Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH Manajemen adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus membentuk organisasi formal, dan seni membuat keputusan merupakan pusat melakukan hal itu. pembuatan keputusan- mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi masalah tertentu atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan- adalah bagian penting dari setiap pekerjaan manajer. Waktu dan hubungan manusia merupakan elemen yang amat penting dalam proses pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan menghubungkan keadaan organisasi masa kini dengan tindakan yang akan diambil organisasi ke dalam masa depan.

2. RUMUSAN MASALAH o Masalah dan peluang menemukan o Keputusan untuk memutuskan o Keputusan terprogram dan tidak terprogram o Memutuskan siapa yang akan memutuskan 3. TUJUAN PENULISAN o Mengetahui maslah dan peluang menemukan o Mengetahui cara memutuskan o Mengetahui keputusan terprogram dan tidak terprogram

Pembuatan keputusan

II.

PEMBAHASAN

1. MASALAH DAN PELUAN MENEMUKAN Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul kalau keadaan sebenarnya berbeda dengan keadaan yang diinginkan. Dalam banyak hal, suatu masalah mungkin adanya peluang tersembunyi. Proses menemukan masalah 1. Deviasi dari pengalaman masa lalu 2. Deviasi dari rencana yang ditetapkan 3. Orang lain 4. Prestasi pesaing

Tidak selalu jelas apakah situasi yang dihadapi oleh seorang manajer menyiratkan masalah atau kesempatan. Seperti yang tertulis sebelumnya, keduanya saling berkaitan. Misalnya, kesempatan yang dilewatkan menciptakan masalah bagi organisasi, dan kesempatan sering kali ditemukan sementara mendalami masalah.
12

David B.Gleicher,

seorang konsultan manajemen, menyediakan cara membedakan antara keduanya yang berguna. Dia mendefinisikan suatu masalah sebagai suatu yang membahayakan kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya, dan suatu kesempatan adalah sesuatu yang menawarkan tantangan untuk melampaui tujuan.

2. KEPUTUSAN UNTUK MEMUTUSKAN Ide bahwa manajer adalah pemecah masalah mungkin membangkitkan citra manajer yang duduk dibelakang meja, dengan tenang membuat keputusan apa yang harus dilakukan terhadap setiap masalah yang timbul. Sebenarnya, manajer amat berbeda dalam hal apa yang mereka anggap sebagai masalah dan cara mereka memutuskan untuk menghadapinya.

Menetapkan prioritas Apakah masalah tersebut mudah ditangani Apakah masalah itu akan selesai dengan sendirinya jika dibiarkan ? Apakah ini keputusan yang akan saya buat ?
2

Pembuatan keputusan

3. KEPUTUSAN TERPROGRAM DAN KEPUTUSAN TIDAK TERPROGRAM Keputusan terprogram dibuat dalam kaitan dengan kebijakan, prosedur, atau peraturan tertulis atau tidak tertulis yang menyederhanakan pembuatan keputusan dalam situasi yang terjadi berulang kali dengan membatasi atau mengeluarkan alternative. Keputusan terprogram digunakan untuk menangani masalah yang terjadi berulang kali, apakah kompleks atau sederhana. Keputusan tidak terprogram berkaitan dengan masalah yang tidak biasa atau merupakan perkecualian.

4. PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN RASIONAL

1. PENGAMATAN SITUASI Definisikan masalah Diagnosis penyebabnya Tentukan tujuan keputusannya

2.KEMBANGKAN ALTERNATIF Cari alternative secara kreatif Jangan mengevaluasi dulu

4. IMPLEMENTASIKAN KEPUTUSAN
DAN MONITOR HASIL

3. MENGEVALUASI ALTERNATIF DAN MEMILIH YANG TERBAIK Evaluasi alternative Pilih alternative terbaik

Rencanakan implementasi Implementasikan rencana Monitor implementasi dan buat penyesuaian yang perlu

5. METODE PEMBUATAN KEPUTUSAN HEURUSTIC Ketersediaan. Kadang-kadang orang menilai kemungkinan peristiwa dengan

mengujinya terhadap ingatan mereka. Pada prinsipnya, lebih mudah untuk mengingat peristiwa yang sering muncul. Jadi, peristiwa yang lebih siap tersedia dalam ingatan dianggap lebih besar kemungkinan untuk terjadi di masa depan. Perwakilan. Orang juga cendrung untuk menilai kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dengan mencoba mencocokkannya dengan kategori yang sudah ada sebelumnya.

Pembuatan keputusan

Menanamkan dan menyesuaikan. Biasanya orang mengembil keputusan memulai dengan beberapa nilai awal, atau akar, dan kemudian melakukan penyesuaian sampai pada keputusan akhir.

6. MEMUTUSKAN SIAPA YANG AKAN MEMBUAT KEPUTUSAN Model rasional tidak memberikan pedoman mengenai siapa yang harus membuat keputusan, yang sering kali dipertanyakan siapa yang akan memutuskan ? merupakan keputusan pertama yang harus dibuat oleh manejer. Secara tradisional, tanggung jawab akhir untuk membuat keputusan terletak di tangan manajer. Tetapi kadang ini tidak memadai. Sebaliknya, karyawan mungkin bisa menerapkan suatu keputusan secara loyal meskipun banyak yang tidak mempunya karena hasil keputusannya yang jelek. Jadi, semakin sering dilibatkannya karyawan dalam proses pembuatan keputusan. Dalam pembuatan keputusan, aspek ini cukup penting.

Pembuatan keputusan

III. KESIMPULAN Waktu dan hubungan manusia merupakan elemen yang amat penting dalam proses pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul kalau keadaan sebenarnya berbeda dengan kenyataan yang diinginkan Pembuatan keputusan terbagi dalam 2 tipe : keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram Model rasional pembuatan keputusan antara lain : o Pengamatan situasi o Kembangan alternative o Mengevaluasi alternative dan memilih yang terbaik o Implementasikan keputusan dan monitor hasil

Pembuatan keputusan

DAFTAR PUSTAKA

Pembuatan keputusan

Beri Nilai