Anda di halaman 1dari 27

BLOK ENDOKRIN

TUGAS MANDIRI SINDROMA METABOLIK

KELOMPOK A - 12

Ketua Sekretaris Anggota

: : :

Faisal Abdul Razak Jayanti Dwi Cahyani Andi Eka Steffy Yuliana Arib Farras Wahdan Betha Nurvia Choirul Akbar Ferika Pratami Hendris Utama Citra Wahyudin Lusy Novitasari

1102011093 1102011129 1102011026 1102011043 1102010048 1102010056 1102011104 1102011117 1102011144

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2013-2014

Tn B 26 tahun , karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin meningkat sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah bila bekerja.Karena pekerjaan yang mengharuskannya sering berpergian , maka ia lebih sering makan diluar rumah dan hampir tidak pernah berolahraga. Saat ini ia berobat ke dokter keluarga karena mendapat informasi dari internet bahwa gemuk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan . Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg.Status antropometri didapatkan bb 95 kg, tb 175 cm , dan IMT 31 kg/m2, lingkar perut 112 cm . Tidak didapatkan kelainan pada jantung , paru ataupun abdomen . Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lab , karena menduga bahwa pasein tersebut sudah menderita sindroma metabolik. Saat kunjungan kedua , Tn . A sudah membawa hasil lan yang memperlihatkan glukosa darah puasa 116 mg/ dl , 2 jam setelah makan 165 mg/dl , kolesterol total 226 mg/dl , LDL 138 mg/dl , HDL 36 mg/dl , trigliserida 180 mg/dl dan asam urat 7,8 mg/dl . Melihat kondisi tersebut , maka dokter memberikan esukasi tentang perencanaan makan dan jenis olahraga yang sesuai .

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentanf sindroma metabolik 1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolik Sindroma metabolik adalah kelompok dari abnormalitas metabolik pada seorang individu yang dihubungkan dengan risiko yang meningkat dari penyakit kardiovaskular. Abnormalitas ini termasuk disregulasi metabolisme glukosa, obesitas visceral atau abdominal, disregulasi lipid plasma (khususnya kadar HDL yang rendah dan trigliserida yang tinggi pada plasma) dan peningkatan tekanan darah.
Kriteria Diagnosis sindrom metabolic

1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolic Obesitas merupakan komponen utama kejadian SM, namun mekanisme yang jelas belum diketahui secara pasti. Obesitas yang diikuti dengan meningkatnya metabolisme lemak akan menyebabkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) meningkat baik di sirkulasi maupun di sel adiposa. Meningkatnya ROS di dalam sel adipose dapat menyebabkan keseimbangan reaksi reduksi oksidasi (redoks) terganggu, sehingga enzim antioksidan menurun di dalam sirkulasi. Keadaan ini disebut dengan stres oksidatif. Meningkatnya stres oksidatif menyebabkan disregulasi jaringan adiposa dan merupakan awal patofisiologi terjadinya SM, hipertensi dan aterosklerosis (Furukawa, et al, 2004). Stres oksidatif sering dikaitkan dengan berbagai patofisiologi penyakit antara lain diabetes tipe 2 dan aterosklerosis. Pada pasien diabetes melitus tipe 2, biasanya terjadi peningkatan stress oksidatif, terutama akibat hiperglikemia. Stress oksidatif dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya disfungsi endotel-angiopati diabetic, dan pusat dari semua angiopati diabetik adalah hiperglikemia yang menginduksi stress

