Anda di halaman 1dari 53

TERAPI MASSAGE CEDERA OLAHRAGA

Oleh Hendi S Pawaka Andi Suntoda S

PENGANTAR
- TUBUH AKAN MERESPON TEKANAN LATIHAN DENGAN JALAN : 1. BERADAPTASI SEHINGGA TDK ADA KERUSAKAN 2. JARINGAN MENJADI CEDERA/ MERADANG 3. JARINGAN/SEL MENJADI MATI

- OLAHRAGAWAN SERING MENGALAMI 2 DAN 3


- KEMATIAN SEL TERJADI KARENA HIPOKSIA PD AREA CEDERA

RADANG
- MERUPAKAN MEKANISME MOBILISASI PERTAHANAN TUBUH - MERUPAKAN REAKSI FISIOLOGIS DARI JARINGAN RUSAK BAIK AKIBAT TEKANAN MEKANIS, KIMIAWI, PANAS,DINGIN, DA INVASI BAKTERI
- TUJUANNYA MEMPROTEKSI AREA YANG CEDERA D MELAYANI

PROSES PENYEMBUHAN

TANDA RADANG
. KALOR ( PANAS ) . RUBOR ( MERAH ) . TUMOR ( BENGKAK ) . DOLOR ( RASA SAKIT/NYERI ) . FUNGSIOLESA ( MENURUNNYA FUNGSI )

KALOR (PANAS) DAN RUBOR (MERAH)


. TERJADI KARENA ADANYA PENINGKATAN ALIRAN DARAH DAN PENINGKATAN METABOLISME SEL DI AREA CEDERA . PADA PERABAAN TERASA PANAS DAN PENGAMATAN TERLIHAT MERAH . APABILA TERJADI PEROBEKAN PEMBULUH DARAH, TERLIHAT ADANYA MEMAR DIBAWAH KULIT

TUMOR ( BENGKAK )
. TERJADI DI DAERAH CEDERA DAN SEKITARNYA . DISEBABKAN KARENA MENINGKATNYA KONSENTRASI PROTEIN DI DARAH ( SEPERTI FIBRINOGEN DAN GAMA GLOBULIN ) YANG KEMUDIAN MENYERAP CAIRAN DARI SEL SEKITAR . ADAKALANYA CAIRAN SAMPAI KELUAR DARI PEMBULUH DARAH MENUMPUK DI JARINGAN

DOLOR ( NYERI )
. DISEBABKAN ADANYA RANGSANGAN UJUNG SARAF OLEH ZAT KIMIAWI YANG DILEPAS OLEH SEL RUSAK YAITU PAIN SUBSTANCES DAN HISTAMIN LIKE SUBSTANCES . JUGA DISEBABKAN ADANYA PENEKANAN PADA RESEPTOR SARAF OLEH BENGKAKAN . DIKURANGI DENGAN KOMPRES ES DAN OBAT ANTI NYERI YANG DIJUAL BEBAS

FUNCTIOLAESA ( PENURUNAN FUNGSI )


. KARENA PEMBENGKAKAN PADA SENDI AKAN MEMBATASI GERAK . JUGA KARENA ADANYA RASA NYERI YANG MENYEBABKAN ORANG ENGGAN MENGGERAKKAN DAERAH TERSEBUT . PERLU DIANTISIPASI ADANYA TRAUMA GERAK PADA DAERAH CEDERA

PEMUNCULAN RADANG
. CEDERA AKUT: TANDA RADANG SEGERA BERPROSES DAN TERLIHAT MENONJOL . CEDERA KHRONIS: TANDA RADANG BERKURANG . KHRONIS EKSASERBASI AKUT: TANDA RADANG MUNCUL KEMBALI

PRINSIP PENANGANAN CEDERA AKUT: R I C E

. R I C E ( REST, ICE, COMPRESSION, ELEVATION ) . TUJUAN: MENGURANGI PERADANGAN DENGAN JALAN MENGURANGI ALIRAN DARAH KE AREA CEDERA . DIMULAI SESEGERA MUNGKIN SETELAH CEDERA SAMPAI PEMBENGKAKAN JENUH . BILA NYERI BERTAMBAH, ES DILEPAS SEMENTARA

