Anda di halaman 1dari 14

1. DARAH Darah adalah suatu cairan kental yang terdiri dari sel-sel dan plasma.

Lebih dari 99% sel tersebut adalah sel darah merah. Volume darah total yang beredar pada keadaan normal sekitar 8% dari berat badan dan sekitar 55% dari volume tersebut adalah plasma. Komponen darah Sel darah putih (Leukosit) 1. Sel darah putih pada keadaan normal jumlahnya 4000-11000 sel darah putih per mikroliter darah manusia jenis terbanyak adalah granulosit 2. Terdiri atas a. Leukosit granuler Eosinofil : Ukuran 10-12 um, warna merah oranye, nukleus mempunyai 2 lobus Basofil : Bulat, ukuran 8-10 um, warna biru-ungu, nukleus mempunyai 2 lobus Neutrofil : Ukuran 10-12 um, pucat, nukleus mempunyai 2-5 lobus

b. Leukosit agranuler Limfosit : Besar (10-14 um) & kecil (6-9 um), sitoplasma biru dengan inti bulat gelap Monosit : Besar (12-20 um),sitoplasma biru, inti tapal kuda Dapat berdiferensiasi menjadi makrofag Berfungsi sebagai system pertahanan yang kuat terhadap tumor dan berbagai infeksi virus, bakteri dan parasit Sel darah merah (Eritrosit) 1. Sel darah merah rata rata pada pria adalah 5,4 juta/L dan 4,8 juta/ L pada wanita 2. Struktur bikonkaf tanpa inti 3. Setiap butir eritrosit mengandung hemoglobin. 4. Hemoglobin : protein pigmen yang memberi warna merah pada darah. Setiap hemoglobin mengandung : protein -> globin, non protein -> heme. Fungsi hemoglobin : mengangkut oksigen dari paru-paru membentuk oksihemoglobin dan penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh 5. Eritropoiesis : pembentukan eritrosit. Terjadi di sumsum tulang. Pembentukan diatur oleh hormon glikogen : eritroprotein

6. Sel darah merah mempunyai tekanan osmotic lebih besar daripada tekanan osmotic plasma normal. Dalam tekanan rendah bentuknya akan berubah menjadi cakram dan kehilangan hemoglobin 7. Jangka hidup eritrosit: 120 hari. Jika sudah tua, erotrosit akan ditelan sel-sel fagosit yang ada dalam hati dan limpa. Di dalam hati, hemoglobin diubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) yang berwarna kehijauan. Lalu biliribun diekskerisakan ke hati oleh empedu, namun zat besi dalam hemoglobin tidak diekskresikan tapi digunakan untuk membuat eritrosit baru. Trombosit Berdiferensiasi dari megakaryosit menghasilkan 2000-3000 fragmen trombosit Dibentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit Megakariosit : trombosit yang paling besar dalam susmsum tulang Trombosit berbentuk seperti tunas pada permukaan megakariosit kemudian melepaskan diri dan masuk alam darah Tidak memiliki inti Memiliki vesikel Faktor pembekuan, ADP, ATP, ion Ca, serotonin, dsb Usia 5-9 hari Fungsi : Menjalankan fungsi hemostasis dan menghentikan perdarahan

Plasma Plasma merupakan cairan yg relativ jernih, cairan berwarna kekuningan (92+%), yg mengandunggula, lemak, protein, dan larutan garam yg berfungsi membawa sel darah merah, lekosit,trombosit dan bahan kimia lain.Normalnya , 55% dr volume darah kita tersusundari plasma. Sekitar 95% nya mengandung air. Fungsi utama Plasma: Membawa makanan bergizi ke tubuh danmengeluarkan zat sisa metabolisme Mengandung faktor pembekuan darah, gula,lemak, vitamin, mineral, hormon, enzim,antibodi, dan protein lain Membantu menjaga suhu tubuh agar optimum Membantu mengontrol PH darah dan jaringantubuh, sehingga sel-sel dapat selalu

hidup berkembang/ tdk rusak. Membantu menjaga keseimbangan elektrolit ygideal dalam darah dan jaringan Protein plasma Protein plasma berfungsi sebagai antibodi, antibody : protein yang mengenali dan mengikat antigen ,Terdiri dari albumin, globulin, fibrinogen. Gobulin terdiri dari 1 , 2 , 1 , 2 dan . Protein pada dinding kapiler menimbulkan gaya osmotic sekitar 25 mmHg. Protein plasma menyumbang 15% sebagai buffer darah.