oksidatif melalui 3 jalur, yaitu; peningkatan jalur poliol, peningkatan auto-oksidasi glukosa dan peningkatan protein glikosilat (Majalah Farmacia, 2007). Pada keadaan diabetes, stres oksidatif menghambat pengambilan glukosa di sel otot dan sel lemak serta menurunkan sekresi insulin oleh sel- pankreas. Stres oksidatif secara langsung mempengaruhi dinding vaskular sehingga berperan penting pada patofisiologi terjadinya diabetes tipe 2 dan aterosklerosis (Ceriello, 2004). Dari beberapa penelitian diketahui bahwa akumulasi lemak pada obesitas dapat menginduksi keadaan stress oksidatif yang disertai dengan peningkatan ekspresi Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphatase (NADPH) oksidase dan penurunan ekspresi enzim antioksidan (Sartika, 2006) 1. Obesitas sentral Studi menunjukkan bahwa obesitas sentral digambarkan oleh ukuran lingkar perut , lingkar perut menggambarkan baik jaringan adiposa subkutan dan visceral. Semakin besar lingkar badan semakin banyak juga jaringan adiposa visceralnya, lemak visceral berhubungan dengan resiko kardiovaskular dan komplikasi metabolik. Resiko kardiovaskular pada obesitas meningkat namun ada keterlibatan variasi faktor genetik misalnya seseorang dengan obesitas dapat tidak berkembang mnjadi resistensi insulin dan sebaliknya resistensi insulin dapat terjadi pada seseorang tanpa obesitas. Namun hal ini masih menjadi perdebatan karena jaringan adiposa merupakan sebuah organ endokrin yang aktif mensekresi berbagai faktor pro dan anti inflamasi seperti leptin, adiponektin, TNF , IL- 6 dan resistin. Pada keadaan DM tipe 2 ada penurunan konsentrasi adiponektin, senyawa ini mempunyai efek antiaterogenik. 2. Resistensi Insulin Resistensi insulin merupakan menyebab utama dan yang mendasari sindrom metabolik, tetapi sejauh ini belo disepakati pengukuran yang ideal dan yang disepakati untuk resistensi insulin. Pada pemeriksaan glukosa plasma puasa tidak ideal karena gangguan toleransi glukosa hanya terjadi pada 10% kasus sindroma metabolik.pengukuran HOMA (Homeostatis Model Asessment) dan QUICKI (Quantitative Insulin Sensitivity dibuktikan dapat berhubungan erat dengan pemeriksaan standard sehingga dapat disarakankan untuk mengukur resistensi insulin. 3. Dislipidemia Peningkatan trigliserida dan penurunan HDL merupakan dislipidemia yang khas pada sindroma metabolik,kolesterol LDL biasanya normal namun sedikit mengalami perubahan struktur berupa peningkatan small dense LDL. Ini merupakan dampak dari peningkatan asam lemak bebas yang masuk kedalam hati

sehingga produksi trigliserida meningkat. Namun peningkatan trigliserida ini bersifat multifaktoral, mekanisme lain terjadinya penurunan HDL adalah dengan adanya gangguan masukan lipid post prandial pada resistensi insulin sehingga Apo A-1 sintesisnya terganggu yang mengakibatkan penurunal kolesterol HDL. Pada kondoso resistensi insulin juga dapat berpengaruh pada struktur profil lipid. 4. Peran sistem imun Inflamasi subklinik kronik juga merupakan bagian dari sindrom metabolik . marker inflamasi berperan pada progresivitas DM dan komplikasi kardiovaskular. CRP dapat menjadi data prognosis tambahan tentang keparahan pada subyek wanita sehat dengan sindrom metabolik. 5. Hipertensi Resistensi insulin juga berperan pada phatogenesis hipertensi. Insulin merangsang saraf simpatis meningkatkan reabsorbsi natrium ginjal, mempengaruhi transport kation dan mengakibatkan hipertrofi sel otot polos pembuluh darah. Pada pemberian infus insulin akut dapat menyebabkan hipotensi akibat vasodilatasi. Hipertensi ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara efek pressor dan efek depressor

1.3 Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolik Berdasarkan etiologi bisa dilihat, resistensi insulin mempunyai hubungan dengan timbunan lemakn perut (visceral) yang dapat ditemukan dengan pengukuran lingkar pinggang, sehingga berefek pada timbulnya hipertensi, dislipidemia dan peningkatan kadar gula darah. Apabila kelainan tersebut berlangsung lama, makan akan menyebabkan timbulnya atherosklerosis (arteri jantung khusunya) dimana terjadi pengerasana akibat penimbunan plak kolesterol sehinggan kompliaksi yang ditimbulkan ialah : a. PJK b. DM c. Stroke d. Penykait ginjal dll

1.4 Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistik sindroma metabolik

Diagnosis

Tabel 5. Kriteria sindroma metabolik NCEP ATP III 2001 dengan modifikasi (Makassar 2002) Penatalaksanaan

Sudoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. Simadibrata K, Marcellus. Setiati, Siti. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI

2.) Memberikan edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien sindroma metabolik

2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia, berat basan, tinggi badan. aktivitas fisik dan faktor stres, dengan metoda Broca dan Harris Benedict

Laki laki

Umur Pekerjaan BB TB IMT Lingkar perut

= 26 tahun = karyawan swasta, sering berpergian (aktivitas sedang) = 95 kg = 175 cm = 31 kg/m2 = 112 cm

BB idaman = (TB 100) 10%

= (175 100) 10% = 75 10% = (75 7,5) sampai (75 + 7,5) = 67,5 sampai 82,5 = 67,5 + 82,5 2 = 150 2 = 75 kg

Harris Benedict Laki laki = 66 + (13,7 x BB idaman) + (5 x TB) (6,8 x U) + tingkat aktivitas = 66 + (13,7 x 75) + (5 x 175) (6,8 x 26) + tingkat aktivitas sedang = 66 + 1027,5 + 87,5 176,8 + ( 20%) = 1791,7 kalori + (20% x 1791,7 kalori) = 1791,7 + 358,34 = 2150,04 kalori = 2000 kalori

Metode Broca atau Rule of Thumb BB aktual = 95 kg BB lebih

BB lebih

= (TB 100) x (aktivitas sedang dengan BB gemuk) = (175 100) x 30 kalori = 75 x 30 kalori = 2250 kalori = 2000 kalori

2.2 Menjelaskan persentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein, lemak dan menterjemahkannya dalam bentuk gram.

