Anda di halaman 1dari 19

RANGKAIAN DIRECT ON LINE REVERSE FORWARD 4 SIKLUS MENGGUNAKAN PC DAN PLC OMRON TYPE CPM 1A/20A CDR TRAINER

LAPORAN
STANDAR KOMPETENSI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLE

Disusun Oleh: Susanto Eko Sulistyanto 0910414 XIII TITL 2

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 (STM PEMBANGUNAN) SEMARANG 2013

LEMBAR PENGESAHAN

Perencanaan pemrograman rangkaian Direct on Line Reverse Forward 4 Siklus menggunakan PC dan PLC OMRON Type CPM 1A/20A CDR TRAINER. Telah diselesaikan : Pada Tanggal Di : :

Guru Pembimbing

Guru Pembimbing

Nunuk Widowati, S.Pd NIP. 196404291990031010

Drs. H. Djunaidi NIP. 195801221986031002

Praktikan

Susanto Eko Sulistyanto NIS. 0910414

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayahm serta inayah-Nya sehingga laporan PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER. Laporan ini merupakan salah satu tugas wajib dari mata pelajaran Perencanaan Umum Instalasi Listrik, dan wajib dilaksanakan oleh semua siswa kelas XIII jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) untuk mendapatkan nilai. Untuk itu, dengan segala hormat, penulis sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. 2. Bapak M. Sudarmanto, M.Pd , selakuk kepala SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang yang member arahan positif dan memajukan kami 3. Ibu Nunuk Widowati, S.Pd selaku guru pengampu mata pelajaran 4. Bapak Drs. H. Djunaidi selaku guru pengampu mata pelajaran 5. Bapak Drs. Siswanto, selaku Ketua Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK N 7 Semarang 6. Teman-teman seperjuangan kelas XIII TITL 2. 7. Semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu per satu yang telah banyak membantu dalam perencanaan sehingga dapat diselesaikan dengan hasil semaksimal mungkin Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kesalahan serta kekurangan dalam pembuatan laporan ini. Untuk itu segala saran dan kritik yang bersifat positif dari berbagai pihak dapat membantu penyempurnaan laporan kami. Harapan penulis, semoga laporan perencanaan ini bermanfaat bagi kita semua, penulis khususnya, dan adik-adik kelas serta para pembaca pada umumnya. Semarang, Februari 2013

Penulis

SMK N 7 SEMARANG

PROGAMMABLE LOGIC CONTROLLER INSTRUKSI DASAR : Rangkaian Direct on LineReverse Forward 4 Siklus Menggunakan PC dan PLC OMRON Type CPM 1A/20A CDR Trainer

KK.011.10.02 NAMA : SUSANTO EKO S. NO : 0910414 KELAS : XIII TITL 2 TGL : Februari 2013

I.

DASAR TEORI

1.1 Pengertian PLC

PLC merupakan suatu alat pengontrol sistem secara logika berbasiskan computer PC yang menjalankan intruksi-intruksi logika yang dapat melakukan kontrol terhadaprangkaianrangkaian logika dari input, proses, yang kemudian outputnya dapatmelakukan suatu tujuan tertentu pada aplikasi yang bersifat fisikal yang dapat diaturoleh suatu program dengan efesien, cepat dan handal. PLC (programmable logic controller) yaitu kendali logika terprogram merupakan suatu sistem atau piranti elektronik yang di rancang untuk dapat beroperasi secara digital dengan menggunakan memori sebagai media penyimpanan instruksi- instruksi internal untuk menjalankan fungsi-fungsi logika, seperti fungsi pencacah, fungsi urutan proses(sekuensial), fungsi pewaktu, fungsi arimatika dan fungsi lainnya dengan cara memprogramnya untuk mengontrol berbagai macam mesin, mengendalikan sistem lampu dan memproses modul masukan atau keluaran baik digital maupun analog. Program-program yang dibuat kemudian dimasukkan dalam PLC melalui programmer atau monitor, pembuatan program dapat menggunakan komputer sehingga dapat mempercepat hasil pekerjaan. PLC dapat beroperasi pada sistem yang memiliki output atau input yang bisa menghasilkan on atau off (Digital). Inputnya biasanya berasal dari sensor atau saklar atau tombol yang menghasilkan input digital, sedangkan outputnya yang berupa motor, buzzer dan kipas angin, juga biasanya berdasarkan hasil on ataupun off saja. Ladder logic diagram merupakan skema rangkaian ekivalen dari rangkaian control (instalasi) relay-contactor (kontak-konvensianal). Konfigurasi dari relay maupun kontaktor,timer, sensor dan lain sebagainya digantikan dengan model diagram ladder yang juga menunjukkan langkah-langkah proses kerja dari system nantinya harus dirubah ke bentuk kode instruksi