2. ALIRAN DARAH KE BERBAGAI JARINGAN DAN ALAT TUBUH DALAM KEADAAN BASAL Persen Otak Jantung Bronkus Ginjal Hati Portal Arterial Otot (keadaan tak aktif) Tulang Kulit (cuaca sejuk) Kelenjar tiroid Kelenjar adrenal Jaringan lain 14 4 2 22 27 (21) (6) 15 5 6 1 0,5 3,5 ml/menit 700 200 100 1100 1350 (1050) (300) 750 250 300 50 25 175

Total

100,0

5000

3. Isi sekuncup (stroke volume) Stroke volume adalah jumlah darah yang dipompa masing-masing ventrikel setiap denyutnya (+ 70 cc) Volume sekuncup di tentukan oleh : a. Kontraktilitas instrinstik jantung Kontraktilitas adalah perubahan kekuatan kontraksi yang terbentuk yang terjadi tergantung perubahan pada panjang serabut miokardium. Peningkatan kontraktiliad merupakan hasil intensifikasi hubungan jembatan penghubung pada sarkomer. Kontraksi miokardiun secara kangsung sebanding dengan jumlah kalsium intrasel.

b. Derajat penegangan otot jantung sebelum kontraksi (preload) Preload adalah tenaga yang meyebabkan otot ventrikel meregang sebelum mengalami eksitasi dan kontraksi. Preload ventrikel ditentukan oleh volume darah dalam ventrikel pada akhir diastolic Semakin besar preload semakin besar volume sekuncupnya

c. Tekanan yang harus di lawan otot jantung untuk menyemburkan darah selama kontraksi (afterload) Afterload adalah siuatu tekanan yang harus dilawan ventrikel untuk menyemburka darah Kerja jantung harus total sehingga dapat mengeluarkan seluruh darah dari ventrikel kiri. Tekanan aorta distolik merupakan alat ukur afterload klinik yang baik

4. SIRKULASI PLASENTA Darah janin, mengandung sedikit oksigen. Dipompa oleh jantung janin menuju ke plasenta melalui arteri umbilikus dan diangkut sepanjang cabang ke pembuluh darah kapiler

vili korionik. Setelah membuang karbondioksida dan menyerap oksigen, darah kembali ke janin melalui vena umbilikus. Darah maternal diangkut ke dasar plasenta dalam desidua oleh arteri spiralis dan mengalir ke dalam ruang darah di sekitar vili. Sirkulasi retroplasentaer terjadi karena aliran darah arteri spiralis dengan tekanan 70 mmHg sampai 80 mmHg sedangkan tekanan darah pada vena di dasar desidua basalis 20mmHg sampai 30mmHg. Diyakini bahwa arah aliran mirip mata air ; darah mengalir ke atas dan membasahi vilus saat disirkulasikan di sekelilingnya dan mengalir kembali ke dalam cabang-cabang vena uterin. Darah arteri maternal kaya akan oksigen dan nutrien. Darah janin dan maternal memiliki hubungan yang dekat, tetapi tidak memiliki hubungan langsung. Perpindahan zat antara darah janin dan maternal adalah melalui difusi, trasnpor aktif dan pinositosis. Menjelang akhir kehamilan, plasenta memungkinkan antibodi maternal memasuki sirkulasi janin. Antibodi memberikan imunitas pasif sementara pada janin. Obat-obatan, alkohol, polutan lingkungan, virus dan agens penyebab penyakit lainnya masuk dengan bebas dari suirkulasi maternal ke sirkulasi janin.sebagian zat ini disebut teratogen atau agens yang dapat menyebabkan defek lahir.

5. SIRKULASI JANIN Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah foramen ovale, duktus arteriosus bothalii, duktus venousus aranthii, vena umbilikalis, arteri umbilikalis dan plasenta .Namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat meberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi pada orang dewasa. Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi, anak dan orang dewasa. Pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta. Dengan tidak berfungsinya mekanisme tersebut,harus terdapat mekanisme yang berfungsi sebagai alat ganti untuk :f

a. Paru Janin Terjadi pergantian O2 dengan CO2 melalui plasenta sehinggga paru-paru tidak memerlukan aliran darah b. Gastro intestinal Gastro ientestinal yang belum berfungsi sebagaia alat penyerapan nutrisi,maka pembuluh darahnaya belum berfungsi, kecuali pada janin digunakan untuk tumbuh kembang sendiri. Perbedaan antara sirkulasi darah janin intra uterine dan ekstra uterine antara lain adalah : a. Aliran darah arteri pulmonalis dari ventrikel kanan,darahnya akan dialirkan menuju aorta melalui erteria duktus Bothaki. b. Darah dari vena umbilikal melalui liver langsung menuju vena cava inferior melalui duktus venous aranthi. c. Darah dari vena cava inferior menuju jantung sebagian langsung menuju atrium kiri melalui foramen ovale. d. Sebagian menuju ventrikel kiri dan selanjutnya ke aorta sebagian besar digunakan untuk konsumsi O2 dan nutrisi susunan saraf pusat jantung .