Karbohidrat 60% 0,6 x 2000 = 1200 4 = 300 gram

Protein 15% 0,15 x 2000 = 300 4 = 75 gram

Lemak 25% 0,25 x 2000 = 500 9 = 55 gram

2.3 Menjelaskan Jumlah gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan makanan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan Penukar (DKBM)

Golongan I: BAHAN MAKANAN SUMBER HIDRAT ARANG Satu satuan penukar mengandung: 175 kkalori, 4 gr protein, dan 40 gr karbohidrat Bahan Makanan Nasi Nasi tim Bubur beras Nasi jagung Kentang Singkong Talas Ubi Biskuit meja Roti putih Kraker Berat (g) 100 200 400 100 200 100 200 150 50 80 50 Urt gls 1 gls 2 gls gls 2 bj sdg 1 ptg sdg 1 bj bsr 1 bj sdg 4 bh 2 iris 5 bh bsr Bahan Makanan Maizena* Tepung beras Tepung singkong* Tepung sagu* Tepung terigu Tepung hunkwee* Mie basah Mie kering Havermout Bihun Berat (g) 40 50 40 40 50 40 200 50 50 50 Urt 8 sdm 8 sdm 8 sdm 7 sdm 8 sdm 8 sdm 1 gls 1 gls 6 sdm gls

Keterangan: Bahan makanan yang ditandai (*) kurang mengandung protein, hingga perlu ditambah satuan penukar bahan makanan sumber protein. Golongan II: BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN HEWANI Satu satuan penukar mengandung: 95 kkalori, 10 gr protein, dan 6 gr lemak Bahan Berat (g) Urt Bahan Berat (g) Makanan Makanan Daging sapi 50 1 ptg sdg Telur ayam 60 negeri Daging babi 25 1 ptg kcl Telur bebek 60 Daging ayam 50 1 ptg sdg Telur puyuh 60 Hati sapi 50 1 ptg sdg Ikan segar 50 Didih sapi 50 2 ptg sdg Ikan asin 25 Babat 60 2 ptg sdg Ikan teri 25 Usus sapi 75 3 bulatan Udang basah 50 Telur ayam 75 2 btr Bakso daging 100 biasa

Urt 1 btr 1 btr 6 btr 1 ptg sdg 2 ptg sdg 2 sdm sdm 10 bj sdg

Golongan III: BAHAN MAKANAN SUMBER PROTEIN NABATI Satu satuan penukar mengandung: 80 kkalori, 6 gr protein, 3 gr lemak, dan 8 gr karbohidrat Bahan Makanan Berat (g) Urt Bahan Berat (g) Urt Makanan Kacang Hijau 25 2 sdm Kacang tolo 25 2 sdm Kacang Kedelai 25 2 sdm Oncom 50 2 ptg sdg Kacang merah 25 2 sdm Tahu 100 bj bsr Kacang tanah 20 2 sdm Tempe 50 2 ptg sdg terkupas Keju kacang tanah 20 2 sdm

Golongan IV: SAYURAN Hendaknya digunakan campuran dari daun-daunan seperti: bayam, kangkung, daun singkong dengan kacang panjang, buncis, wortel, dsb. 100 gr sayuran campur adalah lebih kurang 1 gelas (setelah dimasak dan ditiriskan) mengandung 50 kkalori, 3 gr protein, dan 10 gr karbohidrat.
Beligo Bayam,Biet,Buncis,Bunga kol,Cabe hijau ,Daun bawang, Daun bluntas,Daun kecipir,Daun koro,Daun labu siam,Daun leunca,Daun lobak,Daun mangkokan,Daun melinjo,Daun pakis,Daun pepaya,Daun singkong ,Daun talas,Daun ubi,Daun waluh,Genjer,Jagung muda,Jantung pisang,Jamur segar,Kacang panjang,Kacang kapri,Kangkung,Katuk,Kecipir,Ketimun,Kool,Kucai,Labu siam,Labu waluh,Lobak,Nangka muda,Oyong (gambas,Pare,Pecay,Pepaya muda