(mnemonic code) yang merupakan bahasa mesin pada PLC (berbasis mikroprosesor). Selanjutnya PLC sebagai pengedali akan mengerjakan instruksi sesuai kode mnemonic dalam siklus (scan) yang dibentuk dalam suatu program (instruction set) yang tak terhingga. Ada beberapa perintah dasar yang harus diketahui dalam memprogram sebuah PLC yaitu:

Input password

PLC mempunyai sebuah password control yang berfungsi untuk mencegah akses yang tidak diautorisasikan ke programnya. . PLC selalu memprompt untuk memasukan password ketika daya pertama dihubungkan atau setelah programming console dipasang saat PLC beroperasi. Contoh untuk memasukan password, tekan tombol CLR dan MONTR

Menghapus program

Menghapus program dapat dilakukan dengan instruksi ALL CLEAR, yang akan menghapus program dengan HR,CNT dan DM, ataupun sebagian dari program/mulai dari address tertentu ataupun HR/CNT/DM ada yang dipertahankan Operasi ALL CLEAR dilakukan dengan mengatur mode ke posisi PROGRAM. Untuk memasukan program yang telah kita buat (dalam bentuk kode mnemomic ) dapat dilakukan dengan cara : 1. Tekan tombol sesuai dengan instruksi yang ingin kita masukkan 2. Masukkan alamat /address dari instruksi yang ingin kita jalankan (sesuai dengan langkah yang pertama) 3. Tekan tombol WRITE setelah anda memasukkan address dari instruksi yang diinginkan ada beberapa instruksi yang akan digunakan pada percobaan ini, yaitu: LD > Load dimasukkan jika input yang ingin dimasukkan merupakan awal dari sebuah pemograman. Instruksi LD adalah merupakan saklar pada rangkaian konvensional yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung supply ke beban. AND > AND dimasukkan jika input yang dimasukkan diseri dengan sebelumnya .dengan kata lain instruksi ini digunakan jika posisi kontak ( pada diagram ladder ) dihubung seri dengan kontak (instruksiyang telah dimasukkan) sebelumnya.

OR > OR dimasukkan jika posisi input yang ingin dimasukkan parallel dengan input yang sebelumnya NOT> NOT,dengan bersama LD,AND atau OR yang menaandakan kontak NC (normally closed). Digunakan untuk mendefinisikan output invers . digunakan untuk mendefinisikan fungsi aktif sesaat bila digunakan bersama FUN.

OUT > OUTPUT merupakan instruksi untuk menandakan output dari sebuah rangkaian . biasanya output ini merupakan sebuah relay contactor, lampu ataupun beban lainnya. FUN > FUN,untuk memanggil FUNGSI yang diinginkan , setelah menekan tombol ini diikuti dengan dua dikit sesuai dengan nomor fungsi yang dikehendaki. Rangkaian Reverse Forward 4 Siklus adalah rangkaian direct on line yang digunakan

untuk membalik arah putaran motor. Sehingga motor dapat berputar secara forward maupun secara reverse masing-masing sebanyak 4x secara otomatis.

1.2 Latar Belakang Pemakaian PLC Pada proses sekuensial sederhana yang hanya memerlukan sedikit komponen relay (kurang dari 10 buah), sistem kontrol relay tersebut tidak banyak menimbulkan masalah, tetapi untuk proses yang lebih rumit dan memerlukan banyak sekali komponen relay akan menyebabkan munculnya berbagai masalah, kerusakan sebuah relay saja dapat menyebabkan proses berjalan tidak sesuai dengan yang dikehendaki atau proses akan berhenti. Kemajuan teknologi yang berkembang pesat dewasa ini, mengakibatkan industri sebagai produsen atau penghasil barang menggunakan cara-cara otomatisasi untuk adalah PLC (Programmable Logic Controller). Peralatan kontrol otomatis yang saat ini paling banyak digunakan di industri-industri meningkatkan jumlah hasil produksi yang banyak secara efektif dan efesien, salah satu peralatan kontrol otomatis yang saat ini paling banyak di gunakan di industri-industri adalah PLC (Programmable Logic Controller). Dimana PLC mudah diprogram berulang-ulang dan dapat langsung diaplikasikan, mudah dalam perawatan dan perbaikannya, lebih bisa diandalkan dalam untuk hanya menggunakan satu model dari PLC saja dapat menjalankan seluruh digunakan dalam suatu sistem yang kompleks dan cukup mudah dimengerti lebih murah dari pada rangkaian konvensional dan harganya bersaing. PLC dapat lingkungan pabrik, jauh lebih kecil dan efesien daripada rangkaian relay