REST ( ISTIRAHAT )
. SEGERA ISTIRAHATKAN BAGIAN YANG CEDERA

. TUJUAN: UNTUK MENCEGAH BERTAMBAH PARAHNYA CEDERA DAN MENGURANGI ALIRAN DARAH KE AREA CEDERA
. WAKTU ISTIRAHAT: TERGANTUNG PADA BERAT RINGANNYA CEDERA . TETAPLAH MELATIH BAGIAN YANG TIDAK CEDERA UNTUK MEMPERTAHANKAN ENDURANCE ATLET

ICE ( ES )
. TUJUAN:

1. MELOKALISIR DAERAH CEDERA 2. MEMATIRASAKAN UJUNG SARAF, SEHINGGA DAPAT MENGURANGI NYERI
3. MENCEGAH BERTAMBAHNYA BENGKAK. KOMPRES ES MENYEBABKAN VASOKONSTRIKSI, SEHINGGA ALIRAN DARAH KE BAGIAN YANG CEDERA BERKURANG DAN BENGKAK TIDAK BERTAMBAH BESAR KOMPRES ES TIDAK BOLEH TERLALU LAMA, KARENA DAPAT MENIMBULKAN VASODILATASI BERLEBIHAN ( HUNTINCTON REFLEX ). ALIRAN DARAH BISA MENINGKAT 3 X SEMULA, SEHINGGA PADA DAERAH CEDERA TERABA PANAS

CARA KOMPRES ES
. ES DITEMPATKAN DI DALAM KANTONG ES ATAU KANTONG PLASTIK, DAN DIBUNGKUS HANDUK SEBELUM DIPAKAI . TIAP KALI KOMPRES SELAMA 2-3 MENIT . BILA SUDAH TERASA KESEMUTAN/PUCAT ( SUDAH TERJADI VASOKONSTRIKSI YANG CUKUP ), ES DILEPAS SEMENTARA . SAMPAI PEMBENGKAKAN JENUH

COMPRESSION ( PENEKANAN )
. PENERAPAN TEKANAN YANG RINGAN PADA DAERAH CEDERA UNTUK MENGHENTIKAN PERDARAHAN & MENGURANGI PEMBENGKAKAN . ALAT: KASSA, PEMBALUT TEKAN YANG ELASTIS . PEMBALUT ELASTIS: HARUS TERASA NYAMAN DAN TIDAK TERLALU MENEKAN. TANDA BILA TERLALU MENEKAN: PUCATMATI RASA PADA BAGIAN UJUNG DAERAH CEDERA (KARENA KURANG MENDAPAT ALIRAN DARAH )

. PENEKANAN DARI BAWAH KE ATAS

ELEVATION ( MENINGGIKAN BAGIAN YANG CEDERA )


. PRINSIP: DAERAH YANG CEDERA DIUSAHAKAN LEBIH TINGGI DARI JANTUNG
. TUJUAN: MENGURANGI ALIRAN DARAH KE AREA CEDERA SEHINGGA MENGURANGI PERADANGAN DAN PENDARAHAN ( BILA ADA )

KAPAN DILAKUKAN KOMPRES PANAS ?


. KOMPRES PANAS BISA DILAKUKAN SETELAH FASE AKUT ( BIASANYA 2-3 HARI ) . KOMPRES PANAS BISA DILAKUKAN SETELAH BENGKAK JENUH ( BENGKAK SUDAH TIDAK BERTAMBAH ) . KOMPRES PANAS MENYEBABKAN VASODILATASI, SEHINGGA JENDALAN DARAH ATAU CAIRAN RADANG MASUK KEMBALI KE PEMBULUH DARAH ATAU PEMBULUH LIMFE . DAPAT DIGUNAKAN UAP PANAS ATAU DIRENDAM DI AIR HANGAT . PENAMBAHAN GARAM PADA LARUTAN KOMPRES DAPAT MENGURANGI BENGKAK

NEUROGENIK SYOK
. SELALU AKUT . TERJADI KARENA TRAUMA BERAT PADA SARAF, SIFATNYA KUAT DAN MENDADAK, SEHINGGA SARAF SYOK . PADA SAAT INI DAERAH CEDERA TIDAK TERASA NYERI, OTOT KENDOR ( KARENA TIDAK ADA SUPLAI SARAF ) . HAL INI MERUPAKAN KEUNTUNGAN UNTUK MELAKUKAN REPOSISI . LAMANYA NEUROGENIK SYOK: TERGANTUNG PADA BESARNYA DAN MENDADAKNYA TRAUMA, JUGA TERGANTUNG PADA FISIK SESEORANG. MAKIN TERLATIH, MAKIN LAMA WAKTU NEUROGENIK SYOK NYA ( 2-7 MENIT )