Golongan V: BUAH-BUAHAN Satu satuan penukar mengandung: 40 kkalori dan 10 gr hidrat arang Bahan Berat (g) Urt Bahan Berat (g) Makanan Makanan Adpokat 50 bh bsr Mangga 50 Apel 75 bh sdg Nanas 75 Anggur 75 10 biji Nangka masak 50 Belimbing 125 1 bh bsr Pepaya 100 Jambu biji 100 1 bh bsr Pisang ambon 50 Jambu air 100 2 bh sdg Pisang raja 50 sereh Jambu bol 75 bh sdg Rambutan 75 Duku 75 15 bh Salak 75 Durian 50 3 bj Sawo 50

Urt bh bsr 1/6 bh sdg 3 bj 1 bh sdg 1 bh sdg 2 bh kcl 8 bh 1 bh bsr 1 bh sdg

Jeruk manis Kedondong Kemang

100 100 100

2 bh sdg 1 bh bsr 1 bh bsr

Sirsak Semangka Melon

75 150 150

gls 1 ptg bsr 1 ptg bsr

Golongan VI: SUSU Satu satuan penukar mengandung: 110 kkalori, 7 gr protein, 9 gr hidrat arang, dan 7 gr lemak Bahan Makanan Berat (g) Urt Bahan Makanan Berat (g) Urt Susu sapi 200 1 gls Tepung susu 25 5 sdm whole Susu kambing 150 gls Tepung susu 20 4 sdm skim* Susu kerbau 100 gls Tepung saridele 25 4 sdm Susu kental tak 100 gls Yughurt 200 1 gls manis Keju 30 1 ptg sdg Keterangan: Yang ditandai (*) perlu ditambah 1 satuan penakar minyak untuk melengkapi lemaknya.

Golongan VII: MINYAK Satu satuan penukar mengandung: 45 kkalori dan 5 gr lemak Bahan Makanan Berat (g) Urt Bahan Makanan Minyak kacang 5 sdm Kelapa parut Minyak goreng 5 sdm Santan Minyak ikan 5 sdm Lemak sapi Margarin 5 sdm Lemak babi Kelapa 30 1 ptg kcl

Berat (g) 30 50 5 5

Urt 5 sdm gls 1 ptg kcl 1 ptg kcl

Golongan VIII: Gula Satu satuan penukar mengandung: 30 kkalori dan 7,5 gr karbohidrat Bahan Makanan Berat (g) Urt Bahan Makanan Gula pasir 8 1 sdm Jam Gula palm/ aren 8 12 sdm Permen Madu 10 1 sdm Sirup

Berat (g) 12 10 15

Urt 1 sdm 4 gls 2 sdm

Untuk memudahkan penggunaan, bahan makanan dalam daftar ini dinyatakan dengan alat ukur yang lazim terdapat di rumah tangga. Cara ini terbukti cukup teliti dan praktis dalam penyusunan diet. Di bawah ini dicantumkan persamaan antara ukuran rumah tangga dengan gram.

1 sdm gula pasir 1 sdm tepung susu

= 8 gr = 5 gr = 6 gr = 5 gr = 10 gr

1 sdm tepung beras, tepung sagu 1 sdm terigu, maizena, hunkwee 1 sdm minyak goreng, margarin

1 sdm 1 gls

= 3 sdt = 24 sdm

= 10 ml = 240 ml = 240 ml

1 ckr = 1 gls

1gls nasi = 140 gr 1 ptg pepaya (5 x 15 cm)

= 70 gr beras = 100 gr = 50 gr = 25 gr = 50 gr = 50 gr = 100 gr

1 bh sdg pisang (3 x 15 cm) 1 ptg sdg tempe (4 x 6 x 1 cm) 1 ptg sdg daging (6 x 5 x 2 cm) 1 ptg sdg ikan (6 x 5 x 2 cm) 1 bj bsr tahu (6 x 6 2 cm)

Kalori yang dibutuhkan pasien sindroma metabolik adalah 1700 kal. Protein 64 g, lemak- 47 g dan karbohidrat-255 g. Waktu Pagi Bahan Penukar 1 Karbohidrat Nasi Dendeng 1 Hewani daging sapi Kacang 1 Nabati merah S Sayur A Slada air 1 Buah Apel 2 Karbohidrat Nasi Telur 1 Hewani puyuh 1 Nabati Tempe 1 Sayuran B Sawi 1 Buah Belimbing 1 Buah Duku 2 Karbohidrat Nasi Ikan 1 Hewani Kembung 1 Nabati Oncom 1 Sayuran B Broccoli 1 Buah Kurma Penukar Gram 100 15 20 100 75 200 55 50 100 140 80 200 30 40 100 15 Karbohidrat (gram) 40 7 12 80 7 5 12 12 80 7 5 12 Protein (gram) 4 7 5 8 7 5 1 8 7 5 1 Lemak (gram) 5 3 5 3 2 3 Total Kalori 175 100 75 50 350 100 125 75 50 50 350 100 75 75 50

Selingan Siang

Selingan Malam

Menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari Frekuensi makan dalam satu hari adalah 3 makan besar (pagi, siang, malam), dan 2 kali selingan setelah makan pagi dan makan siang.

