Anda di halaman 1dari 7

1.

Kandungan Hasil uji fitokimia pada Daun Mangifera indica didapatkan kandungannya berupa senyawa Tanin, Alkaloid, Glikosida, Steroid triterpenoid ,Saponin, Kumarin, Senyawa Fenolik dan Flavanoid. Penelitian yang dilakukan pada Tikus Wistar Albino Jantan , pemberian ekstrak daun M. indica memiliki aktivitas anti ulkus pada hewan coba. Aktivitas ini mungkin disebabkan oleh adanya senyawa bioaktif seperti Flavanoid, Saponin dan Tanin. Penelitian yang dilakukan Neelapu Neelima ,dkk pada tahun 2012, pemberian intraperitoneal dari ekstrak daun Mangifera indica mengakibatkan penurunan signifikan kadar lipid dalam darah tikus yang hiperlipidemia (kolestrol total dan trigliserid) serta penurunan kadar SGOT dan SGPT yang memberikan efek hepatoprotektif pada tikus diabetes. Aktivitas hipolipidemia ekstrak daun Mangifera indica disebabkan efek dari senyawa flavanoid pada daun Mangifera indica. Sedangkan efek hepatoprotektif pada daun Mangifera indika kemungkinan besar disebabkan oleh senyawa flavanoid dan senyawa lain seperti saponin, tannin, triterpen, dan alkaloid yang terkandung didalamnya. Pada penelitian yang dilakukan Ramesh Petchi R ,dkk tahun 2011, pemberian ekstrak daun Mangifera indica juga memiliki efek anti diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa dosis 250 mg/KgBB dan 500 mg/KgBB ekstrak secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian pada hewan coba kelinci yang dilakukan Akbar Waheed , G.A. Miana dan S.I Ahmad pada tahun 2006, pemberian ekstrak alcohol Daun Mangifera indica menunjukkan efek hipoglikemik. Aktivitas hipoglikemik Daun Mangifera indica mungkin karena meningkatnya pelepasan insulin dari sel pancreas.

2. Penelitian invitro/invivo/uji klinik/toksisits Penelitian Uji Klinik Pada sebuah penelitian meneliti mengenai efek ekstrak air atau infusa daun Mangifera indica terhadap nyeri neuropati. Penelitian ini berdasarkan uji preklinik yang menyatakan bahwa komponen-komponen yang terdapat pada Mangiifera indica terutama mangiferin dapat melindungi atau mencegah tumor necrosis faktor yang

menginduksi degradasi IB dan pengikatan nuclear factor B ke DNA yang mana dapat menginduksi transkripsi gen sehingga diekspresikan mediator-mediator dan enzim yang terlibat dalam inflamasi, nyeri, stress oksidatif, dan plastisitas sinaps. Penelitian lain menunjukkan uji klinik efek hipoglikemia daun Mangifera indica pada diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa Mangifera indica mempunyai aktivitas hipoglikemi yang signifikan dalam dosis tinggi dan dapat dikombinasikan dengan agen hipoglikemik oral pada pasien diabetes tipe 2. Penelitian Uji Toksisitas Pada sebuah penelitian meneliti mengenai uji akut toksisitas dan aktivitas diuretik dari ekstrak daun mangifera indica. Pada studi toksisitas akut, pemberian tunggal ekstrak Mangifera indica sampai 4,0 g/kg berat tubuh tidap mengakibatkan kematian atau efek samping. Pada penelitian ini juga menjelaskan bahwa ethyl acetate, ethanol, dan ekstrak air menunjukkan aktivitas diuretic ketika dibandingkan dengan obat standar yaitu furosemide dan mannitol. Penelitian Invivo Pada sebuah penelitian meneliti megenai efek ekstrak air daun mangifera indica yang memperlemah glutamate penginduksi neurotoksisitas pada neuron korteks tikus. Pada penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak Mangifera Indica ini merupakan neuroprotektor yang efisien untuk eksitoksisitas kematian neuron dan mengindikasikan bahwa mangiferin membawa substansi antioksidan daan aktivitas neuroprotektif dan ekstrak ini dapat digunakan sebagai terapi potemsia untuk mengobati penyaki8tpenyakit neurodegeneratif. Penelitian Invitro Pada sebuah penelitian meneliti mengenai efek ekstrak air beberapa tanaman ektrak terhadap giardia lamblia secara in vitro. Penelitian ini menunjukkan bahwa punica granetum; Artemisia campestris; Eucalyptus camaldulensis; and Achillea santolina menurunkan jumlah revealed significant trofozoit Giardia lamblia secara signifikan tetapi Cuminum cyminum dan Mangifera indica tidak menunjjan efek dalam penurunan jumlah trofozit Giardia Lamblia.