MASASE PADA CEDERA


. PRINSIP:

1. HILANGKAN BENGKAK
2. LEMASKAN / KENDORKAN OTOT

3. TRAKSI REPOSISI
4. TENANGKAN

TERJADINYA CEDERA
1. PENDINGINAN KURANG
TERJADI KAKU SENDI. HAL INI TERASA SEKALI SETELAH TIDAK MENJADI ATLET, SENDI SERING TERASA KAKU & NYERI, TERUTAMA SEWAKTU BANGUN TIDUR
CARA PENDINGINAN: SETELAH AKTIVITAS, SENDI TETAP DIGERAKKAN SESUAI DGN GERAKAN SENDI, AUTOSACKING ( DIGOYANG-GOYANG SENDIRI ) ORGAN TUBUH YANG DI GUNAKAN UNTUK AKTIVITAS, KOMPRES ES. PRINSIPNYA SEPERTI MASASE TETAPI DILAKUKAN SENDIRI OLEH ATLET

2. PENYEMBUHAN CEDERA SEBELUMNYA YANG TIDAK SEMPURNA (HABITUALIS)


HAL INI DAPAT TERJADI KARENA KAPSUL SENDI / LIGAMEN KENDUR

3. OVERUSE ( PENGGUNAAN YANG BERLEBIHAN )

YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENANGANAN CEDERA


1. BILA TERJADI CEDERA, SEGERA DIOBATI SAMPAI SEMBUH SEMPURNA
2. LAKUKAN LATIHAN PASCA CEDERA. TUJUAN: MENGEMBALIKAN FUNGSI SEPERTI SEMULA. DENGAN CARA: > LATIHAN PEREGANGAN ( STRECHING EXERCISE ) > LATIHAN KEKUATAN ( STRENGTHENING EXERCISE ) > LATIHAN DAYA TAHAN

. ATLET DITUNTUT MEMPUNYAI SEKELOMPOK OTOT YANG LEBIH KUAT PADA OTOT YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS OR SESUAI CABANG OR DIBANDINGKAN DENGAN BAGIAN OTOT LAINNYA . KELOMPOK OTOT YG BERPASANGAN (ANTAGONIS), MISALNYA BICEPS TRICEPS, HAMSTRING QUADRICEPS FEMORIS HARUS DIJAGA KESEIMBANGANNYA SUPAYA BISA BERFUNGSI SECARA EFISIEN DAN MENCEGAH CEDERA . MISALNYA: PADA PELARI, OTOT BETIS SANGAT KUAT, SEBALIK NYA OTOT TIBIALIS ANTERIOR TIDAK SEKUAT OTOT BETIS, SEHINGGA RENTAN TERJADI CEDERA.

LATIHAN UNTUK MERAWAT & MENCEGAH CEDERA

CARA MENYEIMBANGKAN: LATIHAN PEREGANGAN PD OTOT YG KENCANG (KUAT) DAN LAT. PENGUATAN PD OTOT YG TDK MEMPEROLEH STIMULASI YG CUKUP SELAMA MELAKUKAN AKTIVITAS OR OTOT BETIS LAT. PEREGANGAN, OTOT TIBIALIS ANTERIOR LAT. PENGUATAN

LATIHAN PEREGANGAN ( STRECHING EXERCISE )


. LATIHAN PEREGANGAN TERATUR EFEKTIF UNTUK MENGURANGI KEMUNGKINAN TERJADINYA CEDERA . MANFAAT: MEMBANTU MENCEGAH KETEGANGAN PD SEKELOMPOK OTOT, MENJAGA FLEKSIBILITAS PERSENDIAN & MEMBANTU PROGRAM PEMANASAN ( WARMING UP ) TEKNIK: RECHING STATIS, STRECHING DINAMIS PNF ( PROPRIOCETIVE NEUROMUSCULAR FSTASCILITATION )

PRINSIP SAAT MELAKUKAN STRECHING EXERCISE


. GERAKAN DILAKUKAN PERLAHAN-LAHAN, TANPA MELAKUKAN GERAKAN PAKSAAN YG MENIMBULKAN NYERI, KEMUDIAN INTENSITAS DITINGKATKAN BERTAHAP SAMBIL MEMBERI KESEMPATAN OTOT RELAKSASI . JANGAN MELAKUKAN GERAKAN BOUNCING (MENGAYUN), KARENA DAPAT MENIMBULKAN REFLEKS MENEGANG . PEREGANGAN DILAKUKAN SECARA TERATUR . BERNAFAS SECARA NORMAL . RILEKS DAN NIKMATI PEREGANGAN YG DILAKUKAN