3.1. Menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma metabolik (berdasarkan biokimia dan fisiologi tubuh manusia.

Penderita sindroma metaboli membutuhkan pengelolaan untuk menurunkan resiko jangka panjang diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular,yaitu dengan memperbaiki gaya hidup . Kombinasi olahraga dan penurunan berat badan adalah yang terbaik, karena melibatkan aksi dari insulin, lipid darah, dan tekanan darah yang dapat mengurangi resiko progressing diabetes tipe 2 sampai 29-68%. Peningkatan ini dapat melebihi manfaat obat diabetes saat ini.

Penurunan berat badan dikatakan penting pada manajemen sindroma metabolik, namun itu bukanlah alasan utama untuk melakukan olahraga, karena terapi dengan olahraga menurunkan adiposa abdominal tanpa pengurangan berat badan. Olahraga dapat meningkatkan kerja insulin dan level HDL-c , dan mengurangi resiko diabetes tipe 2 tanpa penurunan berat badan. Penurunan berat badan dengan gaya hidup dan terapi obat sederhana dapat menurunkan sampai 1-8 kg namun akan kembali lagi setelah 1-3 tahun. Maka dari itu fokus terhadap fitness daripada fatness penting untuk tenaga kesehatan untuk pasien sindroma metabolik. Pengaruh olahraga pada fungsi endotel, tekanan darah, dan aktifitas insulin: Fungsi endotel -olahraga menyebabkan peningkatan relaksasi pembuluh. -aerobic interval training, menormalkan kadar gula darah, sensitivitas insulin dan jumlah LDL teroksidasi Tekanan darah -mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik 10 dan 6 mmHg, masing-masing. -Berdasarkan analisis meta-dari satu juta orang dewasa, menurunkan tekanan darah sebesar ini akan dalam jangka panjang dikaitkan dengan sekitar 40% dan 30% penurunan risiko kematian akibat stroke dan jantung iskemik disease. Aksi Insulin -Aktivitas fisik dan gaya hidup sehat meningkatkan sensitivitas insulin, sementara gaya hidup dan diet Barat yang terkait dengan resistensi insulin. -Dalam penelitian , aerobic interval training meningkatkan sensitivitas insulin dan fungsi sel beta . Aerobic interval training: aerobic 40 menit dengan waktu interval istirahat

3.2 Menjelaskan Jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma metabolik Para peneliti menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga berat berkurang risikonya terkena sindrom metabolik sebesar dua pertiga dibandingkan orang yang melakukan olahraga ringan. Olahraga berat meliputi aktivitas seperti berlari dan lompat tali. Sedangkan olahraga ringan adalah aktivitas seperti berjalan atau bersepeda santai.

Penderita sindrom metabolik punya lemak berlebih di sekitar pinggang, sulit mengontrol gula darah, memiliki tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat yang tinggi. Penyakit ini membuat penderitanya berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Departemen kesehatan Amerika Serikat merekomendasikan untuk melakukan olahraga ringan selama 150 menit atau olahraga berat selama 75 menit setiap minggunya. Pedoman ini didasarkan gagasan bahwa olahraga berat setiap menitnya bisa membakar kalori 2 kali lebih banyak dibandingkan olahraga ringan. Namun rekomendasi ini menyiratkan seolah-olah olahraga berat yang singkat tidak memiliki manfaat kecuali waktunya yang lebih cepat.

Dalam penelitian yang dimuat Journal of Epidemiology, para peneliti menggunakan data dari 1.841 orang dewasa yang berpartisipasi dalam surveiNational Health and Nutrition Examination yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention. Selama 7 hari, peserta memakai akselerometer di pinggul kanannya. Perangkat ini memberikan data pergerakan dan intensitas olahraga yang dilakukan.

Secara keseluruhan, sekitar sepertiga dari seluruh peserta memiliki sindrom metabolik. Para peneliti menemukan bahwa semakin aktif seseorang, semakin rendah risikonya mengalami sindrom metabolik.