biasa, hargalebih murah dari pada rangkaian konvensional dan harganya bersaing. PLC dapat digunakan dalam suatu sistem yang kompleks dan cukup mudah dimengerti. PLC lebih banyak digunakan dan lebih cepat berkembang di dalam industri. Kelebihannya yaitu kemudahan dalam pemrograman ulang dan tanpa melakukan perubahan rangkaian fisiknya, PLC juga mudah digunakan atau user-friendly sehingga mudah digunakan meskipun bagi seorang yang tidak memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer. PLC dapat melakukan manipulasi jaringan rangkaian Logika yaitu dengan untuk hanya menggunakan satu model dari PLC saja dapat menjalankan seluruh mendesain, memprogram, mengontrol dan mengoperasikan dalam suatu sistem yang komplek. PLC cukup mudah dimengerti, sehingga banyak sekali dipakai dalam industry seperti pabrik-pabrik manifaktur yang membutuhkan penanganan atas sistem mesin- mesin pabrik yang kompleks. 1.3 Kelebihan dan Kekurangan PLC Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh PLC dibanding dengan kontrol relay konvensional,yaitu: Fleksibilitas. Sebelum ditemukan PLC, setiap mesin produksi yang dikontrol dengan alat elektronik yang berbeda, dibutuhkan pengontrolnya masing-masing sendiri; untuk 15 mesin mungkin memerlukan 15 pengontrol berbeda. Tapi sekarang kemungkinan untuk hanya menggunakan satu model dari PLC saja dapat menjalankan seluruh mesin. Lagi pula, hanya memerlukan pengontrol yang sedikit, karena satu PLC dapat menjalankan banyak mesin dengan mudah. Setiap mesin yang dikontrol PLC harus memiliki program tersendiri yang jelas. Dapat melakukan perubahan implementasi dan perbaikan kesalahan. Jika terdapat error program yang harus dikoreksi di dalam statement list PLC control, dapat diubah dengan cepat. Biaya yang murah. Sekarang dengan membeli sebuah satu PLC yang memiliki banyak relay, timer, counter, sequencer dan fungsi lainnya bisa menganti seluruh alat control atau pengendali, dan sekarang PLC dalam bentuk yang kecil dan murah. Pemrograman ulang yang mudah dan cepat. Pengendalian secara visual.

Sebuah operasi circuit PLC dapat dilihat selama operasinya pada layar CRT.

PLC bagus sekali dalam pengendalian masukan dan keluaran. Program PLC beroperasi dengan kecepatan yang tinggi. Kualitasnya bagus, Handal dan mudah dirawat. Dokumentasi yang mudah, dan menyeluruh atas program-program yang telah dibuat, hasil pemrogaman PLC dapat dicetak dengan mudah hanya dalam beberapa menit saja. Keamanan yang terjamin Program baru dapat digabungkan dengan program lama dengan mudah dan tidak merusak. Teknologinya tergolong masih baru. Tahan terhadap gangguan. Operasi yang dilakukan berdasarkan logika jaringan secara elektrik sehingga dapat mengurangi resiko perilaku fisik. Operasi yang telah terprogram tidak berubah dan stabil Operasi yang dapat dilakukan tidak memiliki perubahan banyak karena keterbatasan program dan fungsi.