Penelitian lain menunjukkan berbagai aktivitas farmakologi mangiferin termasuk antioksidan, radioprotektif, antitumor, immunodulator, anti alergi, anti inflamasi, anti diabetes, lipolisis, anti reabsorpsi tulang, penghambat monoamine oxidase, antiviral, antifungal, antibacterial, dan antiparasit. 3. Meknisme kerja a. Efek Hipoglikemik Mangifera indica memiliki efek hipoglikemik dengan melepaskan insulin dari sel beta pankreas. Hal ini meningkatkan penyimpanan glikogen di dalam hati, menyebabkan penurunan dari kadar glikogen di darah dan memberikan efek ekstra pankreatik yang memungkinkan terjadinya peningkatan jumlah dari reseptor insulin. b. Efek Antibakterial Daun dari Mangifera indica dilaporkan memiliki aktivitas antibakterial melawan E. coli dan bakteri lainnya yang termasuk famili enterobacteriaceae dan kandungan biaoaktif mangiferin yang diisolasi dari M. indica dilaporkan memiliki aktivitas antiinfluenza yang baik sekali. c. Efek Antioksidan Mangifera indica mengandung mangiferin, yang merupakan zat xanthone yang sering ditemukan di berbagai bagian dari M. indica. Mangiferin memiliki sejumlah efek terapeutik seperti antitumor, antiviral, antidiabetik, antiinflamasi dan antioksidan yang poten. Polifenol ini dapat beraksi sebagai antioksidan melalui beberapa mekanisme yaitu: sebagai penangkap radikal bebas yang poten, memodulasi aktivasi dan menfungsionalkan makrofag, penghambatan parsial produksi dari reactive oxygen species (ROS) dan RNS, menghasilkan perlindungan membran lipid peroksidasi. d. Efek Antihiperlipidemi Mangifera indica menunjukkan adanya aktivitas antihiperlipidemik yang signifikan. Aktivitas ini disebabkan karena meningkatnya penghambatan absorpsi kolesterol di usus, mengganggu produksi lipoprotein, meningkatkan ekspresi dari reseptor LDL di hati dan perlindungannya

4. Indikasi, kontraindiksi, dosis a. Indikasi Ekstrak daun Mangivera indica dapat digunakan sebagai anti-mikroba, anti diabetic, anti gouty arthritis,. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh S.Jose dan G.R.J beegum menunjukkan bahwa ekstrak daun Mangivera Indica baik air maupun methanol dapat menghambat pertumbuhan dari S.viridans. ekstrak etanol menunjukkan hasil yang lebih baik daripada air. Minimum inhibitory concentration (MIC) ekstrak methanol adalah <50 mg/ml, dan MIC dari ekstrak air adalah <200 mg/ml. Ekstrak daun Mangivera indica juga dapat digunakan sebagai anti-diabetik . Dalam penelitian yang dilakukan oleh Luka dan Muhammed di universitas jos, Nigeria menyatakan bahwa ekstrak daun Mangivera indica dapat menurunkan konsentrasi glukosa, kolestrol dan trigliserida. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa ekstrak daun mangivera indica yang diberikan secara oral pada mencit dengan dosis 400mg/kgbb setiap harinya tidak menimbulkan efek toksik pada hati yang dibuktikan dengan serum alkalin phospatase (ALT), Alanine aminotransferase (ALT), dan aspartate aminotransferase (AST). Ekstrak daun Mangivera indica dibuktikan oleh yan jiang dan kawan-kawan dalam penelitian mereka dapat menurunkan kebengkakan pada mencit yang diinduksi oleh cristal gout arthritis. antigouty arthritis ini dapat terjadi karena inhibisi ekspresi TNFalpha dan IL-1 betamRNA dan level protein di jaringan synovial.

b.

Kontraindikasi Kontak dengan minyak daun mangga, batang, dapat menyebabkan dermatitis dan /

atau anafilaksis pada individu yang rentan. c. Dosis Ekstrak alkohol Mangifera indica daun dan biji kernel pada 200 mg / kg menunjukkan efek hipoglikemik pada tikus yang normal berpuasa setelah 3 jam