Seperti dilansir LiveSciences, Kamis (5/4/2012), peneliti menemukan bahwa olahraga berat lebih menyehatkan dibanding olahraga ringan. Peserta yang melakukan olahraga ringan selama 150 menit 2,4 kali lebih mungkin mengalami sindrom metabolik dibandingkan peserta yang melakukan olahraga berat selama 75 menit dalam seminggu.

Para peneliti melihat bahwa masyarakat cenderung tidak suka melakukan olahraga yang

berat. Dalam penelitian tersebut, 70% peserta tidak melakukan olahraga secara intensif sama sekali. Di antara peserta yang mengikuti pedoman olahraga, hanya kurang dari 20% di antaranya yang mau melakukan olahraga secara intens

Latihan Fisik :

Otot rangka merupakan jaringan yang paling sensitif terhadap insulin didalam tubuh, dan merupakan target utama terjadinya resistensi insulin. Latihan fisik terbukti dapat menurunkan kadar lipid dan resistensi insulin didalam otot rangka. Pengaruh latihan fisik terhadap sensitivitas insulin terjadi dalam 24 48 jam dan hilang dalam 3 sampai 4 hari. Jadi aktivitas fisik teratur hendaklah merupakan bagian dari usaha untuk memperbaiki resistensi insulin. Pasien hendaklah diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan derajat aktifitas fisiknya. Manfaat paling besar dapat diperoleh bila pasien menjalani latihan fisik sedang secara teratur dalam jangka panjang. Kombinasi latihan fisik aerobik dan latihan fisik menggunakan beban merupakan pilihan terbaik. Dengan menggunakan dumbbell ringan dan elastic exercise band merupakan pilihan terbaik untuk latihan dengan menggunakan beban. Jalan kaki dan jogging selama 1 jam perhari juga terbukti dapat menurunkan lemak viseral secara bermakna pada laki2 tanpa mengurangi jumlah kalori yang dibutuhkan.

4.1 Makanan yang halal dan haram

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban Al Quran, Surat Al Maidah : 88 yang artinya: dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya: Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu Pertama kita ketahui, halal itu bukan sekedar halal makanannya, tapi juga dari sumber bagaimana mendapatkannya pun harus halal. Kalau sumbernya haram seperti korupsi, mencuri, merampok, menggusur tanah rakyat dengan harga yang rendah, maka makanan yang dimakan pun meski sebetulnya halal, tetap haram. Dan akan membuat si pemakannya disiksa di api neraka. Nabi berkata: Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani) Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik. Allah menyuruh orang mukmin sebagaimana Dia menyuruh kepada para rasul, seperti firmanNya dalam surat Al Mukminun ayat 52: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shaleh. Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172: Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik. Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: Ya Robbku, Ya Robbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim) Semua yang berasal dari laut adalah halal untuk dimakan, sebagaimana ayat berikut ini: Dihalalkan bagimu (ikan) yang ditangkap di laut dan makanan yang berasal dari laut QS Al Maidah : 94 Beberapa ayat berikut ini menyebutkan bahwa dalam Al-Quran hanya sedikit yang tidak halal. Namun dengan perkembangan teknologi, yang sedikit itu bisa menjadi banyak karena masuk ke dalam makanan olahan secara tidak terduga sebelumnya. Beberapa larangan yang terkait dengan

makanan haram tersebut adalah:

QS Al Maidah : 3 Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.QS Al Baqarah : 173 Sesungguhnya Allah yang mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan yang disembelih dengan nama selain Allah.QS Al Maidah : 4 Dan makanlah binatang yang ditangkap dalam buruan itu untukmu dan sebutlan nama Allah ketika melepaskan hewan(anjing) pemburunya.QS Al An am : 121 Dan janganlah kamu makan sembelihan yang tidak menyebut nama Allah dan sesungguhnya yang demikian itu fasik.

QS An Nahl : 67 Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan. QS Al Baqarah : 219 Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi; Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya. QS An Nisa : 43 Hai orang-orang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dari serangkaian ayat di atas, beberapa yang diharamkan adalah: 1. Bangkai 2. Darah 3. Babi 4. Binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah 5. Khamer atau minuman yang memabukkan Selain itu dilarang memakan binatang buas yang bertaring seperti anjing, kucing, harimau, dan sebagainya: Hadis riwayat Abu Tsa`labah ra., ia berkata: Nabi saw. melarang memakan binatang buas yang bertaring. (Shahih Muslim No.3570) Haram juga memakan keledai: Bahwa Rasulullah saw. melarang makan daging keledai piaraan. (Shahih Muslim No.3583) Kelima hewan ini haram dimakan, berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiallahu anhu-, beliau berkata:

Rasulullah SAW melarang membunuh shurad, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih). Nabi pernah bersabda Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali (H.R. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak. Imam Syafiie mengharamkan hewan yang hidup di 2 alam (di air dan di darat) seperti kodok, buaya, kura-kura, dan kepiting. 4.2 Jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai Islam Selain halal, makanan juga harus baik. Meski halal tapi jika tidak baik, hendaknya tidak kita makan. Di antara kriteria makanan yang baik adalah: 1. Bergizi tinggi 2. Makanan lengkap dan berimbang. Waktu SD kita belajar makanan 4 sehat 5 sempurna seperti nasi/jagung, lauk/pauk, sayuran, buah-buahan, dan terakhir susu. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada baiknya ditambah dengan herbal seperti madu, pasak bumi, habbatus saudah, minyak zaitun, dan sebagainya agar tubuh kita sehat. 3. Tidak mengandung zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan kita, misalnya kolesterol tinggi atau bisa memicu asam urat kita. 4. Alami. Tidak mengandung berbagai zat kimia seperti pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet kimia (misalnya formalin), pewarna kimia, perasa kimia (misalnya biang gula/aspartame, MSG, dsb) 5. Masih segar. Tidak membusuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah 6. Tidak berlebihan. Makanan sebaik apa pun jika berlebihan, tidak baik. Agar kita tetap bisa menjaga akhlak dengan meneladani Rasul dalam urusan makan dan minum sekaligus mendapatkan pahalanya, berikut diuraikan tata cara dan budaya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut: 1. Di niat kan untuk menjaga ketaatan kepada Allah SWT, yaitu dengan makan kita berharap tetap konsisten menjadi orang yang takwa. Makan tidak saja dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan kenikmatan dunia semata, tetapi juga sebagai sarana ibadah. Dengan niat ibadah itu berarti kita bisa mengurangi semangat nafsu kebinatangan dan membawa pada sikap totalitas kerelaan terhadap rezeki yang diberikan Allah kepada kita (qanaah). Anjuran niat ini sesuai dengan hadis Nabi : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari) 2. Tidak berlebihan (isyraf) dalam mengkonsumsi dan tidak memubazirkannya. Berlebihan merupakan budaya yang tidak disukai Allah. Sebagaimana yang disinggung dalam Alquran, yang artinya: Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.(QS. Al-Anam/6:141) Dan Mubazir adalah perbuatan yang sangat

dilarang dalam islam, bahkan diidentikkan sebagai saudara setan. Sebagaimana firman Allah yang Artinya : Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. (QS: Al-Isra/17:26-27) Kalau kita dilarang berlebihan, maka seharusnya pula kita makan dan minum menurut kadar cukup. Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah sabdanya: Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara, dikosongkan) (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi). Batasan yang diajarkan oleh Rasul ini menekankan pentingnya seorang muslim agar memperhatikan orang di sekitarnya, artinya kita harus memahami realitas sosial yang ada di lingkungan kita, agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Dalam sebuah sabda lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya, yaitu: barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku. 3. Memulainya dengan membaca basmalah serta doa. Sebab bila tidak menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya. Lantas apa bedanya dengan orang kafir? Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan: Dan dari Jabir berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang masuk dalam rumahnya dengan mengucapkan bismillah ketika masuk dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada temannya: tiada tempat tinggal dan tiada bagian makanan bagimu disini. Sedangkan bila orang itu masuk tanpa menyebut nama Allah, maka setan akan berkata:Kamu dapat bermalamdi rumah ini. Kemudian jika waktu makan tidak menyebut nama Allah, setanpun berkata: kamu dapat bermalam dan makan disini. (HR.Muslim). Jika lupa di awal makan, maka ucapkanlah segera saat teringat. Rasulullah SAW telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah r.a, sebagai berikut: Bila salah seorang diantara kamu hendak makan maka ucapkanlah bismillah, namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah bismillahi awwaluhu wa akhiruhu(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi) 4. Tidak boleh mencela makanan. Apa pun yang dihidangkan di depan mata kita, makanan merupakan rezeki dari Allah. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan selamanya. Jika beliau suka dimakannya, dan jika tidak suka ditinggalkannya.(HR Bukhari dan Muslim) 5. Menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Karena, makan dan minum dengan tangan kiri merupakan cermin dari perbuatan setan yang harus dihindari oleh setiap mukmin yang memiliki komitmen kepada Ilahi, hal ini seiring dengan maksud sebuah hadis: Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya. (HR. Imam Muslim) Allah SWT menghubungkan dengan perilaku makan dengan larangan mengikuti setan secara tegas dalam ayat Al Quran yang Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu..(QS:2:168) Pengertian langkah langkah setan yang dimaksud ayat ini antara lain adalah mengkonsumsi makanan yang tidak halal dan dengan menggunakan tangan kiri.

