penggunaannya dengan urin pertama pagi hari di tampung pada wadah yang bersih dan kering. Buka kemasan alumunium foil, keluarkan strip. Celupkan strip ke dalam sampel urin sampai batas maksimum selama 1/2 menit. Dan lihat hasilnya dua strip menunjukkan hamil dan satu strip menunjukkan tidak hamil. KESIMPULAN

Hormon hCG digunakan sebagai uji kehamilan Hormon hCG dihasilkan oleh plesenta untuk mempertahankan korpus luteum pada tri mester pertama

Prinsip yang digunakan pada praktikum ini adalah immunokimia (reaksi antibody dan antigen) Hanya pada urin wanita hamil yang positif terkandung hormon hCG.

http://zieczhuo.blogspot.com/2010/12/uji-kehamilan-direct-latex.html