pemberian obat, bila dibandingkan dengan kelompok normal. The Mangifera indica daun dan biji ekstrak kernel secara signifikan meningkatkan kadar insulin pada tingkat dosis 100, 200 mg / kg pada tikus diabetes diinduksi aloxone. Petroleum eter (250mg/kg) dan ekstrak etanol (250mg/kg) dari daun M. indica tanaman secara signifikan mengurangi indeks ulkus. Berbagai Bagnapalli ditemukan memiliki aktivitas antibakteri lebih dari berbagai Senthura dari Mangifera indica. Pada konsentrasi 10% ekstrak kernel, tidak ada koloni yang layak ditemukan di cawan Petri Bagnapalli ekstrak kernel dan karena itu terbukti menjadi agen antibakteri yang kuat. Fraksi yang berbeda dari ekstrak diberikan intraperitonially sebagai dosis tunggal 150 mg / kg berat badan untuk aloksan diinduksi tikus diabetes dan ditemukan untuk mengurangi tingkat lemak darah (kolesterol total dan trigliserida) secara signifikan Untuk menyelidiki secara klinis efek hipoglikemik, Mangifera indica daun pada diabetes mellitus tipe-2. Setelah pengujian plasma puasa dan glukosa urin, 10 pasien diabetes mellitus tipe-2 tanpa pengobatan sebelumnya, 10 pasien diabetes mellitus tipe2 mengambil obat hipoglikemik oral dengan riwayat kontrol yang tidak memadai dan enam subyek kontrol diberi rendah (0,5 g / kg / hari dalam dua dosis membagi) dan dosis tinggi (1 g / kg / hari dalam dua dosis terbagi) bubuk bagian, ekstrak air dan ekstrak alkohol daun Mangifera indica selama 14 hari. Pada 15 hari sampel darah dan urin untuk glukosa diambil. Berdasarkan hasil yang diperoleh ditemukan bahwa Mangifera indica memiliki aktivitas hipoglikemik yang signifikan dalam dosis tinggi dan dapat berhasil dikombinasikan dengan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes tipe-2 yang diabetes tidak dikontrol oleh agen ini.

5. Laporan kasus Pada penelitian yang dilakukan Barbara B. Garrido Suarez membuktikan bahwa ekstrak Mangifera indica L. extract dan komponen mayornya yaitu mangiferin dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah sakit neuropati. Mekanisme aksi yang memungkinkan beberapa target molecular modulasi diimplikasi di sensitisasi sentral.

Stimulasi neuron pre-synaptic menuntun pada pelepasan neurotransmitter exitatori seperti Glutamat. Glutama mengikat pada post-sinaptik reseptor NMDA yang menginduksi influks CA2+ yang akhirnya mencetuskan pelepasan dari nitric oxide (NO) dan prostaglandin E2(PGE2). NI diproduksi oleh neuronal NOS (nNOS) dan sintesis nitric oxide yang bisa direduksi (iNOS) masuk ke dalam membrane dan pindah ke neuron di sebelahnya, sel glia dan pre-synaptic nerve terminal di mana teraktivkannya sistem second-messenger. Hasil ini meningkatkan level dari cGMP dengan aktivasi subsequent dari cGMP-dependent kinase, di mana data memicu pelepasan glutamate. PGE2 dapat mengaktivkan adenylyl cyclase (AC) dengan cara mengikat EP2 reseptir sebagai hasil dari formasi cAMO, hingga bisa mengaktivasi cAMP-dependent PKA, yang ungkin bisa menginduksi pelepasan glutamate. Aktivasi dari NF-kB memberi jalan oleh tumor nekrosis faktor alpha (TNF) yang diinhibisi oleh MSBE dan MG. TNF menstimulasi degradasi dari NF-kB cytoplasmatic inhibitor (IkB). Setelah itu, NF-kB ditranslikasikan ke nucleus sel untuk mengurangi sintesis mRNA dari beberapa mediator pro-inflammatory seperti TNF, interleuin 1 beta, granulocyte/makrofag colony stimulating factor (GM-CSF), iNOS, isoform cyclooxigenase yang diinduksi (COX-2) dan molekul adesi ICAM-1 yang diinhibisi oleh MSBE dan MG. Ekstrak dan xanthone juga menghambat aktivitas PLA2,PGE2 dan produksi leukotrien B4 . MSBE dan MG juga dapat menghambat pelepasan glutamate di pre-synaptic neuron dan regulasi aktivitas microglia yang artinya NF-kB memberi sinyal untuk menghambat.

6. Interaksi obat dan efek samping a. Interaksi Obat Menurut penelitian Faraj et al. (2012), propanolol dan phenobenzamin secara signifikan menghambat efek inhibitor ekstrak air dari biji Mangifera indica terhadap motilitas gantrointestinal. Sementara itu tidak terdapat interaksi yang berarti antara naloxone sebagai antagonis reseptor opioid dengan ekstrak air dari biji Mangifera indica.

b.

Efek samping Berdasarkan penelitian Akbar et al (2006), ekstrak air dari daun Mangifera indica

dapat menyebabkan efek pada sistem gastrointestinal yaitu mual, perasaan tidak nyaman pada daerah abdominal (pada dosis tinggi), muntah juga dilaporkan pada pemakaian pertama dengan dosis tinggi (2 pasien, 40%). Diare ringan dilaporkan pada dosis tinggi (3 pasien, 60%) dan menghilang setelah beberapa hari tanpa pengobatan.