TEKNIK PEREGANGAN

3.PNF: DIAWALI DG KONTRAKSI OTOT SECARA ISOMETRIS ( DGN DAYA RESISTENSI DARI PARTNER LATIHAN ), KEMUDIAN RELAKSASI BEBERAPA DETIK, DAN TERAKHIR PEREGANGAN PASIF BEBERAPA SAAT (DG MEMBERI TEKANAN PD OTOT), PNF MEMPERTIMBANGKAN RESPON FISIOLOGIS DARI SISTEM SARAF, OTOT, PERSENDIAN & TENDON

1.PEREGANGAN STATIS DILAKUKAN SECARA PERLAHAN SAMPAI TITIK RESISTENSI (SEDIKIT SAKIT), BERTAHAN PADA POSISI TSB SELAMA BEBERAPA SAAT, KENDORKAN, ULANGI BEBERAPA KALI 2.PEREGANGAN DINAMIS: BERMANFAAT SAAT BERTANDING DI DAERAH DINGIN STRECHING JOGING STRECHING - JOGGING

LATIHAN KEKUATAN
. MENINGKATKAN KEKUATAN MAKSIMAL ADA 2 CARA: 1.METODE HIPERTROFI MENAMBAH DIAMETER OTOT ( BODY BUILDING SYSTEM ) 2.METODE NEURAL MEMPERBAIKI KOORDINASI INTRAMUSKULAR PADA SAAT YG BERSAMAAN MENGERAHKAN SEBANYAK MUNGKIN OTOT YANG BEKERJA EFEK: OTOT TIDAK MENJADI BESAR, TETAPI MENGHASILKAN KEKUATAN YANG BESAR

LATIHAN DAYA TAHAN


. DAYA TAHAN: KEMAMPUAN MELAWAN KELELAHAN . TUJUAN LATIHAN DAYA TAHAN: 1.MENEKAN DENYUT NADI ISTIRAHAT SERENDAH MUNGKIN 2.MENDORONG DENYUT NADI KERJA MAKSIMAL SETINGGI MUNGKIN SEHINGGA RUANG GERAK JANTUNG LEBIH LUAS

MACAM-MACAM CEDERA OR
CEDERA MUSKULOSKELETAL:
1. SPRAIN: CEDERA SENDI, LIGAMEN, TENDO 2. STRAIN: CEDERA / ROBEKAN OTOT 3. KRAMPS:

KONTRAKSI OTOT YANG BERKEPANJANGAN MERUPAKAN INDIKATOR KELELAHAN

PRAKTEK TERAPI MASASE CEDERA OLAHRAGA

I. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA ANKLE (PERGELANGAN KAKI) A. POSISI TERLENTANG
1.LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD TUNGKAI BAWAH POSISI DEPAN 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD PUNGUNG KAKI 3. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PD SENDI PERGELANGAN KAKI DEPAN

B. POSISI TELUNGKUP
1.LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PD BAGIAN TUNGKAI KAKI BAWAH BELAKANG 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD SENDI PERGELANGAN KAKI BELAKANG

C. LAKUKAN TRAKSI PADA KAKI


LAKUKAN PENARIKAN PD SENDI PERGELANGAN KAKI DGN POSISI TERLENTANG. CARANYA: TANGAN KANAN MEMEGANG PUNGGUNG KAKI DAN TANGAN KIRI MEMEGANG TUMIT LAKUKAN PENARIKAN KEBAWAH SAMPAI TERASA TERTARIK PADA BAGIAN SENDI KAKI LALU DIDORONG KE ARAH DORSAL (PUNGGUNG KAKI)

II. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA LUTUT

A. POSISI TERLENTANG
1.LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA PAHA BAGIAN DEPAN 2.LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD LUTUT BAGIAN SAMPING LUAR DAN SAMPING DALAM. POSISI LUTUT DITEKUK 3. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PD BAGIAN DEPAN SENDI LUTUTNYA 4. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD TUNGKAI KAKI BAWAH BAGIAN SAMPING LUAR & SAMPING DALAM. POSISI LUTUT DITEKUK

