Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN PENGHITUNGAN BENTHOS DENGAN METODE KUADRAN

I.

Tujuan : Untuk mengetahui hewan yang termasuk kedalam benthos. Untuk mengetahui kerapatan dari hewan benthos yang ada di laut.

II.

Waktu dan Tempat

Pelaksanaan praktikum pencuplikan kuadrat benthos ini dilakukan di Pantai Sundak Yogyakarta pada tanggal 1 Desember 2012 pukul 09.00 15.00 WIB.

III.

Dasar Teori Bentos dapat dibedakan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu dengan cara mengidentifikasi ukuran dari bentos tersebut, pengklasifikasian menurut ukuran mereka dibagi menjadi 3 yaitu: Microfauna: hewan yang memiliki ukuran lebih kecil dari 0,1 mm, seluruh protozoa masuk dalam golongan ini. Meiofauna: golongan hewan-hewan yang mempunyai ukuran antara 0,1 mm sampai 1,0 mm. Ini termasuk protozoa yang bergolongan besar, cnidaria, cacing-cacing yang berukuran sangat kecil, dan beberapa crustacea yang berukuran sangat kecil. Macrofauna: Hewan-hewan yang mempunyai ukuran lebih besar dari 1,0 mm. Ini termasuk golongan echinodermata, crustacea, annelida, mollusca dan beberapa anggota phylum yang lain. Selain itu juga bentos dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat hidupnya, dalam hal ini bentos dibagi menjasi 2 macam yaitu: Epifauna : hewan yang hidupnya di atas permukaan dasar lautan. Contoh hewan epifauna diantara nya yaitu kepiting berduri Spiny stonecrab, siput laut (Sea slug), bintang laut (Brittlle star).

18

Infauna : hewan yang hidupnya dengan cara menggali lubang pada dasar lautan. Contoh hewan infauna yaitu cacing (Lugworm), tiram (Cockle), macoma, Remis (clam).

Hewan-hewan bentos yang sering ada dalam grup dan mempunyai sifat yang khas dikenal sebagai communities (Masyarakat). Dimana hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan hidup yang spesifik.

Peranan Benthos di Perairan Menurut Musa dan Yanuhar (2006), bahwa peranan benthos di perairan adalah : 1. Mendaur ulang bahan organik. 2. Membantu proses mineralisasi. 3. Penting kedudukanya dalam rantai makanan (dipakai untuk menduga kualitas kesuburan perairan).

Komunitas benthos sensitif pada perubahan kualitas air berbatasan motilitas dan kemampuan yang relatif karena merupakan fungsi kualitas perairan yang relatif tidak dapat didefinisikan melalui permukaan fisik dan kimia dapat didefinisikan melalui organisme benthos. Dalam mempelajari sifat organisme benthos bermanfaat dalam mendeteksi masalah pencemaran air. Pada dasarnya tidak ada organisme yang memberikan reaksi sama pada pencemaran karena adanya hubungan yang sangat kompleks antara faktor genetik dengan parameter kualitas air. Berbagai tingkat pencemaran air menentukan macam organisme di perairan tersebut (Sutrisno dan Eni, 2004).

Menurut Pratiwi, dkk (2004) dalam Parjan (2005), hewan yang hidup didasar perairan adalah mikrozoobenthos, makrozoobenthos merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jarring makanan selain

19

itu tingkat kenea ragaman yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indicator pencemaran. Dengan adanya kelompok bonthos yang hidup melekat (sessile) dan daya adaptasi berfariasi terhadap kondisi lingkungan membuat hewan benthos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penilaian kualitas air. Jika ditemukan umper air tawar, kijina, kerang cacing pipih, siput memiliki over operkulum dan siput tidak beroperkulum yang hidup di perairan tersebut maka dapat digolongkan ke dalam perairan yang berkulitas sedang.

IV.

Alat dan bahan : 1. Tali rapiah 2. Patok 3. Kawat Kuadran 4. Alat tulis 5. DO 6. LUX

V.