Semakin kompleks sistemnya maka ukuran kontrolernya akan makin besar. Penggunaannya pada kondisi tertentu cukup terbatas. Masih terikat dengan kemampuan prosessor pada komputer PC. Hanya dapat mengenali lingkungan yang bisa dimengerti oleh sistem PLC. Egronomis Sebuah sirkuit program PLC dapat diteliti atau dievaluasi di kantor ataupun lab. Program

dapat dicetak di dalamnya, ditest, diobservasi, dan dimodifikasi jika diperlukan, sehingga dapat menghemat waktu kerja. Pada kenyataannya, sistem PLC mendapatkan hasil terbaik di pabrik, dan dapat dipakai kapan saja. Inovasi yang luar biasa.

Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh PLC dibanding dengan kontrol relay konvensional,yaitu: Memiliki jumlah yang besar atas hubungan-hubungan jaringan.

PLC bisa rusak pada keadaan lingkungan panas yang tinggi, vibrasi yang tinggi membuat penggunaannya kurang cocok, karena dapat merusak PLC. Membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, karena PLC membutuhkan sedikit orang untuk mengerjakannya.

II.

ALAT DAN BAHAN a. PLC CPM 1A/20A CDR TRAINER b. Power Supply 1 phase c. Push Button d. Emergency Stop e. Motor 3 Fasa f. Overload g. Kontaktor h. Lampu i. MCB 3 fasa dan 1 fasa j. Jumper k. PC 1 set 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit secukupnya 1 set

III. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA a. Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar b. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar c. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya dan dengan hati-hati

IV. PETUNJUK a. Perhatikan sumber tegangan supply ke CPU PLC b. Tempatkan peralatan pada tempat yang aman c. Buat gambar perencanaan sesuai judul job sheet

V. LANGKAH KERJA a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan b. Menghidupkan PC c. Menguhubungkan trainer PLC dengan PC d. Merencanakan ladder diagram untuk instruksi rangkaian Direct On Line Reverse Forward 4 Siklus. e. Meng-ON-kan Trainer PLC f. Menjalakan ladder yang telah deprogram dengan mengaktifkan Workline pada monitor PC pada toolbar bagian atas atau tekan ctrl+W pada keyboard g. Setelah Workline aktif, mentransfer file ke dalam memori PLC dengan klik FormatTransfer File - To PLC atau menekan ctrl+T pada keyboard h. Mengaktifkan mode RUN dengan cara menekan ctrl+4 pada keyboard i. Menekan ctrl+M untuk mengetahui aliran arusnya j. Menguji coba program pada Trainer PLC k. Jika rangkaian bekerja sesuai program, menghubungkan MCB, overload, push button, kontaktor, lampu indikator sesuai dengan diagram kelistrikan dengan menggunakan jumper. l. Menguji coba rangkaian. Apabila sudah bekerja sesuai program, menghubungkan rangkaian tersebut dengan motor 3 fasa. m. Membuat analisis program dari hasil uji coba n. Membuat kesimpulan dari hasil praktikum o. Menghapus program dan matikan trainer PLC dan PC p. Mengembalikan peralatan pada tempat semula

VI. GAMBAR KERJA Ladder Diagram

Mnemonic Diagram ADDRESS 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 00014 00015 00016 00017 00018 00019 00020 00021 00022 00023 00024 00025 00026 00027 00028 00029 00030 00031 00032 00033 00034 00035 00036 00037 00038 INSTRUKSI LD OR OR AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT OUT LD AND NOT AND NOT OUT LD OR AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT TIM LD AND NOT AND NOT AND NOT TIM LD OR AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT OUT LD OR AND NOT AND NOT AND NOT AND NOT OPERAND 00000 01000 TIM 003 TIM 000 01001 CNT 004 00001 00003 200.00 200.00 00004 01003 01000 01000 TIM 000 01001 00001 00003 00004 000 #0050 TIM 000 00001 00003 00004 001 #0200 TIM 001 01001 TIM 002 01000 00001 00003 00004 01001 01001 TIM 002 01000 00001 00003 00004

00039 00040 00041 00042 00043 00044 00045 00046 00047 00048 00049 00050 00051 00052 00053 00054 00055 00048 00036 00037

TIM LD AND NOT AND NOT AND NOT TIM LD LD CNT LD OR OR OR AND NOT OUT LD TIM LD OUT END (01)

002 #0050 TIM 002 00001 00003 00004 003 #0200 01001 00000 004 #0004 00001 01002 00003 00004 TIM 005 01002 01002 005 #0200 00003 01003 -