B. POSISI TELUNGKUP
1.LAKUKAN EFLEURAG KEARAH ATAS PADA BAGIAN PAHA BELAKANG 2.LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LUTUT BAGIAN BELAKANG 3.LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PD TUNGKAI KAKI BAWAH BAGIAN BELAKANG / BETIS

C. TRAKSI PADA SENDI LUTUT


LAKUKAN PENARIKAN PADA SENDI LUTUT DENGAN POSISI TERLENTANG.
POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG TUNGKAI BAWAH DAN KAKI LAKUKAN PENARIKAN KEBAWAH SAMPAI TERASA TERTARIK PADA BAGIAN SENDI LUTUTNYA

IV. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA PANGGUL
A. POSISI TERLENTANG
1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT PAHA DEPAN 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA SENDI PANGGUL BAGIAN DEPAN

3. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT SAMPING PAHA BAGIAN LUAR
4. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA PAHA BAGIAN DALAM 5. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA PAHA BAGIAN BELAKANG DGN POSISI KAKI YG MENGALAMI CEDERA DI SILANGKAN DI ATAS KAKI SATUNYA SAMBIL DITEKUK LUTUTNYA

B. POSISI TELUNGKUP
1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 3. LAKUKAN EFFLEUEAGE KEARAH ATAS PADA OTOT BOKONG 4. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA BAGIAN PAHA BELAKANG

C. TRAKSI PADA SENDI PANGGUL


LAKUKAN PADA POSISI TERLENTANG DAN TELUNGKUP, DGN CARA KEDUA TANGAN MEMEGANG KEDUA TUNGKAI BAWAH PADA PERGELANGAN KAKINYA, LAKUKAN PENARIKAN KE BAWAH SAMPAI TERASA TERTARIK PADA SENDI PANGGUL SAMBIL MENGERAKAN BADAN MASSEUR

V. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA PINGGANG


A. POSISI TELUNGKUP
1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DI SAMPING VERTEBRAE THORACALIS

2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS


3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTBRAE LUMBALIS

B. POSISI DUDUK DENGAN BADAN TEGAK


1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE THORACALIS 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS

C. POSISI DUDUK DENGA BADAN DI BUNGKUKKAN


1. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE THORACALIS
2. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 3. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS

D.POSISI DUDUK DENGAN BADAN DIMIRINGKAN KE KANAN DAN KE KIRI


1. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE THORACALIS
2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS

E. POSISI DUDUK DENGAN BADAN DILIUKAN KE KANAN DAN KE KIRI


1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMP[ING VERTEBRAE THORACALIS 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH SAMPING PADA OTOT DISAMPING VERTEBRAE LUMBALIS

F. TRAKSI CEDERA PINGGANG PADA POSISI TELUNGKUP


LAKUKAN PENARIKAN PADA BAGIAN PINGGANG DENGAN POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG KEDUA TUNGKAI BAWAH DAN TARIK SAMPAI BAGIAN OTOT PINGGANG ATAU VERTEBRAE LUMBALIS KEMBALI PADA POSISINYA

V. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA LEHER


1. LAKUKAN EFFLEURAGE PADA BAHU/DIATAS SCAPULA KEARAH VERTEBRAE CERVICALIS 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LEHER DENGAN POSISI LEHER TEGAK 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LEHER DENGAN POSISI KEPALA MENOLEH KE KIRI DAN KE KANAN 4. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LEHER DENGAN POSISI KEPALA MIRING KE KIRI DAN KANAN 5. LAKUKA EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LEHER DENGAN POSISI KEPALA MENUNDUK DAN MENENGADAH 6. LAKUKAN TRAKSI PADA VERTEBRAE CERVICALIS DENGAN POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG BAGIAN RAHANG UNTUK MENARIK KEPALA KEARAH ATAS, PADA POSISI TERSEBUT KEPALA DITOLEHKAN KE KIRI DAN KANAN, KEMUDIAN DIKEMBALIKAN PADA POSISI SEMULA

VI.LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA BAHU


A. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN TELUNGKUP
1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN BAWAH 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN ATAS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE PADA LIGAMEN SENDI BAHU ATAU CAPUT HUMERI BAGIAN BELAKANG 4. LAKUKAN EFFLEURAGE PADA LIGAMEN SENDI BAHU BAGIAN BELAKANG KEARAH VERTEBRA THORACALIS

B. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN KEATAS


1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN BAWAH 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN ATAS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE PADA LIGAMEN SENDI BAHU ATAU CAPUT HUMERI BAGIAN DEPAN 4. LAKUKAN EFFLEURAGE DIATAS PAPILLA MAMAE KE ARAH STERNUM

C. POSISI DUDUK UNTUK TERAPI PADA BAGIAN BELAKANG BAHU


1. LAKUKAN EFFLEURAGE PADA BAHU / DIATAS SCAPULA KEARAH VERTEBRAE CERVICALIS 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LEHER BAGIAN BELAKANG / TENGKUK 3. LAKUKAN EFLEURAGE PADA SCAPULA KEARAH VERTEBRAE DENGAN POSISI TANGAN PASIEN MENYENTUH BAHU YANG SATUNYA LAGI 4. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH BAWAH PADA OTOT DIBAWAH KETIAK, DENGAN POSISI TANGAN PASIEN MEMEGANG KEPALA

D. POSISI DUDUK, LAKUKAN TRAKSI PADA BAHU


LAKUKAN TRAKSI DENGAN POSISI SATU TANGAN MEMEGANG LENGAN ATAS DAN SATUNYA LAGI MEMEGANG LENGAN BAWAH, KEMUDIAN DORONG LENGAN KEATAS LALU TARIK KEARAH BAWAH DENGAN PERLAHAN-LAHAN E.

POSISI DUDUK, LAKUKAN REPOSISI SENDI BAHU


LAKUKAN REPOSISI SENDI BAHU DENGAN MELAKUKAN ROTASI (PUTARAN), 4 X BELAKANG, DEPAN, BELAKANG CARANYA: POSISI TANGAN PASIEN MENEKUK SEJAJAR DENGAN BAHU, KEMUDIAN POSISI TANGAN MASSEUR MEMEGANG SIKU PASIEN DAN YANG SATUNYA LAGI MEMEGANG BAHUNYA LALU PUTARKAN LENGAN KEARAH DEPAN DAN BELAKANG SAMBIL MENDORONG SIKU SUPAYA KEMBALI PADA POSISI SEMULA

VII. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA SIKU
A. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN KEBAWAH

1. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN BAWAH

2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN ATAS 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LIGAMEN SENDI BAHU

B. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN KEATAS


1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN BAWAH

2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN ATAS

3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LIGAMEN SENDI SIKU

C. POSISI DUDUK, LAKUKAN TRAKSI PADA SIKU


LAKUKAN TRAKSI DENGAN POSISI SATU TANGAN MEMEGANG LENGAN ATAS DAN SATUNYA LAGI MEMEGANG LENGAN BAWAH. KEMUDIAN TARIK KEARAH BAWAH DENGAN PERLAHAN-LAHAN SAMBIL DIGOYANGKAN

VIII.LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE CEDERA PERGELANGAN TANGAN


A. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN KEBAWAH
1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT LENGAN BAWAH 2. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA TELAPAK TANGAN 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LIGAMEN SENDI PERGELANGAN BAWAH

C. POSISI DUDUK,LAKUKAN TRAKSI PADA PERGELANGAN TANGAN


LAKUKAN TRAKSI DENGAN POSISI SATU TANGAN MEMEGANG LENGAN BAWAH DAN SATUNYA LAGI MEMEGANG TELAPAK TANGAN. KEMUDIAN TARIK KEARAH BAWAH DENGAN PERLAHAN-LAHAN

IX. LANGKAH & GERAKAN MANIPULASI TERAPI MASASE PADA CEDERA JARI-JARI TANGAN
A. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN DAN TELAPAK TANGAN KEBAWAH
1. LAKUKAN EFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT PUNGGUNG TANGAN 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT JARI TANGAN 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LIGAMEN SENDI JARI TANGAN

B. POSISI DUDUK DENGAN LENGAN LURUS DAN TELAPAK TANGAN KEBAWAH


1. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT TELAPAK TANGAN 2. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA OTOT JARI TANGAN 3. LAKUKAN EFFLEURAGE KEARAH ATAS PADA LIGAMEN SENDI JARI TANGAN

C. POSISI DUDUK, LAKUKAN TRAKSI PADA JARI TANGAN


LAKUKAN TRAKSI DENGAN POSISI SATU TANGAN MEMEGANG LENGAN BAWAH DAN SATUNYA LAGI MEMEGANG JARI TANGAN KEMUDIAN TARIK KEARAH BAWAH DENGAN PERLAHAN-LAHAN

Selamat Mencoba dan Berlatih

terimakasih