Cara Kerja : 1. Ukurlah jarak 10m untuk pencuplikan bentos sebanyak 5 kali dengan cara membentangkan tali rapiah. 2. Pasangkan patok disetiap jarak 10m. 3. letakan kawat kuadran di setiap jarak 10m. 4. Hitunglah bentos yang terdapat dalam kawat kuadran tersebut. 5. Lakukan pencuplikan sebanyak 5 kali pencuplikan. 6. Catat hasil pengamatan

20

VI.

Hasil Pengamatan

Faktor Klimatik
NO 1 2 3 JARAK 10M 25M 50M SUHU AIR 28 28 28 PH AIR 5 1,28 4 DO 6,87 10,8 10,7 LUX 107.800 37.300 40.800

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

WAKTU 09.21 09.36 09.51 10.06 10.21 10.36 10.51 11.07 11.22 11.39 11.54 12.11 12.26 12.46 13.07 13.22 13.37 13.59 14.14 14.29

SUHU UDARA 32 37 36 34 37 31 31 31 31 32 33 33 33 34 35 36 36 32 32 33

KELEMBABAN UDARA 83% 69% 62% 62% 69% 75% 75% 75% 75% 73% 68% 68% 68% 68% 62% 57% 62% 75% 75% 68%

21

VII. Hasil Pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan Metode Pencuplikan Benthos

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

TAKSON Anak Udang Kepiting Kecil Kepiting besar Kerang

I 1 1 -

II 1 -

III 1 -

IV 1 1 -

V 3 2 1 1

Bintang Ular Laut Bulu Babi -

VIII. Pembahasan Jadi, setelah melakukan kuliah lapangan atau praktikum ini maka kami mendapatkan data bahwa benthos yang terdapat di laut sundak, yogyakarta tidak terlalu rapat atau tidak terlalu banyak jumlahnya. Mungkin ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor entah itu faktor genetik atau karena parameter kualitas air. Sebelum kami memulai untuk pengamatan benthos kami melakukan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan faktor-faktor lingkungan sekitar seperti suhu udara, suhu air, penetrasi cahaya, DO, dan yang lainnya. Mengapa kita harus melakukan langkah-langkah tersebut terlebih dahulu ? Karena faktor-faktor tersebut akan sangat mempengaruhi kepada hasil dari pengamatan benthos yang akan kita lakukan. Banyak atau sedikitnya hewan yang kita dapatkan, atau hewan apa yang lebih dominan pada setiap kuadran itu semua akan dipengaruhi oleh faktor-faktor tadi.

Setelah melakukan perlakuan tadi, maka kita mulai untuk pengamatan benthosnya. Kami melakukan 5 kali pengamatan di daerah pasang surut pantai sundak, Yogyakarta. Setiap 10meter. Untuk kuadran pertama hanya ditemukan sedikit hewan, dan kemudian seterusnya semakin bertambah, untuk kuadran ke 5 lebih banyak ditemukan hewan-hewan (Benthos) dalam kuadrannya. Mungkin mengapa lebih banyak karena zonanya juga lebih

22

dalam dan tumbuhan-tumbuhan sumber makanan hewan itu pun lebih banyak.

IX.

Kesimpulan 1. Dari hasil pengamatan, benthos yang kami temukan diantaraanya pada kuandran 1 ada 1 kepiting kecil dan 1anak udang, kuadaran 2 ada 1 kepiting, kuadran 3 ada 1 kepiting besar, kuadarat 4 ada 1 kepiting kecil, dan 1 kepiting besar, kuadran 5 ada 3 kepiting kecil, 2 kepiting besar, 1 bintang ular laut,dan 1 bulu babi.

2. Semakin dalam kedalaman air maka semakin banyak jumlah populasi benthosnya.

3. Selain itu faktor-faktor lingkungan sekitar seperti suhu udara, suhu air, penetrasi cahaya, dan DO dapat mempengaruhi jumlah populasi benthos.

Daftar Pustaka

Nybakken, J,W. 1992. Biologi Laut satu Pendekatan Ekologis. Jakarta. PT Gramedia. Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. W.B. Saunder Com. Philadelphia 125 pp. Suripin. 2004. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta. Andi Yogyakarta. Setiadi, Dede. 1989. Dasar-dasar Ekologi. Bogor: IPB Press.

23