Rangkaian Kelistrikan

Daftar Input Output INPUT OPERAND COMMAND 00000 Pb. Start 00001 Pb. Stop 00003 Overload 00004 Emergency Stop OUTPUT OPERAND COMMAND 01000 Kontaktor Reverse 01001 Kontaktor Forward 01003 Lampu Indikator OL

Rangkaian Pengendali Konvensional

Rangkaian Tenaga

VII. PRINSIP KERJA Ketika Push Button Start ditekan maka kontaktor 1 (K1) bekerja forward dan timer 000 menghitung 5 detik. Setelah 5 detik kontaktor 1 (K1) berhenti dan timer 001 bekerja. Timer 001 menghitung 20 detik. Setelah 20 detik, kontaktor 2 (K2) bekerja dan timer 000 berhenti. Ketika kontaktor 2 (K2) bekerja maka timer 002 akan menghitung 5 detik. Setelah 5 detik kontaktor 2 (K2) berhenti dan timer 003 bekerja. Setelah timer 003 menghitung 20 detik, kontaktor 1 (K1) bekerja dan timer 002 berhenti. Setiap kali kontaktor 2 (K2) bekerja, counter (CNT) akan menghitung 1 kali dan setelah 4 hitungan system akan berhenti. Jika system berhenti baik melalui Push Button Stop, Emergency, atau Overload maka timer 005 akan menghitung 20 detik. Selama 20 detik tersebut system tidak dapat bekerja. Hal ini untuk memberi waktu motor berhenti, sehingga pada saat akan membalik putaran motor dalam keadaan berhenti.

VIII. HASIL ANALISA Setelah kontaktor forward OFF, kontaktor reverse tidak langsung ON karena jika langsung ON maka pada saat dibebani motor, putaran motor akan langsung membalik. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada motor tersebut. Sehingga setelah kontaktor forward OFF, maka diberi timer untuk menunggu hingga putaran sisa pada motor habis. Begitupun sebaliknya, setelah kontaktor reverse OFF, kontaktor forward tidak langsung ON karena jika langsung ON maka pada saat dibebani motor, putaran motor akan langsung membalik. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada motor tersebut. Sehingga setelah kontaktor reverse OFF, maka diberi timer untuk menunggu hingga putaran sisa pada motor habis. Setelah motor bekerja secara reverse dan forward sebanyak 4x, maka secara otomatis system akan mati.

Push button start juga berfungsi sebagai reset pada counter. Pada ladder, 95-96 overload menunjukkan NC tetapi pada aplikasinya diubah menjadi NO. Karena inputnya sudah NC. Begitupun pada push button stop pada aplikasinya diubah menjadi NO.

Jika ingin mengedit rangkaian maka semua rangkaian harus dalam keadaan off. Kemudian ubah mode PLC dari RUN menjadi PROGRAM. Setelah itu matikan Workline dan CPU PLC.

IX.

KESIMPULAN Rangkaian Reverse Forward 4 Siklus adalah rangkaian direct on line yang digunakan untuk membalik arah putaran motor. Sehingga motor dapat berputar secara forward maupun secara reverse masing-masing sebanyak 4x secara otomatis. K1 (forward) bekerja selama 5 detik, setelah itu K1 berhenti dan timer 001 menghitung 20 detik. Setelah 20 detik K2 (reverse) bekerja 5 detik, setelah 5 detik K2 akan berhenti dan timer 003 menghitung 20 detik untuk mengidupkan K1. Setiap K2 bekerja counter akan menghitung 1 kali. Sistem akan berhenti setelah counter menghitung 4 kali hitungan. Setiap kali system berhenti timer 005 akan menghitung 20 detik, dan selama 20 detik pula system tidak dapat bekerja. Hal ini untuk menghindari jika motor berhenti pada saat reverse, maka jika system langsung bekerja, system akan memulai dari putaran forward. Jika putaran reverse langsung dibalik forward tanpa mangurangi kecepatan motor, maka hal ini dapat merusak motor. Push button start juga berfungsi sebagai reset pada counter. Setelah motor bekerja secara reverse dan forward sebanyak 4x, maka secara otomatis system akan mati. Jika pada saat kontaktor dan motor bekerja lalu overload trip, maka kontaktor dan motor akan mati, begitupun push button start dan stop tidak dapat berfungsi dan lampu indikator akan menyala.