6. Sambil duduk, dan tidak berdiri. Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah melarang orang minum sambil berdiri. Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: Hal itu (makan dengan cara berdiri) lebih busuk dan jahat. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi) 7. Jika makan bersama sama, ambillah dari yang dekat dekat saja, sejauh yang dapat di jangkau oleh tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: Dari Umar bin Abi Salamah berkata, ketika saya masih kecil di bawah asuhan Rasulullah SAW, aku bisa menjulurkan tanganku ke tempat makanan, maka Rasulullah SAW bersabda: Wahai ananda, ucapkanlah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat kepadamu. (HR.Muslim) Dalam hadis lain juga dikatakan, Sesungguhnya termasuk pemborosan (perbuatan yang berlebihan dan dimurkai Allah) bila kamu makan apa saja yang kamu (bernafsu) ingin memakannya. (HR. Ibnu Majah) 8. Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah bismillah jika kalian minum dan alhamdulillah jika kalian selesai minum. (HR. Turmidzi). Dalam hadis lain disebutkan: Dari Abi Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang bernafas dalam air minumannya .(HR.Muttafaqun ALaihi) 9. Mengambil secukupnya sehingga dapat di konsumsi habis, jangan tersisa sedikit pun, walau hanya berupa sebutir nasi yang menempel di jari tangan umpamanya, karena hal itu menjadi bentuk pemubaziran yang dilarang. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah.(HR. Muslim) 10. Haram menggunakan perabotan dari emas dan perak. Rasul pernah melarangnya dengan sabdanya: Dari Hudzaifah, ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan perkakas dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami (kaum lelaki) berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya: Itu adalah untuk kaum musyrikin didunia dan untuk kalian (nanti, insya Allah) di akhirat. (HR. Bukhari dan Muslim) 11. Mengakhiri makan dan minum dengan berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan, sehingga badan menjadi sehat, dan dapat melakukan ibadah ibadah lainnya yang telah Allah amanah kan. Doa singkat yang kita baca sebagaimana Rasulullah sabda kan: Alhamdulillaahilladzi attamanaa wasaqaanaa wajaalana minal muslimiin yang artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang muslim(HR. Imam Ahmad)

5.Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu , termasuk makan besar dan selingan

Tn. B, 26 tahun. Tinggi badan 175 cm. Berat badan 95 kg. RUMUS HARRIS BENEDICT Laki-laki = 66 + (13,7xBB) + (5xTB) (6,8xU) = 66 + (13,7x95) + (5x175) (6,8x26) = 66 + 1.301,5 + 875 176,8 KKBasal = 2.065,7 KKTotal = KKBasal + aktivitas (pegawai kantor = ringan =10%) = 2.065,7 + (10%x2.065,7) = 2.065,7 + 206,57 = 2.272,27 kalori RUMUS BROCA BB x Aktivitas BB Normal / Idaman = TB 100 = 175 100 = 75 kg Tn. A BB = 95 kg = gemuk Aktivitas = pegawai kantor = ringan Gemuk dan pegawai kantor = 25 95 x 25 = 2.375 kalori Dibulatkan 2.300 kalori Makan pagi pukul 07.00 Nasi/penukarnya 100 gram Daging ayam/penukarnya 40 gram Tempe/penukarnya 50 gram Sayur matang Mangga Susu Snack pagi pukul 10.00 Pepaya/penukar Makan siang pukul 12.00 Nasi/penukarnya 100 gram Ikan/penukarnya 40 gram Tahu/penukarnya 50 gram Sayur matang Apel Snack sore pukul 15.00

1 gelas 1 potong sedang 1 potong sedang 1 mangkok 1 potong sedang 1 gelas 1 potong sedang 3 gelas 1 potong sedang 1 potong sedang 1 mangkok 1 potong sedang

Semangka/penukar Makan malam pukul 19.00 Nasi/penukarnya 100 gram Daging sapi/penukarnya 40 gram Tempe/penukarnya 50 gram Sayur matang Melon

1 potong sedang 2 gelas 1 potong sedang 1 potong sedang 1 mangkok 1 potong sedang

Sumber:

Bahaya Makanan dan Minuman Haram bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani , Karya: Thobieb Al-Asyhar,2003.

exerciseismedicine.org.au/wp.../Metabolic-syndrome_full.pdf
http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174&Itemid=319&l ang=in

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2777731/