Anda di halaman 1dari 8

IFA HANIFAH

15112030

Tugas Responsi Geodesi Geometrik


1. Mengapa ellipsoid dipilih sebagai bentuk bumi pendekatan dibandingkan dengan bola? Apa
dampaknya apabila bentuk bola yang dipilih? Jelaskan pengaruhnya terhadap nilai koordinat
yang dihasilkan (koordinat horizontal dan vertical)!
Ellipsoid dijadikan sebagai pendekatan bentuk bumi karena ellipsoid memiliki bentuk
yang paling dekat dengan bumi. Pada bumi adanya pegepengan di kutub utara dan kutub
selatan, hal ini membuat sumbu bumi berbeda, yaitu sumbu pendek dan sumbu panjang.
Hal ini menunjukkan bahwa bentuk ellipsoid yang memiliki dua sumbu merupakan bentuk
yang paling mendekati bumi.

2. Apabila posisi suatu titik di permukaan bumi dinyatakan dalam system koordinat kartesia 3D
yang geosentrik (X,Y,Z), apakah perlu informasi mengenai dimensi ellipsoid? Jelaskan
jawaban Anda!
Untuk menyatakan posisi suati titik dipermukaan bumi dalam koordinat kartesian 3D yang
geosentrik diperlukan data-data mengenai dimensi ellipsoid. Dimensi ellipsoid
disesuaikan dengan ellipsoid referensi yang digunakan. Data ini diperlukan untuk mencari
koordinat geosentrik itu sendiri, dimana dalam perhitungan konversi koordinat geodetic ke
koordinat geosentrik diperlukan nilai eksentrisitas dan nilai radius kelengkungan vertikal
utama. Kedua nilai ini didapatkan dari perhitungan yang melibatkan parameter ellipsoid,
yaitu sumbu panjang (a) dan sumbu pendek (b) ellipsoid.

3. Jelaskan manfaat penggunaan system koordinat toposentrik menurut pendapat Anda masingmasing untuk keperluan keilmuan geodesi dan geomatika!
Koordinat toposentrik digunakan untuk menentukan koordinat titik lain terhadap sebuah
titik acuan relative yang telah diketahui koordinatnya. Dalam geodesi, koordinat
toposentrik dapat memudahkan untuk menemukan koordinat titik yang ingin dicari
dengan cara mengukur jarak titik yang dicari dengan acuan titik yang telah diketahui,

mengukur sudut miring, dan sudut jurusannya. Kemudian, koordinat toposentrik ini dapat
dikonversikan menjadi koordinat geosentrik lalu ke koordinat geodetic.

4. Jelaskan secara rinci langkah-langkah hitungan berikut formulanya untuk memperoleh posisi
suatu titik P di permukaan bumi yang dinyatakan dalam system korrdinat kartesian 2D yang
geosentrik apabila lintang dan bujur titik tersebut ditentukan secara astronomis (pengamatan
bintang) sedangkan tinggi ortometriknya ditentukan menggunakan metode sipat datar?
Untuk mengubah kordinat geodetik menjadi kordinat kartesian 3D yang geosentrik, harus
ditentukan ellipsoid referensi yang akan digunakan. Dari referensi ini akan didapatkan
data berupa nilai sumbu panjang (a) dan sumbu pendek (b) ellipsoid. Nilai a dan b
digunkanan untuk menghitung nilai eksentrisitas dengan rumus:
2 2
=
2
2

Kemudian cari nilai radius kelengkungan vertikal utama (N) dengan rumus:

(1 2 2 )2

Setelah mendapatkan nilai eksentrisitas dan nilai radius kelengkungan verttikal utama,
maka dapat dicari niali-nilai koordinat kartesian 3D yang geosentrik dengan menggunakan
rumus:
= ( + )
= ( + )
= [(1 2 ) + ]

5. Jika diketahui koordinat geodetic titik A adalah A=450 dan A= -900 E dan hA= 0 m,
koordinat titik tersebut mengacu pada ellipsoid dengan a=6000000 dan f=1:200. Hitunglah
hal-hal sebagai berikut:
a. Radius kelengkungan meridian di titik A (M)
Cari nilai b dan nilai eksentrisitas:

= = 6000000

2 =

1 6000000
= 5970000
200

2 2
2

60000002 59700002
=
= 0.009975
60000002
2

Cari nilai radius lengkung meridian di titik A (M):


=

(1 2 )
3

(1 2 2 )2
=

6000000(1 0.009975)
(1 0.009975

3
2 (450 ))2

= .

b. Radius kelengkungan irisan normal di titik A (R)


Cari nilai N:

(1 2 2 )2
6000000

(1 0.009975

1
2 (450 ))2

= .
Hitung radius kelengkungan irisan normal (R)
=

+ 2

2
= 00

5984868.42243995 5984868.42243995
(5984868.42243995) 2 0 + (5984868.42243995) 2 0

= .
c. Jarak ruang dan jarak geodesic antara titik A dan B jika diketahui titik B memiliki
koordinat geodetic B=450 dan B= 1800 E dan hA= 0 m
Konversi koordinat geodetic A dan B ke koordinat kartersia 3D yang geosentrik:
Titik A
= ( + )
= (6015018.70274289 + 0) (450 ) (2700 )
=
= ( + )
= (6015018.702742896378137 + 120.0) (450 ) (2700 )
= .
= [(1 2 ) + ]
= [6015018.70274289(1 0) + 120.0] (450 )
= .
Titik B
= ( + )
= (6015018.70274289 + 0) (450 ) (1800 )
= .
= ( + )
= (6015018.70274289 + 0) (450 ) (1800 )
=
= [(1 2 ) + ]
= [6015018.70274289(1 0) + 0] (450 )
= .
Hitung jarak ruang:

= 2 + 2 + 2
= .
Hitung jarak geodesik:
= cos(90 ) cos(90 ) + sin(90 ) sin(90 ) cos( )
= cos(90 45) cos(90 45) + sin(90 45) sin(90 45) cos(180 270)
= 0.5
= cos1 0.5
= = .

6. Diberikan posisi geodetic titik P(, , h) sebagai berikut:


P=+503027.4 dan P= +11702835.6 dan hP= 120.0 m
Hitung posos P dalam system koordinat kartesia 3D yang geosentrik menggunakan tiga
referensi yang berbeda, yaitu bola dengan jari jari 6378137m, ellipsoid WGS-84, dan ellipsoid
GRS-80! Dari hasil hitungan Anda, analisis besar perbedaannya dan tarik kesimpulan!
a. Bola dengan R=6478137 meter (a=b=R)
Hitung nilai eksentrisitas (e2) dan radius lengkung vertical utama (N):
2 =

2 2
2

2 =

63781372 63781372
=0
63781372

(1 2 2 )2
6378137

=
(1 0

1
2 (50 3027.4))2

= 6371837

Hitung nilai koordinat kartesia 3D yang geosentrik:


= ( + )
= (6378137 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)
= .

= ( + )
= (6378137 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)
= .
= [(1 2 ) + ]
= [6378137(1 0) + 120.0] (50 3027.4)
= .

b. WGS-84 (a=6378137 m; 1/f=298.257223563 )


Hitung nilai eksentrisitas (e2) dan radius lengkung vertical utama (N):

= (1 ) = 6356752.31424518
2 =

2 2
2

2 =

63781372 6356752.314245182
= 0.00669437999014132
63781372

(1 2 2 )2
6378137

(1 0.00669437999014132 2 (50 3027.4))2


= 6378333.66971895

Hitung nilai koordinat kartesia 3D yang geosentrik:


= ( + )
= (66378333.66971895 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)
= .

= ( + )
= (6378333.66971895 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)
= .
= [(1 2 ) + ]
= [6378333.66971895(1 6.69 103 ) + 120.0] (50 3027.4)
= .

c. GRS-80 (a=6378137 m; 1/f=298.257222101)


Hitung nilai eksentrisitas (e2) dan radius lengkung vertical utama (N):
=

= (1 ) = 6356752.31414036
2 =

2 2
2

2 =

63781372 6356752.314140362
= 0.00669438002290069
63781372

(1 2 2 )2
6378137

(1 0.00669438002290069 2 (50 3027.4))2


= 6378333.66971991

Hitung nilai koordinat kartesia 3D yang geosentrik:


= ( + )
= (6378333.66971991 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)
= .
= ( + )
= (6378333.66971991 + 120.0) (50 3027.4) (1170 2835.6)

= .
= [(1 2 ) + ]
= [6378333.66971991(1 6.69 103 ) + 120.0] (50 3027.4)
= .

Kesimpulan:
Dari ketiga hasil perhitungan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan yang
cukup besar antara nilai koordinat kartesian 3D yang geosentrik yang dihitung
menggunakan referensi bola dengan WGS84 dan GRS80. Selisih antara referensi bola
dengan kedua referensi ellipsoid tersebut mencapai 100 meter. Sedangkan selisih
perbedaan hasil hitungan antara kedua ellipsoid referensi, WGS84 dan GRS80, hanya
sekitar 0.0000001 meter.
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan bumi yang paling mendekati adalah
ellipsoid bukan sebuah bola. Dengan menggunakan ellipsoid sebagai referensi, akan
menghasilkan data yang lebih akurat dan paling mendekati yang sebenarnya.