Faktor-faktor yang Mentukan Sirkulasi Darah Janin

a. Foramen Ovale Lubang antara atrum kanan dan atrium kirifadlie.web.id Aliran daranhnya : atrium kanan kiri Setelah janin lahir akan menutup b. Duktus Arteriosus Bothali Pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta Menutup setelah lahir c. Duktus venousus Aranthii Pembuluh yang berada dalam hepar menuju vena cava inferior Menutup setelah lahir d. Vena Umbilcalis Berjumlah dua buah Membawa zat makanan dan O2 dari sirkulasi darh ibu ( plasenta ) ke peredaran darh janin e. Arteri Umbilicalis Berjumlah dua buah Membawa sisa zat makanan dan CO2 dari janin ke sirkulasi darah ibu Pembuluh darah yang menghubungkan vena umbilikalis dengan vena cava inferior f. Palsenta Jaringan yang menempel pada endometrium Tempat pertukaran antara darah janin dengan darah ibu . A. Proses Sirkulasi Darah Janin ( Fetus ) 1. Darah janin dialirkan ke plasenta melalui vena umbilicalies yang membawa bahan makanan yang berasal dari ibu . 2. Darah ini akan masuk ke badan janin melalui vena umbilikacalis yang bercabang dua setelah memasuki dinding perut janin .

3. Cabang yang kecil akan bersatu dengan vena porta,darahnya akan beredar dalam hati dan kemudian dianggkut melalui vena cava hepatica kedalam vena cava inferior. Dan cabang satu lagi ductus venusus aranthii,akhirnya masuk ke vena cava inferior. Sebagian O2 dalam darah vena umbilikalis akan direabsorbsi sehingga konsentrasi O2 menurun . 4. Vena cava inferior, langsung masuk ke atrium kanan, darah ini merupakan darah yang berkonsentrasi tinggi nutrisi dan O2 yang sebahagian menuju ventrikel kanan dan sebahagian besar menuju atrium kiri melalui foramen ovale. 5. Dari ventrikel kanan masuk ke paru-paru,tetapi karena paru-paru belum berkembang maka darah yang tredapat pada arteri pulmonalis dialirkan menuju aorta melalui ductus arteriosus Bothalli. Darah yang ke paru-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi makanan kepada paru-paru yang sedang tumbuh.fadlie.web.id 6. Darah ynag berda di aorta disebarkan ke alat-alat badan,tetapi sebelumnya darah menuju ke aa.hypogastricae ( cabang dari arteri iliaca comunis ) lalu ke aa. Umbilicalles dan selanjutnya ke plasenta. 7. Selanjutnya sirkulasi darah janin akan berulang kembali. Menerima nutrisi dan O2 dari plasenta melalui ductus venousus aranthii, menuju vena cava inferior yang kaya akan O2 dan nutrisi .

B. Sirkulasi Darah Janin Setelah Lahir Pada saat persalinan sebahagian besar bayi langsung menangis maka akan terjadi perubahan besar terhadap sirkulasi darah, diantaranya adalah :

1. Paru-paru berkembang dengan sempurna dan langsung dapat berfungsi untuk pertukaran O2 dan CO2. Akibat perkembangan paru-paru terjadi perubahan sirkulasi darah diantaranya adalah :

Arteri pulmonalis kini langsung mengalirkan darah ke paru sehingga ductus arteriosus Bothalli akan menutup .

Perkembangan paru-paru menyebabkan tekanan negatif pada atrium kiri,karena drah diserahkan langsung oleh ventrikel kanan dan dialirkan menuju paru-paru yang telah berfungsifadlie.web.id

Akibat tekanan negatif pada atrium kanan, foramen ovale akan menutup dengan sendirinya,dan tidak lagi menjadi tempat aliran darah menuju atrium kiri.

2. Pemotongan Tali Pusat

Tali pusat di potong setelah bayi menangis dengan nyaring sehingga akan menambah jumlah darah bayi sekitar 50 % .

Dengan dilkaukannya pemotongan tali pusat berarti perubahan sirkulasi pada bayi telah berubah menjadi sirkulasi orang dewasa. Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin

organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah:fadlie.web.id

foramen ovale duktus arteriosus bothalii duktus venousus aranthii vena umbilikalis arteri umbilikalis dan plasenta

Jalur peredaran darah janin dapat digambarkan sebagai berikut :

Plasenta vena umbilicalis -hati ductus venosus /vena hepatica vena cava inferior atrium kanan foramen oval Atrium kiri ventrikel kiri aorta kepala, tangan/ abdomen, thorax, kaki arteri umbilicalis plasenta. Ini aliran darah yg kaya dengan nutrisi dan oksigen yang berasal dari sirkulasi darah ibu, namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat meberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi darah seperti orang dewasa. falie. 6. SIRKULASI LIMFATIK Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah.. yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi. Sirkulasi limfatik memegang peranan penting dalam transportantarsel. Fungsi sirkulasi limfatik mengumpulkan cairan dari ruang-ruang jaringan (antarsel, interseluler) dan mengembalikan ke alirandarah dan akhirnya ke jantung. Cairan tersebut berwarna beningyang disebut cairan limfe (getah bening). Aliran limfe terjadi karenagerakan otot dan pengaruh gerakan thorak saat bernafas. Proteinyang terlepas dari pembuluh darah kembali ke jantung lewatpembuluh limfe. Sistem limfatik berperan penting dalam memeliharavolume darah dengan menjaga tekanan hidrostatik darah, transportlemak.Saluran limfe merupakan saluran berdinding tipis yang tersusun atasendotelium, berkatup, dan hanya terdiri atas satu aliran saja yangbergabung membentuk duktus thoracicus dan duktus limfatikusdekster, kemudian saluran limfe bermuara ke:

vena jugularis interna dan vena subklavia sinistra dan vena jugularis interna dekstra.Saluran limfe terdapat hampir pada semua organ kecuali pada saraf dan sumsum tulang. Nodus limfatikus merupakan jendolan padasaluran limfe yang berfungsi untuk memproduksi limfosit, filter penyakit infeksi. Lympha bagian dari sistem limfatik dan sirkulasi,memproduksi limfosit dan menghancurkan eritrosit.

Susunan limfe

Mirip plasma, kadar protein lebih kecil, penambahan oleh kelenjar limfe menjadikan kadar limfosit tinggi

Komponen sistem yang lain : saluran limfe dan kelenjar limfe (nodus limfe) Bersama organ limpa, hati dan sumsum tulang membentuk Retikulo-Endotelial Sistem (RES)

lymphatic system Fungsi 1. Mengembalikan cairan & protein dari jaringan ke sirkulasi darah 2. Mengangkut limfosit 3. Membawa lemak emulsi dari usus 4. Menyaring & menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran 5. Menghasilkan zat antibody

kelenjar limfe a. Kelenjar / nodus limfe


Kecil lonjong seperti kacang Terdapat di sepanjang pembuluh Kerja : penyaring Banyak dijumpai di tempat pembentuk limfosit Kelompok utama terdapat di : Axila / ketiak, Leher, Thorak, Abdomen, Lipat paha

b. Pembuluh / saluran limfe


Serupa vena kecil Banyak katup Pembuluh terkecil terdiri selapis endotelium Khilus / lakteal = pembuluh limfe khusus dijumpai dalam vili usus kecil Ada 2 saluran utama :
o o

Duktus torasikus : mengalirkan dari seluruh tubuh selain bagian kanan Duktus limfe kanan : mengalirkan dari kanan kepala dan leher, lengan kanan dan dada kanan

Tonsil / amandel c. Tonsil


Terdiri atas jaringan limfe Terletak di antara dua tiang fause (lengkung langit-langit) Banyak terdapat persediaan limfosit

organ limpa d. Limpa


Kelenjar limfe besar Terletak di sebelah kiri abdomen (hipogastrium kiri ) Berdekatan fundus gaster, menyentuh diafragma Fungsi :

o o o o

membentuk sel darah merah menghasilkan limfosit pembongkaran sel darah merah,sel darah putih & trombosit bagian dari RES

web.id Refrensi: Ganong, William f. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Guyton. 1995. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta: EGC Manuaba I.BG.2007.Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Prawirohardjo, Sarwono.2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Varney, Helen dkk.2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC

Wangko, Sunny. 2008. Kajian histofisiologik system limfatik Vol.4. Manado: Universitas Sam Ratulangi.